TEORI EVOLUSI CHARLES DARWIN

Posted on Updated on


Oleh: Drs. Bambang Agus Suripto, SU., M.Sc. (Dosen Fakultas Biologi UGM)

“In 1831 the Englishman set forth on his famous vayage in the Beagle. After 28 years he published Origin of Species, which revolutionized man’s view of nature and his place in it” (Loren C. Elseley, February 1956)

Pendahuluan

Sejak dahulu kala manusia selalu mempertanyakan asal-usul kehidupan dan dirinya. Jawaban sementara atas pertanyaan tersebut ada tiga altenatif, yaitu penciptaan, transformasi, atau evolusi biologi.

Definisi evolusi biologi bermacam-macam tergantung dari aspek biologi yang dikaji. Beberapa definisi yang umum dijumpai di buku-buku biologi, antara lain: evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang lama dan diturunkan, sehingga lama kelamaan dapat terbentuk species baru: evolusi adalah perubahan frekuensi gen pada populasi dari masa ke masa; dan evolusi adalah perubahan karakter adaptif pada populasi dari masa ke masa. Evolusi telah mempersatukan semua cabang ilmu biologi.

Idea tentang terjadinya evolusi biologis sudah lama menjadi pemikiran manusia. Namun, di antara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan, nampaknya teori evolusi oleh Darwin yang paling dapat teori . Darwin (1858) mengajukan 2 teori pokok yaitu spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup sebelumnya, dan evolusi terjadi melalui seleksi alam. Perkembangan tentang teori evolusi sangat menarik untuk diikuti. Darwin berpendapat bahwa berdasarkan pola evolusi bersifat gradual, berdasarkan arah adaptasinya bersifat divergen dan berdasarkan hasilnya sendiri selalu dimulai terbentuknya varian baru.

Dalam perkembangannya teori evolusi Darwin mendapat tantangan (terutama dari golongan agama, dan yang menganut paham teori penciptaan – Universal Creation), dukungan dan pengkayaan-pengkayaan. Jadi, teori sendiri juga berevolusi sehingga teori evolusi biologis yang sekarang kita kenal dengan label “Neo Darwinian” dan “Modern Sintesis”, bukanlah murni seperti yang diusulkan oleh Darwin. Berbagai istilah di bawah ini merupakan hasil pengkayaan yang mencerminkan pergulatan pemikiran dan argumentasi ilmiah seputar teori evolusi: berdasarkan kecepatan evolusi (evolusi quasi dan evolusi quantum); berdasarkan polanya (evolusi gradual, evolusi punctual, dan evolusi saltasi) dan berdasarkan skala produknya (evolusi makro dan evolusi mikro).

Topic yang akan dibahas dibawah ini meliputi perkembagan teori evolusi Darwin dan implikasi dari teori evolusi biologi Darwin terhadap cara pandang kita tentang keberadaan makhluk dan alam semesta.

Perkembangan Teori Evolusi Darwin

1. Sejarah Singkat Charles Darwin (1809 – 1882)

  • 1831-1836: Perjalanan laut dengan kapal Beagle.
  • 1844: Draft buku “Origin of Species by Means of Natural Selection” telah selesai.
  • 1858: Afred Russel Wallace mengirim manuscript kepada J. Hooker anggota Royal Society, berisi tentang perluasan ide dari Malthus. Makalah bersama oleh Darwin dan Wallace di forum Society.
  • 1859: Publikasi buku “ On The Origin of Species by Means of Natural Selection”
  • 1860: Perdebatan antara Huxley dan Wilbeforce tanpa kehadiran Darwin
  • Darwin menghabiskan sisa masa hidupnya untuk penelitian dan publikasi buku “Descen of Man” (1871) dan “The Expression of Emotion in Man and Animals” (1871).

Buku “Origin of Species by Means of Natural Selection” yang diterbitkan tahun 1959 ini, menurut indeks sitasi merupakan buku yang paling banyak diacu oleh penulis lain (selain kitab suci) selama ini.

2. Perkembangan Teori Evolusi

Banyak hal dan pemikiran ahli lain yang mempengaruhi perkembangan teori Darwin, antara lain:

  • Ekspedisi ke lautan Galapagos ditemukan bahwa perbedaan bentuk paruh burung Finch disebabkan perbedaan jenis makanannya.
  • Geolog Charles Lyell (1830) menyatakan bahwa batu-batuan di bumi selalu mengalami perubahan. Menurut Darwin, hal-hal tersebut kemungkinan mempengaruhi makhluk hidupnya. Pikiran ini juga didasarkan pada penyelidikannya pada fosil.
  • Pendapat ekonom Malthus yang menyatakan adanya kecendrungan kenaikan jumlah penduduk lebih cepat dari kenaikan produksi pangan. Hal ini menimbulkan terjadinya suatu persaingan untuk kelangsungan hidup. Oleh Darwin hal ini dibandingkan dengan seleksi yang dilakukan oleh para peternak untuk memperoleh bibit unggul.
  • Pendapat beberapa ahli seperti Geoffroy (1829), WC Wells (1813), Grant (1826), Freke (1851), dan Rafinisque (1836).

Tahun 1858 Darwin mempublikasikan The Origin yang memuat 2 teori utama yaitu:

1. Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau.

2. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.

Menurut Darwin, agen tunggal penyebab terjadinya evolusi adalah seleksi alam. Seleksi alam adalah “process of preserving in nature favorable variations and ultimately eliminating those that are ‘injurious’”.

Secara umum, tanggapan ahli lain terhadap teori Darwin adalah:

a. Mendapat tantangan terutama dari golongan agama, dan yang menganut paham teori penciptaan (Universal Creation).

b. Mendapat pembelaan dari penganut Darwin antara lain , Yoseph Hooker dan Thomas Henry Huxley (1825-1895).

c. Mendapat kritik dan pengkayaan dari banyak ahli antara lain Morgan (1915), Fisher (1930), Dobzhansky (1937), Goldschmidt (1940) dan Mayr (1942).

Dengan berbagai perkembangan dalam perkembangan dalam ilmu biologi, khususnya genetika maka kemudian Teori Evolusi Darwin diperkaya. Seleksi alam tidak lagi menjadi satu-satunya agen penyebab terjadinya evolusi, melainkan ada tambahan faktor-faktor penyebab lain yaitu: mutasi, aliran gen, dan genetic drift. Oleh karenanya teori evolusi yang sekarang kita seirng disebut Neo-Darwinian atau Modern Systhesis.

Secara singkat, proses evolusi oleh seleksi alam (Neo Darwinian) terjadi karena adanya:

a. Perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnya.

b. Perubahan dan genotype yang terakumulasi seiring berjalannya waktu.

c. Produksi varian baru melalui pada materi genetic yang diturunkan (DNA/RNA).

d. Kompetisi antar individu karena keberadaan besaran individu melebihi sumber daya lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya.

e. Generasi berikut mewarisi “kombinasi gen yang sukses” dari individu fertile (dan beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi.

