Kenapa Aku Meninggalkan Salafi?


Perjalanan spiritualku dalam mengenal Islam menemui babak baru ketika memulai studi di Jogjakarta. Bertemu dengan senior satu kamar di asrama mahasiswa Sumatera Barat yang memiliki penampilan aneh. Berjenggot tebal dan celana di atas mata kaki. Namanya anak kampung yang baru sekali merantau, aku hanya bisa banyak mendengar apa yang seniorku itu sampaikan. Tiap malam aku dibombardir dengan istilah-istilah baru yang belum kuketahui sebelumnya tapi memiliki indikasi negatif dalam agama.

Berjalannya waktu dan semakin intensnya pembicaraan kami, akhirnya aku mengenal sebuah aliran baru “Salafi”. Sebuah ajaran yang diklaim sebagai ajaran yang paling benar dan paling teguh memegang Al Qur’an dan As Sunnah. Sementara gerakan atau ajaran lain dianggap bid’ah dan tidak sesuai dengan Islam “yang sebenarnya”.

Meski tanpa didampingi oleh sang senior, aku melakukan pencarian lebih lanjut tentang “Salafi”. Lewat pamflet-pamflet pengajian yang disebar di kampus, akupun mulai mengunjungi masjid-masjid tempat berlangsungnya kajian yang bertitel “mengikuti sunnah Nabi” ini. Aku terpukau dengan kapabilitas ustadz-ustadznya yang hafal ayat-ayat Al Qur’an dan Hadist. Banyak hadist-hadist baru yang kudengar. Tampilan tawadhu’ para pendengar yang terdiri dari bapak-bapak dan pemuda-pemuda berjenggot-berjubah, serta wanita-wanita bercadar membuat kepincut untuk terus mengikuti pengajian-pengajian Salafi, karena sejak SMA aku sudah memilih memelihara jenggot sebagai sunnah Nabi, sampai-sampai aku berdebat keras dengan seorang guru berjilbab yang menyuruhku untuk memotong jenggot. Aku berpikir, inilah tempat aku menemukan teman-teman yang melaksanakan hadist yang dulu pernah kutemui bahwa memilihara jenggot merupakan bagian dari sunnah Nabi.

Meskipun masih menjadi orang “aneh” dengan penampilan modern (celana panjang dan kemeja), keinginanku untuk belajar mengalahkan rasa risih. Seringkali para jama’ah lain menatap diriku agak lama. Mungkin karena dirasa sebagai orang baru, gaya penampilanku yang tidak lazim dapat mereka maklumi. Minggu-minggu berlalu, aku semakin asyik dengan pengajian demi pengajian. Di Asrama,  sang senior satu kamar semakin intens menceritakan kejelekan-kejelekan ajaran di luar Salafi.

Aku tak ingat lagi sejak kapan memotong celana hingga di atas matakaki. Semua celana panjangku kukirim ke tukang jahit untuk “dirapikan” agar sama seperti celana-celana yang dipakai oleh anggota pengajian. Jenggotku mulai memanjang dan celanaku tidak lagi celana lipatan. Mulailah beberapa peserta pengajian mendekatiku dan mengajakku ngobrol. Aku mulai merasa diterima sebagai bagian mereka. Aku merasa enjoy karena mulai mendapatkan teman-teman baru. Lambat laun hubunganku semakin intens dan mengenal lebih banyak lagi teman-teman Salafi. Sampai suatu kali perkenalan tentang kuliah, aku bilang kuliah di Filsafat UGM. Sontak saja raut teman bicaraku berubah. Awalnya aku tak mengerti, kenapa setiap memperkenalkan diri sebagai mahasiswa Filsafat mereka mencoba mengalihkan pembicaraan?

Akhirnya aku tahu sebab-musabab, kenapa raut wajah mereka berubah ketika kubilang kuliah di Filsafat. Ternyata memang Salafi “mengharamkan Filsafat”. Berkali-kali ketika membahas peran akal dalam memahami wahyu atau kajian-kajian mengenai firqoh-firqoh Islam, istilah filsafat dikatakan dengan ucapan sinis. Berbagai istilah dilekatkan kepada filsafat, “ilmu syetan”, “ilmu sesat”, “ilmu tak bermanfaat”.

Kegelisahan mulai menderaku. Apakah benar kuliah yang sedang kujalani saat ini adalah kuliah yang mempelajari ilmu yang dilarang dalam Islam? Suatu ketika kuberanikan diri bertanya empat mata kepada beberapa Ustadz. Jawaban dari Ustadz yang kudatangi SAMA. Mempelajari filsafat itu haram. Pertahananku jebol. Aku benar-benar binggung. Semester 3 aku mulai malas-malasan pergi ke kampus. Pagi hari dan siang hari aku hanya termanggu di asrama, berkata pada diri sendiri, “betapa bodohnya aku telah salah memilih jurusan”. Aku menghindar memilih jurusan hukum atas dasar asumsi “Islami”, hukum di Indonesia adalah hukum thagut (kafir, sesat). Dan pilihan jurusan filsafat kusandarkan kepada sebuah artikel dalam terjemahan Al Qur’an yang dikeluarkan oleh Departemen Agama. Tapi, di Jogja aku menemukan hal sebaliknya, “Filsafat Haram dalam Islam”.

Akibat jarang mengikuti perkuliahan, IP-ku jeblok. Padahal semester 1 dan 2 aku berhasil meraih IP di atas 3. Sementara, aktivitas pengajianku di Salafi semakin intens. Beberapa kajian yang kuikuti telah melewati batas kota Jogja.

Suatu ketika, aku berpikir tak mungkin lagi melanjutkan kuliah di filsafat. Kuberanikan diri bicara lewat telpon kepada Bapak untuk berhenti kuliah. Aku ingin masuk pondok pesantren, mempelajari ilmu agama yang lebih mulia dari ilmu-ilmu lain. Kusampaikan kepada Bapak dalil-dalil keharaman filsafat sebagaimana yang kudapatkan dari ustadz. Bapak marah besar kepadaku. Aku cuek, karena yakin apa yang sampaikan benar menurut “agama”. Aku bersitegang dengan Bapak. Beberapa hari setelah percekcokanku dengan Bapak, Ibu datang ke Jogja. Tak henti Ibu menangis. Memberitahukan bagaimana Bapak kecewa berat dengan “kegilaan-ku” meninggalkan kuliah di UGM. Ibu memintaku untuk mengurungkan niat berhenti kuliah. Jiwaku masih memberontak waktu itu.

Beberapa hari Ibu menginap di kamar. Tak henti tangisan beliau ketika memintaku untuk memikirkan kerja keras Bapak menguliahkanku dengan biaya yang besar di UGM. Akupun luluh. Tak sanggup rasanya melihat Ibu bercucuran airmata. Hati kecil berontak, bimbang antara memilih “agama” dan keinginan orang tua. Terlintas ucapan ustadz-ustadz Salafi bahwa hormat kepada manusia tidak perlu jika melanggar perintah Tuhan, hatta itu orangtua sendiri. Di sisi lain sanubariku berkata, bukankah agama melarang seorang anak durhaka kepada orang tua?

Aku menghadapi dilema ini sendirian. Seniorku satu kamar yang mengenalkanku dengan Salafi diam masa bodoh. Sibuk dengan kerja dan kuliahnya yang memang begitu padat. Menjelang kepulangan Ibu kembali ke kampung karena sudah tak bisa berlama-lama di Jogja demi kerja dan mengurusi adik-adikku yang masih kecil-kecil, beliau kembali memintaku untuk mengurungkan niat berhenti kuliah. Aku tak bisa melawan Ibu dab melepas kepergian beliau dengan tangisan. Kukuatkan tekad dan bilang sama Ibu bahwa aku mengurungkan niat berhenti kuliah. Aku akan kembali masuk kuliah dan mengejar ketertinggalan selama ini. Berusaha keras meraih IP seperti 2 semester awal dulu. Dalam hati aku menguatkan tekad, “persetan dengan kata-kata Ustadz kalau akhirnya aku membuat Ibu menangis dan Bapak menjadi kecewa. Terserah dibilang membuang umur untuk mempelajari ilmu yang haram, terserah dibilang sebagai pengkhianat agama. Persetan dengan semua dalil dan argumen agamis yang mereka sampaikan. Aku mau menghormati orangtuaku meskipun dianggap sebagai “kedurhakaan” kepada Tuhan.

Titik balik itu berlangsung saat liburan semester 6, persis tiga tahun aku menjalani hidup sebagai mahasiswa di Jogja. Kudatangi kampus untuk registrasi masuk kuliah semester 7. Kuminta transkrip nilai. Tak sampai 40 sks mata kuliah yang telah kuambil. IPK-pun hancur di bawah 2,5. Hanya satu tekad kukobarkan, aku tak boleh mengecewakan Bapak dan Ibu lagi.

Aku mulai kuliah. Kajian Salafi masih tetap kuikuti. Aku masih senang dengan uraian hadist dan Al Qur’an dari Ustadz, meskipun sesekali sentilan negatif terhadap filsafat tetap memerahkan mukaku. Aku kemudian menjadi orang aneh. Pergaulanku dengan teman-teman Salafi semakin luas, karena aku adalah santri yang unik bagi mereka, menjadi Salafi tapi kuliah di filsafat.

Suatu hari di tahun awal 2006, aku memutuskan untuk masuk Muhammadiyah lewat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UGM. Aku mulai intens mengikuti kajian tafsir Ustadz Dr. Yunahar Ilyas, Lc di kantor pusat Muhammadiyah Yogyakarta. Ada hal lain yang kutemui. Ustadz Yunahar lulusan Saudi Arabia, sama dengan Ustadz-Ustadz kenamaan Salafi yang juga menempuh studi di negeri yang didirikan Keluarga Saud itu, yakni gaya ceramah Ustadz Yunahar yang lebih soft dan lebih mengedepankan analogi. Tidak pernah beliau menyerang filsafat, malahan mengatakan filsafat dibutuhkan untuk menghadang musuh-musuh Islam. Aku terheran-heran. Kok bisa beda ya? Kuperhatikan face ustadz Yuhanar, kumis menghiasi wajahnya. Jenggot hanya sedikit. Tak pernah kulihat Ustadz Yunahar memakai kopiah haji meskipun beliau sudah naik haji berkali-kali. Hanya kopiah hitam nasional yang menurut beberapa teman Salafi, tidak Islami. Kuperhatikan celana beliau, berjuntai melewati mata kaki. Aku bertanya, kenapa “Ustadz” satu ini berbeda dengan Ustadz-Ustadz Salafi-ku?

Keherananku semakin kentara ketika Ustadz Faturahman Kamal mengantikan beberapa kali kajian Ustadz Yunahar. Ustadz Faturahman adalah alumni Universitas Islam Madinah yang diklaim sebagai salah satu pusat keilmuan Salafi. Gaya ceramah beliau berbeda. Bahkan sesekali beliau membicarakan geliat dakwah kampus yang menguraikan ketidakwajaran halaqoh dakwah, yang secara eksplisit mengarah kepada Salafi.

Aku kembali bertanya-tanya, apakah klaim Salafi sebagai firqoh yang paling benar sebagaimana yang berbuih-buih disampaikan oleh para Ustadznya BENAR? Sementara itu, senior satu kamarku yang melepasku dalam kebimbangan sendirian, meninggalkan Jogja. Dia sudah lulus kuliah dan hendak pulang kampung untuk mencari pekerjaan demi mempersiapkan lamarannya kepada salah satu teman dari asrama putri.

Kuliahku berjalan lancar. IPK-ku semakin hari semakin naik. Aku semakin menikmati perkuliahan dan uraian-uraian filosofis yang disampaikan dosen. Kajian Salafi mulai jarang kuikuti, kecuali kajian Ustadz Ridwan Hamidi yang tak bisa kutinggalkan sama sekali. Aku teramat suka dengan Ustadz Ridwan, yang seringkali mendapat ejekan dari kelompok Salafi yang lain, karena ceramah beliau yang lembut dan sering membuat jiwaku tentram.

Singkat cerita, bulan Februari ini aku akan diwisuda. Menjadi lulusan terbaik fakultas Filsafat UGM untuk wisuda periode pertama di tahun 2010 dengan IPK 3,61. Penampilanku sudah biasa. Tak ada lagi celana jingkrang di atas mata kaki dan jenggot panjang yang awut-awutan. Aku menjadi orang biasa. Aku tetap normal tidak menjadi gila dengan filsafat yang kupelajari. Aku masih sholat, baca Al Qur’an dan mempercayai Tuhan. Filsafat telah membuka wawasan dan perspektifku lebih luas dalam memandang dunia. Tidak seperti saat di Salafi dengan pola hitam-putih yang dibangun. Hidup dikurung dan dihiasi kebencian kepada orang lain dengan sekat “Kafir”, “Ahlul Bid’ah” dan “Kaum Sesat” yang didasarkan bingkai agama.

Bulan ini, aku bisa mengobati airmata Ibu dan kekecewaan Bapak beberapa tahun lalu. Hari ini aku bahagia tanpa harus kehilangan keIslamanku. Malahan aku menemukan Islam yang damai lewat uraian Ustadz Yunahar Ilyas dan Ustadz Faturrahman Kamal.

Aku tak peduli dengan sindiran keputusanku keluar dari Salafi. Terserah dibilang orang yang futur, tersesar dari jalan dakwah, atau sebutan menyakitkan lainnya. Aku tak peduli sama sekali. Yang penting aku masih menyembah Tuhan, masih mendengarkan Al Qur’an dan Hadist, masih sholat, puasa, mendengarkan ceramah, dan bisa berbakti kepada orangtuaku. Aku punya jalan hidup sendiri dan punya kekuatan pikiran untuk mengarahkannya kemana. Aku sudah tak peduli dengan omongan-omongan negatif tentang keadaanku sekarang. Terserah mereka mau bilang apa…

*********************

NB: Kutuliskan cerita ini setelah membaca berita penerimaan mahasiswa baru Universitas Islam Madinah diadakan di Pesantren Gontor yang notabene bukan pesantren Salafi. Kenapa pemerintah Saudi lebih percaya kepada Gontor daripada Pesantren-Pesantren Salafi yang saat ini sudah berdiri di berbagai kota di Indonesia??? Entahlah…

205 thoughts on “Kenapa Aku Meninggalkan Salafi?

  1. rima amanda berkata:

    Jadi Anggun mau melanjutkan ke Univ Islam Madinah nih ceritanya? ALhamdulillah gun, ii ga menyangka kalo kisah yg anggun lewati begitu menyentuh hati.
    Selamat ya gun atas predikat lulusan terbaik nya.. Semoga ilmu anggun bermanfaat bagi kita semua. Amiien

  2. rizki mula saputra berkata:

    Assalamualaikum
    Mudahan mas anggung bisa menjadi salafi lagi seperti dulu. Apapun keadaan mas anggung sekarang, saya tetap menyayangi mas anggung meski tidak jadi salafi lagi. Salafi tidak seperti yang mas anggun gambarkan. salafi itu indah, mudah, dan sesuai dengan fitrah manusia. Saya dulu juga menjadi mantap dengan salafi dan senang dengan ikhwah salafi dengan sebab mas anggun juga. saya ingat dulu mas anggun baik sekali sama saya ketika masih tinggal di wisma.

    memang saya dulu merasa kurang sreg dengan salafi seperti apa yang mas anggun gambarkan. akan tetapi, sejak saya belajar ilmu agama dengan benar, baru saya menyadari bahwa inilah ajaran islam yang benar.
    Terima kasih kepada mas anggun dan semoga mas anggun diberi hidayah lagi untuk menerima ajaran salafi.

      • unel berkata:

        kita harus percaya faham salafi itu benar, hanya hati kecil kita kurang sreg,di indonesia ga ada universitas seperti di madinah di tempat islam lagi,di indonesia sy perhatikan ormas -ormas islam hanya salafiyah persis pui dan muhammadiyah hti itu yg baik yg lainnya kurang wallahua’lam

    • Caknur berkata:

      Koq diberi hidayah menerima ajaran salafy..??? Harusnya diberi hidayah menerima ajaran Islam yg benar menurut Allah SWT, bkn menurut salafy…

      Salafy hanya cocok bagi mereka yg kurang menggunakan akalnya. Ustadz Ridwan Hamidi, sebenarnya bukan salafy dalam arti fahamnya ga sempit kayak anak2 salafy. Beliau tawadhu, lemah lembut thd sesama muslim dari harakah apapun dan beiau juga mumpuni dlm ilmu syariah.

      • Husain berkata:

        Salam.. Lah Mas2.. ya Salafy itu jalan yg benar.. Saran saya sampean belajar lagi lbh dalem agama islam mas… sebaiknya mas pikir dahulu sebelum berucap seperti itu, Pake akal dlu mas..
        berfikir blom pake akal ud berani bilang “Salafy hanya cocok bagi mereka yg kurang menggunakan akalnya” mungkin akal ud pake sampean, cuman ilmunya masih dangkal..

      • Hehe berkata:

        hmm. Komentar Caknur seperti inilah yang menuai kontroversial, padahal tadinya harusnya berjalan aman dan damai.

        Bahasa-nya yang sopan mas, dipikir sebelum berkomentar. agama ente, islam, mengajarkan tidak ada paksaan dia mau islam atau enggak, mau sesat apa enggak, salaf apa enggak, jadi jangan diejek begitu salafy-nya. ajaran agama ente sendiri masa tidak tahu? orang kristen/kafir aja dilarang kita ejek2, masak sesama muslim mengejek?

        Semoga allah menghidayahi kita

      • purwanto berkata:

        assalammualaikumm saudara seiman, kenapa kita harus ribut dan saling mengklaim siapa yang paling benar, apakah kalian pasti tau kalian orang orang yang selamat di jalan Allah, saya memang tidak begitu memiliki pemahaman yang mendalam mengenai islam,orang orang seperti kami yang ingin belajar lebih mengenai islam mengalami di lema, selain saling mendoakan tentang keselamatan umat muslim yok kita perbaiki dulu ibadah kita, saling menyayangi dan tidak mengusik

      • Donny Alexander berkata:

        lo…lo…lo siapa yg nambah-nambah syariat mas? sampean itu keliru yg benar mungkin nambah-nambah firkoh (golongan). klw di bilang nambah-nambah golongan, salafy itu bukan golongan, salafy bukan organisasi dan ndak pernah ada tuh struktur organisasinya, sipa ketuanya, sekretarisnya… dan ikut ngaji disalafy juga gak pernah diminta utk berbaiat.. salafy hanya penamaan untuk pernyataan mengikuti rasulullah dan para sahabat-sahabat beliau saw. emang jika kita masih ingin improfisasi dalam agama susah utk terima ajaran salafy..

      • Donny Alexander berkata:

        Madzhab Albany??? ada ya??? gak tau gue!!! stau gue Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany karya diterima atau dipakai oleh ustadz-ustadz atau da’i-da’i diluar salafy, misalnya kitab-kitab shahih hadits, dari hadits bukhori, muslim, abu daud, ibnu majah, tirmidzi, nasa’i, dairami, ibnu khuzaimah dan yg lainnya..

      • zoel berkata:

        hati2 menuduh orang dengan perkataan buruk apalagi menyebarluaskan klo ga terbukti tuduhan itu kembali kepada tuannya,yang saya tau untuk menjadi ISLAM BENAR IKUTI AL QUR’AN DAN HADIST YANG SAHIH,bukan ikut kelompok ini dan itu,ada yg mau membantah tunjukan DALIL nya.

    • edwin saputra berkata:

      Assalamu’alaikum, mas rizki, saya ingin berkenalan dengan anda. saa ingin memperdalam salafi.

  3. zia berkata:

    Assalaamu’alaykum.
    Ni uda Gunawan yang dulu ikut ‘arabic for all’ bareng saya ya? Gimana kabarnya? Lokasi di mana sekarang? Dah balik Solok ya? (wew, banyak kali pertanyaannya ya? (tanya lagi)).
    Membaca artikelnya, kok judulnya ‘akhirnya aku keluar dari salafi’? Memangnya dulu pas masuk ada ngisi formulir atau bayar pendaftaran ya Uda? He..he.. Becanda
    Mungkin maksud Uda, judulnya harusnya ‘akhirnya aku tidak bermanhaj salafi’. Tapi kalau beneran ni judulnya, jadinya ada 3 kemungkinan yakni 1. Tidak berlandaskan Al Quran 2. Tidak berdasarkan hadits Nabi, atau 3. Tidak memahami Al Quran dan hadits sesuai dengan pemahaman para shahabat dan shalafus shalih, secara yang disebut salafy kan manhaj dalam berislam dengan berpedoman pada Al Quran dan hadits nabi sesuai dengan yang dipahami para shahabat dan salafus shalih. Tapi jika Uda tidak bermaksud demikian (dan saya yakin uda tidak bermaksud demikian), mungkin Uda khilaf ya sehingga meninggalkan sunnah memelihara jenggot dan memakai celana di atas mata kaki (dan dibawah lutut tentunya)?
    Afwan Uda, bukan maksud menggurui nih. Hanya hendak memberikan hak Uda yang ada sama saya.
    Wassalaamu’alaykum

    • abdullah berkata:

      Imam al-Qusyairi rahimahullah menegaskan dengan tegas sekali:
      “Mereka (golongan yang menolak takwil, termasuk salafi wahabi) ini di mana ruh-ruh kami berada dalam kekuasaanNya, lebih memberi mudarat terhadap Islam dari golongan Yahudi dan Nasara serta Majusi yg juga penyembah berhala. Ini kerana kesesatan orang-orang kafir jelas kelihatan, boleh di jauhkan oleh orang-orang Islam, sedangkan mereka ini datang kepada orang yang beragama dan orang biasa melalui cara menipu golongan yang lemah (yaitu kurang mantap ilmu agamanya)” (Murtadha al-Zabidi, 2 / 108-109)

    • Caknur berkata:

      Perhatikan anak-anak salafy jika di kampus-kampus: Mereka lebih akrab dan ramah berteman dengan orang-orang non muslim darpada terhadap sesama muslim haraki (dari harakah lain non salafy spt Tarbiyah/IM, HTI atau Hijbut Tahrir dll). Kadang saya suka aneh melihat sikap tmn2 salafy saya, mereka spt ada sekat yg membatasi hati mereka dgn sesama mukmin yg samas sholat di masjid, tp mereka begitu akrab dan dekat hatinya thd orang2 kafir non muslim.

