Berkecamuk Bersama Hujan


Kepada siapa hendak mengadu,

Kepada Engkau Ya Allah, terlalu hina diri ini.

Tubuh nan penuh dosa, lagi durhaka…

Apalah lagi rintihan ini dipandang rendahan di mata manusia…

Sakit karena cinta.

Hanyalah regukan seorang pria pelamun lagi lemah,

Nan haus menanti datangnya cinta.

Dia bermimpi menunggu,

Berharap tak menjadi debu.

Tapi lain yang terjadi.

Mengibakan diri tiada menggetarkan relung hatinya…

Jikalau harus pergi, biarkan hujan yang riangkan pemakamanku…

Terlalu perih hati ini,

Harapan demi harapan lenyap dibawa kalut..

engkaupun tiada peduli.

Apalah lagi bintang dan rembulan.

Aku ingin matikan saja cinta di hati ini.

Biar tak gila aku masyuk olehnya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s