Implikasi Teori Evolusi Darwin

1. Asal Usul Spesies

Teori utama Darwin bahwa spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau dan bila diurut lebih lanjut semua spesies makhluk hidup diturunkan dari nenek moyang umum yang sama. Seperti yang juga diperkirakan oleh Darwin. Teorinya akan ditentang banyak pihak. Para penentang teori ini dikategorikan dalam tiga kelompok utama:

a. Kelompok yang berpendapat bahwa teori Darwin tersebut tidak cukup “ilmiah”.

b. Kelompok “Creationist” yang berpendapat bahwa masing-masing spesies diciptakan khusus oleh yang Maha Kuasa untuk tujuan tertentu.

c. Kelompok penganut filsafat “idealist” yang berpendapat bahwa spesies tidak berubah. Variasi yang ada merupakan tiruan tidak sempurna dari pola umum “archetypes”. Goethe mengabstaksikan satu archetype atau Urbild untuk semua tanaman (Urplanze) dan beberapa Bauplane untuk hewan.

Untuk para penentangnya dari dua kelompok pertama di atas Darwin cukup menandaskan bahwa keajaiban-keajaiban atau intervensi dari kekauatan supranatural dalam pembentukan spesies adalah tidak ilmiah. Dalam menanggapi kelompok Idealist (seperti Owen dan Lois Agassiz) Darwin mampu menangkis dengan baik. Pada Origin edisi pertama, Darwin (1959) di halaman 435, menyimpulkan bahwa penjelasan Owen pada masalah archetype adalah “interesting” dan “unity of type”nya merupakan “hukum” biologi yang penting. Kemudian setelah Owen lebih keras lagi menentang teorinya. Darwin pada edisi berikutnya menambahkan “…tetapi itu bukan penjelasan ilmiah”. Menurut Darwin penjelasan tentang “homologi” dan “unity of types” terkait dengan nenek moyang adalah ilmiah, sementara penjelasan terkait dengan archetype tidak ilmiah. Oleh karena Darwin memandang masalah ini sebagai proses, sementara konsep archetype adalam timeless. Secara umum Darwin adalam penganut paham Materialisme.

2. Seleksi Alam

Darwin mengemukakan bahwa seleksi alam merupakan agen utama penyebab terjadinya evolusi. Darwin (dan Wallace) menyimpulkan seleksi dari prinsip yang dikemukakan oleh Malthus bahwa setiap populasi cendrung bertambah jumlahnya seperti deret ukur, dan sebagai akibatnya cepat atau lambat akan terjadi perbenturan antar anggota dalam pemanfaatan sumber daya khususnya bila ketersediaannya terbatas. Hanya sebagian, seringkali merupakan bagian kecil, dari keturunannya bertahan hidup: sementara besar lainnya tereliminasi.

Dengan berkembangnya ilmu genetika, teori itu diperkaya sehingga muncul Neo Darwinian. Menurut Lemer (1958), definisi seleksi alam adalah segala proses yang menyebabkan pembedaan non random dalam reproduksi terhadap genotype; atau allele gen dan kompleks gen dari generasi ke generasi berikutnya.

Anggota populasi yang membawa genotype yang lebih adaptif (superior) berpeluang lebih besar untuk bertahan daripada keturunan yang inferior. Jumlah individu keturunan yang superior akan bertambah sementara jumlah individu inferior akan berkurang dari satu generasi ke generasi lainnya. Seleksi alampun juga masih bekerja, sekalipun jika semua keturunan dapat bertahan hidup dalam beberapa generasi. Contohnya adalah pada jenis fauna yang memiliki beberapa generasi dalam satu tahun. Jika makanan dan sumberdaya yang lain tidak terbatas selama suatu musim, populasi akan bertambah seperti deret ukur dengan tidak ada kematian di antara keturunannya. Hal itu tidak berarti seleksi tidak terjadi, karena anggota populasi dengan genotype yang berbeda memproduksi keturunan dalam jumlah yang berbeda atau berkembang mencapai matang seksual pada kecepatan yang berbeda. Musim yang lain kemungkinan mengurangi jumlah individu secara drastic tanpa pilih-pilih. Jadi pertumbuhan eksponensial dan seleksi kemungkinan akan dilanjutkan lagi pada tahun berikutnya. Pebedaan fekunditas, sesungguhnya juga merupakan agent penyeleksi yang kuat karena menentukan perbedaan jumlah individu yang dapat bertahan hidup atau dan jumlah individu yang akan mati, yang ditunjukkan dalam angka kematian (Dobzhansky, 1970).

Darwin telah menerim, namun dengan sedikit keraguan, slogan Herbert Spencer “survival of the fittest in the struggle for life” sebagai altenatif untuk menerangkan proses seleksi alam, namun saat ini slogan itu nampaknya dipandang tidak sepenuhnya tepat. Tidak hanya individu atau jenis yang terkuat tetapi mereka yang lumayan pas dengan lingkungan dapat bertahan hidup dan bereproduksi. Dalam kondisi seleksi yang lunak atau halus semua individu atau jenis pembawa genotype yang bermacam-macam dapat bertahan hidup ketika populasi berkurang. Individu yang fit (individu yang sesuai dengan lingkungan dapat bertoleransi dengan lingkungan) tidak harus mereka yang paling kuat, paling agresif atau paling bertenaga, melainkan mereka yang mampu bereproduksi menghasilkan keturunan dengan jumlah terbanyak yang viable dan fertile.

Seleksi alam tidak menyebabkan timbulnya material baru (bahan genetic yang baru yang di masa mendatang akan datang diseleksi lagi),melainkan justru menyebabkan hilangnya suatu varian genetic atau berkurang frekuensi gen tertentu. Seleksi alam bekerja efektif hanya bila populasi berisi dua atau lebih genotype, yang mana dari varian itu ada yang akan tetap bertahan atau ada yang tereliminasi pada kecepatan yang berbeda-beda. Pada seleksi buatan, breeder akan memilih varian genetic (individu dengan genotype) tertentu untuk dijadikan induk untuk generasi yang akan datang. permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetic penyebab keanekaragaman genetic pada varian-varian yang akan obyek seleksi oleh alam. Permasalahan itu terpecahkan setelah T.H Morgan dan kawan-kawan meneliti mutasi pada lalat buah Drosophilia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mutasi menyuplai bahan mentah genetic yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman genetic dimana nantinya seleksi alam bekerja (Dobzhansky, 1970).

Implikasi dari teori evolusi melalui ala mini sangat luas, tidak hanya mencakup bidang filsafat namun juga social-ekonomi dan budaya:

  • Penggantian cara pandang bahwa dunia tidak statis melainkan berevolusi.
  • Paham creationisme berkurang pengaruhn ya.
  • Penolakan terhadap teleology kosmis.
  • Penjelasan “desain” di dunia oleh proses materialistic seleksi alam, proses yang mencakup interaksi antara variasi yang tidak beraturan dan reproduksi yang sukses bersifat oportunistik yang sepenuhnya jauh dari dogma agama.
  • Penggatian pola pikir Essensialisme oleh pola pikir populasi.
  • Memberikan inspirasi yang disalahgunakan untuk tujuan yang tidak baik seperti gerakan Nazi di Jerman, Musolini di Italia, kebijakan “eugenic” di Singapura di masa Lee Kuan Yu dan berkembangnya ekonomi liberal yang dikemas dengan label Social-Darwinian.

Islam Dan Teori Darwin

Secara ilmiah teori evolusi Darwin utama belum dapat dikatakan runtuh, karena sebelum ditemukan bukti-bukti empiris yang bertentangan dengan kesimpulan teori tersebut, maka pernyataan dalam teori itu masih dianggap benar. Akan tetapi sampai saat ini banyak kalangan masih meragukan kebenaran teori itu terutama dari kalangan agama.