      Silahkan amati dan perhatikan mereka, pasti anda akan melihat itu. Padahal nabi SAW bersabda, “hati itu ibarat tentara, dia akan merasa dekat dengan yang memiliki corak serupa”. Dan saya lihat hatinya anak2 salafy lebih dekat kepada orang kafir daripada hatinya sesama muslim yg mereka anggap beda harakah.

      • rahmat berkata:

        bismillah.. apa benar antum mampu mengetahui hati hamba yang memiliki tunjuan yang di mana antum tidak mengetahuinya ?? kalau benar antum mampu, maka berwaswaslah antum sebeb antum mengabaikan kebenaran,,

      • At-Thoriq berkata:

        afwan akhi-akhi yang dirahmati allah,,, jangan pernah berdebat kusir, islam menganjurkan untuk menghindari perdebatan,, afwan akhi-akhi tidak bermaksud menggurui, cuma ingin mencoba menengahi

  4. ali berkata:

    akhi…ketika ustadz mengatakan ilmu filsafat adalah haram, bukan berarti dia mencela antum,tapi dia ingin menjelaskan kepada antum kebenaran…akhi..manhaj salaf bukan organisasi tapi dia adalah metode dalam beragama sebagai mana generasi salaf dahulu..jangan jelekkan manhaj salaf, karena dia manhaj para sahabat..perkuat iman antum ya akhi dengan ketaatan pada Allah, kembalilah menjadi orang yang meniti genarasi sahabat sedikit demi sedikit, semampu kita dan bersabarlah di atas manhaj salaf.ana sedih melihat keadaan antum karena antum tidak merasakan manisnya manhaj salaf yang berdasar alqur’an dan sunnah pemahaman sahabat dan antum tidak bisa bersabar dalam menitinya, maka mintalah hidayah pada Allah..

    • abdullah berkata:

      Imam al-Qusyairi rahimahullah menegaskan dengan tegas sekali:
      “Mereka (golongan yang menolak takwil) ini di mana ruh-ruh kami berada dalam kekuasaanNya, lebih memberi mudarat terhadap Islam dari golongan Yahudi dan Nasara serta Majusi yg juga penyembah berhala. Ini kerana kesesatan orang-orang kafir jelas kelihatan, boleh di jauhkan oleh orang-orang Islam, sedangkan mereka ini datang kepada orang yang beragama dan orang biasa melalui cara menipu golongan yang lemah (yaitu kurang mantap ilmu agamanya)” (Murtadha al-Zabidi, 2 / 108-109)

      • Bambang berkata:

        Imam Ahmad pernah Berkata: “Aku melihat seorang salafussholih bagaikan seorang sahabat rasulullah”

        Maksudnya bukan sahabat itu sendiri, melainkan perumpamaan sifat.

    • Nasar Azis berkata:

      Kayaknya secara umum ada semacam kesalahan berfikir di kalangan ikhwan salafi. Selalu saja mereka apabila di kritik mengatakan ” salafi adalah manhaj, jangan jelekkan manhaj salaf, karena dia manhaj para sahabat , tabi’in dan tabi’ tabi’in. Jadi mereka mendudukkan diri sejajar dan sama mulianya dengan generasi terbaik sepanjang sejarah peradaban manusia. Subhanallah ! Begitu buruknya cara berfikir semacam ini. Tolong di bedakan antara kelompok salafi dan Generasi Salafus Shaleh. Kelompok salafi tidak akan pernah bisa menjadi generasi shalafus shaleh karena banyak sekali yang membedakannya. Diantaranya ; akhlaqnya, keikhlasannya dalam berdakwah, dicintai oleh kawan dan lawan, mereka menjadi asbab turunnya hidayah, tidak pernah menghujat baik kawan maupun lawannya, menghabiskan waktu, harta dan dirinya untuk agama dan masih banyak lagi sifat-sifat mulia mereka yang terlalu panjang apabila disebut satu-persatu. Sedangkan kelompok salafi sifat-sifatnya semua bertentangan dengan generasi salafus shaleh. Bagaimana mungkin mereka bisa mengatakan menjelekkan salafi berarti menjelekkan salafus shaleh. Salafi kan sekedar sekumpulan orang yang mendudukkan dirinya sebagai pengikut setia generasi salafus shaleh. Jadi kalo ada yang mengkritik salafi berarti mengkritik orang-orangnya. Jangan melakukan pembenaran dengan cara justifikasi semacam itu dong. Kayaknya ikhwan-ikhwan salafi perlu banyak istighfar dan introspeksi. Jangan sampai dakwahnya justru membuat larinya hidayah ikhwan-ikhwan yang lain. Kalo tidak, pasti akan banyak melahirkan gunawan-gunawan yang lain. Allahummaghfirlana wa li ikhwan salafi, wa li jami’il muslimin wal muslimat. Fa ilallahil mustakaa wallahul musta’aan. Subhanakullah wa bihamdika, asyhadu’anlaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

      • apaituislam berkata:

        Saya cuma ingin membenarkan statemn anda,
        Anda bilang kalo shahabat tidak pernah menghujat baik kawan ataupun lawan”
        Dari tulisan anda ini, saya lihat anda adalah orang yg kurang ke-ilmuan-nya dalam islam, padahal dalam sejarah perjalanan islam ini, terdapat waktu dimana para sahabat memboikot tiga orang sahabat yg tidak ikut berperang di tabuk, yaitu sahabat ka’ab bin malik dan dua yg lain di mana Rasulullah dan para sahabat takut adanya sifat kemunafikan pada tiga sahabat, singkat cerita, tiga sahabat ini didiamkan diboikot tidak diajak bicara bahkan tiga sahabat ini tidak dijawab salamnya ketika menberi salam, mereka di boikot oleh Rasulullah dan seluruh sahabat selama 50hari, silakan lihat kisah lengkapnya pada sabab nuzul di dalam surat at taubah yang maknanya “dan kepada tiga orang yg tidak ikut perang………
        Saya cuma orang bodoh yg mencoba memahami islam dari berbagai sisi, bukan hanya dari satu sisi yg mengatakan islam tak pernah menghujat….
        Hadakumullahu wa iyyana

  5. ali berkata:

    akhi muqobalah tidak hanya di pesantren gontor, tapi juga di STAI Ali bin abi thalib, imam bukhori, dan ma’ahad2 salafi lainnya, jadi catatan antum yang paling bawah itu salah akh.. bahkan panitia acara juga dari ustadz salafi

  6. أبو محمد العصري berkata:

    Hah? Akh Anggun? Saya hampir tidak percaya. Akh, saya Jati. mungkin Antum lupa pada saya, tetapi saya tidak lupa antum. Saya yang dulu sering mengurus kegiatan FKIM sehingga saya tidak mungkin lupa Antum.

    Ya Allah…
    Dengan tulus saya katakan, “Saya mencintaimu karena Allah”….
    Dengan tulus saya katakan, “Saya merasa kehilangan salah seorang kawan ketika saya tidak berjumpa antum”

    Saya pernah berkata pada diri saya, “Seandainya akh Anggun itu seperti Ibnu Taimiyyah yang sangat menguasai filsafat bahkan lebih ahli dari ahli filsafat, tetapi itu justru semakin membuat Ibnu Taimiyyah mampu menjelaskan kerusakan filsafat.”

    Tidak! Tidak akhi…! Jangan Engkau menjauhi manhaj salaf, dan ikhwah salafi.
    Saya rasa… saya kehilagan antum…
    Bukan… bukan hanya saya…
    Teman-teman pun kehilangan antum…
    Teman yang mencintaimu karena Allah….

    Akhi…. mungkin saya pernah punya salah/berakhlak buruk kepada antum. maka, dengan tulus saya katakan, “Jika saya pernah salah, maafkanlah saya akhi” Bedakanlah seorang ikhwan salafi yang tidak ma’shum seperti saya dengan manhaj salaf. Perdalam lagi indahnya manhaj salaf, niscaya kau kan rasakan keindahannya. Adapun jika Engaku lihat saudaramu salah, nashatilah dia.

    Maka, jika Engkau pernah melhat saya salah, tolong nasehati saya. Jangan kemudian ketika Engkau melihat seorang salafi berbuat salah, Kau kan serta merta meninggalkan manhaj salaf. Yang salah adalah Ikhwan salafi tersebut, bukan manhaj salafnya.

    Akhi… Saya akan terus mendoakanmu agar Engaku kembali bersama kami…
    Kembali merengkuh indahnya manhaj salaf…

    Dan sekali lagi dengan tulus kukatakan, “Aku mencintaimu karena Allah”

      • rasyha berkata:

        ini ni yang pling bsgus komentarnya…..cm bingung kira2 di mana ya ada kajian biar bisa bermanhaj salaf….?ayuk siapa yang bisa jawab….slafi..ngaku slaf .muhamadiyah ..ngaku slaf…ldii ngaku slaf…hti ngaku slaf…bahkan nu ngakunya salaf juga…..padhal salaf kan gampang ya…asal sesusi sunah dan alquran dan meniru sahabt2 slaf…kira2 nu ngaku begitu gak..udah persis smaa sbahat atau orang india…muhamadiyah begitu gak…slafi begitu gak…hti begitu ngak…ldii begitu enggak
        ..ya bisa di liat pakai mata kok di perdebatkan

  7. Zulfi Ifani berkata:

    Saya pusing dg tindak-tanduk kawan2 yg mengaku SALAFY…
    Ga jelas… Selalu mau menang sendiiri…
    Dg mudah menyerang kelompok lain. Seakan2 kelompok lain bukan saudara sesama muslim…

    • abuerzha berkata:

      coba antum simak hadist sohih berikut:

      sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

      “Artinya : Hendaklah kalian menjauhi perkara-perkara baru yang diada-adakan, karena setiap perkara baru (dalam agama) adalah bid ‘ah, setiap bid ‘ah itu sesat, dan setiap yang sesat itu (tempatnya) di neraka” [3]

      [3]. HR. Abu Dawud dalam As-Sunnah (4607). Ibnu Majjah dalam Al-Muqaddimah (42). Tambahan “dan yang setiap yang sesat itu (tempatnya di neraka)” pada riwayat An-Nasa’I dalam Al-Idain (1578).

      • muhammad irsyad berkata:

        assalammualaikum w.b.t sya kamu belum betul-betul memahami tentang (bid’ah) terimakasih…

        saya syor kan kamu baca kitab yang bertajuk dibawah-

        Makna sebenar BID’AH: SATU PENJELASAN RAPI
        (al-syeikh al-hafiz abu al-fadl abdullah al-siddiq al-ghumari)

        (ULAMA AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH, AL-ASHA’IRAH)

        disemak oleh:
        dato’ hj.mohd murtadza hj.ahmad
        (mufti negeri sembilan darul khusus)

        datuk hj. Md. Hashim hj. Yahya
        (bekas mufti wilayah persekutuan/pensyarah uiam)

        dato’ haji saleh haji ahmad
        (YDP persatuan ulama malaysia/pensyarah uiam)

        dato’ dr. Wan zahidi wan teh
        (mufti wilayah perseketuan)

      • al-adjrumi berkata:

        mas br0w kalo memahami hadits jangan seenae dewe, pelajari yg benar ilmu alatnya dan Mushthalahnya, kalo setiap yg baru dalam agama itu sesat berarti tulisan dan lembaran alquran juga bid’ah sesat, lafaz kullu mengandung beberapa arti, jadi kalo antum mengartikan lafaz KULLU itu (semua) maka jgn pake (dalam agama) krna Rasulullah pun tidak mengatakan FIDDIIN, pelajari mushthalah hadits yg benar pasti antum banyak menemukan hadits2 yg antum pelajari dan di anggap shahih ternyata banyak yg dha’if bahkan maudhu’

  8. the titanis berkata:

    buat saudara2ku yang salafi, mungkin anda nggak termasuk ke salafi yang suka menghujat dan menghina saudara2 nono salafi, tapi hujatan2 itu benar adanya. soalnya pernah menyaksikan sendiri di depan mata.
    buat saudara2ku yang bukan salafi, sebagaimana yang ditulis di atas, masih tetep ada kok salafi2 yang lemah lembut dan menghargai sesama muslim diluar salafi.
    jalan tengahnya, mungkin, salafi yang suka menghujat masih baru belajar.belum melihat atau belum dapat mengaplikasikan ilmunya di kehidupan nyata. soalnya nggak gampang mengaplikasikan teori ke dalam kenyataan.jadi dimaafkan dan dimaklumi saja :)

    • Nasar Azis berkata:

      Salafi yang suka menghujat masih baru belajar? belum melihat atau belum dapat mengaplikasikan ilmunya di kehidupan nyata? Ah masa’ iya? Kalo sekaliber Abdul Hakim Abdat dan Yazid Jawas kan beliau-beliau sudah Ustad semua, bukan baru belajar ! Yang jelas manhaj shalafush shaleh itu bukan sekedar bagus, tapi indah. Ibarat taman yang indah, membuat orang kafir pun ingin masuk ke dalamnya. Tapi sekarang taman yang indah itu sudah rusak, atau di rusak oleh tangan-tangan yang kurang bijak. Jangan lagi orang kafir, orang islam yang ada di dalamnya pun berbondong-bondong ingin keluar !!
      Allahummaghfirlana wa li jami’il muslimina wal muslimat, al ahyaa’i minhum wal amwaat. Subhanakallahumma wabihamdika , asyhadu’anlaa ilaaha illa Anta, astaghfiruka wa atuubu ilaka.

      • Ahmad Ghulamin Halim berkata:

        saya santri dari sebuah pondok yang bermanhaj salaf.
        ada beberapa hal yang mau saya komentari :

        1. aqidah dan ibadahnya sudah pas menurut saya (soalnya saya warga muhammadiyah juga aktifis IMM seperti mas gunawan)

        2. mereka memiliki karakter yang tenang dan khusyuk. intinya attitude dan akhlaknya bagus banget.

        tapii,,

        3. metodenya -mohon maaf- menyebalkan. kalau sudah urusan dengan Filsafat atau ilmu kalam dll hobinya TAHDZIIIIIR melulu..
        habis itu HAJR. hadeeh,,, -.-

        belum jelas filsafat mana yang mereka koreksi udah tahdzirnya duluan, kalau filsafat urusanya ketuhanan mungkin IYA boleh lah dikoreksi.
        tapi kalau yang lainya.?

        gini, saya takutnya mereka ndak paham apa itu filsafat.
        dasar2nya apa, trus gimana makeknya tau2 udah ngeklaim.
        apa itu ontologi, epistimologi, aksiologi, dll.

        dibilang tasyabbuh …??
        ini adalah hal umu, ILMU adalah umum. harga filsafat sama dengan harga MATEMATIKA.
        harap dikoreksi kembali fikrohnya..

        kami takut dakwah terhadap kaum pemikir terhambat gara2 ikhwan hobi TAHDZIR. saya seManhaj sama antum tapi tolong metodenya diperbaiki.

      • Imamuddin Al-Mustaqim berkata:

        Salafy sudah ada pada masa dahulu(Nabi),dan lebih terdahulu dari yang lain-lainya,seperti NU ataupun Muhammadiyah,dll. Saya dulu juga seorang Muhammadiyah tapi sekarang saya mengikuti Salafy.Saya ikuti kajian-kajian nya,Juga kajian Muhammadiyah saya juga sering ikuti.Banyak orang membedakan”Wah!!Sepertiya ini salafy terlihat dari cara sujud ny(Tangan yang terdahulu),ini utk tdk menimbulkan bunyi seperti dub!!Ada yang mengtakan dari salafy “Jangan seperti rusa yang mendenggrum”.Islam terbagi jd 73 golongan,dan hanya ada 1 yg benar,yaitu orang yang mengikuti sunnah nabi dan para sahabat ny dan itu salafy

    • Sunni adalah Harga Mati berkata:

      Ana tambahin lagi ya kejanggalannya dalam Sholat:
      SHALAT

      1. Mempromosikan “Sifat Shalat Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam?, dengan alasan kononnya shalat berdasarkan fiqh madzhab adalah bukan sifat shalat Nabi yang benar
      2. Menganggap melafazhkan kalimat “usholli” sebagai bid’ah.
      3. Berdiri dengan kedua kaki mengangkang.
      4. Tidak membaca “Basmalah? secara jahar.
      5. Menggangkat tangan sewaktu takbir sejajar bahu atau di depan dada.
      6. Meletakkan tangan di atas dada sewaktu qiyam.
      7. Menganggap perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam shalat sebagai perkara bid?ah (sebagian Wahabiyyah Indonesia yang jahil).
      8. Menganggap qunut Subuh sebagai bid’ah.
      9. Menggangap penambahan “wa bihamdihi” pada tasbih ruku’ dan sujud adalah bid’ah.
      10. Menganggap mengusap muka selepas shalat sebagai bid’ah.
      11. Shalat tarawih hanya 8 rakaat; mereka juga mengatakan shalat tarawih itu
      sebenarnya adalah shalat malam (shalatul-lail) seperti pada malam-malam lainnya
      12. Dzikir jahr di antara rakaat-rakaat shalat tarawih dianggap bid’ah.
      13. Tidak ada qadha’ bagi shalat yang sengaja ditinggalkan.
      14. Menganggap amalan bersalaman selepas shalat adalah bid’ah.
      15. Menggangap lafazh sayyidina (taswid) dalam shalat sebagai bid’ah.
      16. Menggerak-gerakkan jari sewaktu tasyahud awal dan akhir.
      17. Boleh jama’ dan qashar walaupun kurang dari dua marhalah.
      18. Memakai sarung atau celana setengah betis untuk menghindari isbal.
      19. Menolak shalat sunnat qabliyyah sebelum Juma’at
      20. Menjama’ shalat sepanjang semester pengajian, karena mereka berada di landasan Fisabilillah

      dan masih banyak lagi yg tidak bisa tuliskan…

      • Semut berkata:

        Penjelasan antum ga ada yg menanggapi. Hehehehe… bingung mereka.

        BTW, bukankah dalam sholat jika mengganggu kekhusyukan jama’ah disebelahnya itu tidak diperbolehkan?

        Saya sulit sekali sholat dengan khusyuk ketika ada jama’ah lain yang jarinya bergerak-gerak ketika tahiyat.

  9. dedy berkata:

    saudaraku seiman, kenapa harus ada salafi dan bukan salafi, bukannya kita Umat nabi Muhammad s.a.w bersaudara ?,jaga ukuwah islam kita, saling mengingatkan jgn saling menghujat…apa ini yang diajarkan nabi kita ?, semoga allah mengampuni kita semua

    • abuerzha berkata:

      Assalamualaikum…
      Yaa…Akhii…asal muasal agama ini satu yaitu agama yg dibawa oleh Rosululloh yakni ISLAM..ISLAM yg blom terkontiminasi oleh ibadah2 yg menyimpang misal tahlilan..amalan2 nifsu sya’ban dan lain2..SALAF berarti org2 terdahulu siapa org2 terdahulu?mereka adalah para sahabat,tabiut,tabiin org2 yg terpilih setelah Rosululloh wafat yg begitu teguh menegakkan sunnah Rosululloh..inilah yg harusnya menjadi acuan kita dlm beribadah..

      • Nasar Azis berkata:

        Setuju mas abuerzha, tapi ingat shalafush shaleh yang terdiri dari para sahabat r.hum ajma’ien, tabi’ien dan tabi’ tabi’ien adalah manusia-manusia teladan penuh hikmah. Akhlak mereka sangat terjaga. Santun dalam menyampaikan agama, membuat semua orang menaruh hormat, sampai-sampai orang kafirpun respek kepada mereka. Tidak ada generasi yang sebaik generasi shalafush shaleh sampai yaumul kiamah sekalipun !!! Mereka tidak pernah membid’ahkan saudaranya sesama muslim, tidak pernah pernah mengkafirkan, tidak pernah menyesatkan saudaranya, tidak pernah mau terima bayaran kalau di undang ceramah, tidak pernah minta akomodasi hotel dan ongkos transporatsi, tidak pernah menghujat ulama-ulama mutaqaddimin. Mereka sangat terjaga dari sifat-sifat negatif itu semua. Dan ingat, merekalah yang dipilih Allah SWT menjadi asbab ke-islam-an kita semua !!! Mereka meneruskan kerja Rasulullah SAW menyampaikan agama ke seluruh alam dengan harta dan diri mereka sendiri. Ooooo …. sungguh jauh kalau ada kelompok yang meng-klaim sebagai pengikut mereka yang setaia. Apanya yang diikuti? Akhlaknya jauh, ilmunya tidak mumpuni, apalagi ilmu yang diperoleh dengan cara otodidak !! Kata ulama barang siapa yang belajar ilmu fiqih secara otodidak (belajar sendiri tanpa pembimbing yang faqih), gurunya adalah syetan; karena hasilnya hanya pandai melihat kesalahan-kesalahan orang lain, na’udzubillahi min dzaalik !!

        Pokoknya mas abuerzha, islam itu indah dan orang islam itu juga indah. Menyenangkan siapa saja yang memandangnya. Islam itu mudah, jangan dibuat susah. Rasulullah SAW selalu menjaga senyum walaupun sedang dalam keadaan sedih, untuk menjaga agar semua sahabatnya senang. Tapi lihatlah hari ini, saudara-saudara kita yang di kenal dengan kelompok salafi wajahnya ‘ tidak bersaudara ‘ dengan orang-orang yang diluar kelompoknya. Pandainya melihat ‘ kesalahan-kesalahan ‘ orang lain, menghujat, membid’ahkan, mengkafirkan, menyesatkan, membodoh-bodohkan orang lain, merasa paling benar sendiri, merasa diluar kelompok mereka bukan ahlus sunah wal jamaah dan sederet sifat buruk lain yang membuat islam sebagai agama sulit dan tidak ramah. Semoga sifat-sifat buruk ini segera hilang digantikan dengan sifat seperti yang dimiliki para pendahulu kita generasi terbaik sepanjang sejarah yaitu generasi shalafush shalih Rahimahullah.
        Allahummaghfirlana wa lahum, wali jamii’el muslimiina wal muslimat, al ahyaa’i minhum wal amwaat. Subhanakallahu wa bihamdik, asyhadu’anlaa ilaaha illa Anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

      • Ihsan berkata:

        Jadi bagaimana anda mengikuti “orang2 terdahulu” yang anda maksud??
        Mesti punya mesin waktu lah ya

    • Bambang berkata:

      Assalamu’alaikum akh semut.

