Catatan Ringan

Ruang Kiprah buat Alumni LN

Bagi yang belajar ilmu-ilmu “teoritis” di luar negeri seperti politik, ilmu bisnis, hukum, humaniora, filsafat, psikologi, islamic studies maka mereka punya banyak ruang berkiprah di Indonesia…

Tetapi buat ilmuwan filologi, teknik dan sains susah buat mereka pulang ke Indonesia karena nadi darah penelitian mereka sangat tergantung kepada ketersediaan manuskrip dan kecanggihan laboratorium…

Mengirimkan mahasiswa Indonesia ke kampus-kampus¬†terbaik¬†dunia harus diimbangi dengan investasi negara untuk mendirikan pusat manuskrip yg lengkap dan terjaga serta kehadiran laboratorium-laboratorium canggih setara dengan yg dimiliki oleh pusat-pusat riset dunia di eropa dan amerika…

Kalau tidak, anak-anak muda Indonesia yg pintar-pintar itu akan mudah direkrut oleh berbagai institusi riset, perusahaan dan universitas di luar negeri yg lebih memberikan kepastian pengembangan ilmu dan kepastian salary…

Energi, pikiran dan uang kita lebih banyak dihabiskan untuk konflik yg tak berkesudahan… Entah berapa ratus atau ribu triliyun APBN kita habis dan lenyap untuk penanganan demostrasi, konflik berdarah, perselisihan politik, dan sentimen agama..

Jika uang itu dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, bangsa ini akan cepat memperoleh kemajuan ekonomi, teknologi dan peradaban…