Saat ini Indonesia kebanjiran buku-buku Islam yang diproduksi Dr. Harun Yahya yang “menyerang” teori Darwin. Dari segi teologis ada kekuatiran bahwa teori Darwin akan mengusir Tuhan dari kehidupan, namun Haidar Bagir, pakar filsafat Islam, tidak sepenuhnya sependapat dengan Harun Yahya. Bagir (2003) menanggapinya dengan mengatakan “Sikap kita terhadap keyakinan Darwinian mengenai sifat kebetulan dan materialistic asal-usul kehidupan yang terkandung dalam teori itu sudah jelas. Kita menolaknya. Tidak demikian halnya dengan kesimpulan utama teori ini mengenai sifat-sifat evolusioner kehidupan. Karena betapapun demikian, tetap saja Tuhan bisa dipercayai sebagai Dzat di balik semua gerakan evolusi itu…”. Tentang prinsip survival of the littest, Bagir justru membenarkannya dan kita harus mengambil hikmahnya, karena hal itu sesuai dengan kenyataan sehari-hari dan didukung oleh tidak bertentangan dengan kandungan Alqur’an. Dingin dari dari dua sisi yaitu aspek teologis dan sisi etis.

Daftar Pustaka

  • Bagir, Haidar. 2003. Islam dan Teori Evolusi (Butir-butir tanggapan terhadap Harun Yahya). Harian Republika 14 Maret 2003. Jakarta.
  • Bowler, P. J. 1989. Evolution: The History of an Idea. University of California Press. Los Angeles.
  • Darwin, Charles. 1859. The Origin of Species by Means of Natural Selection or The Preversation of Favoured Race in The Struggle for Life. Penguin Books. London.
  • Dawkins, R. 1976. The Selfish Gene. Oxford University Press. Oxford.
  • Dobzhansky, T. 1970. Genetics of The Evolutionary Process. Columbia University Press. New York.
  • Dodson, E. O. and G. F. Howe. 1990. Creation or Evolution: Correspondence on The Current Controversy. University of Ottawa Press. Otttawa.
  • Eiseley, L. C. 1956. Charles Darwin: Reading from Scientific American; Scientific Genius and Creativity.
  • Ereshefsky, M. 1992. The Unit of Evolution: Essays on The Nature og Species. A Bradford Book The MIT Press. Cambridge.
  • Greene, J. C. 1977. Science, Ideology, and World View. University of California Press. Los Angeles.
  • Hull, D. L. 1988. Science as A Process: An Evolutionary Account of The Social and Conceptual Development of Science. The University of Chicago Press. Chicago.
  • Kaye, H. L. 1983. The Social Meaning of Modern Biology. Yale University Press. London.
  • Mayr, E. 1982. The Growth of Biological Thought: Diversity, Evolution, and Inheritance. The Belknap Press of Harvard University Press. Cambridge.
  • Pettman, R. 1981. Biopolitics and International Values: Investigating Liberal Norms. Pergamon Press. Oxford.
  • Sober, E. 1993. Phylosophy of Biology. Westview Press. San Fransisco.
  • Yahya, H. 1987. Keruntuhan Teori Evolusi. Penerbit Dzikra. Bandung.


Mohon klik iklan ini… makasi ya…

About these ads

126 thoughts on “TEORI EVOLUSI CHARLES DARWIN

    Oni Suryaman said:
    4 Desember 2007 pukul 12:29

    Saya senang tulisan seperti ini Anda posting di internet. Terlalu banyak tulisan yang “gak jelas” beredar yang hanya mengandalkan pendapat umum, bukan nalar dan bukti ilmiah yang kuat.

    Sekali lagi, teruskan.

      misnaning said:
      9 Januari 2011 pukul 19:40

      setuju..
      banyak banget yang cuma ngrangkum pendapat umum..

    minyinyaa gak kalah rocks! said:
    10 Januari 2008 pukul 17:06

    thx! berguna bgt bwt presentasi biologi kelompok gw! ^-^

    fadot said:
    21 Januari 2008 pukul 21:22

    makasi bgt yaaaa , pas bgt buat tugas sejarah gw (haduh ! padahal kan kalo kaya gini harusnya bio ya bukan sejarah ? emang dasar tu guru aneh)

      viey02 said:
      26 Januari 2011 pukul 16:42

      msuuk ugha agy m sjarah kan menerangkan asa-usul manusia ,, sdangkan d sjarah spies manusia banyak d ajarkan , cntoh homo sapiens , pithecanthropus mojokertensis .. itu kn ad d sejarah ,, teori darwin kan d hbungkan dngan pnemuand fosil manusia purba jenis pithecantrhopus erectus ,,

        xnsbax;' said:
        25 September 2013 pukul 21:27

        ioni

    Kudil & Kudal said:
    29 Januari 2008 pukul 17:11

    makaseeeeeeeeeeh banget !!!!!!!!!!
    bermanpaat pisan buat tugas sejarah kita ,,,,,,,,,
    moga-moga nilai sejarah kita jadi bagus ,,,,,,, hohohoho ,,,,,,
    doain masuk IPA & IPS yaaaaaaaaaaaa !!!!!!!!!!!!

    Allow! said:
    30 Januari 2008 pukul 22:04

    makasih udah nulis dengan detail! Amat sangat berguna buat ngerjain PR Sejarah

    reatri said:
    4 Februari 2008 pukul 07:50

    BAGUUS
    TANKS DAH BANTU KAMI BWAT BIKIN TUGAS BIOLOGY

    SteTsA X-4 said:
    20 Februari 2008 pukul 17:00

    ThankS daH ngeBanTu tugAs SejaraH kita yang Gak Jelas maW kemana.. IpA ataw IPS… HueHueHue..
    ThX :D

    sta & iren said:
    22 Februari 2008 pukul 18:31

    duh!!! thank’z berat chuuiiieee!!!so sejarah qta “KELAR ABBIIIEEEZZZ”………

    joyo said:
    26 Februari 2008 pukul 16:13

    :) sepakat

    eja said:
    7 Maret 2008 pukul 15:19

    ini dye yg gw cari ttg orang yg nentang darwin. ini jg bermanfaat bwt tugas biologi gw. oia, doain gw lulus UN & spmb thn ini yeh………….

    HohoMan said:
    29 April 2008 pukul 20:12

    Tq…tq…tq… wah akhirnya kelar deh tugas sejarah

    adilla said:
    8 Mei 2008 pukul 19:54

    makasih!!!

    membantu tugas bahasa Indonesia gw..

    disini kayaknya paling lengkap soalnya..

    ima said:
    13 Juni 2008 pukul 12:55

    I google lovers!!!
    akhirnya tugas bhs.inggris yang menyusahkan terselesaikan juga,hahahaha

    ibnusomowiyono said:
    3 Juli 2008 pukul 05:13

    Sebuah teori akan runtuh dengan sendirinya jika tak dibutuhkan lagi, jadi apa gunanya kita berusaha “meruntuhkan” sebuah teori, lain halnya mengkritisi……………… justru sangat bermanfaat agar teori itu tidak “hilang” tersia-siakan”. Tulisan anda saya anggap dapat “menyeimbangkan” pandangan yang saat ini berkembang untuk mendiskriditkan teori Darwin akibat “disalah gunakan” oleh kelompok manusia yang merasa dirinya superior yang menganggap sebagian manusia turunan kera yang dapat diperlakukan sebagai binatang, misalnya Nazi cs, dan menganggap dirinya entah dari mana asalnya. Sekedar catatan: Teori evolusi Darwin bukan dikhususkan untuk sekedar asal usul manusia, melainkan untuk makluk hidup yang berquanta (berwadah) dan bertifact (berisi). Baca teori minimalis yang memperluas teori evolusi, bukan sekedar makluk hidup melainkan evolusi Alam Semesta). Akses http://www.google.co.id, cari teori minimalis.