      Namun itu merupakan sunnah rasulullah yang bahkan juga sering disebutkan oleh Imam2 Mazhab seperti syafi’i

      waduh, alasan anda benar-benar tidak dapat dijadikan hujjah.

      Jika anda bisa berkata begitu, sekalian saja begini, “Aduh, kalau begitu saya tidak usah puasa ramadhan karena saya kurang bisa menahan lapar”

      Waduh duh.

  10. yudi berkata:

    Tuhan yang menyuruh kita beribadah, Tuhan pula yang menilai ibadah kita, Tuhan pula yang menilai kita salah atau benar. Bagaimana ada suatu ajaran merasa paling benar padahal itu hanya penilaian dia. Kebenaran hanya milik Tuhan. “Janganlah kamu menyebut orang lain kafir, padahal kamu belum tentu lebih baik dari mereka”. Jaman dulu wajar jenggot panjang2, belum ada Gillete, hehe, jaman sekarang, dibilangnya teroris. yang rasional aja, Islam kan agama cerdas, bukan agama kerbau di cocok idung

    • Tasbih Kusam berkata:

      Memang Islam agama bagi orang yang cerdas…cerdas dalam segalanya yang merujuk dari Al quran dan al hadist, sedangkan di hadiss yang shohih di jelaskan syar’i dalam memelihara jenggot, bukan masalah belum ada pisau cukur atau tidak. Dulu pedang juga ada (berarti bisa membuat pisau cukur ..he..he). Mas yudi Islam itu kritis tapi jangan sampai berpikir sekuler… Barakallahu fykum..

  11. Kokok berkata:

    Assalaamu’alaikum

    maaf saya tidak sengaja menemukan blog ini..

    satu hal yang perlu dipahami bahwa islam itu sempurna, tak ada yang salah dengan islam, baik kemarin, hari ini atau pun esok.

    jadi ada baiknya jangan pernah menjelek-jelek kan syariat islam. bukan maksud saya berkata kasar, namun kebenaran dan keburukan harus jelas dipisahkan.

    sedangkan salafi, setahu saya , adalah ketika kita mampu menerapkan 3 konsep dalam kehidupan kita
    1. melakukan sesuatu karena Allah
    2. melakukan sesuatu dengan tuntunan yang Allah terangkan melalui Rasulullah SAW
    3. dan hanya mengharap ridho Allah

    bagi ku selama ia berpegang pada konsep itu, insya Allah ia seorang salafi.

    saya setuju dengan abu muhammad(maaf kalau salah baca, saya tidak pintar membaca huruf arab tanpa harakat). yang salah bukan lah manhajnya tapi manusianya. islam itu haq tidak kan pernah salah, ia langsung datang dari Allah. jadi ada baiknya kita tidak menyama ratakan keburukan pada semua orang ketika seseorang dari golongan itu melakukan kesalahan terebih lagi menyalahkan manhajnya..

    selama ini saya di yogya, saya belum pernah bertemu orang– yang menurut saya salafi–mengkafirkan, mengatakan ahlul bid’ah dengan sembarangan. konsekuensi mengkafirkan orang itu berat dan itu disadari oleh mereka.
    namun misalkan memang anda bertemu dengan yang seperti itu mungkin saja dia sedang memulai belajar, jadi maklumilah dan tentu saling mengingatkan. bukankah itu yang di perintahkan oleh oleh agar kita tak menjadi orang merugi…

    mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan, bukan maksud ku untuk menggurui atau merasa paling benar,
    Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah..
    Wallahu musta’an

    Wassalaamu’alaikum

  12. Kokok berkata:

    maaf salah ketik diatas.. pada tulisan

    bukankah itu yang di perintahkan oleh oleh agar kita tak menjadi orang merugi…

    seharusnya>>>>

    bukankah itu yang di perintahkan oleh Allah agar kita tak menjadi orang merugi…

    maaf yaa..

    • ahmad berkata:

      Dik Gunawan yang saya cintai karena Allah,
      Dari uraian Adik, saya menyimpulkan bahwa adik (maaf) belum faham betul apa itu salafi dan adik terkena syubhat yang dulu saya juga punya anggapan seperti adik, tapi setelah saya berusaha terus mempelajari tentang dakwah salafiyah ini maka saya semakin bahwa dakwah inilah yang haq. Saya mengenal dakwah salafiyah dari teman dekat saya (semoga Allah menjaganya) pada tahun 1998 di Palembang tapi waktu itu saya belum faham. Pada tahun 2001 saya hijrah ke Bekasi kembali saya berteman dengan ikhwan salafi dan juga bergaul/ berteman dengan ikhwan harakah. Baru pada tahun 2005 saya faham dan benar-benar taslim dan ruju’ terhadap manhaj salaf. Jadi, prosesi saya ruju’ ke manhaj yang haq ini cukup lama yaitu 7 tahun. Hal itu disebabkan :
      1.begitu banyaknya syubhat yang masuk ke hatiku karena saya masih bermajlis/ mengikuti kajian selain ustadz salafi
      2.mengikuti kajian salafi kurang serius dan kurang sistematis
      Dik Gunawan sampai sekarang (juni 2010) saya terus belajar dan semoga Allah menjaga saya dan dik Gunawan. Perlu diketahui tidak semua ustadz lulusan Madinah/ timur tengah bermanhaj salaf, wallahu a’lam mungkin sangat bergantung dengan niat ia belajar disana dan Allah lah yang memberi hidayah bagi yang dikehendaki.Wong Abu Lahab saja gak masuk Islam. Dan juga untuk belajar siapa saja bisa asal lulus tes, tidak ada persyaratan harus pesantren salafiyah. Akhi yang saya cintai yang mengaku salafi banyak, oleh karena itu jangan lihat personnya tapi fahami ajarannya. Dan salafi tidak maksum sebagaimana para sahabat Nabi (secara person) tidak maksum, yang maksum hanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Saya mengajak dik Gunawan dan semua saudaraku pembaca agar terus mengkaji manhaj salaf secara benar dan tekun dan senantiasa berdoa agar ditunjukkan kebenaran dan istiqamah dengannya.Mohon maaf jika ada kesalahan.
      Note: website dakwah salafiyah 1.www. radiorodja.com, 2. http://www.majalahalfurqon.com

    • abuerzha berkata:

      antum dah tau blm apa itu salafy?..kalo antum menghujat salafy berarti antum sudah menghujat para sahabat..walahualam..

      • Gue berkata:

        Seenaknya saja kamu mencatut nama sahabat.salafi atau wahabi itu mazhab paling muda,jaman ibnu tamiyah.sedang syech albani yg jadi rujukan salafi itu bnyk ulama memvonis kafir krn tak ada sanad ilmunya,dia belajar otodidak melalui buku.
        Dinasti saud itu yahudi yg mengejar ngejar dan membunuh bani hasyim melalui agen2nya
        pernah dengar hadist
        “kelak keluarga ku akan dibunuh dan dikejar kejar,sampai suatu saat datang seorang pemuda dari timur membawa bendera hitam,dia putra bani tamim”
        itu menceritakan tentang ibnu said.
        Salafi atau wahabi menghacurkan situs situs islam,sampai makam Rasulullah dan mesjid nabawipun ingin dihancurkan,akhirnya Tuhan memerintahkan petir untuk menghanguskannya,lihat aja diaatas mesjid nabawi sabagai saksi,seonggok mayat kaum wahabi ditembak petir sampai gosong dipaku Allah diatasnya,tak bisa diturunkan,menjadi saksi kesesatan mazhab ini.

      • Semut berkata:

        Kok bisa kita menghujat sahabat? Kapan kalimat itu kita tuliskan?

        Tidak ada satupun yang berhak mengkafirkan seseorang kecuali Allah. Allah Maha Membolak-balikkan Hati.

        Bukan bin Baz, bukan Al-Albani, bukan pula Taimiyyah ataupun Muhammad bin Abdul Wahhab yang jelas sekali adalah ulama modern, bukan kalangan salafus shalih (lahir tahun 1700 M).

        Hati-hati, hari ini anda ustad, besok bisa jadi preman, wallahu ‘alam….

      • Tasbih Kusam berkata:

        Gue … benarkah diatas masjid nabawi adalah seonggok mayat kaum wahabi..?? Pelurusannnya di atas kubah Masjid An-Nabawi itu adalah jendela ataupun tutupan kubah yang akan di buka ketika hendak membersihkan atap kubah Masjid An-Nabawi. Dahulunya kubah ini terbuka, namun kerana dikhawatirkan jika hujan, air dipastikan akan masuk yang nanti akan menyebabkan kerusakan bagian dalam Makam Rasulullah s.a.w dan dua sahabat Baginda s.a.w maka akhirnya Jendela tsb di tutup. Jadi,cerita mengenai adanya mayat di atas kubah Masjid An-Nabawi adalah tidak benar karena ia bukanlah mayat tetapi hanyalah jendela yang menutupi Kubah Masjid An-Nabawi..Akhwan GUE, sebelumnya memberikan pernyataan lebih bijak di tilik kebenaran beritanya. Sehingga tidak menimbulkan fitnah. Allah SWT mewajibkan untuk meneliti setiap berita yang datang.. Barakallahu fyk

  13. ahmad berkata:

    Assalamu’alaikum
    ( maaf pada tulisan saya sebelumnya, saya tidak mengucapkan salam)

    Salafy ( jamaknya salafiyyun)adalah nisbat/penyandaran kepada salaf/ salafusshalih, yaitu para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana sunny nisbat kpd sunnah, ikhwany nisbat kpd ikhwanul muslimin.
    Salafy/ salafiyyun bukan hizb/ golongan yang difahami sebagaimana golongan/aliran yang ada. Hal ini sering (maaf) tidak difahami oleh sebagian orang, termasuk saya dahulunya. Oleh karena itu, salafy tidak ada bendera, lambang, tidak ada pendiri atau tidak ada tokoh yang dikultuskan, salafy hanya fanatik kepada Nabi sebagaimana para sahabat fanatik kepada Nabi. Jadi mengikuti para sahabat karena mereka orang-orang yang paling taat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika ada di antara sahabat yang salah tidak boleh diikuti karena memang mereka tidak maksum (terbebas dari kesalahan), mereka bukan Nabi yang maksum. Jadi pribadi sahabat tidak maksum, tetapi para sahabat secara komunitas adal;ah maksum, karena dijamin oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

    Salafy menolak pendapat ulama salafy/ahlussunnah yang bertentangan dengan al-Quran dan Sunnah, termasuk ijtihad (pendapat pribadi)sahabat, namun tetap menghormati mereka tidak melecehkan mereka karena seorang ulama (apalagi sahabat) yang berijtihad dijanjikan Rasulullah kalau salah dapat satu pahala jika benar dapat dua pahala, namun jika dikemudian hari diketahui ijtihad salah, kita tidak boleh mengikuti kesalahannya.

    Salafy/salafiyyun adalah ahlussunnah/ ahlussunnah wal jamaah karena mengikuti ahlussunnah yang lebih dulu, yaitu para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hal manhaj, aqidah, amaliyah dan dakwah.

    Mengapa harus mengikuti salaf dalam manhaj, aqidah, amaliyah dan dakwah?

    Karena salaf/ para sahabat:
    1.paling faham terhadap al-Quran dan as-Sunnah karena mereka dididik langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
    2. lebih dulu dan lebih tahu cara mengamalkan al-Quran dan as-Sunnah karena bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
    3. sudah dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai ummat yang terbaik (HR. Bukhari dan Muslim), mereka (secara komunitas) dijamin tidak bersepakat dalam hal yang salah (HR.Ibnu abi Ashim)
    4. sudah diridhai Allah dan mereka dijanjikan syurga (at-Taubah:100)
    5. menyelihi mereka dalam manhaj (cara beragama/ cara memahami agama) pasti sesat (an-Nisa:115). Orang-orang mu’min dalam ayat tersebut adalah para sahabat, karena mereka orang-orang yang pertama kali beriman bersama Nabi, bukan orang mu’min kebanyakan, karena orang mu’min/muslim kebanyakan/ selain sahabat tidak dijamin terbebas dari salah
    6. DST,
    Silahkan baca buku Syarah ‘Aqidah Ahlussunnah wal Jamah karya Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas dari Pustaka Imam Syafi’i (www.pustakaimamsyafii.com) karena menurut pengalaman saya buku ini lebih mudah memahaminya.

    Saudara- saudaraku yang saya cintai karena Allah,
    Marilah belajar dengan benar manhaj salaf ini, dan mari belajar dengan ustadz-ustadz yang bermanhaj salaf, jangan sambil belajar dengan orang yang tidak benar manhajnya, karena kita khawatir terkena syubhat mereka dan menjadikan kita bingung dan futur.
    Semoga Allah selalu memberi hidayah taufiq saya dan kita semua. aamiin
    Assalaamu’alaikum

  14. aryan berkata:

    Dari kisah yang saya baca, menurut saya mas aja yang ga kuat sama tekanan(cobaan)nya. Ibnu Taimiyah juga belajar filsafat tapi dengan niat untuk mematahkan teori2nya dan menperkuat salafinya, jadi terus belajar filsafat pun ga masalah.

    Dan justru mas yang terlalu keras kepada orang tua. Berkatalah lembut, sabar dan tidak memaksa. Itu juga yang saya pelajari dari kajian2 salafi. Kalau anda berpendapat ustad2 salafi itu keras, sebenarnya bukan keras, tapi TEGAS. Kalau setengah2, yang terjadi ya seperti sekarang ini, banyak ibadah yang mengikuti nalar saja, cuma berpegang pada pemikiran: “yang penting saya Islaaaam”.

    • legowo berkata:

      Perang pemikiran akhirnya.saya dulu juga salafi tapi banyang pertanya,an dihati saya akhirya pun saya sholat malam minta petunjuk akhirnya saya di berimimpi yng luar biasa yng akhirnya saya keluar dri salafi

  15. Agus Wijanarko berkata:

    Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

    Saudaraku yang kumuliakan karena Allah…
    Ketahuilah bahwa Salaf bukanlah Salafi.

    Ketahuilah bahwa Salaf sebagai manhaj, adalah manhaj yang haq, yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang mulia radhiyallahu ‘anhum berjalan di atasnya, yang sudah seharusnya pula seorang muslim mengikuti jalan lurus tersebut.
    Maka jika ada yang berkata, bahwa manhaj salaf itu manhaj yang paling benar, perkataan ini adalah sebuah KENYATAAN.

    Adapun salafi dan salafiyun, adalah orang-orang yang menisbahkan diri mereka pada manhaj yang haq tersebut. Ada kalanya, mereka berbuat kesalahan, karena mereka adalah manusia biasa, yang bisa benar dan bisa salah.

    Maka, pertama-tama yang ingin kuluruskan adalah, janganlah kau cela manhaj salaf, ataupun meninggalkannya. Sekali-kali jangan! Terlebih lagi, hanya karena engkau–wahai saudaraku yang kucintai–melihat beberapa kesalahan pada saudaramnu, salafiyun.

    Maka perhatikanlah, bahwa Salaf (sebagai manhaj) berbeda dengan Salafiyun. Dan seringkali, masyarakat memiliki pemahaman yang rancu pada hal ini.

    Ketahuilah, bahwa salafiyun adalah orang-orang yang paling teguh dalam memegang sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum. Sungguh, hal ini sangat jelas bagi orang-orang yang adil dan jujur. Bagi orang-orang yang tidak memiliki sikap fanatik, pada perkataan guru, ustadz, kyai, atau bahkan ulama.

    Doaku untukmu, wahai saudaraku yang semoga Allah memuliakanmu dengan Islam…
    Semoga Allah menunjukkan kebenaran untukmu, dan melapangkan dadamu untuk mengikuti jalan tersebut.

    ………………………….
    Dan bagi engkau, wahai salafiyun…
    Teguhkanlah niatmu untuk memperdalam ilmu. Sungguh, dengan ilomu yang kokoh itulah kita dapat menghilangkan kebodohan dari diri kita, kemudian beramal dengan istiqamah di atas ilmu tersebut, dan kemudian mengajak umat pada kebaikan.

    Maka, bersemangatlah untuk belajar, karena sifat bijaksana akan semakin kokoh dalam diri kalian ketika engkau ilmumu semakin luas.

    Wassallamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Saudaramu yang mencintaimu karena Allah ta’ala

    Agus Wijanarko (Abu ‘Abdullah)
    15 Sya’ban 1431

  16. Mba Uyung berkata:

    Manhaj salaf adalah manhaj para salafussholih ini adalah benar namun untuk zaman sekarang yg penuh fitnah dalam agama islam, perlu intropeksi diri apakah saya bermanhaj salaf atau bukan , sebagai contoh ada seklompok yg mengaku salafi namun bermanhaj keliru apa yg keliru? mempersamakan Amir dengan Presiden, sebetulnya satu hal saja sudah cukup menunjukan kekeliruan penisbatan mereka pada presiden sebagai amir ,yaitu sumpah /bai’at yg dilakukan Presiden tatkala dilantik menjadi presiden isi sumpah: “Demi Allah, saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban Presiden (Wakil Presiden) Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa”

  17. salafy sunny berkata:

    Para salafy versi wahabi, mengatakan bid’ah berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    “Artinya : Hendaklah kalian menjauhi perkara-perkara baru yang diada-adakan, karena setiap perkara baru (dalam agama) adalah bid ‘ah, setiap bid ‘ah itu sesat, dan setiap yang sesat itu (tempatnya) di neraka” [3]
    Tapi melupakan peranan akal tidak ditinggal dalam menentukan perbuatan baik dan buruk termasuk ilmu. Akal berarti rasio atau perbandingan antara beberapa hal dengan hati dapat dilihat hal itu baik atau tidak. Nabi Muhammad SAW memang menyuruh kita berpegah teguh pada Al-Quran dan Hadist, tapi tidak meninggalkan akal seperti yang dilakukan oleh salafy versi wahabi. Akal perlu untuk menambah jumlah alternatif masalah, hatilah yang memilih sesuai kehendak kita. Kalau kita berpatokan satu alternatif seperti halnya di zaman Nabi Maulid tidak ada jadi diharamkan, akal memberi tahu Maulid itu tujuannya apa ? Tidakkah gerakan melarang Maulid merugikan umat islam sendiri ? Kalau salafy / wahaby berpendapat maulid itu banyak pesta, tarian meniru budaya nasrani, akal memberi tahu budaya itu bisa diganti dengan ceramah kepahlawanan sahabat Rasullullah SAW, zikir, doa dsb. Produk akal adalah ilmu pengetahuan, jika kita berpatokan pada satu Alternatif karena tak menggunakan akal, bagaimana jika umat islam menghadapi masalah baru seperti politik? Umat islam tak akan bisa menyelesaikan masalah dengan baik sebab hanya satu solusi jangan bid’ah. Jika kalau tindakan mereka salafy / wahaby mengaku mengikuti jalan Rasullulah berakibat di setiap tempat bermasalah, kesulitan sosialisasi dan akhirnya mereka jadi robot tanpa kehendak lain (alternatif). Mereka (wahaby) patuh menafsifkan secara buta hadist sbb:
    “Akan ada sepeninggalanku nanti para pemimpin yang tidak mengambil petunjukku, dan tidak mengambil sunnah dengan sunnahku. Akan muncul pula di tengah-tengah kamu orang-orang yang hatinya adalah hati syaitan dalam bentuk manusia”. Aku (Hudzaifah) bertanya: “Apa yang perlu aku lakukan sekiranya aku menemuinya?”. Beliau menjawab: “(Hendaklah) kamu mendengar dan taat kepada amir, walaupun ia memukul punggungmu dan merampas hartamu, tetap-lah mendengar dan taat.” (Hadis Riwayat Muslim, Shohih Muslim, 3/387, no. 3435), seperti halnya terjadi sekarang di Arab Saudi, para pemimpin mereka menangkap ulama yang menyeru jihad melawan israel. Mereka tak mentelorir perbedaan pandangan, walaupun hal itu jelas2 merugikan umat islam seperti Merusak Maqam Sahabat dan Rasullullah SAW karena alasan syirik, padahal syirik itu bermulanya dihati. Anda hanya akan menangkap isi yang saya sampaikan hanya melalui akal, tak akan bisa dipahami oleh mereka karena tak pakai akal sebab mereka pasti mana dalilnya yang jelas tak mungkin dicari kita tidak menjadi saksi kejadian. Politik sangat rumit dan abstrak dan tak bisa mustahil dibuktikan oleh dalil manapun , karena pelaku pasti menghilangkan bukti. Hanya Allah yang tahu, yang jelas saya tak ingin ikut bersalah pada umat islam dan berkewajiban menerangkan pada anda dan berpikir lah objektif sebab hal ini bukan fitnah tapi niat tulus untuk membuka pikiran setiap muslim melihat umat islam tak bisa bertindak apa2 terhadap aksi mereka menghancurkan bukti kebudayaan islam bahkan menghancurkan masjidil Aq’sa, semoga kita berlindung kepada Allah dengan niat baik dan tulus, kalau ada kata yang salah, mohon maaf sebab saya manusia biasa, semoga bermanfaat

    • lidya berkata:

      Contoh di raudah aja…byk org yang sampe ngusap ngusap tiang, nangis menjerit jerit…belum lagi sekitar ka’bah…sampai kain kiswah pun digunting buat jimat…belum lg yg aneh2 dilakukan di uhud, jabal rahmah, dll …. apakah perbuatan ini juga tergantung niat y dlm hati? Padahal amalan itu tidak hanya sekedar yang penting niat…tp sesuai dengan yang dicontohkan rasul.

  18. jaka berkata:

    Cintai Rasulullah dengan mengamalkan amalan ibadah yg diperintahkannya, bukan mengamalkan yg tidak diperintahkannya dan justru mengganti atau meninggalkan amalan yg diperintahkannya. Mari gunakan akal kita untuk meneliti amalan ibadah tersebut termasuk yg mana?
    Buktikan CINTA KITA!