      Cendikia said:
      14 Januari 2012 pukul 18:58

      Teory tanpa bukti dan model yang kuat akan akan musnah dengan sendirinya tanpa perlu diusahakan jika kita tahu bahwa itu hanya sebuah teory tanpa bukti dan model.

        alvin said:
        3 Juni 2012 pukul 13:33

        setuju bos, teori tanpa bukti yang cukup hanya akan membuat kita sesat.

    troublewinner said:
    8 Agustus 2008 pukul 20:23

    bgus bgt isinya.

    thankz to the writer.

    arek sedayu said:
    17 Agustus 2008 pukul 09:48

    trims buangetttttttttt!!!!!
    aku bisa ngerjain tugas agama. do`ain dapet nilai buagus yooooooooo
    hwakakakakakak ^_^

    [...] TEORI EVOLUSI CHARLES DARWIN Diarsipkan di bawah: Filsafat — greata @ 10:07 am [...]

    echa said:
    18 November 2008 pukul 12:44

    makasih ya pak..
    makalah bapak membantu kelompok saya dalam menyelesaikan tugas kami…
    kapan-kapan perkembangan ipa dibahasa ya pak!!!!

    ditunggu lho.
    Tuhan tidak akan keliru dalam melimpahkan pahala lho pak…
    ,makasih

    ibnusomowiyono said:
    22 November 2008 pukul 20:23

    Menurut TM ada dua fenomena:
    1. Fenomena Jagad Gede dimana Tuhan YME menciptakan something from nothing tanpa melalui jalur Sub Alam Semu hingga tak terdeksi oleh kemampuan manusia, sebab segalanya terjadi atas kehendak Nya. Dalam Fenomena Jagad Gede tak dapat ditelusiri sebab akibat, sehingga teori evolusi Darwin tak ada manfaatnya.
    2. Fenomena Jagad Cilik, Tuhan YME merencanakan penciptaan Universe secara cermat, sehingga hanya dengan sentuhan awal/triger Dia sanggup merubah nothing menjadi energi semu, kemudian energi semu diberi kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai dengan hukum Ekologi yang telah diciptakan sebelumnya.Ada dua jenis energi semu briht body dan dark body yang secara evolusi bergabung menjadi trans body. Saat mendekati keseimbangan prima dimana E mendekati 0, terjadilan symetrical transi wave dan pra clear energy. Tuhan YME menciptakan bayangan super simitri sehingga saat pra clear energy mencapai keseimbangan prima yang terjadi bukan partikel 0qq yang bermasa melainkan unsur premordial 000 yang belum bermassa. Karena energi semu melakukan evolusi maka berlangsunmg dalam waktu panjang. Sedikit demi sedidik 000 tertimbun di Su Alam Semu, hingga setelah dirasa cukup maka Tuhan YME memberikan sentuhan awal dengan menghilangkan bayangan super simitri dari satu titik singular 000
    hingga berubah menjadi 0qq. Terjadilah reaksi berantai yang mengubah seluruh 000 menjadi 0qq yang telah bermasa hingga membutuhkan ruangan semu, maka berlakulah hukum Fisika. Gesekan dan benturan 0qq menjadikan Fenomena Bigbang yang merupakan kelahiran Sub Alam Fisika. Dalam Universe terdapat Unsur Semu diantaranya trans energy #0#0#0 valid dan 0qq membentuk bio body (0qq#0#0#0). Tuhan memberikan kesempatan bio body berkembang sesuai dengan hukum Ekologi melalui proses evolusi, sehingga terjadilah sel. Sel ini berevolusi menjadi bio body yang lebih kompleks dan lebih sempurna. Terjadilah botanical body, zoological body dan human body. Atas izin Nya bio body bergabung dengan soul (#0#0#0 invalid) membentuk live bio body, terjadilah 0qq#0#0#0val#0#0#0inv yang hanya sanggup hidup di biosfera. Teori Darwin merintis explorasi Sub Alam Biologi. Ingin lebih jelas baca http://www.ibnusomowiyono.multiply.com cari tjtm 5.

    ibnusomowiyono said:
    23 November 2008 pukul 03:26

    Teori-teori buatan manusia (Misalnya Deori Darwin, Teori Bigbang, Teori Dawai, Teori Telor, Filosofi, Teori Minimalis dll tak mungkin mengungkapkan rahasia Cipttaan Tuhan YME lewat fenomena Jagad Gede, namun “masih” mungkin dimanfaatkan mengungkap rahasia Universe lewat Fenomena Jagad Cilik. Teori janganlah bersikap dogmatis hingga tak boleh berubah dan koreksi, teori mengalami evolusi bahkan mungkin mengalami revolusi,teori yang tak disesuaikan atau tak mau menyesuaikan diri dengan kebutuhan akan ditinggalkan dan mati digilas dengan teori lain yang cocok dengan kebutuhan.

    rezza said:
    7 Januari 2009 pukul 18:48

    hanya tuhan yang tahu,,

    ryanavriari said:
    8 Januari 2009 pukul 13:18

    thankz bgt brow,
    materi ini dpt membantu gw nylesein tgs biologi
    huh . . .
    ploooooong bgt deh rasany,
    ow za buat pembaca do’ain gw supaya lulus UN & UMPTN za,
    OK brow ??
    tha . .
    sampe jumpa !!!

    hendrik_ said:
    8 Januari 2009 pukul 13:22

    thankz bgt brow,
    materi ini dpt membantu gw nylesein tgs biologi
    huh . . .
    ploooooong bgt deh rasany,
    ow za buat pembaca do’ain gw supaya lulus UN & UMPTN za,
    OK brow ??
    tha . .
    sampe jumpa !!!

    KK said:
    9 Januari 2009 pukul 04:41

    Kalimat kedua dari terakhir seharusnya “survival of the fittest”, salah cetak.

    RedFox said:
    27 Januari 2009 pukul 19:30

    ano.. sankyuu yupz! =]
    life is mystery that only god knows..

    denny kamal taufiqi said:
    28 Januari 2009 pukul 19:14

    makasih, ya meski sedikit kurang lengkap tapi sudah membantu kok.
    kalau bisa ditambah tenteng sejarah perjalanan darwin ke pulau galapagos!!
    makasih ya!!