  19. Nur Kholis berkata:

    Assalamualaikum …! Dari cerita mas aku ikut salut sekaligus bersyukur !!! Semoga kehidupan ini bisa menjadi guru terbaik dalam penghambaan kita kepada Allah..! Kaum salafi atau Wahabi ibarat jas bukak iket blangkon sama juga sami mawon” kenapa karena menolak peran akal tapi berani mentahkim saudara seiman … sehingga terkesan lucu !!! lebih-lebih lagi mengaku dirinya sebagai pengikut salafussholih … tanpa adanya tabayyun sementara ketika munculnya ajaran ini tak lain mulai berdirinya kerajaan suud yang nota bene tak nyambung dengan kekhilafahan zaman para sahabat! apa klaim salafy itu bisa logis kalau mereka mengaku salaf pengikut para sahabat… mohon maaf marilah kaum salafi sadar bahwa kegiatanmu tak lain adalah tangan panjang dari sebuah konpirasi besar penghancuran Islam dari dalam … karena agama yang mestinya membawa kedamaian tapi malah jatuh dilubang permusuhan … aku yakin seandainya kau hunuskan pedang untuk saudaramu yang mengucapkan syahadat … siapa penghuni nerakanya!!! karena Rosulullah selalu mengedepankan akhlaq dan menghormati perbedaan …dan addin rohmatan lil alamin !!! Allah hu Akbar

    • Tasbih Kusam berkata:

      Berusaha menegakkan tauhid jangan di judge mencari pemusuhan mas Nur, menegakkan tauhid adalah mengajak kebenaran sesuai apa yang perintahkan Allah SWT dan yang di sunnahkan Rasulullah SAW. Sedangkan permusuhan terjadi karena yang diajak untuk kebenaran melindungi dan mempertahankan pendapatnya. Semua saya yakin sudah melakukan Tabayyun ( secara bahasa memiliki arti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Sedangkan secara istilah adalah meneliti dan meyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya ), cuma masalahanya bagaimana kita membuka hati kita untuk menerima kebenaran dan menghilangkan sifat individual/egosentris. Jika sifat egosentris sudah sulit dihilangkan, berarti itu salah satu tanda akhir zaman. Barakallahu fyk

  20. Muslim berkata:

    Mas Gun teruslah mencari kebenaran dimanapun. Jangan patah semangat walau mrk ‘salafi’ terus menggempur anda. Kebenaran itu hanya pada ISLAM dan bukan milik mutlak satu ‘sekte ato golongan’. Mrk ‘salafi’ sering tdk sadar taklid pd kelompoknya sendiri. Bila ada yg bicara spt anda, mrk akan balas dg mengatakan : ‘jgn lihat orang lihatlah manhajnya’, ‘anda terkena syubhatlah inilah itulah. Ya begitulah ‘salafi’ selalu ngeyel dg klaim kebenaran versinya sendiri. Terus berjuang mas…

  21. hardy berkata:

    Islam yaa islam.. ga usah pake embel2…..
    jgn asal mencap haram rasul jg ga gtu koo….
    makanya indonesia acak2an ..
    ingat berbeda2 tp tetap satu..
    Bersatulah wahai kaum muslim!

  22. Hasyim berkata:

    Hehehe… sungguh geli saya membacanya.

    Seperti itukah antum memandang, menilai & memahami salafi?

    Akhi… salafi itu bukan kelompok… kata salafi/ahlussunnah wal jama’ah adalah satu bentuk penisbatan. seperti halnya kita menisbatkan diri sebagai seorang muslim.

    Tidak penting sebuah wacana bahwa antum/ana keluar dari salafi. tidak ada urgensinya sama sekali wacana tersebut!

    Karena hakikatnya salafi/ahlussunnah wal jama’ah hanyalah penisbatan kepada Rosulullah, dan 3 generasi sahabat terbaik yang mengikuti jalannya. Generasi assalafussholih. itu saja pengetiannya!

    mengenai kenyataan banyak “kelompok salafi” yang saling bersinggungan, saling menghujat, saling mentahzir. Itu tergantung kejelian antum menilainya. Dan itu juga tergantung pemahaman antum mengenai salafi itu sendiri. Soalnya ada diantara mereka yang mengaku salafi tulen, hakikatnya mereka adalah khawarij! murjiah, sururi, dll. bahkan mereka yang seperti itu pertentangannya sangat besar terhadap ajaran tauhid yang lurus & shohih.

    Jadi, patokannya. berpegang teguhlah antum pada jalan yang lurus, jalan yang di ikuti dan dipahami oleh 3 generasi sahabat terbaik. jalan yang benar-benar shohih, jalan yang jelas asal usulny. Jalan ilmu syar’i yang terang benderang. itu saja! dan ketika antum sudah menemukan jalannya. Ana yakin antum akan mengerti bagaimana & apa sebetulnya salafi itu sendiri. Barokallahu fiikum.

  23. Hasyim berkata:

    @salafy sunny. Saya takjub dengan anda bukan karena kebenarannya.

    Anda memberikan komen di tulisan ini dengan nickname salafy sunny, kemudian anda mengomentari salafy wahabi. seolah-olah secara tidak langsung bahwa anda menilai bahwa sunny dan wahabi adalah kelompok yang bersebrangan?

    Anda ini benar2 seperti orang yang sangat mengerti seperti apa & bagaimana salafi itu sendiri! padahal hakikatnya (menurut saya) anda adalah seorang hizbi. hehehe (ngga perlu di jawab melalui komen gan! dalem hati aja)

    Akhi… nasihat buat antum hanya satu. Dan nasihat ini berlaku buat ana juga. Pelajarilah ilmu syar’i yang jelas sumbernya, jelas asal usulnya. yang shohih & benar-benar shohih. Dan fokuslah pada ilmu tersebut dan pada pengamalannya. Titik! Barokallahu fiikum.

  24. andreas berkata:

    Salafi itu = SALAh FIkir ya…?… mudah2n ente gak hny IP bagus, lulusan terbaik, masih baca al-qur’an, masih sholat…. tp tp mdh2an ente termasuk golongan orng yang senantiasa berjuang untuk tegaknya Islam, tidak ujub, ikhlas karena Allah… dan yang mesti jangan juga seperti salafi yang katany ahlussunah tp hobi jilat-jilat ekor thoghut.

    • Tasbih Kusam berkata:

      mas andreas…. jangan dikaitkan manusianya dengan salafinya, dan bukanlah fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, sedangkan membunuh termasuk dosa besar. Marilah kita lebih bijak menyikapi dan luas dalam belajar. Semoga Allah mengampuni kita semuanya….Barakallahumma Amiin

  25. bekti berkata:

    ana apresiasi antum yang menulis blog ini untuk ingin belajar mondok karena ilmu agama itu penting sebgaimana sabda nabi “”Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan membuatnya pandai dalam agamanya” (HR. Bukhari dan Muslim)” jadi penting, mengenai belajar filsafat tidaklah sebuah cela karena itu dipergunakan sebagai pembantah ajaran filsafat, bukan untuk dipraktekkan. kuliah antum seharusnya diteruskan dan kalau punya biaya dan kesempatan waktu antum lanjutkan niat baik antum untuk belajar dipondok. kalau sikap ini yang antum ambil Insya ALLAH orang tau antum sangat mengerti.
    mengenai meninggalkan jenggot dan berisbal(memanjangkan calana diatas matakaki) itu bertentangan dengan sunnah yang shohih seperti kewajiban memelihara jenggot “Cukurlah kumis dan panjangkanlah jenggot, berbedalah dengan orang-orang majusi.” (riwayat Muslim)
    bagi yang tolibil ilmy sangat paham bahwa hukum asal perintah seperti dalam usul fiqih adalah wajib selama tidak ada dalil yang memalingkannya. bagaimana mungkin dapat meinggalkan sunnah nabi ini, sunnah nabi adalah indikator bahwa teguh diatas sunnah dan sehingga dikatakan ahlussunnah waljama’ah. sekian… bukan bermaksud ana menggurui tapi karena cinta karena ALLAH kepada sesama saudara semuslim.

  26. abu abdillah berkata:

    Uda Gunawan Assalamu ‘Alaikum Wr.wb.
    Uda tidak perlu menyematkan istilah salafi pada nama Uda, karena memang tidak ada sunnahnya, bahkan penamaan salafi diujung nama sesuatu yg mengada-ada (bid’ah), akan tetapi menjalankan Islam dengan benar tidak akan bisa Uda lakukan tanpa metode “Manhaj Salaf”
    Kata-kata “SALAFI” tidak akan menyelamatkan seorangpun dari azab kubur, siksa neraka, murka Allah dll sebagainya, tetapi yang menyelamatkan seorang muslim dari semua itu adalah ketika dia memilih jalan keselamatan dengan menjalankan Islam sebagaimana Rasulullah & Para sahabat serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik menjalankan Islam (inilah Manhaj Salaf).
    Uda sudah tidak berjenggot (menipiskannya), melakukan Isbal dan yang lain-lainnya, perbuatan itu adalah sebuah tindakan ngawur, dan itu adalah suatu sikaf meremehkan dosa besar, Maka oleh karena itu kembalilah ke “Manhaj Salaf”, dan uda tidak perlu memakai istilah “saya salafi”
    Demikian semoga bermanfaat, Wassalamu ‘Alaikum wr wb

  27. ayus berkata:

    assalamu’alaykum warahmatullah
    tidak sengaja nemu blog ini… sempat kaget dengan artikelnya.
    semoga Allah selalu menunjukkan bagiku jalan yang lurus. amin.

  28. aba zulfa berkata:

    Bismillah
    Saudaraku Gunawan,
    Ada beberapa poin yang rasanya mengganjal. Lihat nih:
    1. “Terserah dibilang membuang umur untuk mempelajari ilmu yang haram, terserah dibilang sebagai pengkhianat agama. Persetan dengan semua dalil dan argumen agamis yang mereka sampaikan.Aku mau menghormati orangtuaku meskipun dianggap sebagai “kedurhakaan” kepada Tuhan.”

    Komentar:
    Kata diatas bukanlah hujjah. Sekedar pembelaan diri, pemaksaan diri atas suatu hal, dengan ‘alasan’ “persetan”.
    Untuk memilih meneruskan kuliah, tentu dibutuhkan hujjah. Anda kelak akan ditanya oleh Allah. Jika hujjahnya “untuk membongkar kesesatan filsafat barat”, tentu diperlukan perangkat agama yang memadai. Jika alasannya untuk membahagiakan ortu, tentu ada cara lain yang lebih baik, bukan dengan menceburkan diri dalam kubangan filsafat.
    Ustadz salafi tidak salah ketika menyatakan filsafat itu haram. Aristoteles, Plato, Kant, filsafat yang mengajarkan pantheisme dll bukanlah dari Islam dan konsep aqidahnya berbeda dengan Islam. Ulama-ulama dulu (termasuk imam madzhab) juga keras terhadap ilmu filsafat. Imam Syafi’i memutuskan hukuman dengan diarak keliling kampung dan dipukul dengan sandal bagi yang mempelajari ilmu mantiq/ilmu filsafat (selengkapnya dalam buku Aqidah Empat Imam Madzhab).
    Untuk menghormati ortu supaya tetap kuliah, bisa kan dengan cara misalnya pindah kuliah di fakultas lain, seperti geologi, matematika atau lainnya.

    2.Aku mulai kuliah. Kajian Salafi masih tetap kuikuti. Aku masih senang dengan uraian hadist dan Al Qur’an dari Ustadz, meskipun sesekali sentilan negatif terhadap filsafat tetap memerahkan mukaku. Aku kemudian menjadi orang aneh. Pergaulanku dengan teman-teman Salafi semakin luas, karena aku adalah santri yang unik bagi mereka, menjadi Salafi tapi kuliah di filsafat.

    Komentar:
    Bagi yang mengikuti kajian salafi, akan nampak baginya al haq. Karena kajian salafi -yang bener-bener salafi- berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah, dan memahami keduanya dengan pemahaman salafusshalih. Maka hujjah mereka akan kuat.

    3.Tak pernah kulihat Ustadz Yunahar memakai kopiah haji meskipun beliau sudah naik haji berkali-kali. Hanya kopiah hitam nasional yang menurut beberapa teman Salafi, tidak Islami.

    Komentar:
    Saya nggak tahu pemahaman dari mana bahwa kita harus memakai peci? Kata siapa kopiah itu tidak Islami? Tolong sampaikan yang jelas agar tidak menjadi tuduhan dusta. Kalau emang benar, ya perlu diluruskan. Baru kali ini saya dengar kopiah itu tidak islami.

    4.Kajian Salafi mulai jarang kuikuti, kecuali kajian Ustadz Ridwan Hamidi yang tak bisa kutinggalkan sama sekali.

    Komentar:
    Alhamdulillah Anda masih mau ngaji di majelis ta’lim salafi. Kalau ada masalah atau apa, tanyakan saja. Insya Allah bisa berdialog dengan baik.

    5.Penampilanku sudah biasa. Tak ada lagi celana jingkrang di atas mata kaki dan jenggot panjang yang awut-awutan.

    Komentar:
    Kenapa harus isbal (menjulurkan kain sampai ke mata kaki)? Dicari sampai mumet, minta bantuan ke Ustadz Yunahar dan Ustadz Fathurrahman boleh, tidak akan kita dapati para shahabat dan orang-orang shalih dengan sengaja dan membiasakan memakai kain dibawah mata kaki. Justru kita dapati sebaliknya. Shahabat Umar ibnul Khattab ditengah sakit keras, ada pemuda yang menjenguk dan dia memakai kain yang menutup mata kaki, Umar bin Khattab mengingatkan pemuda itu untuk tidak isbal.

    6.Aku masih sholat, baca Al Qur’an dan mempercayai Tuhan. Filsafat telah membuka wawasan dan perspektifku lebih luas dalam memandang dunia. Tidak seperti saat di Salafi dengan pola hitam-putih yang dibangun. Hidup dikurung dan dihiasi kebencian kepada orang lain dengan sekat “Kafir”, “Ahlul Bid’ah” dan “Kaum Sesat” yang didasarkan bingkai agama.

    Komentar:
    Syukurlah masih shalat. Sebagian mahasiswa jadi nggak shalat ketika pikirannya dijejali dengan filsafat. Sudah selayaknya Anda kembali mempelajari aqidah yang shahih dari kitab-kitab para ulama salaf, semisal kitab Aqidah Salaf Ashabil Hadits karya As Shabuni.
    Tentang hidup dikungkung kebencian dst… Bisa jadi Anda mengkaji salafi tetapi belum mengetahui secara utuh. Saya ngaji di majelis ta’lim salafi. Cinta dan benci diajarkan hanya karena Allah. Saya mencintai kaum muslimin, termasuk Anda. Saya membenci keburukan saudara saya sesama muslim, dan berusaha menghilangkan keburukan itu dengan cara yang paling baik. Saya mengimani hadits bahwa muslim yang satu dengan yang lain laksana cermin. Saya bercermin dengan Anda, nampak noda-noda pemikiran yang masih belum baik, syubhat (kerancuan berpikir) yang masih bergayut, dan semua itu saya berusaha bersihkan dengan tissu basah.

    Semoga komen saya itu bisa sebagai ’tissu basah berparfum’ yang bisa membersihkan –walau mungkin nggak tuntas– noda noda yang ada. Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam terlimpah kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam.

  29. aba zulfa berkata:

    Tanggapan pertama dari saya diatas, alhamdulillah diterima dengan baik oleh saudaraku Gunawan via email. Karena privacy, saya nggak perlu menyampaikannya disini. Kita do’akan saja semoga saudara kita ini senantiasa dibimbing oleh Allah, dijaga oleh-Nya dari pengaruh filsafat, dibersihkan dari bebagai syubhat yang menyebabkan dia meninggalkan amalan shalih (termasuk sunnah Nabi Shalallahu’alaihi wassalam memanjangkan jenggot dan tidak isbal).
    Perlu diketahui oleh saudaraku Gunawan, bahwa catatan Anda ini tidak hanya dibaca oleh orang yang tahu, tapi juga oleh orang awam. Di sebuah tempat catatan Anda menjadi bahan diskusi guna menunjukkan “Ini lho orang yang meninggalkan kajian salafi” oleh orang-orang yang kurang memahami apa dan bagaimana da’wah salafi itu.

    Melengkapi tanggapan saya atas catatan Anda, baiklah saya lanjutkan:

    1. Tentang Filsafat
    Buku “Aqidah Empat Imam Madzhab” yang ditulis oleh Dr Muhammad bin Abdurrahman Al Khumais, didalamnya memuat penjelasan tentang kesamaan aqidah empat Imam dan sedikit perbedaan dalam masalah Iman. Yang menarik, ada poin larangan terhadap ilmu kalam atau filsafat dari empat imam itu.
    Pada jaman Abassiyah, khalifah Al Ma’mun mengirimkan utusan kepada pemimpin Sicilia (kristen) untuk dikirimi buku-buku filsafat. Mitran Agung menyetujui permintaan itu dan akhirnya diterjemahkanlah buku-buku filsafat yunani oleh Hunain bin Ishaq. Dari sinilah akhirnya muncul berbagai kerusakan aqidah, termasuk fitnah Khalqun Qur’an yang menimpa imam Ahmad bin Hambal.
    Dengan sekilas bahasan filsafat diatas, sangat perlu ditanyakan apa yang dilakukan Dr Yunahar Ilyas (kalau memang itu benar) yang tidak menyerang filsafat justru menyatakan filsafat diperlukan untuk menghadang musuh-musuh Islam. Padahal, tanpa ilmu filsafat barat dan mencukupkan diri dengan kitab-kitab para ‘ulama sudah cukup untuk menghadang pemikiran barat. Kalau mau yang berhubungan dengan filsafat, kitab Al ‘Aql wa An Naql karya Ibnu Taimiyyah bisa dikaji (di fakultas filsafat dikaji enggak ya?).

    2. Pernyataan Anda:
    “Suatu ketika, aku berpikir tak mungkin lagi melanjutkan kuliah di filsafat. Kuberanikan diri bicara lewat telpon kepada Bapak untuk berhenti kuliah. Aku ingin masuk pondok pesantren, mempelajari ilmu agama yang lebih mulia dari ilmu-ilmu lain. Kusampaikan kepada Bapak dalil-dalil keharaman filsafat sebagaimana yang kudapatkan dari ustadz. Bapak marah besar kepadaku. Aku cuek, karena yakin apa yang sampaikan benar menurut “agama”. Aku bersitegang dengan Bapak. Beberapa hari setelah percekcokanku dengan Bapak, Ibu datang ke Jogja. Tak henti Ibu menangis. Memberitahukan bagaimana Bapak kecewa berat dengan “kegilaan-ku” meninggalkan kuliah di UGM. Ibu memintaku untuk mengurungkan niat berhenti kuliah. Jiwaku masih memberontak waktu itu.”

    Komentar:
    Apa yang Anda lakukan merupakan kesalahan yang menimpa juga sebagian salafiyin. Ada beberapa kesalahan:
    Pertama: Lewat telepon
    Kedua: Penyampaian dalil dihadapan orang yang lebih tua.

    Membicarakan sesuatu yang penting tidaklah bijaksana lewat telephon, apalagi ada juga yang lewat sms. Coba saja seandainya Anda mengajak bapak makan di warung lesehan, kemudian setelah makan ngobrol-ngobrol tentang masalah perkuliahan. Tentu lebih enak. Lewat telephon bagaimanapun akan berbeda dengan dialog langsung.
    Penyampaian dalil, sekalipun kuat, belum tentu tepat disampaikan ke orang lain. Bapakmu lebih tua dari Anda (ya jelas dong…). Bapak tau saat Anda kecil, masih ingusan, nggak bisa cebok sendiri, nggak tau apa-apa. Bapak tau saat dimana Anda mau makan kerikil atau benda berbahaya, kemudian dicegah oleh bapak. Nah, dalam berhadapan dengan orang seperti itu, tiba-tiba Anda datang mengeluarkan seabreg dalil tentang sebuah permasalahan yang berbeda dengan bapak… Tentu tidak bijaksana. Cara yang baik, sampaikan uneg-uneg dengan cara ada keberatan dalam ilmu yang sekarang dipelajari, bisa juga dengan mengajak orang yang usianya sepadan dengan bapak, minta kepada bapak untuk mencarikan solusi dalam permasalahan yang ada dan sebagainya dengan cara yang hikmah. Bukan dengan cara menggurui. Manhaj salaf mengajarkan kita berdialog sesuai dengan kedudukan dan keilmuannya. Walau masalah filsafat sudah berlalu (dan Anda lulus dengan IP tinggi), kedepan akan banyak hal yang bisa jadi berbenturan dengan bapak dan masyarakat, terlebih kalau Anda mau komitmen dengan Islam.

    3. “Seniorku satu kamar yang mengenalkanku dengan Salafi diam masa bodoh. Sibuk dengan kerja dan kuliahnya yang memang begitu padat”.

    Komen:
    Tentu tidak semua salafi seperti itu. Kita harus mencari udzur saudara kita, dan terus berusaha dan berdoa mencari solusi atas permasalahan yang ada.

    4.”Aku tak peduli dengan sindiran keputusanku keluar dari Salafi.”

    Komen:
    Sebagaimana sudah disampaikan oleh rekan yang lain, bahwa salafi itu bukan organisasi, tetapi manhaj (metode) dalam memahami Islam. Kalau ‘keluar’ dari salafi, berarti mau beragama dengan pemahaman apa dan siapa? Pemahaman ahlul ahwa’ (hawa nafsu)?
    Manhaj salaf adalah kebenaran. Semua bisa didialogkan dengan hujjah. Jika ada yang mengganjal, tinggal dikaji aja, bener enggak salafusshalih berbuat atau berpehaman begini. Apakah memang para salaf memahami tentang sebuah permasalahan begini-begini dst. Misalnya, benarkah para salafusshalih membebaskan diri mempelajari filsafat? Benarkah para salafusshalih mencukur jenggotnya biar nggak awut-awutan? Benarkah para salafusshalih membiarkan celana panjangnya (atau sirwalnya) berjuntai kebawah mata kaki?
    Manhaj salaf adalah pemersatu, walaupun dalam permasalahan ijtihad fiqih nggak harus satu kata. Disaat seseorang memahami Al QUr’an dan As Sunnah lepas dari pemahaman salafusshalih, perpecahan dan kesesatan adanya. Semoga Allah Ta’ala membimbing dan melindungi langkah-langkah kita, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam terlimpah kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam, keluarga, shahabat dan siapa saja yang mengikuti jalan mereka sampai akhir jaman.

  30. dany berkata:

    Jika dalam hidup kita, kita berjalan dg benar ‘dengan basmallah’ dalam setiap kegiatan di dunia, semata-mata Hanya Karena Allah, insyaAllah Allah akan memberi kemudahan bagi kita baik itu kesehatan, rizki, dan masih banyak nikmat lain yg Allah berikan…, dan yg tahu/mengetahui hubungan antara tindakan kita dengan efek nikmat/kemudahan dari Allah hanya kita sendiri yg menjalani…, Untuk itu Marilah kita instrospeksi diri kita…, kita rasakan… sesuai efek dari tindakan kita…, apakah Allah meridhoi tindakan kita….???

  31. Aryo berkata:

    Assalaamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuh
    Jika saya baca pengalaman hidup anda masuk dan kemudian keluar dari Salafy, mungkin anda bertemu rekan salafy yang cenderung extrem. Menurut saya, apa yang diajarkan oleh salafy, yaitu memeluk agama Islam sesuai dengan Qur’an dan Hadits dengan pemahaman para salafus sholih, itulah yang benar, dan inti dakwah salafy yang menyebarkan tauhid, itulah yang sesuai dengan dakwah Rosulullah sallallohu ‘alayhi wa sallam. Memang di Salafy, kita harus menghukumi sesuatu sesuai dengan hukum di dalam Qur’an dan Hadits, jika itu salah, katakan salah, jika itu haram katakan haram, jika memang pakaian seorang laki laki harus di atas mata kaki, berhukumlah sebagaimana Allah dan Rosul-Nya menghukumi. Namun, kondisi setiap personal tidak bisa disama ratakan, dan yang namanya manusia tidak akan pernah lepas dari dosa, contoh kasus, seseorang yang ketika mengenal dakwah salaf dia terlanjur bekerja di Bank, atau yang mungkin seperti saudara Gunawan alami. Semuanya memerlukan proses, berjalan setahap demi setahap. Saran saya, tetaplah berpegang teguh pada sunnah, tetaplah mempelajari ilmu Qur’an dan Hadits sesuai dengan pemahaman yang benar, dan berdoalah memohon pertolongan dan ampunan pada Allah. Karena dengan ilmu yang benar, InsyaAllah saudara Gunawan bisa memilah bagaimana harus berikap. Allah mengampuni semua dosa selain syirik, dan jangan berputus asa dari rahmat Allah. Semoga hadits berikut bisa bermanfaat bagi saudara Gunawan

    “Jagalah Allah, maka engkau mendapati-Nya dihadapanmu. Kenalilah Allah ketika senang, maka Dia akan mengenalmu ketika susah. Ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.”

    Syarah:

    Sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, “Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” Yakni jagalah perintah-perintah-Nya dan kerjakanlah, serta hindarilah larangan-larangan-Nya, maka Dia akan menjagamu dalam berbagai keadaanmu, di dunia dan akhiratmu. Allah SWT berfirman:

    “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik…” (QS.An-Nahl:97)

    Segala yang diperoleh hamba berupa bencana dan musibah disebabkan karena menyia-nyiakan perintah Allah SWT. Dia berfirman:

    “Dan apa saja musibah yang menimpamu, maka itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri…” (QS.Asy-Syuura:30)

    Dari sini diketahui bahwa siapa yang tidak menjaga Allah, maka ia tidak berhak mendapat penjagaan-Nya.

    Sabdanya,”Jagalah Allah, maka engkau mendapati-Nya dihadapanmu.”

    Yakni engkau menjumpai-Nya dihadapanmu yang menuntunmu kepada segala kebajikan, mendekatkan dan menunjukkanmu kepadanya.

    Sabdanya,”Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah”. Yakni bahwa hamba itu tdk boleh menggantungkan rahasianya (urusannya) kepada selain Allah, tetapi hendaknya ia bertawakal kepada Allah dalam segala urusannya. Kemudian, jika hajat yg dimintanya menurut kebiasaan tdk berjalan melalui tangan makhluk-Nya, seperti meminta hidayah, ilmu, pemahaman terhadap Al-Qur’an dan as-Sunnah, menyembuhkan orang sakit, meraih keselamatan dari bencana dunia dan adzab akhirat, maka ia memohon hal itu kepada Rabb-Nya. Jika hajat yg dimintanya menurut kebiasaan bahwa Allah menjalankannya melalui tangan makhluk-Nya, maka ia memohon kepada Allah agar melembutkan hati mereka (sehingga mereka berbelas kasih) kepadanya, yaitu dengan mengatakan, “Ya Allah, jadikanlah hati-hati para hamba-Mu belas kasih terhadap kami,” dan sejenisnya. Tidak boleh berdoa kpd Allah dg menyatakan tdk butuh kepada makhluk.

    Sabdanya,”Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.” Yakni, jika engkau meminta pertolongan kpd seseorang, maka janganlah meminta pertolongan kecuali kepada Allah. Karena ditangan-Nya-lah tergenggam kerajaan langit dan bumi, dan Dia akan menolongmu jika Dia menghendaki. Jika engkau meminta pertolongan kepada Allah dengan ikhlas dan tawakal, maka Dia akan menolongmu. Jika dirimu meminta pertolongan kpd makhluk dlm perkara yg ia mampu, maka yakinilah bahwa ia hanyalah sebab belaka, dan Allah-lah yang menundukkannya untukmu.

    Sabdanya, “Ketahuilah bahwa seandainya satu ummat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yg telah ditetapkan Allah untukmu.” Yakni, jika seluruh umat dari awal hingga akhir, seandainya mereka berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi manfaat kepadamu kecuali dg sesuatu yg telah ditetapkan Allah untukmu. Berdasarkan hal ini, maka kemanfaatan makhluk yg datang kepada manusia pada hakikatnya berasal dari Allah. Karena Dia-lah yg menetapkan untuknya. Ini adalah anjuran bagi kita agar bersandar kepada Allah dan kita tahu bahwa umat tidak bisa mendatangkan kebaikan kepada kita kecuali dengan izin Allah.

  32. Nasar Azis berkata:

    Saya ingin menanggapi atas tanggapan-tanggapan dari ikhan salafi atas kasus pengakuan dari saudara kita yang menceritakan mengapa dia keluar dari salafi. Yang jelas shalafush shaleh akhlaknya tidak seperti akhlak kalian yang kasar, suka mengatakan ahlul badi’ kepada orang lain, menyesatkan, mengkafirkan para ulama mutaqaddimin. Rasulullah saw dalam salah satu mafhum hadisnya bersabda : ” Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, Allah SWT tidak akan meletakkan rahmat-Nya kecuali diatas orang yang menyayangi.” Para sahabat berkata : ” Semua kami menyayangi, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda : ” Bukan maksudnya salah seorang dari kalian menyayangi sahabatnya. Akan tetapi maksudnya adalah menyayangi semua manusia.” Dalam hadis lain Rasulullah saw bersabda : ” Barangsiapa yang tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Pengikut salafy dikenal sangat fanatisme terhadap kelompoknya, sehingga mereka menganggap kalo tidak masuk kelompoknya berarti sesat atau dituduh ahlul badi’. Yang bener aja dong, kami juga mengikuti manhaj shalafush shaleh yang mengedepankan akhlak dalam berdakwah mengajak manusia kepada islam yang kaffah. Rasulullah saw bersabda yang mafhumnya : ” Bukanlah dari golonganku orang yang menyeru kepada ashabiyah (fanatisme golongan), bukanlah dari golonganku orang yang berperang (bertikai) karena ashabiyah, dan bukanlah dari golonganku orang yang mati atas ashabiyah.” (HR. Abu Dawud). Berdakwah atau mengajak orang lain harus dengan santun dan penuh kasih sayang. Allah SWT telah menggariskan azas dakwah secara tegas dengan firman-Nya ” Fabima rahmatim minallahi linta lahum, walau kunta fadzdzon gholidzal qolbi lan fadzdzu min haulik” . Yang mafhumnya kurang lebih : ” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar niscaya mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran : 159). Dalam tanggapan akhina Aryo diatas, beliau mengatakan saudara kita yang keluar dari salafy mungkin karena bertemu rekan salafy yang cenderung ekstrim dan kasar. Kalo begitu didalam tubuh salafy ada yang bersifat lemah lembut seperti perintah Allah SWT terhadap Rasul-Nya. Kalo begitu kalian perlu dakwah kedalam dulu memperbaiki azas dakwah yang sesuai dengan peritah Allah SWT, seperti yang di contohkan Rasulullah saw dan yang di aplikasikan oleh Shalafush Shaleh. Jangan dengan cara kalian sendiri yang kasar dan menyebabkan larinya hidayah seseorang, serta menimbulkan perpecahan umat. Na’udzubillahi min dzalik. Allahummaghfirlana wa lakum. Subhanakallahumma wa bi hamdika. Asyhadu’anlaa ilaaha illa Anta, astaghfiruka wa atuubu ilaika.

    • Tasbih Kusam berkata:

      Mas Nasar…Tidakkah di manhaj lain juga begitu mas, di NU di Muhammadiyyah atau lainnya juga begitu mas..!! Salafy adalah manhaj (metode), logikanya apakah sekarung beras yang kwalitas super tidak ada yang sebutir beras yang pecah…InsyaAllah masti ada…. Sekarang yang kita perlu mari kita sama-sama Tabbayuun.

  33. hasan nasrullah berkata:

    Sekali lagi ikhwan bukanlah manhaj salaf yang salah namun yang engkau temukan individu2 yang mengaku manhaj salaf tetapi berakhlak syetan lalu menjadi fitnah bagi dakwah manhaj yang lurus ini dan ihkwan yang istiqomah dalam manhajnya…….jangan engkau lemparkan cacian,hinaan,dan kebenciaan pada manhaj ini dan orng2 yang lurus dalam aqidah ini kalau engkau lakukan artinya engkau menyatakan perang dengan Allah dan Rosulnya karena pada hakekatnya engkau menghina terhadap Agama ini.

  34. Abdurrahman berkata:

    Ya beda kelas, Ibnu Taimiyyah yg belajar filsafat dgn mas Anggun Gunawan. kalo pingin seperti Ibnu Taimiyyah ya harus pelajari langkah2nya supaya bisa kokoh. Kalo pake metode sendiri kelamaan, entar malah belum nyampe2 kayak mas Anggun Gunawan ini.

  35. muhammad irsyad berkata:

    assalammualaikum w.b.t sya kamu belum betul-betul memahami tentang (bid’ah) terimakasih…

    saya syor kan kamu baca kitab yang bertajuk dibawah-
    sebagai rujukan

    Makna sebenar BID’AH: SATU PENJELASAN RAPI
    (al-syeikh al-hafiz abu al-fadl abdullah al-siddiq al-ghumari)

    (ULAMA AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH, AL-ASHA’IRAH)

    disemak oleh:
    dato’ hj.mohd murtadza hj.ahmad
    (mufti negeri sembilan darul khusus)

    datuk hj. Md. Hashim hj. Yahya
    (bekas mufti wilayah persekutuan/pensyarah uiam)

    dato’ haji saleh haji ahmad
    (YDP persatuan ulama malaysia/pensyarah uiam)

    dato’ dr. Wan zahidi wan teh
    (mufti wilayah perseketuan)

  36. Sayang_Yatim berkata:

    MANHAJ SALAFI ?. Btulkah mreka mngikuti salafushsholoih …knpa mrka sholat tarawih tdk 20 roka’at sprti Umar bin khothhob dan shahabat nabi lainnya?. kenapa mreka tidk adzan jum’at 2x sperti Utsman bin ‘affan dan lainnya ? knpa mreka bercelana cingkrang pdahal nabi dn pra shahabat ga prnah pake? dn msih bnyak lgi pertnyaan untuk mreka yg mngaku salafi dgn slogan kmbali kpd Al Qur’an dan As sunnah,mngikuti jejak gnerasi trdahulu yg sholih dri pra shahabat dan tabi’in bahkn tabi’ittabi’in, tpi knyataannya brseberangan dgn sunnah nabi dn atsar pra shahabat dn tbi’in.
    Beruntung anda ya akhi brkat hidayah dn taufiq dri Allah swt..tdk trperosok dlm faham dan ajaran salafi gaya mrka yg sesat dn mnyesatkan. smga anda istiqomah dan tdk goyah dlm msalah prinsip ini..IKUTILAH ajaran AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH yg di anut oleh mayoritas muslim di dunia mulai dari jaman Nabi saw. hingga sekarang…plajarilah dgn baik dn bnar kpd pra ahlinya…dn hati2lah jgn smp mnjadi mangsa orng2 yg bertopeng salafi.

    • wiwit berkata:

      “knpa mrka sholat tarawih tdk 20 roka’at sprti Umar bin khothhob dan shahabat nabi lainnya?” Karena Nabi Shalat hanya 8 Raka’at, sedang Umar bin khothhob yg shalat 20 rakaat hadits nya dhoif….
      “mreka tidk adzan jum’at 2x sperti Utsman bin ‘affan dan lainnya?” Karena dahulu belom ada Speaker kayak zaman sekarang, kalau udeh ada, pasti Utsman bin ‘affan 1x, Rasul aje cuman 1X, ngapain ditambah2in…?? “knpa mreka bercelana cingkrang pdahal nabi dn pra shahabat ga prnah pake?” Kata siape….???? ketauan ente nggak pernah baca hadits Nabi tentang Isbal….. Belum lagi kisah Umar disaat kristis menyuruh isbal kepada seorang pemuda agar tidak Isbal……
      Semakin ente komen, semakin keliatan isi otax ente………

  37. Fulan bin Fulan berkata:

    Assalamu’alaikum.
    memang setiap golongan selalu mengunggulkan golongannya tersendiri. ingatlah, salafi bukanlah golongan, tetapi dia adalah manhaj atau metode dalam beragama, berasas dari alqur’an dan assunnah. kalau kalian mencela salafi, maka ingatlah, berrarti kalian telah mencela tiga generasi terbaik, salafi bukan dari abdul wahab, bukan dari at-tabi’tabi’in, bukan dari tabi’in, bukan juga dari rasulullah, tetapi dari allah ta’ala. demi allah, jika kalian berbicara tanpa ilmu yg shohih, hanya mengikuti hawa nafsu atau dalil yg dho’if, maka kembalilah ke jalan yg shohih.
    Untuk mas gun, filsafat jika dikatakan sebagai ilmu yang haram, maka coba tanya ustadznya dahulu, segi mana pandangannya sehingga itu dikatakan haram, apa dalil, hadits, atau atsar yang digunakannya. dan tanya juga, gurunya siapa dan dari mana dia mengambil ilmu, jika dikatakan salafi yg anda maksud adalah sesuatu yg buruk yang bersumber dari makkah arab saudi, terus kenapa para ikhwah salaf di yaman yg manhajnya salaf juga, mereka semua pendapat karomah dari allah ketika diserang oleh syi’ah rofidhah. Tolonglah jika sebelum mencela, lihatlah dulu maslahat dan mudhoratnya, dan timbangkan haq dan bathilnya.

  38. Abu Haidar Al Jaffary berkata:

    Allahul musta’an…ini adalah hujjah As saghiir…………………………seandainya pengalamanmu tidak kamu tulis di blog niscaya tidak akan menjadi fitnah dirimu. dan engkaupun merasa pintar karena IP filsafat tinggi dan ngajai salafy..nas Alullohi as salamah wal hudaa. Ketahuilah banyak ikhwan salafy yang jauh lebih pandai dibidang keduniawian dan Agama sekaligus. Bahkan Ada ikhwan Dokter yang menjadi ustadz sekaligus,….paparanmu adalah sekelumit kebingunan seorang manusia yang takut mencari rizky dengan cara yang Halal, karena hidupmu kamu sandarkan kepada ijazah sekolahmu…

  39. orang awam berkata:

    Assalamu’alaikum … untuk saudaraku semua
    Kebenaran hanyalah dari Allah…
    maka sampaikanlah kebenaran dengan cara Allah, yaitu BIL HIKMAH…
    orang yang saat ini kau anggap adalah kafir sekalipun, besok bisa jadi adalah sebagai sahabat jihadmu…
    orang yang saat ini kau anggap golonganmu, besok bisa jadi adalah seorang murtad yang berbahaya…
    maka peliharalah lidah kalian, agar kalian saling mengasihi karena Allah…
    sampaikanlah kebenaran itu dengan hikmah….

  40. telkomnyet berkata:

    selamat kembali bersama
    ustadz muhammad arifin ilham,
    ust yusuf mansur, ust abdullah gymnastiar…

    insya allah mereka bukan ulama sesat…….

    • Nasar Azis berkata:

      Saya setuju dengan pendapat anda bahwa ” bukanlah manhaj salaf yang salah namun yang engkau temukan individu2 yang mengaku manhaj salaf tetapi berakhlak syetan “. Pertanyaannya, siapakah yang anda maksud dengan INDIVIDU2 tsb? Apakah yang anda maksud mereka yang suka mencaci, membid’ahkan saudaranya sesama muslim, mengkafirkan saudaranya sesama muslim bahkan ulama, merasa paling benar dan menganggap diluar mereka salah, bahkan dianggap ahlu an naar. Apakah yang anda maksud mereka yang berdakwah dengan menerima imbalan jasa dan transport serta akomodasi hotel. Apakah yang anda maksud adalah para pimpinan salaf yang satu dengan yang lain saling berseberangan, bahkan saling menyerang dengan sangat kasar. Perlu anda ketahui wahai saudaraku bahwa kami tidak pernah menyalahkan manhaj salafus shaleh. Perlu anda ketahui wahai saudaraku, bahwa tidak seorangpun dari shalafus shaleh mempunyai sifat-sifat buruk seperti diatas. Kalo memang individu-2 seperti tsb diatas yang anda maksud, berarti anda telah menghujat tokoh-tokoh salafi seperti ustad Yazid Jawas dan Abdul Hakim Abdat. Berarti menurut anda beliau-beliau telah mengaku manhaj salaf tetapi berakhlak syetan !

      Perlu diketahui juga bahwa yang menjadi fitnah bagi dakwah manhaj yang lurus ini ihkwan dari salafi sendiri yang tidak istiqomah dalam manhajnya seperti yang dicontohkan para shalafus shaleh yang sangat terjaga akhlaknya. Jangan engkau lemparkan cacian,hinaan,dan kebenciaan pada mereka yang diluar aliran salafi. Sekali lagi, jangan dikira yang ittiba’ kepada salafus shaleh hanya kalian saja. Lebih baik dakwah kedalam dulu untuk memperbaiki diri. Perbaiki dulu hubunganmu dengan Allah, niscaya Allah akan memperbaiki hubunganmu dengan manusia. Ilmu harus di sampaikan dengan amal. Apabila ilmu tidak di sampaikan dengan amal, nantinya yang akan tersebar ditengah umat hanyalah maklumat. Kalo cuma kajian-kajian fiqih saja, maka akan melahirkan hati yang keras dan pandainya melihat ‘kesalahan’ orang lain. Allahummaghfirlana walakum, subhanakallahumma wa bi hamdika, asyhadu an laa ilaaha illa Anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

  41. nanang berkata:

    Dalam hadit 73 golongan, 1 golongan yang masuk surga. Mereka mengklaim yang satu golongan tersebut adalah Salafi. Menurut Rasulullah yang satu golongan tsb adalah : Mereka itu al-jama’ah… (HR. Abu Dawud dan Ad-Darimi). Siapa mereka ? yaitu (yang tetap dalam) jama’ah (HR. Ibn Majah dan Ibn Jarir). Siapa mereka ? Beliau menjawab: Apa yang aku dan sahabatku berpijak di atasnya. (HR. At-Tirmidzi).

    Orang yang mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Apa yang “Aku dan sahabatku berpijak di atasnya” (HR. At-Tirmidzi).

    Masuk Surga itu ada dua cara. Mampir dulu keneraka baru kesurga kedua tanpa mampir keneraka langsung ke surga. Maka golongan yang yang selamat tsb pasti, pasti, pasti dstnya pasti tanpa mampir keneraka. Mungkinkah “Aku dan sahabatku” mampir keneraka ?

    Amal sholeh mana yang pahalanya langsung masuk surga, dimana “Aku dan sahabatku” berada diatasnya. Perhatikan Hadits berikut : ” Telah menceritakan pada kami Uqbah bin Mukram dan Nashr bin Ali: Telah menceritakan pada kami Salam bin Qutaibah dari Tu’mah bin Amru dari Habib bin Abi Tsabit dari Anas bin Malik berkata: bersabda Rasulullah: “Siapa mengerjakan shalat (5 waktu) dengan ikhlas karena Allah selama 40 hari berjamaah dengan mendapatkan takbiratul ihram, dicatat untuknya dua kebebasan, yaitu bebas dari neraka dan bebas dari kemunafikan.” (H R.Tirmidzi)

    Bebas dari Neraka, maksudnya langsung masuk surga.

    Jadi yang satu golongan itu bukan golongan yang ada sekarang, tetapi setiap insan yang mampu seperti “Aku dan para sahabatku” diseluruh dunia dimanapun berada, baik mereka sekarang telah berada di alam kubur, atau anda yang masih hidup sekarang ini atau yang akan lahir nantinya. Mereka seperti “Aku dan para sahabatku” Mereka itulah yang masuk dalam golongan yang selamat.

    Kenapa sekarang ada yang mengklaim golongannya yang selamat ? Lalu mengkafirkan golongan yang lain ? Sementara salatnya masih masbuk dan terputus ? Kalaupun salatnya sudah bagus tidak selayaknya kita mengkafirkan sdr kita yang masih berusaha untuk menjadi baik .

    Apakah menghujat Salafi berarti menghujat generasi terbaik ? Belum tentu. Bisa jadi didalam golongan lain ada yang salaf. Walaupun tidak ikut salafi. Kok mengklaim Salafi generasi terbaik..? Itu namanya bersembunyi dibalik kata kata.? Karena dalam arti kata, salafi adalah orang orang salaf. Tetapi belum tentu yang masuk salafi ia salaf. Beda dengan generasi terdahulu yang salaf. Yang keluar dari salafi sekarang bukan maksudnya keluar dari generasi salaf. Tetapi dari Firqah Salafi yang baru muncul.

    Inilah kesalahan fikir mereka.

    • Abusyofian berkata:

      Memang Salafi ini salah fikir, istilah salah fikir yang dilontarkan ternyata tidak meleset. Mari kita periksa kebenarannya.