    Caesa said:
    21 Februari 2009 pukul 15:58

    Yey… Finally I could increase “SCIENTIFIC” knowledge with the existence of the “THEORY” of the “EVOLUTION” that in for by Charles Darwin…. I wanted to read all the Creation books of Charles Darwin Charles Darwin’s creation book was still continuing to be or not??? NB:You know the existence of Charles Darwin’s creation books? Let know I yes?!?!?!?!?!

    ibnusomowiyono said:
    26 Februari 2009 pukul 09:32

    Darwin telah tiada, namun teorinya sampai saat ini masih terus berevolusi dan akan disesuaikan dengan kebutuhan agar tetap bermanfaat. Setelah diketahui adanya mutasi teori evolusi justru semakin diperluas. Teori Minimalis bahkan menjelaskan bahwa evolusi tak hanya dialami oleh biobody, melainkan dialami ol eh setiap ciptaan Tuhan YME. Teori evolusi modern tak menyangkal keberadaan dan kebesaran Nya, justru membuktikan bahwa Dia bukan sekedar pencipta melainkan juga perencana agung.

    cyclone said:
    27 Februari 2009 pukul 21:01

    maksh ya
    dh ngbantuin bwat presentsi bsk
    okay
    okay
    aty2 dijaln ya darwin
    awas terkna seleksi alam

    YULINDA KURNIASIH said:
    1 Mei 2009 pukul 10:36

    WAJIB DI WOCO.SEBUAH BACAAN YANG MEMILIKI INTELEKTUALITAS YANG TINGGI

    ibnusomowiyono said:
    17 Juli 2009 pukul 03:58

    Bukan hanya sekedar dibaca melainkan juga dikritisi. Teori Darwin akan diikuti oleh Revokluasi Rekayasa Genetika sebagaimana Teori Fisika diikuti oleh Revolusi Thenologi.
    Dalam TM terdapat informasi tentang kemampuan paralogika manusia yang sanggup menjelaskan fenomena Sub Alam Transien yang merupakan titik temu antara Sub Alam Gaib yang irrational, Sub Alam Metafisika/Sub Alam Fikir yang sepenuhnya rational, Sub Alam Fisika yang nyata dengan dimensi waktu, massa dan ruang nyata. Diantara fenomena transien adalah: cahaya/gelombang electro magnetik/ symetrical transiwave, informatika, medan magnit,medan listrik, asymetrical transwave yang kecepatannya melebihi cahaya dan segala sesuatu yang tidak/belum bermassa.
    Ingin tahu paraloguika: akses http://www.ibnusomowiyono.multiply.com. buka blog tjtm11 perihal paralogika.

    ibnusomowiyono said:
    7 Agustus 2009 pukul 11:58

    kemampuan paralogika justru dapat menerima yang tak logis dan membedakan dengan yang logis.
    Mereka yang rendah kemanpuan paralogikanya dapat mengalami gangguan kejiwaan sebaliknya yang memiliki kemampuan paralogika tinggi dapat membedakan antara yang logis dan tak logis dan memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.
    Paralogika dapat disalah gunakan sebagai halnya kemampuan apa saja, ibaratnya pisau yang sangat tajam dapat untuk membantu sebuah operasi untuk menyelamatkan pasien atau membunuh serta memutilasi.
    Dalam hukum bahkan paralogika dapat dimanfaatkan untuk memutar balikkan logika, tetapi bagi mereka yang memiliki kemampuan paralogika tinggi akan tetap dapat membedakan yang logis dan tak logis walau dijungkir balikkan. Paralogika adalah kemampuan kerjasama antara bathin dan fikir.
    Saat ini banyak yang menganggap paralogika sebagai logika yang salah/keliru atau sesat. Ini menyebabkan Saint dan religi seakan saling bertentangan, padahal seharusnya saling mengimbangi dan mengisi. Yang tak logis belum tentu salah tergantung dari sudut mana memandangnya dan kebutuhannya. Keyakinan tak perlu difikir, dipertimbangkan logis atau tidak, melainkan cukup diamalkan untuk suatu kebaikan. Banyak orang memanfaat fikiran untuk perbuatan yang merugikan lingkungan, melakukan penipuan,…….. ini jelas salah, bukan logikanya yang salah melainkan yang menggunakannya.

    ibnusomowiyono said:
    22 Agustus 2009 pukul 00:38

    Teori Paralogika atau Teori Som Wyn dengan gamblang menjelaskan apa itu live biobody. TP juga menegakan bahwa logika adalah hubungan antara sebab dan akibat, antara argumen dan kesimpulan, merupakan sebuah spektrum, dari yang sangat logis hingga yang sama sekali tak logis. Inipun masih dalam katagori fenomena valid.

    TP, juga membedakan wilayah logika menjadi:a. logika semu yang terdiri dari logika keyakinan yang irrational, karena tak dapat dikaitkan dengan akal, hingga sangat subjektif, berangsur ke logika fikiran yang sangat rational hingga dapat diterima oleh akal walau sering tak mudah/bahkan sangat sulit untuk diekperimenkan bahkan sering bertentangan dengan kenyataan. b. logika nyata merupakan keseimbangan timpang sehingga keseimbangan prima antara logika keyakinan dan logika fikiran, mulai dari logika semu yang sering sulit diekperimentan/dibuktikan secara nyata, berangsur kearah logika nyata yang harus sesuai dengan kenyataan.
    Logika nyata memiliki komponen: a. komponen persamaan dan perbedaan. b. Komponen qualitas persamaan dan qualitas perbedaan, c. komponen quantitas persamaan dan quantitas perbedaan. d. Probabilitas dan aneka kemungkinan e.. kondisi/situasi lingkungan dll., sehingga sangat kompleks.
    Teori Evolusi Darwin berdasar logika nyata sehingga sangat kompleks, tak semudah logika semu (keyakinan maupun logika fikiran).
    Contoh: Logika keyakinan: saya dilahirkan oleh ibu saya yang merupakan manusia perempuan, ibu dilahirkan oleh nenek yang juga manusia perempuan, nenek dilahirkan oleh nenek buyut yang juga manusia perempuan………kesimpulan setiap manusia dilahirkan oleh manusia perempuan, bukan dilahirkan oleh kera.Jadi manusia bukanlah keturunan kera. Logika Fikiran: Siapakah yang melahirkan perempuan pertama? Logika keyakinan: manusia diciptakan oleh Tuhan YME. Logika fikiran: Siapa yang menciptakan Tuhan YME? Logika Keyakinan: Kamu atheis!
    Logika Fikiran: A=B, B=C jadi A=C, Logika kenyataan: A belum tentu sama dengan C, bukti A= bulat (misalnya Bola), B=bulat (misalnya kelereng)t, tetapi kelereng tak sama (berbeda ukuran dan materi pembentuknya) dengan kelereng, jadi bola berbeda dengan kelereng walau sama-sama bulat.

    TP berusaha ikut memberikan informasi betapa sulitnya “mendeteksi” spektrum logika nyata, sebab untuk “mendeteksi” spektrum logika semu yang jauh lebih sederhana dari logika nyata saja sudah teramat sulit. TP menginformasikan bahwa manusia memiliki kemampuan paralogika yang sangat bermanfaat untuk menganalisa spektrum logika semu atas dasar kondisi conscious (sadar) dan unconscious(bawah/tidak sadar). Mereka yang memiliki kemampuan paralogika positif sanggup membedakan antara logika nyata (misalnya dalam keadaan sadar dan menggunakan otaknya untuk berfikir) dan logika semu (ketika orang sedang tidur dan bermimpi), sedangkan yang memiliki kemampuan paralogika kurang (negatip) cenderung mencampur adukkan logika nyata dan logika semu. Yang memilikli logika super baru sanggup membedakan gardiensi logika semu. Untuk menganalisa spektrum logika nyata dibutuhkan ilmu pengetahuan sangat luas bukan sekedar membedakan antara mimpi (yang sermu) dan saat berfikir (nyata). Saat ini manusia dalam keadaan sadar lebih banyak mengolah masukan dari pancaindra dari pada fenomena semu lewat akal dan bathin.