      1. Salafi menghujat orang islam yang bodoh berdakwah, tak diketahui batasan bodoh menurut mereka. Toh mereka yang berilmupun masih belum bergerak untuk dakwah. Padahal dakwah itu bukan hanya dengan ilmu saja. 1a. Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat. 1b. Allah swt mengirim 2 ekor burung untuk mendakwahi Habil dan Qabil. (dakwah dengan contoh) 1c. Nabi dihujat habis habisan oleh perempuan yahudi yang buta dan menyuapinya. Nabi tidak membalas walaupun mampu. Akhirnya masuk Islam. (dakwah dengan akhlak)

      2. Membenci mereka yang mengamalkan bid’ah, dan lebih menyayangi / berteman dengan orang kafir. Padahal pelaku bid’ah yang mereka benci tsb telah mengucapkan kalimah “La ilaha Illallah” dan punya peluang untuk masuk Surga. Sementara sikafir kekal di Neraka. Saking bencinya dengan pelaku bid’ah lebih baik berteman dengan akhli Neraka. Masya Allah.

      3. Ulama mereka mengeluarkan fatwa tidak berdasarkan penelitian, terjun kelapangan dan bermusyawarah tetapi berdasarkan pertanyaan yang masuk atau berdasarkan selebaran yang disampaikan.

      4. Menganggap dia golongan yang selamat.

      5. Diundang dalam acara mendoa menaiki rumah baru, mereka hadir dan disaat tuan rumah melakukan doa bersama dia tidak berdoa karena alasan bid’ah, maka iapun purak purak tidur, Saat mau makan bersama baru dia bangkit.

      Saya masih bisa melihat sisi baik salafi. Saran saya sekiranya tak ingin mendoa bersama kenapa kita tidak menganggkat tangan dan berdoa sendiri saja, sesuka kita kalimatnya. Sehingga tuan rumah tidak kecewa, padahal mereka satu rt. Systim masyarakat seperti apa yang ingin mereka bangun ?

      Salafi….salafi. Semoga Allah menambah kepahaman kepada mereka.

  42. Abusyofian berkata:

    Syaikh Bin Baz As-Salafy Al-Muwahhid
    http://salafywahabi.blogspot.com/2012/08/vonis-salafy-bahwa-jemaah-tabligh-sesat.html

    “Dari sini teranglah bahwa tablighy di atas menyebutkan dalam selebarannya bahwa Jama’ah Tabligh menyeru untuk berpegang teguh dengan islam dan menerapkan ajaran-ajaran-Nya dengan membersihkan tauhid dari bid’ah dan khurofat. Oleh karena itulah, maka Syaikh Bin Baz memuji mereka.
    Seandainya penulis selebaran tersebut mengungkapkan fakta sebenarnya dan menggambarkan hakikat keadaan mereka serta menjelaskan hakikat manhaj mereka yang rusak, niscaya Syaikh Bin Baz As-Salafy Al-Muwahhid pasti mencela mereka dan memperingatkan umat dari bahayanya”

    Dikutip dari situs diatas,

    Heran…sungguh heran.
    Dengan sebuah selebaran saja seorang ulama mengeluarkan fatwa untuk jemaahnya.
    Kemudian dengan selebaran lain bisa pula malah bertolak belakang dengan fatwa semula. Inilah contoh Ulama yang bisa diutak atik dengan sebuah selebaran.

    Sungguh sayang fatwa ulama seperti itu yang diikuti. Tidak memiliki Integritas

    Telah lama memperhatikan Ulama yang satu ini cara mengeluarkan Fatwa. Sebuah Fatwa sesat bisa keluar dari sebuah pertanyaan. Bukan berdasarkan penelitian, analisa kelapangan lalu dimusyawarahkan bersama sama baru keluar Fatwa. Yang bikin heran katanya berilmu, tetapi dalam mengambil keputusan, lihatlah sendiri..

    Jadi, sekiranya ada Fatwa dari sdr Syaikh Bin Baz As-Salafy Al-Muwahhid yang menyudutkan golongan , firkah atau sebuah kelompok , nggak usah dipedulikan dan terlalu risau dengan fatwanya. Sebenarnya kitalah yang merasa risau dengan cara pengeluaran fatwa tsb..

    Hmm……Kasihan jemaahnya…

  43. suraji berkata:

    tetaplah berdoa agar ditunjuki jalan lurus, dan selalu berbuat baik kepada sesama. semua mengaku merekalah yg paling benar, bahkan menurut anda keluar dari salavi adalah jalan paling benar. tapi anda dan mereka lupa berdoa bahwa hidayah hanya milik yg maha kuasa.

  44. Muhammad Azka Ramadhan berkata:

    Alhamdulillah, antum telah kembali ke jalan yang benar. Saya dari SD – SMA sekolah di Muhammadiyah, yang memandang Islam secara proporsional. Jika kita pahami lebih jauh, semua ilmu yang ada di muka bumi ini ada dalam Islam, ini disebut sebagai ilmu fiqih. Termasuk yang antum pelajari, ilmu filsafat :)

  45. muhammad iqbal berkata:

    rasulullah mengatakan bahwa islam terbagi 73 firqoh dan hanya 1 yg masuk surga yakni mengikuti al qur an dan sunnah, yg pasti yg baiknya sesuai al quran dan sunnah yg kita ambil artinya kita harus bijak mengikuti yg sebenarnya artinya jangan ikut ikutan dlm al quran mengatakan jangan kau masuki sesuatu tanpa tau apa yg kau masuki

  46. Nasar Azis berkata:

    Kayaknya anda harus berhati-hati dalam menafsirkan hadis dan al-qur’an. Apalagi dalam kaidah bahasa yang amburadul. Nanti bisa menimbulkan multi tafsir. Kalo bawakan hadis yang jelas, apalagi ayat al-qur’an, harus dicantumkan nama surat dan ayat berapa. Semoga Allah SWT memberi kefahaman agama kepada anda. Ingatlah, memahami agama tidak cukup dengan ilmu, tapi harus dengan amal.

  47. dr.shofwan assegaf berkata:

    Just mas gunawan,selamat,and a be rada PD pilihan yg be nar.alhamdulillah.sbg seorang yg belajar filsafat anda tentu bs menilai bahwa ‘premis2′ yg diutarakan tmn2 salafi benar,to kesimpulannya salah Dan TDK ad hubungan sama sekali.ppremis2nya : generasi salafussholeh adlh yg terbaik pemahamannya,paling lurus akidahnya,itu benar.tp kl kesimpulannya : menolak salafi=menetang salafussoleh,ITU salah besar Karena salafi ITU generasi khalaf yg sama sekali TDK ad Ada kaitannya sama generasi salafussoleh,mere ka cm ‘mengklaim’ sbg pemegang ‘ham monopoli’ salaf. Semua penjelasan Bela diri tmn2 salafi TD menunjukkan mrk balm tau bnyk tipu days ajar an INI.salafussoleh ITU TDK prnh 1 Kara memahami masalah furu’,JD kl salafi memonopoli kebenaran,ITU dust a yg besar.RujUK bukunya syaikh albuthy ‘salafi sebuah false sejarah,bukan mazhab-GIP. Kalau tmn2 salafi menafikan hujatan kafir,syirik Dan bid’ah selain mark,saran saya,buka Mata hat I anda,believe buku2 selain salafi Dan duduk dgn ulama2 yg bin salafi yg sang at bnyk do sekitar and a,Dan saksikan APA yg terjadi…ITU..

  48. dr.shofwan assegaf berkata:

    oiya,buat tmn2 salafy,sy menantang anda jika bisa berberbahasa Arab,mari kita hitung Ada berapa kata ‘bid ah,tuduhan ‘syirik’ atau kafir yg ada di kitab2 salaf seperti al-mughni (karya I nu qudamah murid imam Ahmad bin hanbal),stay kitab imam nawawi (almajmu’) dibandingkan kitab2 karya bin baz,albani dan panutan salafi lain trmsk tokoh lokal seperti Abdul qadir jawaz…kits lihat faktanya bersama (kalau memang anda cinta ilmu,kebenaran,dan manhaj salaf)

  49. adi berkata:

    Bolehkah kubertanya satu saja: mengapa surga dalam Islam “menghadiahkan” 72 perawan? Ini sahih sekali karen ajelas tertulis dalam Al Quran. Dan ini satu hal yang sangat mengganggu nalar dan logika plus nuraniku. Apa kah kita setelah mati masih berpikir dan bertindak berdasar nafsu birahi? Bagaimana dengan kaum wanita, mereka dapat apa? ……Jangan dipandang ini sebagai hinaan atau hujatan agama, renungkanlah baik2 pertanyaan saya ini karena ini sangat mendasar sekali dalam agama. Bukankah ibadah tiap hari karena satu alasan ini, masuk surga?

  50. lidya berkata:

    Pusing saya baca ini. Malah setelah baca baca artikel artikel salafi…kayaknya ga ada yang salah…masuk akal semua deh…ga ada yang bertentangan dengan quran hadist…

  51. lidya berkata:

    Saya juga bingung ada yang mengagung kan maulid nabi. Dengan alasan bahwa sebetulnya ada hikmah dari pelaksaan maulid ini. Yang saya bingung…di kampung sebelah komplek saya, demi maulid nabi mereka sampai berhutang karena setiap kepala keluarga wajib menyumbang ke mesjid, dan membuat makanan2 untuk perayaan maulid. Apakah ini yang diinginkan islam? Kayaknya islam tidak mberatkan umat y setahu saya.

    • Rifqi berkata:

      Maaf, memang ada yaa yg mewajibkan nyumbang2 buat Maulid Nabi. Mungkin mereka sampe niat begitu karena saking cintanya pada Nabi saw, sehingga untuk memperingati kelahiran Nabi ini mereka rela melakukan hal itu. Atau juga semua karena ada perasaan g enak di hati mereka, jadi mohon tidak mengarang cerita dan menjelaskannya dg keburukan yg (mungkin) and sendiri yg membuatnya. :D,
      Islam memang tidak pernah memberatkan, tp apakah mba lidya sudah bertanya dulu kepada mereka apakah mereka melakukannya (sampe berhutang) itu karena sungkan atau paksaan Islam?

  52. hameed berkata:

    Kalo albany bin baz dll….boleh ngaku paling nyalafy…padahal jarak antara mereka dan zaman salaf ribuan tahun…kenapa kita yg ikut mazhab 4 disebut tidak nyalafy…padahal para imam mazhab yg 4 zaman mereka lebih dekat dengan zaman sahabat dan lebih pantas untuk disebut mewarisi pemahaman salaf sahabat…lah kalo mereka iini dari bin baz ke moh bin wahab loncat ratusan tahun ke ibnu taymiyah loncat lagi ke sohabat..
    Belum lagi tahzir tahdziran ..tabdi’ bahkan takfir sesama “syekh-syekh” salafy yg dipertontonkan secara vulgar…bukan cuma ditingkat lokal bahkan nasional dan internasional…syekh robi mentahdzir yahya hajury…yahya hajury mentahdzir ibn mar’iy…ibn mar’iy mentahzir ali alhalaby…ali alhalaby mentahdzir syekh muhamad bin hady…walhasil ruwet ….ini sesama mereka jangan ditanya sikap mereka terhadap tokoh harokah islam…seperti alqardhowy…atau sayid qutb…tokoh sufy seperti para habib…jijik kita kalo lihat komentar mereka…
    Pesan saya buat siapapun yg tertarik dengan manhaj salafy….ketahuilah para salaf sohabat lebih agung dan lebih mulya daripada apa yg dipertunjukkan para syekh mu…dan ini telah diwarisi ulama ulama kita dari masa kemasa…sehingga kita bisa menikmati cahay islam walau kita nun jauh dari zaman dan negeri para Nabi dan salaf soleh…islam bisa berkembang berkat kemulyaan akhlak mereka …bukan seperti wahaby yg berkembang karena riyal saudi

  53. suqron berkata:

    Assalamuallaikum,,,
    Maaf ga sengaja nemuin blog ini saya cuma mau kasih saran buat yang namanya gunawan lain kali kalo menulis blog harus hati hati jangan sampai membuat provokasi seperti ini.emang ente ga sedih liat sodara” kita sesama muslim saling menghujat gara” artikel yang anda tulis coba ente merenung dan minta maaf kalo ente emang muslim…maaf gunawan kita kan sesama muslim jadi harus saling mengingatkan

  54. nisa salsabila berkata:

    Saya sama dgn “lidya” setelah mendengar ceramah atw membaca artikel2 dr salafi ga ada yang salah dan masuk akal, jadi mas Gunawan hanya krn masalah “Pribadi” ( ambil jurusan filsafat ) lalu curhat jadi deh begini..

    Padahal jika kita berpikir jernih baca, dengarkan artikel atw ceramahnya dari Ustad salafi, bagus-bagus saja, sama spt mas Gunawan ketika pertama kali mau mengikuti kajian/ceramahnya, namun jadi berubah setelah jalan hidup tidak sesuia dan menjadi menjelek2an.. andaikan itu mas Gunawan simpan sendiri atau tidak perlu di share di internet mungkin tidak serunyam ini..

    semoga Allah selalu memberi kita petunjuk.. dan semoga mas Gunawan bisa meminta maaf atas curhatnya ini.. agar umat Islam tidak terpecah belah dan saling mennjelek2an spt ini..

    Saya juga masih awam dan selalu ingin menjadi lebih baik lagi maka sebaiknya kita selalu berdo’a ;

    Allahuma aAllahumma a’inni ‘ala dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibadatika.” – Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa dapat mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbagus ibadahku kepada-Mu”

    Semoga juga para salafiyun bertambah kuat ukhuwahnya dan membuang hal-hal negatif yang membuat orang-orang yang masih awam menjauhi..
    Semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada kita semua sebagai umat Islam terbesar di bumi ini. amiin..

  55. dhanie berkata:

    Assalamualaykum, wr.wb, para ikhwan semua, sejujurnya saya sangat baru dalam dunia ini.

    Maaf kalau saya salah karena masuk dalam forum laki-laki (saya perempuan), saya mengenal salafi setelah ikut i’tikaf ramadhan tahun lalu. teman2 saya para akhwat yg mulia tidak menunjukkan manhaj apapun. tapi perilaku mereka subhanallah baik sekali, setiap kali melihat para wanita berjilbab besar di mesjid tempat saya itikaf, selalu keluar airmata saya.

    Saya mulai mencoba mencari dimana yang jual jilbab besar, sampai saya berburu di toko-toko tidak menemukan apa yg saya inginkan, kemudian saya cari via internet dan dari situ saya banyak tahu dimana yang jual pakaian syari yang bermuara kepada mereka yang berusaha mengikuti jalan sunnah. jujur saya masih baru sekali belajar ini, saya belajar untuk menggunakan pakaian-pakaian syari jilbab lebar yg saya dapatkan hasil berburu berbulan-bulan.

    Yang saya rasakan sungguh indah dan nikmat, saya merasa nyaman. Saya seperti orang yang baru masuk kedalam agama Islam.
    Pertama yang saya pikirkan, pakaian yang dikenakan para akhwat ini benar sesuai petunjuk Quran, krn saya yakin tidak ada satu pria nakal yang berani menggoda wanita berpakaian seperti ini, sebelum saya memakai pakaian seperti ini, masih sering saya di ganggu oleh pria iseng, padahal saya merasa sudah memakai jilbab (tidak ketat-tapi ternyata juga tidak syari).

    Kedua, saya melihat akhlak mulia para ikhwan salafi (yg saya tahu) benar2 menjaga pandangan ketika melihat wanita cantik bahkan ketika melihat akhwat lewat, sungguh bukankah ini contoh yang benar-bandingkan dengan perilaku alami kaum pria yang lemah di mata-ketika melihat wanita cantik tak cukup satu kali melihatnya bahkan bisa berkali-kali.

    ketiga, saya melihat perilaku para akhwat dan ikhwan yang menyeru kepada kebaikan, menjaga aqidah dari hal-hal yang merusak iman, bukankah ini suatu hal yang luar biasa di tengah masyarakat yg kehilangan arah hidup. Mereka menjauhi hal-hal buruk, termasuk musik (yg skrg diiringi tarian2 erotis ga jelas dan akhirnya harus disemprit KPI) misalnya karena dapat membuat orang terlena dan lupa kepada Allah, ini suatu hal yang luar biasa bagi saya. Karena hanya Allah yang pantas di utamakan bukan yang lain.

    Saya berasal dari keluarga sekuler, sungguh beda ketika saya belajar ilmu islam salaf-( kesan orang luar keras-padahal itu untuk melindungi kaum muslim dari kehancuran terselubung), keluarga kami hidup terbiasa memisahkan antara agama dan kehidupan sehari-hari. Agama hanya sebatas ritual tapi tidak menyentuh esensi beragama itu sendiri. Beragama tapi garing-beragama tapi hanya itu itu saja, dan saya tidak diajarkan bahwa tujuan kaum mukmin di dunia adalah untuk menggapai surga diakhirat.
    Saya pernah menangis ketika hendak membeli baju syari, si penjual mengatakan kepada saya-biarlah disini kita tidak bertemu lagi, tapi semoga kita bertemu di surga Allah.

    Ketika saya membaca biografi orang-orang terkenal yang mengenal Islam dengan salafinya, sungguh betapa berubahnya hidup mereka dari yang suka minum khmr, suka musik, tabaruj dan sejenisnya mereka lebur dalam ketaatan kepada Allah SWT, bahkan prototipe mereka sama…bukankah ini suatu hal yang luar biasa—-apa yang menyebabkan mereka bisa sama…satu tujuan?

    Jadi apanya yang salah dengan kaum salafi?…sungguh saya hanya berpikir hanya Allah yang dituju dengan kesederhanaan yang dicontohkan Nabi dan sahabatnya..jadi apa yang salah dengan Salafi. maaf saya benar2 baru sebatas belajar, bahkan saya belum paham siapa saja ustad2 yang masuk katergori salaf, juga belum tahu kitab-kitab apa yang dipakai..

    • Afgu berkata:

      Tidak ada yang salah dhanie …Salafi, HTI, Tarbiyah, Jamaat Tabligh, Muhammadiyah, NU…semua sama..sama2 Islam..dan mereka bergerak di bidang mereka masing-masing subhanallah…kolaborasi yang indah bukan……

      Kecuali SYIAH—INI EMANG SESAT…nauzubillah…

  56. Awam berkata:

    Apapun Alasanya Tetap Jaga Kekompakan Jangan Sampai Membuat Hati Jd Kotor..Biarlah Penulis Memilih Jalanya..Ini Soal Keyakinan Jgn Dipaksa Dan Dipengaruhi apalagi di Intimidasi.Mari Dinginkan Diskusi Dengan Perbanyak Sholawat Okey..Alfatehah…

    • pengetahuanuntukanda berkata:

      pertama yang saya baca dari tulisan anda adalah bingung, islam tapi merasa bukan islam, saya juga mengalami hal yang sama dengan anda, tapii saya lebih memilih bukan dari bagian mana2, saya pernah jadi muslim biasa, sy pernah ikut salafi dan jg pernah tau kajian2 NU, dalam bertingkah laku sy ikutin mana yang menurut saya paling benar, yaitu salafi, ajaran ini menurut saya tidak munafik, orang yang menjalankannya jarang yang bermuka 2 (“sering kajian tapi juga sering berkhalwat”), namun untuk mengikuti acara2 yang diadakan saya lebih memilih muslim biasa, yang mendatangi semuanya dalam rangka memenuhi undangan dan utk bersilahturahmi, saya sendiri juga masih belajar,, saya pernah berdiskusi dengan teman saya masalah ini, saya berkesimpulan sama seperti anda selama syahadat, percaya Alloh, Muhammad, dan menjalankan Al-quran dan hadist, tidak perlu saling menyerang, karena kita sama-sama Islam dan kita masih memiliki musuh yang lebih besar utk dihadapi..

  57. Rustam nggak pake Abu berkata:

    zia berkata:22 Februari 2010 pukul 05:26
    ……Mungkin maksud Uda, judulnya harusnya ‘akhirnya aku tidak bermanhaj salafi’. Tapi kalau beneran ni judulnya, jadinya ada 3 kemungkinan yakni 1. Tidak berlandaskan Al Quran 2. Tidak berdasarkan hadits Nabi, atau 3. Tidak memahami Al Quran dan hadits sesuai dengan pemahaman para shahabat dan shalafus shalih…..
    =======================================

    Ini komen yang paling sangat lucu.. :)

  58. Hasim berkata:

    Mbak Dhanie, pengalaman yg anda ceritakan itu sangat akrab terjadi ketika ane nyantren di Pesantren ala NU bahkan fanatik belajar agama begitu tinggi yg terjadi setiap hari bukan seminggu sekali atau hanya menjelang Ramadhan saja yg terjadi pada salafi. Pengalaman yg berkesan di hati. Jadi ane mohon jgn mengklaim pengalaman yg mbak katakan itu hanya terjadi di Salafi, asal mbak tau kalo Pesantren itu tak pernah diajarkan nabi dan generasi shalafush shalih itu adalah bidah tp bidah hasanah bukan bidah secara bahasa yg jd sanggahan kelompok salafi. Tak ada yg salah dikelompok Salafi itu saja sdh membuktikan ada yg salah. Tak mungkin ada asap kalo tak ada api, dalam artian tak mungkin kelompok salafi dibenci jika tak ada kesalahan. contoh salahnya adlh membagi tauhid menjadi 3 padahal itu mirip trinitas, mengharamkan berhubungan dgn non salafi kecuali dalam bermuamalah, menuduhkan penyembah kuburan kpd tradisi ziarah kubur yg sdh d ajarkan oleh nabi. menuduhkan perayaan maulid yg menyulitkan diri, menuduhkan taklid 4 mazhab itu bidah tp mengajurkan ijtihad padahal membaca Al-Quran saja sudah taklid mazhab (masalah ini pernah ditanyakan ke syech bin baz oleh syekh Al-Buthy n Bin Baz tak berkutik), menggunakan ayat2 Al-Quran yg ditujukan ke Kafirun ke Muslim non salafi. memelintir perkataan ulama non salafi n merubah kitab2 kuningnya. menghancurkan benang sejarah peradaban Islam n digantikan peradaban kelompok salafi. bertajsim Allah memiliki tangan n duduk di atas arsy, berusaha menjauhkan umat islam dgn ulamanya n digantikan taklid buta ke ibnu taymiyah, syech utsaimin, Muhamad Abdul Wahab, dan ustadz kelompok salafi. MASIH BANYAK LAGI YG SALAH DARINYA. Ane dulu aktif di salafi kampus n dipinggirkan karna ane alumnus pesantren milik KH Achmad Sjaichu, pikiran ane terbuka saat mulai aktif di PMII UI, ane mulai menyadari adanya penyimpangan dari paham2 salafi dgn yg ane pelajari di pesantren. Bahkan sangat anti pluralisme n sangat radikal. otak ane tercuci oleh isu2 kejayaan Islam n Ulama2 non salafi adlh penyebab umat islam tertidur. Alhamdulillah ane masih qunut shalat shubuh, bershalawat, tahlilan, maulidan n taraweh 20 rakaat dan amaliah itulah yg tetap membuat ane tak ada sifat takfiri n kembali ke paham yg lurus.
    ( ane adlh aktivis PMII musuh utama LDK )

  59. abuhaikal berkata:

    Saya mah jujur aja, kalau mau belajar dalil-dalil yang benar dalam ibadah salafi memang top. Yang penting jangan termakan propaganda / tulisan2 / artikel2 dari syaikhnya yang selalu saja ada embel2: “MANHAJ YANG PALING BENAR” atau “PEWARIS TUNGGAL SUNNAH RASULULLAH”.
    Belangnya salafi baru kelihatan kalau sudah membahas hal2 yang berkaitan dengan politik, ukhuwah islamiyah, apalagi pergerakan islam! Betul sekali dalam salah komentar dikatakan bahwa salafi sangat membenci islam haraqah! sangat sangat benci!!. Terbukti di Mesir mereka lebih senang berkawan dengan kawanan thogut dan berkhianat menggulingkan Mursi. Dalam konflik Palestina syekh Albani cuman bisa menyerukan agar bangsa Palestina hijrah…..duh kok bego amat yak syekh Albani kalo soal beginian. Mau hijrah kemana? adakah negara Islam yang siap menampung sebagaimana dulu kaum muhajirin hijrah ke Madinah? akankah kita biarkan Israel menguasai masjid Al Aqsa? Kalau dilihat sejarah emang salafi dibesarkan oleh negara2 kerajaan, jadi pantes aja mereka sangat takut kalau hegemoni monarki mereka jatuh oleh pergerakan Islam.
    Ada lagi sikap konyolnya salafi. Yaitu sikap ambigu dalam persoalan di Indonesia; mereka mengharamkan demokrasi, tapi dalam beberapa ceramahnya yang saya dengarkan mereka sering menyebut bahwa Indonesia adalah negara Islam, karena Presidennya orang Islam, dakwah tidak dilarang, mesjid ada dimana-mana, anggota DPR/MPR nya kebanyakan Islam…… loooh??? Aneh ya, demokrasi haram, tapi kita di ajak bersyukur karena semua tadi itu. Laah, kalau demokrasi haram, yang benar berarti kan semua umat Islam tidak ikut Pemilu, dan berarti akan terjadi negara Indonesia yang mayoritas Islam akan dipimpin oleh orang non Islam, mungkin juga DPRnya akan dipenuhi oleh orang2 non Islam….
    Tapi sekali lagi, kalo soal ibadah jangan ragu belajar dengan ustadz salafi, argumen dan hujahnya jelas dan sistematis. Kesimpulannya, tidak ada yang sempurna kecuali Rasulullah SAW. Jangan hanya belajar dari satu macam saja. Kecuali kalau jelas2 menyimpang seperti gerakan SEPILIS (Sekular, Pluralis dan Liberalisme), atau Syiah atau Ahmadiyah dan sempalan sempalan lain. Dengan mengaji di banyak tempat malah membuka wawasan kita.