    Kesimpulan: Untuk memahami dan memanfaatkan Teori Evolusi Modern dibutuhkan kerjasama antara berbagai disiplin ilmu pengetahuan nyata, sehingga sangat naif untuk hanya menggunakan logika semu, baik sekedar logika fikir maupun sekedar logika keyakinan.. Kenyataan jauh lebih komplek dari keyakinan maupun fikiran.

    ibnusomowiyono said:
    22 Agustus 2009 pukul 06:38

    Agar tak “tersinggung” kita harus menggunakan logika nyata, bukan logika semu dalam mensikapi Teori Darwin.
    Pengikut Hittler sangat menyakini dirinya uber alles sehingga menganggap ras lainnya tak lebih dari turunan kera, hingga dapat diperlakukan semau-maunya, tetapi mereka tak dapat membuktikan karena biobodynya sama dengan manusia lainnya, jadi mereka menggunakan logika keyakinan.
    Apakah kita yang bukan rasnya Hittler tersingung hingga mengeroyok manusia super ini? Kami lebih beruntung menggunakan logika fikir, sehingga “bersatu” memerangi nazi karena sudah jelas faham ini membawa petaka dengan felosofinya kill, kill and kill, tak mau memilih sithik eding. Kami bukan marah karena dianggap sebagai turunan kera, melainkan terpaksa menggunakan pilihan kill or to be killed sebagai konsekwensi anugrah Nya: consciousnes, siapapun akan membela diri untuk mempertahankan hidup yang sangat berharga.
    Dalam logika nyata seorang akan berbangga dilahirkan sebagai keturuan rakyat yang bodoh kemudian berhasil menjadi seorang cendekiawan, dari pada turunan professor menjadi berotak keledai.. Mungkin saya sangat berlebihan mengibaratkan orang bodoh sebagai keledai, tetapi jika kita membatasi pada kemampuan berfikirnya dan mengeleminir perbedaan fisiknya dan lain-lain…….. persamaan itu tak berlebihan menurut logika fikir. , Manusia dianugerahi fikiran cerdas melebihi makluk lainnya, sehingga tanpa kemampuan berfikir justru fisik manusia sangat lermah, lebih lemah dari keledai. Ini bukan menisbikan kenyataan bahwa masing-masing ciptaan Nya dianugerahi kelebihan dan kekurangan.

    ibnusomowiyono said:
    23 Agustus 2009 pukul 03:06

    Teori Darwin menggunakan logika nyata karena objeknya adalah biobody bukan spirit jadi sangat berbeda dengan logika keyakinan atau sekedar logika fikir. Karena menggunakan logika nyata maka dibutuhkan bukti nyata, itulah sebabnya Darwin menggunakan fosil sebagai salah satu bukti, namun itu tak cukup oleh karena itu teori ini mengklasifikasikan evolusi dalam: kecepatan evolusi, besarnya evolusi, spektrumnya/ gradasi evolusi . Teori ini berkembang terus dengan disesuaikan menurut kebutuhannya, misalnya kesempatan/probabilitas evolusi, motivasi evolusi hingga ke penyimpangan evolusi diantaranya mutasi.
    Adalah terlalu naif untuk menganggap mutasi selalu merugikan, tergantung dari bagaimana memanfaatkannya. Orang menganggap penyakit selalu merugikan, padahal tanpa adanya penyakit akan terjadi ketidak seimbangan ekologi. Tuhan YME tak pernah “menciptakan” yang tak ada manfaatnya, untuk memenuhi hukum Nya, yaitu hukum Ekologi Universe.
    Teori Darwin sangat sesuai dengan hukum Ekologi Biologi, hukum keseimbangan/keserasian antara Universe sebagai “rumah” dan biobody sebagai salah satu “penghuni”/isinya.
    Teori Darwin “membatasi” diri dalam biosfera, TM membatasi diri sebagi “jendela” untuk “mengamati” universe. Teory Som Wyn menginformasikan live biobody sebagai interaksi antara biobody dan spirit hingga harus dibedakan antara proses biologi yang mekanistik dan proses spiritual yang vitalistik, tidak mencampur adukkan dan tak menisbikan adanya interaksi vitalistik.
    Agama merupakan satu-satunya yang sanggup membimbing pencapaian kebahagiaan abadi . Metafisika,Fisika dan tehnologi mengekplorasi dan mengekploitasi materi untuk kenikmatan hidup sementara.

    Dalam mensikapi suatu fenomena kita harus menggunakan teori dan logika yang sesuai dengan kebutuhannya. Mensikapi biobody dan biosfera menggunakan teori evolusi berdasar logika nyata, mensikapi live biobody menggunakan teori paralogika dengan kemampuan paralogika positif. Mencapai kebahagiaan abadi menuruti petunjuk agama dengan logika keyakinan. Menciptakan kenikmatan hidup sementara memanfaatkan teori fisika dengan tehnologinya menggunakan logika fikir. Ini bukan berarti satu dengan yang lain tak ada kaitannya, sebab universe ini merupakan sebuah system tertutup hingga satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi.

    ana said:
    2 September 2009 pukul 17:23

    bagus banget…..

    aku boleh tanya ngak??
    klo teori revolusi Darwin… tapi lebih spesipik nya.. tentang tanaman… apa yach???

    Saya said:
    2 Oktober 2009 pukul 22:46

    ARIGATOU GOZAIMASU. IT REALLY HELPS

    ibnusomowiyono said:
    4 Oktober 2009 pukul 13:13

    Teory Som Wyn adalah bagian dari Teori Minimalis, sehingga sekedar informasi hingga tak memerlukan bukti sedangkan Teori Darwin adalah teori ilmiah hingga dibutuhkan bukti.
    Walaupuin teori Darwin mempelajari makluk hidup berwadag atau living organism atau live bio body namun bersifat monolistik hingga tak mempersoalkan adanya nyawa. Oleh karena itu teori Darwin lebih sesuai dikatakan sebagai teori biologi karena lebih menekankan pada segi fisik/bio body dari sesuatu yang menyebabkan kehidupan. Teori ini meliputi micro biologi, botani, dan zoologi. Teori Darwin sebenarnya tak menyebutkan bahwa manusia itu turunan kera, melainkan evolusi dari makluk yang “mirip kera”. Itupun masih terdapat rantai putus (missing link).
    Teori Som Wyn lebih “memfokuskan” diri manusia,walau dapat juga menjelaskan tumbuh-tumbuhan atau binatang.
    Manusia adalah manusia tak mempersoalan turunan kera maupun nabi Adam dan Hawa. Bio body manusia jelas berbeda dengan tumbuh-tumbuhan atau binatang karena lebih rumit, terutama pada kemampuan otak dan berfikirnya sehingga spirit yang “memanfaatkan” juga berbeda dari spirit binatang. Teori Som Wyn menggunakan komputer sebagai model manusia hingga lebih mudah dimengerti. Bukti menunjukkan bahwa kecerdasan manusia berkembang dengan pesat yang tak mungkin dilakukan oleh binatang maupun tumbuh-tumbuhan, sebab manusia diberikan kesempatan oleh Tuhan YME untuk melakukan hidup berkesinambungan. Secara jenis manusia menguasai “ilmu informasi” yang sanggup menghubungan waktu dan ruang. Umur manusia yang pendek tak menyebabkan missing link (terputusnya) peradaban sebab generasi yang terdahulu mewariskan budaya,ilmu pengetahuan, keyakinan dll lewat berbagai media informasi. Itu telah terbukti: informasi sanggup menjadi penghubung antar generasi dan berbagai tempat dibumi.
    Kesinambungan secara individu dinyatakan dengan sifat spirit yang laten hingga sanggup melakukan reincarnasi sehingga manusia semakin lama semakin cerdas dan dapat memanfaatkan warisan informasi dari generasi sebelumnya secara efektip karena telah memiliki pengalaman hidup sebelumnya. Ini dimisalkan sebagai user yang sanggup merganti komputer generasi baru yang memiliki kemampuan yang lebih canggih dari sebelumnya. Tanpa pengalaman akan membutuhkan waktu lebih lama dalam memanfaatkan informasi warisan generasi sebelumnya.
    Mungkin saat ini teori Som Wyn dianggap omong kosong,bahkan dianggap sesat, namun jika tehnologi informasi telah sanggup mendeteksi adanya spirit, maka kesinambungan berdasar spirit akan segera diikuti oleh revolusi spiritual ilmiah hingga manusia terhindar dari atheisme.

    ibnusomowiyono said:
    5 Oktober 2009 pukul 01:42

    Jika kita ingin menembak sesuatu kita harus mengetahui targetnya hingga dapat memilih senjata yang tepat agar: bidikan kita efisien, probabilitas mengenai sasarannya tinggi dan sasarannya dapat kita manfaatkan sesuai dengan kebutuhan kita (tak hancur berkeping-keping hingga tak bermanfaat)
    Jika kita akan menuju kesuatu tempat, kita harus tahu arah dan jalan menuju tempat itu, kita pelajari kendaraan apa yang paling cocok untuk mencapai tempat itu. Jika tersedia banyak pilihan maka kita pilih yang paling kita yakini sanggup membawa kita ketujuan itu. Jika tak tersedia kenadraan bukan berarti kita tak dapat mencapai tempat itu, dengan berjalan atau berenangpun kita dapat mencapai tujuan itu karena kita dianugerahi “kompas”, yaitu keyakinan dan fikiran. Betapapun kecilnya kemungkinan,selama kita masih diberi kesempatan untuk maju setapak mendekati tujuan seharusnya kita coba dari pada duduk-duduk menunggu kematian.
    Kita seharusnya bersukur hidup pada zaman yang telah semakin banyak memberikan pilihan untuk menggapai tujuan/cita-cita/idealisme:
    Agama akan membimbing kita menuju kebahagiaan abadi. Ilmu pengetahuan memberikan kenikmatan hidup walau hanya sementara. Teori Som Wyn menginformasikan adanya kesempatan yang diberikan oleh Tuhan YME untuk hidup berkesinambungan.
    Jangan bingung menentukan pilihan: jika kita mau jujur: semua akan memilih mendapatkan kebahagiaan abadi, namun juga dapat menikmati kenikmatan hidup sementara. Hidup berkesinambngan memungkinkan menikmati kenikmatan hidup sementara namun tetap berusaha mencapai kebahagiaan abadi.

    ibnusomowiyono said:
    5 Oktober 2009 pukul 03:03

    Teori Darwin mempelajari evolusi biologi, sehingga tak mempermasalahkan spiritual, namun seharusnya dapat membedakan antara benda (clear body) dan fosil (yang menurut Teori Som Wyn merupakan interaksi mekanistik antara clear body dan trans body.) Fosil itu berbeda dari batu! Ini tak mengherankan karena teori Darwin termasuk saint yang monolistik.
    Lain halnya teori Som Wyn yang termasuk dalam teori Minimalis yang dualistik, membedakan antara yang semu dan yang nyata. Teori Som Wyn lebih menekankan pada evolusi spiritual, walaupun juga menjelaskan apa itu bio body.
    Teori Darwin harus didekati dengan logika nyata, karena mempelajari sesuatu yang nyata sedangkan Teori Som Wyn harus didekati dengan logika bawah wadar atau para logika, karena disamping yang nyata ada yang semu, disamping yang rational ada yang irrational.
    Darwin menyatakan bahwa semua bio body berasal dari “asal yang sama” hingga ada yang menafsirkan nenek moyang manusia adalah kera. Inilah yang ditentang oleh agama.
    Som Wyn menyatakan bahwa spirit merupakan interaksi vitalistik antara trans body dengan soul (nyawa) sehingga sanggup melakukan reincarnasi. Ini pasti akan ditentang oleh agama, terutama yang tak mengakui adanya reincarnasi.
    Jika missing link ditemukan, maka kebenaran teori evolusiDarwin tak akan dapat disangkal lagi. Jika spirit dapat terdeteksi oleh tehnologi informatuika, maka teori evolusi spiritual juga tak akan terbantah lagi.
    Teori Minimalis menyatakan : perbedaan harus disukuri dan dinikmati sepanjang tak menimbulkan sengketa. Agar tak terjadi sengketa seharusnya kita memilih sithik eding, tak mencari benar atau menangnya sendiri. Jika ada yang ingin memaksakan kehendaknya, maka pastilah terjadi genti genten, suatu saat berkuasa suatu saat terpinggirkan atau suatu saat sebagai pemberi suatu saat jadu penerima. Jika keduanya ingin benar sendiri, maka yang berlaku adalah tiji ti beh, kill or to be killed. Sangat mengerikan!

    kopler said:
    8 Oktober 2009 pukul 10:05

    bagus

    Zain said:
    29 Oktober 2009 pukul 17:09

    Barangsiapa yang meyakini teori evolusi maka dia akan menghadapi seribu pertanyaan dan dia akan gelisah karena harus menjawab setiap pertanyaan yang akan terus bermunculan. Dan barangsiapa yang meyakini teori penciptaan maka hatinya akan lapang dan tenang karena tidak akan ada pertanyaan yang akan muncul. Tolong dikoreksi jika pernyataan saya salah.

      Cendikia said:
      14 Januari 2012 pukul 19:10

      teory evolusi bila didasarkan pada seleksi alam, setiap periode kehidupan bisa terjadi karena keadaan lingkungan bisa mempengaruhi organisme, spesies, dan individu, mereka berevolusi menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk bertahan hidup atau bisa dibilang evolusi setara dengan mutasi. Evolusi bila berdasar pada mutasi bisa dipercaya tetapi bila berdasar pada perubahan wujud dari monyet menjadi manusia itu adalah masalah besar. Teory tidak bisa dimusnahkan tetapi dapat dikembangkan

    igung said:
    5 November 2009 pukul 12:53

    Dan barang siapa percaya buta dengan teori penciptaan maka logikanya tidak akan pernah berkembang seumur hidup (kecuali dia mau belajar dan menggunakan logikanya).

    ibnusomowiyono said:
    14 Desember 2009 pukul 21:52

    Apa yang kita cari dalam hidup ini? Kenikmatan duniawi yang sangat pendek dengan ilmu pengetahuan yang rasional hingga kita harus selalu berfikir? Kebahagiaan abadi sesuai dengan petunjuk agama, yang irrational sehingga kita tinggal percaya tanpa difikir atau memanfaatkan hidup berkesinambungan dengan memanfaatkan warisan generasi sebelumnya lewat informatika yang merupakan penghubung antar ruang dan antar waktu hingga kita menyakini sesuatu informasi yang kita terima setelah difikir terlebih dulu kebenaran dan manfaatnya. Yang bermanfaat kita pakai, yang tak bermanfaat kita buang.

      lily said:
      18 Februari 2011 pukul 16:56

      untuk menilai sesuatu itu bermanfaat atau tidak, tidak sesederhana seperti memisahkan gabah dari beras. Tentu perlu ilmu.
      Untuk memperoleh ilmu itu perlu waktu untuk belajar dan menyerap pengetahuan yang sudah terbukti sahih, memperbandingkan dst dst.