    • sukadisam@yahoo.com berkata:

      sukron dan sependapat dgn antum abuhaikal, sikap saya juga demikian kalau masalah ibadah saya agak cenderung ke salafi tapi kalau urusan muamalah dan politik agak kurang sreg…salam

  60. aswaja yaman berkata:

    assalamualaikum sodaraku semuanya, memang islam sekarang sedang mengalami krisis persodaraan dan ukhuwah dan yang paling menyedihkan hal ini terus berkembang bahkan musuh islam sekarang sangat tau kelemahan dari pada islam . islam tidak akan kalah dengan serangan dari luar . tapi islam akan hancur dengan sendirinya karna perpecahan. maaf bagi yang berfaham salaf ala sekh nasrudin albani.. manusia itu diberi nafsu dan akal yang keduanya ini adalah fitrah manusia. dan memang kita dituntut untuk menggunakan akal kita untuk mencari kebenaran,,, bagai mana orang yang berkeyakinan agama lain bisa masuk agama islam tanpa melalui proses menggunakan akal. dalil yang antum soheh dan doifkan itu apakah antum benar2 sudah mendalami ilmu tentang itu atau antum hanya bertaqlid kepada ulama yang antum senangi saja.dalam hal ini kita harus menggunakan akal kenepa ulama sealim sewara imam syafii, kok ibadah nya tidak sesuai dengan ibadah antum yang mengaku salafi, apakah benar imam safii tidak mau mengikuti rosullulloh, padahal imamsafii dijuluki rijalul hadits, antum tidak mau solat kecuali solat itu sesuai dengan rosulluah. tapi apakah buku sifat solat nabi yang ditulis i oleh sekh nasrudin albani dimasa kini itu benar benar yang seperti dilakukan nabi. kenapa imam2 mazhab kitab2 tentang solat nya tidak ada yang sesuai dengan yang ditulis oleh sekh antum. apakah benar imam2 mazhab itu salah padahal beliau lah yang menjaga islam hingga saat ini , maaf saya memang pengikut salah satu mazhab akan tetapi saya tidak pernah mengenggap salah mazhab yang tidak sesuai dengan pendapat saya. saya juga tidak mau mengikuti solat yang tidak sesuai dengan rosulullah. karnanya saya mengikuti kitap fikih yang ditulis oleh imam safii. karna imam safii adalah ulama yang memeng sudah diakui kealimanya dan kehatihatianya dalam masalah hukum, akan tetapi saya tidak menutup kebenaran dari imam2 lain. termasuk dalam mazhab antum. perbedaan akan senantiasa ada sampai akhkir jaman . jadi masalah khilafiah itu sudah ada sejak masa imam bahkan dari para sahabat . hal ini tidak menjadikan masalah bagi orang yang mengerti islam secaradalam. selama tidak mengganggu aqidah. hal ini terbukti tidaklah keluar cercaan dari para ulama2 mazhab walaupun cara solat beliau2ini ada sedikit yang berbeda SATU SAMA LAINNYA bahkan beliau saling memuji . semoga kita terhindar dari sifat riya, ujub .dan perpecahan yang tidak kita dapatkan apa dari hasil ibadah kita kecuali murka ALLAH.

    ASTAGHFIRULLAH………

  61. Bang Jay berkata:

    Walah,… ngambil kuliah kok Filsafat, mau jadi ape…?? Gembel…??? Pengangguran Sarjana S-1 banyak tuh, jutaan malah……….Apa nggak ada Jurusan yg keren dan gampang kerja apa…??? Paling TOP Sarjana Filsafat paling2 jadi anggota gerombolan DPR yg biang KORUP………..
    Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum…. Mash banyak Fakultas dan Jurusan yang Okehhhhh yang menjanjikan Pekerjaan Prestige, dan gaji besar, dan masa depan cemerlang, ngapain jurusan Filsafat….????
    Filsafat…??? Calon2 PENGANGGURAN sampah masyarakat……..

  62. lubis berkata:

    yahh panteslah broo…. nabi muhammad nabi yang sempurna, sbgi umatnya panteslah ada yg cuman bisa niru cara berpakainnya aja tp isi dalam kandungan ajarannya kosong mlompong…..

    dulu waktu masih jamannya penjajahan ulama nahdliyin mengharamkan memakai celana biar ada beda dgn bangsa belanda, sbg rasa anti penjajah.. nah skrg ya silahkan make celana di atas mata kaki, pas di mata kaki.. kan y g masalah…. ajaran nabi muhammad bukan hanya itu saja…. perlu banyak yg perlu dikaji..

  63. tri berkata:

    Sama seperti penulis, saya mahasiswa akuntasi di USU, suka juga ikut kajian salaf sampai sekarang. Dan saya juga kaget ketika salaf menjelaskan tentang riba, apalagi saya pernah bertekad bekerja di bank (yang notabene menganut praktik ribawi). Sama juga hal nya dengan musik, mereka juga mengatakan musik itu haram.

    Tapi setelah melewati masa2 dimana saya tukar pikiran, berselisih paham dengan ortu, akhirnya 1 saja prinsip saya: “siapapun kita, apapun profesi kita, tetap lakukan perbuatan baik dan jangan tinggalkan sunnah. Sisanya biar Allah yang mengatur”. Jika tidak sanggup dengan salaf, minimal hormati saja mereka, tidak perlu men judge pemeluknya

  64. wong awam berkata:

    assalamu’alaikum y akhi anggun,…..insya alloh sy tau antum & antum juga tau an….dan dulu pernah bersama2 bahkan sering menimba ilmu di daerah pogung tepatnnya……dan belum lama ini juga kita pernah bertemu sehabis ikut kajian ahad pagi di masjid kampus UGM,….dan keheranan sy terhadap antum selama bertahun2 terjawab sudah……….y akhi sadarkah antum karena tulisan yg antum shere…. dibaca oleh sesiapa sj yg menemukan tulisan antum ini baik yg awam ataupun yg berilmu…..dan lihatlah di dlm tulisan antum banyak sekali komentar2 yg merendahkan ulama2 yg berseberangan dg paham mereka……..pernahkah terbetik dlm hati antum kalo orang2 bisa berbuat maksiat,dosa,ghibah dll perbuatan dosa dan maksiat melalui perantara tangan antum…..LIHATLAH komentar2 mulut2 kotor yg ad di blog antum…….,ya akhi …janganlah karena kekecewaan antum terhadap ustadz2 yg tdk bisa memuaskan fikiran dan hawa nafsu,…terus antum menanggalkan sunnah nabi yg mulia……,dan tahukah antum satu2 orang yg saya kagumi di ormas muhammadiyah adlah prof.DR.yunahar ilyas LC.***, dan saya senantiasa berusaha mengikuti kajian tfsir al-qur’an yg disiarkan A**TV,…,

    • Tasbih Kusam berkata:

      assalamu’alaikum ya Ihkwanii Awam … ana setuju dengan pendapat antum yg bijak, semoga itu pendapat karena antum mencintai akhwan lainnya hanya karena Allah. Barakallahu Fyk…salam dari ana. Sukron katsiron.

  65. Rudi berkata:

    saudara-saudaraku sesama muslim…….sekedar share,saya dulu anak biasa banget.lalu karena suatu hal salah pergaulan saya menjadi penuh berkubang maksiat,sampai akhirnya terdampar di Pulau Bali.tp atas kehendak Allah disitulah Allah memberikan hidayahnya kepada Sunnah.kepada “”Salafi”” kalau merujuk kpd pengertian antum semua.tapi harus melalui pergantian manhaj ini-itu selama 2 tahun utk sebelum mantab ke manhaj Salaf ini.Salafi mksd saya.pertama saya mengaji saya begitu semangat menuntut ilmu sehingga dg mudah saya membid’ahkan,menyesatkan dan mengkafirkan siapa saja yg diluar komunitas kami.seiring perjalanan wkt,saya menyadari trnyt bukan spt itu manhaj Salaf sebenarnya.Salafi sebenarnya.senantiasa mohonlah kepada Allah agar diberi kemudahan utk memperoleh Al Haq.saya jg pendatang baru dlm Salafi ini.tp bukannya bingung malah semakin mantab dg jalan yg saya pilih.jika ada yg kurang berkenan atau ingin saling berbagi dan diskusi mari saya undang mengobrol via whatsapp dengan saya di 085737437676.mari bersama sama kita mencari Al haq……

  66. enjo berkata:

    Saya sangat sedih, terharu dan ingin menangis setelah membaca tulisan saudara, karena pengalaman saudara terjadi pada anak saya yang sampai saat ini masih mengikuti mirip salapi. bagaimana caranya agar anak saya bisa keluar dari salapi.

  67. ahmad berkata:

    asalamualaikum, salaf itu tidak seperti yg di gambarkan, justru salaf itu tidak mengurangi dan tidak menambah apa yg sudah ada d alqur’an dan as-sunah, dan mengikuti nabi muhammad saw dan para sahabat, yg tidak ada penambahan dan pengurangan,

  68. awan berkata:

    Buat semuanya.. Mari kita tempatkan sesuatu pada tempatnya. Jangan kita menilai sesuatu dari kelakuan oknum, informasi orang lain, sistem politik, kelakuan penguasa dsb. Apalagi sampai menggunakannya untuk menghujat pihak lain. Coba anda hadir ditengahnya, renungkan, lalu tanya hati kecil anda.
    Saya dari keluarga moderat, 4 tahun di pondok modern, 2 tahun hidup bersama teman2 salaf sekaligus berinteraksi dengan kelompok-kelompok lainya. Meskipun muncul berbagai fitnah dan hujatan terhadapnya, dan meskipun saya belum bisa sepenuhnya melebur secara kaffah di dalamnya, hingga saat ini rasio dan hati kecil saya tetap mengakui bahwa manhaj salaf adalah cara beragama yang benar dan terjaga kemurniannya.

  69. teguhsetyo berkata:

    saya dulu sangatlah jauh dr agama, kemudian setelah bbrp tahun menikah, alhamdulillah saya diberi hidayah untuk ada kemauan belajar agama. dulu mubaligh saya menasehati, “kamu boleh belajar agama dimana saja”, asalkan yg dipelajari al quran dan hadits, karena memang hanya itu yg ditinggalkan oleh Rasul. sekarang kita saksikan, sangatlah banyak pengajian yg tidak mengajarkan dua hal tersebut. taroktufikum amroini lan tadzillu matamasaktum bihima kitabillahi wa sunnati nabiyyi. ada ustadnya belajar quran dan hadits, tp dalam penyampaian dia hanya ceramah saja, bukannya isi quran atau hadits, tp malah ro’yu….ada jg ustad yg isinya nglantur2….

  70. sing biyen berkata:

    kebanyakan omong semua…,,, kita ini juga muslim yg penting al quran kitab kita, muhamad nabi kita, makkah al khiblat kita, — rukun islam kewajiban kita… dan satu lagi islam gak boleh MUNAFIK… ky yg sekarang lagi booming apa itu (jillboobs,Front “Penggangguran” Indonesia) bukankah negara kita juga berbudaya dan bermartabat dengan kerukunannya,,, masa sesama muslim saling mengklaim bener sendiri…,,,

  71. Tashim berkata:

    Assalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh
    Alhamdulillah….
    Bagi saudara-saudaraku yang sedang belajar mengenal ISLAM dengan benar, saya ada rekaman pengajian yang insyaa Alloh lebih menenangkan hati.
    Bagi yang berminat silakan mengirimkan email ke 99kawuloalit@gmail.com

  72. ASP berkata:

    Jarang2 liat yang posting model begini, ibaratnya, dirumahnya ada air bersih untuk mandi, tapi dia lebih senang mandi pakai air comberan… Subhallah..

  73. Cahaya di atas cahaya berkata:

    Hahaha pada sibuk menjelekin aliran itulah indonesia..
    AWaludin maqrifatullah (awal agama mengenal Allah) kenapa mesti ribut permasalahin syariat ?
    Malu donk ilmu masih sejengkal udh koar2 ngerasa paling benar.
    siapa disini yg ahli hadist? Jgn bangga lah blajar lagi lah !!!!
    BIsa nya cuma ngafal hadist doang tp solat gak ktemu Allah itu mah percuma.
    pada sibuk perang siapa yg benar…cari tuhan mu Goblok. Bkn nya bertengkar saling ngerasa benar.
    kalian saling menyalahkan orang aja bisa nya,padahal itu semua Allah ..
    Tidak ada satupun yg sia2 Aku ciptakan..
    Ketahuilah aku mu itu dosa !!!!
    Belajar sama org sufi,cari guru murshid sana jgn bisa nya baca buku trus ngersa benar yg dibaca mnurut pemahaman sndiri…itu yg bikin kalian goblok

  74. Cahaya di atas cahaya berkata:

    satu lg nih,allah tidak menilai seseorang dari pakaian nya..tp hati nya yg slalu menyebut namanya.
    jgn mentang2 make baju kokoh trus pake peci kmn2 n clana goyang diatas mata kaki itu org alim? Heh blm tentu sodara sodara..
    blajar islam itu jgn dari kulit. Tp blajar lah dari biji..ibarat buah yg berawal dari biji.
    IIlmu syariat itu anak tk pun tau cara berwudhu n shalat tp tidak kenal dmn allah, apa kalian sama dgn anak TK ? Carilah guru tarekat yg bisa membimbing kalian ke jalan allah..jgn lah berkoar dgn ilmu yg sejengkal dan saling menjelekin..

  75. Abu Fahmi berkata:

    Bismillah,,,coment comentnya mantabs…sudah jelas antara orang yg tahu dengan orang yg tidak tahu dan amat berbeda orang yg tahu dengan orang yg tidak tahu…tidak samar orang yg bodoh dari orang yg berilmu..sebagaimana berbedanya orang yg buta dengan orang yg melihat,,”Barang siapa yg di beri petunjuk oleh Allah maka tidak ada yg akan mampu untuk menyesatkan,,Dan barang siapa yg telah disesatkan oleh Allah maka tidak ada yg akan bisa memberi petunjuk,,” Jalan keselamatan di dalam ber islam”
    1.Beraqidah sesuai dengan yg di inginkan oleh Allah azza wa jalla dan Rosul-Nya,sebagaimana yg telah difahami oleh generasi terbaik dari umat ini..yakni para sahabat Rosul,tabi’in dan tabiut tabi’in
    2.Maka beramal dengan amalan yg mereka amalkan,
    3..Berhenti atau tidak beramal dari amalan yg tidak mereka kerjakan.ikuti
    tiga generasi terbaik dari umat ini yg mereka ridho kpd Allah azza wa jala dan Allah azza wa jala pun ridho kpd mereka…MENGIKUTI MEREKA ADALAH GARANSI KEBENARAN DI DALAM BERAQIDAH.BERMANHAJ DAN BERAMAL..Mari saudara saudaraku sesama muslim kita bersemangat mengamalkan apa yg mereka amalkan dan bersemangat pula meninggalkan amalan yg mereka tdk kerjakan,,! Istiqomahlah,,Agar mendapat keridhoan Allah azza wa jala sebagaimana mereka telah mendapatkanya….

  76. habib berkata:

    salafi adalah aliran iblis,hafal dalil bukan jaminan masbro,,kalian kira cman dg ngikutin pengajian trus sok sok an anggep orang lain sesat itu sifatnya iblis bro,,jman skarang iblis pakaiannya ya kek kalian gitu..

  77. Bambang setiawan berkata:

    dari 170 komentar isinya pertengkaran semua, Andai Nabi Muhamad masih Hidup, mungkin dia akan sedih melihat umatnya bertengkar seperti ini. sesungguh Islam itu kasih sayang dan rahmatan lil alamin. Biarlah di SAlafi atau tidak yang penting masih islam biar saja Allah yang menilai. amin.

  78. Rame Rame berkata:

    Bagi saya selama itu bukan syi’ah atau ahmadiyah atau aliran sesat lainnya, semua masih dalam lingkup Ahlussunnah wal Jama’ah, NU Ahlussunnah, Muhammmadiyah Ahlussunnah, Salafy Ahlussunnah, Persis Ahlussunnah, JT Ahlussunnah, Tarbiyah Ahlussunnah, HTI Ahlussunnah, Al Irsyad Ahlusssunnah dll, kita memang paling mudah bertengkar atau memaksakan pendapat di antara Ahlussunnah pada hal yang sifanya furu’ baik furu’ di aqidah atau furu’ di syariah, koreksi buat kita semua. Khusus untuk ikhwah Salafy saya meminta jangan terlalu mudah mengeluarkan vonis larangan terhadap orang lain atas sesuatu yang sifatnya khilafiyyah atau sesuatu yang anda tidak punya solusi atas orang yang anda larang itu. Salah satu penyebab mundurnya orang dari kajian salafy berdasarkan pengamatan saya selama ini adalah rekan di dalam kajian salafy yang membuat tidak nyaman rekan kajian salafy yang lain dengan penyampaian yang bersifat memojokkan dan tanpa solusi pada saat interaksi sehingga membuat orang lebih memilih untuk ikut pengajian Ahlusssunnah wal Jama’ah yang lain dimana dia bisa belajar lebih tenang.

  79. buyungbaskoro berkata:

    harusnya menjadi masukan untuk ikhwah salafi agar lebih santun dalam berdakwah, sehingga orang awam pun tertarik dengan hati dan mendapat hidayah..

  80. IQBAL berkata:

    amal yang ikut nabi akan di tarima Allah. walaupun dari golongan mana. nama harokah itu cuma jalan menuju taat. sedangkan taat itu sendiri adalah amal. bukan konsep.

  81. Firaunda berkata:

    Imam Syafi’i adalah termasuk golongan Salafusshaleh, beliau adalah seorang mujtahid mutlak. Imam Syafi’i punya “manhaj” punya metode dalam memahami hukum. Begitu juga imam2 lainnya, dan sebagaimana kita tahu, di generasi Salafusshaleh pun banyak perbedaan. Dan ini adalah masalah khilafiyah,
    Kita ikut yang mana?
    Kalau kita tinggal digurun pasir yg kekurangan air jangan kita paksakan manhaj salaf dari imam Syafi’i, namun jangan menyalahkan salah satu manhaj, mengatakan ajaran imam A bid’ah, imam B sesat, dan hanya imam C lah yg benar2 syaekhul islam yg sempurna.
    Tidak begitu.
    Manhaj Salaf manhajnya para imam, manhajnya para imam berbeda2 (khilafiyah), karena masalah khilafiyah para imam tidak mengklaim diri sendiri dan tidak menjudge diri lain, para imam tidak menyebarkan propaganda lewat selebaran, dll
    Manhaj salafusshaleh yg mana yg kita ikuti?
    Kita tidak bisa menilai ajaran dgn keawaman kita, tidak bisa memutuskan suatu hukum.
    Maka yg kita lakukan adalah:
    Sesuaikan dengan kultur dan daerah kita.
    Pelajari sejarah/biografi imam yg akan kita ikuti, dan jangan bertaqlid buta.
    Kita tidak bisa mengikuti manhaj salafnya imam Syafi’i di arab Saudi, kita tidak bisa berjejalan menjaga istri tanpa menyentuhnya.
    Dan itu bukan suatu keharaman dalam mengikuti manhaj salaf dari salah satu imam yg sudah diakui INTERNASIONAL. Hahahaha

  82. Firaunda berkata:

    Ohya, jangan lupa gunakan akal. Bukan nafsu.
    Jangan saling mengklaim dan mengejek dlm masalah furu’ / khilafiyah.
    Jika imam Syafi’i bilang “bid’ah dan makruh”
    Imam lain bilang “bid’ah dan sesat dan neraka”
    Maka silahkan ikuti salah satunya.
    Dan jangan anarkis atau banyak caci maki didepan atau dibelakang okey..
    Masalah furu’ masalah khilafiyah.
    Di Indonesia saya bermadzhab Syafi’i.
    Trims

  83. Firaunda berkata:

    Ohya, dalam madzhab imam Syafi’i bid’ah itu bukan hukum.

    Maka tradisi 7 hari, 40 hari dll adalah “bid’ah dan makruh” dalam madzhab ini,. bid’ah hal baru, makruh adalah hukum.

    Makruh itu ditinggalkan dapat pahala, dikerjakan tidak berdosa.
    Namun alangkah baiknya ditinggalkan …
    Begitu halus dan santunnya.,
    Mungkin perkara makruh ini sebaiknya kita tinggalkan mengingat Islam bukan MINORITAS lagi, tidak dikelilingi penganut hundu dan para penjajah lagi.

    Memang ada yg menghukumi “bid’ah, sesat, dan neraka” namun silahkan di ikuti dan jangan saling…

  84. Firaunda berkata:

    Namun ketika saya tinggal didekat “kumuh dan miskin” maka perkara makruh ini menjadi sedekah yg penuh arti.
    Tidak lagi meniatkan tradisi, namun meniatkan “sedekah” untuk si mayyit (ini ada dalilnya).
    Dan bagi org miskin dgn tempat yg kumuh ini merupakan “rezeki” yg tidak disangka2.
    Dan “ukhuwah” antara si miskin dan si kaya terjalin erat.
    Hanya Allah yg Maha tau..
    Karena sebagian ada yg kelebihan harta, maka tradisi ini cukup sering dikerjakan entah disebut haul atau selametan biasa atau lainnya,.
    Intinya tidak ada kesenjangan antara si miskin dan si kaya.
    Dan saya benar2 percaya bahwa nasi bungkus tidak jatuh dari “langit” maupun “arsy”

  85. herawaniwan berkata:

    Kenapa kita harus saling hujat seprti ini ….? Sudah merasa yang paling benar, paling baik, paling bersih dan paling lurus. Tidakkah kita merasa klo ada yg benar pasti ada yg salah..? Klo ada ygbaik pasti ada yg buruk? Klo ada yg bersih pasti ada yg kotor? Klo ada yg lurus pasti ada yg bengkok? Bukankah kita menjadi benar karena ada yg salah? Bukankah kita menjadi baik krn ada yg buruk? Dst……..Amati dan hayati peran kita masing2 …dgn matahati….tidakkah kita mersa jadi benar krn ada yg salah? Tidakkah kita memahami kenapa iblis tidak mau bersujud kepada Adam? Apa alasan iblis? Apa yg dirasa oleh iblis? Dan Allah pun mengabulkan permintaan iblis……
    Hal yg paling mendasar inipun kita tidak menyadari ….haluuus sekali..kita saling berbantah2an dg petunjuk2 jalan yg sedang kita jalani. Bahkan nyawapun jadi taruhannya guna tujuan kita…perang antara kitapun dimana-mana. Dimana kita yg katanya Rohmatan lil alamin??? Apakah seperti ini..?

  86. Abu Muhammad berkata:

    Masya ALLAH.
    Taubatlah kawan, antum meninggalkan sunnah2 nabi (janggot dan celana cingkrang). Berarti antum mulai meninggalkan ISLAM, ketahuilah ya ikhwan sesungguhnya salaf itu bukanlah firqoh, salaf itu bukanlah wahabi seperti para pendengki sering dengungkan, salaf itu tidak sama dengan syiah, ahmadiyah, dll. Namun salaf itu adalah ISLAM, salaf itu adalah yang terdahulu, maksudnya kita mengikuti org2 islam yg terdahulu, yakni Rasulullah SAW dan para sahabat RA. Atau Generasi pertama dan terbaik dari ummat (Islam) ini, yang terdiri dari para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan para Imam pembawa petunjuk pada tiga kurun (generasi/masa) pertama yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala).

    Rasulullah SAW pernah bersabda:
    “Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Sahabat), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’ut Tabi’in).” Muttafaq ‘alaih. HR. Al-Bukhari (no. 2652) dan Muslim (no. 2533 (212)), dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu.

    Manhaj salaf mengajarkan kepada kita bahwa ikatan persaudaraan itu dibangun di atas Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan pemahaman Salafush Shalih. Siapa pun yang berpegang teguh dengannya maka ia saudara kita, walaupun berada di belahan bumi yang lain. Suatu ikatan suci yang dihubungkan oleh ikatan manhaj salaf, manhaj yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya.

    Manhaj salaf merupakan manhaj yang harus diikuti dan dipegang erat-erat oleh setiap muslim di dalam memahami agamanya. Mengapa? Karena demikianlah yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Quran dan demikian pula yang dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dalam Sunnahnya. Sedang kan Allah telah berwasiat kepada kita: “Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisa’: 59).
    “Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat.” (Al Fatihah: 6-7).
    “Dan barangsiapa menentang Rasul setelah jelas baginya kebenaran, dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa bergelimang dalam kesesatan dan kami masukkan ia ke dalam Jahannam,, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An Nisa’: 115).

    ”Untuk tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang…” (Al Maidah: 48).
    Yakni jalan yang disunnahkan Nabi kita SAW, dan ajaran yang ada didalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.

  87. Unkwon berkata:

    kl mereka menyebut diri mereka salafi itu bkn yg sebenarnya, salafi sendiri bukan suatu kelompok ato suatu golongan, cobalah tinjau dari segi makna salaf itu sendiri, namun mengaku salafi buknlah yg sebenarnya.

  88. Netral berkata:

    Benar ya Mas Abu Muhammad sy setuju.

    Posting ini ga berbobot, orang yg ga bisa ambil keputusan kok bawa2 salafi, hahaha

    Pikirkan dgn logika, tinggal milih jalankan keinginan ortu, ilmu agama ya tetap wajib dipenuhi, gitu aja kok repot

    Jangan bawa2 salafi kalo masih awam, hati2 ketutup hidayah Allah dari kalian kalo memang bersikeras

  89. Netral berkata:

    Semua baik asal sumber: “Qur’an dan Hadits shoheh dan hasan”

    Cerita di atas kegagalan akibat diri pribadi yg tdk bisa memanage untuk mengambil keputusan, tapi jadi bawa-bawa salafi.

    Ini si cuma pengalaman pribadi yg tidak bisa dijadikan contoh, mana ada ajaran islam yang benar, yang sampai segitunya membuat kita bimbang, pilih turuti orang tua atau agama, sedangkan keinginan orang tua itu positif, bukan ke arah mudarat, masa persoalan gitu aja bimbang.

    Siapa si ni orangnya? Bukan orang besar, hanya manusia awam yg masih miskin ilmu agama, yg asal2an posting cerita pribadi.
    Payah ah mengada2 aja tu orang main posting sembarangan, krn ga bisa ambil keputusan jadi bawa2 keluar salafi, padahal ga paham salafi yang sebenarnya tu spt apa, hehehe, …

  90. Netral berkata:

    Menuntut ilmu agama, tidak harus di pesantren, Islam itu mudah, jd jgn berfikiran sempit

    Yang PENTING sumber nya: “Qur’an dan Hadits shoheh dan hasan”

    Banyak ustadz2 Ahli Hadits, dan jgn berguru hanya dari 1 orang. Perbanyak juga kitab2 tafsir dan hadits yg sumbernya bisa dipertanggungjawabkan, untuk keraguan kita wajib bertanya pada yang ahli dalam bidang itu. Jadi ga keblinger.

    Sampai Posting2 “Ninggalin Salafi”, tau Salafi aja blm …

    Hadeh

  91. deedee berkata:

    Assalammualaikum,

    ini pengalaman pribadi saya, kakak ipar saya mengikuti ajaran salafy. dan sekarang setelah menikah dengan adiknya, kakak ipar saya makin menjadi-jadi..kl boleh dibilang sakit hati ya saya sakit hati,bagaimana tidak
    1. gaji saya dibilang haram karna saya masih bekerja, menurut dia wanita muslimah yg baik berhenti kerja dan mengurus suami. ( kenyataannya maaf sekali lagi—kl anak2 dia minta apa2 selalu bilang minta sama tante ( saya ).
    2. dia bilang saya ga bias urus suami karna sibuk bekerja ( kenyataannya maaf anak dia sakit di titipkan ke saya, tapi dia dan suaminya pergi ke kajian ( pengajian ), anak yg satunya dititip ke mertua 7hari..ketika saya bilang panas anaknya ga turun2 dia malah marah2 dan bilang kan udh d bilang anak saya sakit bawa lah ke dokter, saya sama suami lagi ngaji, kalian ga ngaji susah bgt urus anak sakit 1 gmana mau punya anak
    3. dia bilang udh lah de, suami kamu mau beli apa jg biarin aja uang uang suami kamu kok, lagian kamu kerja punya uang sendiri ( jgn serakah jdi perempuan ), kenyataan hadiah dan uang tiap bulan bwt keperluan anaknya itu pakai uang saya walau perantara suami.
    4. saya masih di bilang pendosa krn masih kerja, pakai jilbab ga panjang,dia pernah bilang kamu bru pake jilbab , sadar ga dosa2 kamu sebelum pakai jilbab sbrp banyak
    5. saya ucapin selamat ultah bwt mertua saya dan beri hadiah, dia bilang ajaran kafir ga ada hari ulang tahun..tapi ketika anaknya ultah ko ga ada yg inget ultah anak aku.

    saya diam, skrng saya remove kakak ipar saya dri FB saya krn dia selalu menyakiti hati saya…suami tahu tapi dia cuma bilang yg sabar ya—kita tau dia seprti apa…

  92. moslem sejati berkata:

    jancok anjing peler asu kontol mending gua bilang seperti itu ketika melihat kalian semua umat islam saudara ku yang selalu berebut kebenaran dari jaman nabi sampai jaman akhir akan seperti itu di ceritakan dalam quran kalau dunia akan khiamat munculnya dagjal yah kalian semua itu dagjalnya saling menghujat sesama muslim mencari kebenaran sendiri yang menimbulkan perang saudara seperti di suriah yang sekarang terjadi apakah kalian masih gblok dan bego umat muslim yang telah di adu domba oleh kaum non islam sesama muslim kalau enete muslim sejati akan mengelus dada dengan kelakuan kalian dengan dalil dalil yang kalian sebutkan seperti anjing menggonggong menyalak mencari kebenarannya sendiri memperbesar lobang perpecahan sesama muslim kalau aku seorang muslim sejati mau lo ngomong a-z pertanyaann saya cuman satu apakah kalian udah pernah bertanya kepada orantg yang tinggal di neraka atau yang ada disurga kok kalian udah berani mengatakan orang lain dosa kafir saya benar begitu gblok nya kalian semua umat islam saya orang muslim tapi saya percaya kalau ALLAH tuhan penciptaku gak akan pernah tidur so gak usah memperdebatkan sesuatu hal yang masih katanya katanya imam a-z dan katanya kalau kalian masih belom pernah merasakan mati trus hidup kembali baru pengalaman itu anda ceritakan gk usah ngebacot

  93. boyke p utomo berkata:

    Subhanallah Allahu Akbar….sanahabatku…saya bisa memahami gejolak yang antum alami….Insya Allah berkah….tetap tenang ya sahabat….

  94. luqman berkata:

    Itulah menyedihkan kalian semua.. Kalian sama saja dengan mereka saling menyalahkan… Pantes aja ISLAM gak maju” kerjaannya mengklaim orang mulu.. liat dulu yang didepan,orang kafir maju karena bekerjasama bukan saling menjatuhkan… ayolah akhi wa ukhti..bersatu untuk islam bukan untuk memamerkan bahwa harakah kami lebih bena dari yang lain…

  95. h06ez berkata:

    Assalamualaikum Wr. Wb…. semoga kita semua mendapat Taufiq dan Hidayah dr Allah Azza WaJall…. pertama2 sy tegaskan bahwa sy Ahli Sunnah Wal Jamaah… saya benar2 sedih dengan judul artikel ini, dangkal dan tidak dipikirkan untung ruginya…. saudara penulis harus benar2 cek apakah semua dengan catatan ber”paspor” Salafi-Wahabi itu spt yg anda jelaskan… kl ternyata nggak… anda jatuh ke fitnah lho… silahkan dipikir… sy pribadi ikut Allah dan Rosulnya… tanpa bendera, karena tidak ada nash yg menanyakan “kamu Islam NU atau Muhammadiyah atau Salafi?” nanti di alam kubur maupun Akhirat, yg ada, apakah kita menyekutukan Allah? apakah kita mengikuti Rosulullah SAW dan Khulafaurraisyidin? marilah kita dari pada menyibukkan diri menggalang fitnah dan permusuhan, lebih baik kita hisab aja dulu diri kita semuanya, yg ngaku salafi, nu, dll… kita hisab masing2 sndiri, malam hari sebelum tidur, ilmu kita ini sdh mumpuni ga untuk menghujat… kl belum ayo kita isi hari2 kita dengan belajar Islam, 1/2 jam sehari aja, buka tafsir, buka hadits, doa minta petunjuk dari Allah SWT agar selamat nanti diakhirat….
    Mdh2an kita semua mempunyai pegangan ga bingung… fanatik sana sini yg g ada gunanya… dan berbendera cuma 1 yaitu ISLAM… Amiiin Ya Rabb….

    • Dr. Ir. M. Felix Al Farisi, Phd, MH berkata:

      Waalaikum salam,…inilah salah satu komentar yang menyejukkan…
      Berkomentar sesuai tema tidak melenceng jauh…bahasa yang sederhana…mudah dimengerti dan santun…Alhamdulillah

  96. Makmum berkata:

    Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

    Mohon penjelasan, tentang metode / Manhaj Salafi “neo” yang lagi meroket dewasa ini, yang jadi pertanyaan saya :
    1. Kenapa tidak dakwah secara terang2an mendirikan ormas baru atau partai ? biar jelas dan transparan (terdaftar di pemerintah) biar tidak dikira organisasi tanpa bentuk.
    2. Apakah Manhaj Salafi itu = Wahabi ?
    3. Siapa saja Imam-imam rujukan/ sanad mereka ?
    4. Apa misi dan tujuannya ?

    Wassalam

  97. Ahmad Kanzu Syauqi Firdaus berkata:

    Saya generasi NU, pernah menjabat sebagai sekretaris IPNU.

    Saya sangat dan sellau mengamati tiap2 manhaj.
    Oke, pertama, kita sepakat bahwa NU dan MD adalah organisasi.
    sedangkan Salafy bukan organisasi.

    Sebagai anggota NU, sebetulnya, seorang NU yang mengikuti AlQuran, Hadis, dan Salafusshalih yang diajarkan oleh para Ulama’-ulama’ NU, syariatnya pun tidak berbeda dengan yang diusung oleh Salafy.

    Celana/sarung yang di atas mata kaki, NU yang faham pun melakukannya.
    Jenggot, NU yang faham juga melakukannya.

    dalil “kullu bid’atin dholaalah, wa kullu dholaalatin finnar” kita pun juga berani dan sama dengan para Salafi yaitu mengakuinya.

    Saya pribadi bukan ikut-ikutan. Saya pun tidak pernah punya tujuan membeda-bedakan atau membandingkan. Yang saya cari semata-mata adalah kebenaran yang berdasar.

    menyinggung sedikit tentang penulis. Filsafat adalah ilmu mencari kebenaran yang dilihat dari kacamata netral. Orang menemukan islam dengan filsafat dengan kesadaran nalar berpikirnya dan nuraninya, ia akan menemukan Islam yang fantastis dan melekat pada dirinya.
    Ulama’-ulama’ NU tidak hanya menekankan kepada syari’at yang ini itu haram halal sunnah, makruh, bid’ah dan sebagainya, akan tetapi juga membangun pendalaman islam dari segi filosofi, Anda tau kitab Al Hikam? Untuk para Salafy, saya sangat mengarankan anda mengikuti kajian Kitab Hikam oleh KH Djamaluddin Ahmad, di youtube banyak.
    anda tidak perlu sinis dulu. Beliau bukan kyai yang mengklaim atau bahkan menyindir wahabbi salafi. Kitab Al Hikam adalah kitab yang ditulis oleh Syeikh Ibnu Athaillah.

    Saya pun gemar mengikuti kajian Salafy, hadir di masjid Al Barkah Jakarta, mengikuti radio Rodja. Dan di situ saya pun sering mereka mengutip dari Syeikh Ibnu Athaillah, tapi sayangnya selalu sepotong-sepotong. Belum pernah sampai saat ini saya tau ada kajian kitab Al Hikam khusus yang dikaji oleh ustadz-ustadz Salafy.

    Saya juga mendengarkan ceramahnya ulama’-ulama’ Muhammadiyah.

    Tapi memang, tidak semua dan selamanya kyai NU itu bener, begitu pula tidak semua dan selamanya ustadz MD dan Salafy itu benar. Kita manusia punya otak dan perasaan, juga naluri. Tentu itu cukup bisa menjadi filter kita.

    Sekarang begini saja lah, jika anda tetap berputar di lingkungan Salafy dan mendengarkan itu saja, serta sinis terhadap yang lain, ya di situlah anda dikurung oleh diri anda sendiri. Mencoba mau untuk mendengarkan yang lain saja tidak mau, bagaimana anda bisa mengklaim dan yakin anda yang benar?

    jilka sikap seperti itu, sikap tertutup seperti itu tetap dipertahankan, seandainya anda non-muslim, anda tidak akan pernah keluar dari lingkungan anda, dan peluang hidayah anda masuk islam akan sangat kecil. Lantas jika seperti itu, apa bedanya anda dengan mereka?

    Anda pernah menonton Dr Zakir Naik? hikmah yang paling pokok di acara-acara beliau adalah, jika engkau menghendaki kebenaran datang kepadamu, bukalah dirimu dan jangan mengurung diri.

    sekali-sekali hadirlah di majelis NU, MD, dan lain-lain.

    Semua amaliyah NU yang selama ini diklaim oleh Salafy sebagai bid’ah sebenarnya ada hadisnya, ada dasarnya, dan mengapa saya taetap melakukan itu? seperti dzikir bareng setelah sholat dikeraskan, qunut (tidak semua salafy menganggap qunut bid’ah), ziarah kubur bagi wanita, tahlilan, 7 hari 40 hari dan sebagainya, bukan karena saya NU. Saya tetap melakukannya karena saya pernah membaca dasarnya, dan saya buktikan, klarifikasi memang benar, itu sunnah pada elemennya. Antum jangan melihat bungkusnya! tentu saja jika dilihat bungkusnya akan menjadi bid’ah, karena Nabi tidak pernah melakukaknnya.

    lalu siapa yang membuat bungkus itu? Yaitu para salafusshalih dengan versinya masing-masing. Mengapa mereka melakukannya? Tentu saja untuk memudahkan mengamalkan sunnah-sunnah Nabi dalam bacaan bacaan doa dan dzikir tertentu, serta memudahkan proses penularannya kepada sesama, makanya mereka mengeraskan bacaan itu.

    Hayo sekarang kalo mau jujur, beberapa di antara kita hafal beberapa doa dan dzikir, serta urutan-urutannya adalah karena apa? Ya karena kita terlalu sering mendengarkan itu saat kita masih kecil di situasi di mana mushala dan masjid kita melakukan itu.

    anda pasti akan sangat mudah mengklaim suatu perbuatan adalah bid’ah dari bungkusnya, tapi meninggalkan kontennya.

    Oh iya satu lagi, kabar gembira bagi sebagian anda yang menganggap qunut itu bid’ah, bahwa semua Imam Masjidil Haram dan beberapa imam besar yang murattal Qurannya anda favoritkan seperti Mishary bin Rashid Alafasy, Saad Al Ghamidy, Seikh Al Matrud, dan lain sebagainya, mereka semua Qunut, baik di waktu subuh, dan di waktu sepuluh terakhir bulan Ramadhan. :) Gak percaya? search di Youtube!

    Lagi-lagi… anda yang mengatakan shalawat di luar yang diajarkan Nabi adalah bid’ah, ketika anda mengatakan “semoga shalawat serta salam tetap tercurahkan”, hehehe, jika anda konsisten dengan definisi anda tentang bid’ah, selamat, anda termasuk calon penghuni neraka :D . Kan “kullu bid’atin dholaalah, wa kullu dholaalatin finnar”. itu hadisnya shahih, dan hadis shahih tidak pernah salah. Lalu siapa yang menimbulkan masalah ini? ya tentu saja yang menganggapnya sebagai bid’ah.

    Hati-hati looo…. membolak-balikkan yang sunnah menjadi bid’ah itu mirip sikap orang-orang yahudi yang dulu sering membolak-balik antara halal dan haram. tolong anda cari dalilnya dan pelajari . :)

    sebelum anda mengatakan “anda mungkin perlu belajar lagi, mengaji lagi,” katakan itu dulu kepada dirimu, lalu keluarlah cari ilmu tidak hanya di berputar di tempat anda saja. Jika anda tetap seperti itu, siap-siap menjadi orang yang ‘kecelek’ nantinya. :-)

  98. iyan berkata:

    Setiap kita punya pengalaman masing-masing, sy pun demikian perjalana spiritual mulai dari orang yg awam kemudian masuk ke nu, tidak sampai disitu sy jg ikut bersama jamaah tablig lalu masuk jg ke ikhwanulmuslimin aktif dlm pengajian2nya kemudian sy pindah ke jogja sering menghadiri kajian muhammadiyah dan salafy…kodarullah saat ini sy lebih nyaman di salafy meskipun orang2 menganggap salafy sbg wahaby yg punya faham kaku dn keras, tp menurut sy tidak…smua tergantung sikap kita bgmn kita bermuamalah yg baik…jd sebetulnya smua adlh pilihan masing2 kita…
    save palestine..
    save suriah..
    save islam..

  99. marlinagayo berkata:

    apa itu salafi, wahabi? islam itu menurut saya orang yang menjalankan syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Jika anda ngefens dengan ariel, saya yakin semua life style ariel ingin anda adopsi mentah-mentah, begitu juga jika kita cinta Rasul. Akan batal sholat seseorang jika ia dalam keadaan isbal (tertutup mata kakinya).

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s