    irsan binaiya said:
    2 Januari 2010 pukul 06:34

    kalau saja teori evolusi sudah mendapatkan solusinya atau jembatan yang sudah lama terputus maka apa yang terjadi dengan ilmu yang sebelumnya misalnya tentang pembelahan miosis pada gen

    irsan binaiya said:
    2 Januari 2010 pukul 06:39

    hai teman-teman yang para pencari ilmu kebenaran dunia menulis berarti mengembalikan sejarah dunia membaca berarti mengabadikan penemuh kita yang terdahulu oleh karena itu marilah kita tarapkan ilmu kita ini dengan baik agar berguna bagi bangsa dan negara kita yang tercinta ini Evolusi menurut saya perubahan dalam organ tubuh misalnya pembelahan miosis yang kita kenal adalah IPMAT

    irsan binaiya said:
    2 Januari 2010 pukul 07:11

    terima kasih atas semuanya tanpa kalian kita tidak tahu apa apa belajarlah teman-temanku lebih baik mandi keringat disaat anda belajar daripada mandi keringat di saat anda bermain cacatan saya itu ………………. ? Bumi DARUSSALAM 2 januari 2010 irsan. Binaiya jurusan biologi smester tuju

    khery said:
    5 Januari 2010 pukul 20:03

    izin copas yah, mas,,,,
    buat laporan…
    thx before…

    silvia said:
    5 Januari 2010 pukul 20:09

    thx 4 the writt3r…………

    bantu bgt buat tgs bio…………
    ad ttg teori evolusi ny Lamarck n A.Weismann gk ?

    dyah said:
    7 Januari 2010 pukul 19:31

    thanks…tugasku dah selesai nee….

    hunea said:
    27 Januari 2010 pukul 20:25

    addu teorii meni memusingkan pisann c,aq kan jdi pusing . banyak amett sikhh teori nya

    Imam Sibaweh said:
    29 Januari 2010 pukul 15:05

    manusia itu emang dari kera, terbukti dari bahasa kita, kalau emang manusia berasal dari manusia, berarti dari dulu sampai sekarang bahasanya cuman satu bahasa yaitu bahasa arab, karena dibilang bahwa manusia pertama adalah adam berasal dari israel atau arab, tetapi kenyataannya bahasa kita berbeda beda terutama yang terpisah dengan benua atau samudra, ini menunjukkan bahwa manusia berasal dari evolusi kera, lihat aja sekarang bahasa itu lama lama hilang menjadi satu bahasa, seperti bhs jawa hampir musnah karena orang jawa disatukan dengan bahasa Indonesia dan nanti bahasa sedunia kita akan bahasa inggris, sedang bahasa negara asli mereka akan hilang, buktikan aja, jadi emangkan kita dari kera

      tsurayya zainah said:
      26 Agustus 2010 pukul 13:52

      ga gitu juga tau…. coba kalau kita dari kera manamungkin kita punya akal yang jernih…. dan pastinya kita hidup di dalam keakalan yang tidak bagus dong….. secara hewan kan ga mempunyai akal…

    adhie khoerniea ahjie said:
    12 Februari 2010 pukul 13:40

    slese dweh tugas gw. . . thx yups

    subagia said:
    26 Februari 2010 pukul 11:50

    manusia berasal dari kera? ah gak bener kalau ditinjau dari perspekstif agama. tapi secara sains telah dibuktikan dari teori evolusinya darwin. sampai sekarang mungkin adik-adik kita yang duduk di bangku sekolah SD masih diajarkan bahkan sampai kita di tingkatan skolah yang lebih tinggi pun masih dikenalkan dengan ajaran evolusi menurut darwin yang menyatakan manusia itu berasal dari kera. ini menjadi tugas kita bersama memang, untuk memecahkan secara bersama misteri evolusi manusia itu sendiri. karena secara agama kebenarannya tidak bisa dibantah lagi, kapan kita bantah apa yang disuratkan dalam agama sudah pasti kita tidak lagi mempercayai dan meyakini kebenaran Tuhan itu. sementara bukti-bukti yang ditemukan oleh Darwin cukup jelas dan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan olehnya. dan buktinya sudah berabad-abad teori ini menjadi konsumsi masyarakat dunia.

    gita said:
    26 Februari 2010 pukul 13:00

    terima kasih banyak pak, tugas klipin sejarah saya selesai deh

    AL pintar said:
    15 Maret 2010 pukul 11:02

    TUhan itu fleksibel
    Tuhan mengakomodasi semua pendapat dan gagasan manusia
    Tuhan mencipta dan mengendalikan mulai dari awal
    Tuhan tidak bisa dibatasi oleh ide atau pikiran makhluk
    Tuhan bisa dibatasi oleh ide dan pikiran makhluk hanya karena ide dan pikiran makhluk itu yang terbatas.
    Tuhan mencipta tapi apa kemudian membiarkan begitu saja tanpa terkendali.
    Tuhan selalu mengendalikan dan mencipta lagi, contohnya semakin banyak temuan dan teknologi baru, spesies baru.
    Tuhan mengatur melalui agama dan ilmu pengetahuan, peperangan, wabah penyakit ,kematian, kelahiran, penemuan, perdebatan, krisis ekonomi, bencana alam adalah bukti bahwa Tuhan mengatur dan mengendalikan.
    Kesalahan yang dibuat manusia adalah juga dalam skenerio yang dikendalikan oleh Tuhan sehingga manusia harus menanggung akibat dari kesalahan itu y

      AL pintar said:
      15 Maret 2010 pukul 11:14

      Lanjutann…..
      Kesalahan yang dibuat manusia adalah juga dalam skenerio yang dikendalikan oleh Tuhan sehingga manusia harus menanggung akibat dari kesalahan itu yang juga telah ditetapkan oleh Tuhan. Yang mungkin jika kita melakukan kesalahan maka hasil yang diinginkan manusia akan tertunda atau mengalami hambatan atau jalan yang berliku-liku bukan jalan yang lurus seperti kalo kita berdo’a supaya ditunjukkan jalan yang lurus maksudnya adalah supaya cepat memperoleh hasil yang diinginkan.

      Karena manusia sering lupa dan lupa itu juga adalah pemberian Tuhan sehingga sering terlalu terfokus pada satu keyakinan atau pendirian atau ide tanpa memperhatikan ide dan pemikiran manusia lain sebagai masukan sehingga muncul ego yang berlebihan.

      Kesimpulan, belum tentu Charles Darwin Salah dan teorinya gugur tapi agama juga tidak salah meskipun bersifat menghambat, perpaduan adalah mungkin salah satu solusinya.

        aji said:
        8 November 2010 pukul 19:50

        BETUL-BETUL BETUL!

    teja akon ablager biak numfor said:
    7 April 2010 pukul 15:55

    saya senang atas teorinya.karna sangat jelas dibandingkan dengan yang laen yang gak jelas banget tentang teori darwin.

    Bingung..?? said:
    15 April 2010 pukul 21:26

    huhh..?!

    bingung dehhh,,
    yg mana sihh yg teori’ny,,
    kbanyakann nihh,,..
    please baless, y,, n tanggepin komentar gue ini..!!

    ayang ely galia mustika said:
    4 Mei 2010 pukul 14:43

    thkz ea….
    tugas makalah q dpet nilai yg paling baguss..
    pokoe makacii buanak….. :p

    galoehhh said:
    28 Mei 2010 pukul 16:35

    terimakasih booooosssssssssssssssss

    hendra said:
    11 Juni 2010 pukul 16:46

    manusia kga ada yang berevolusi,,teori charles darwin 100% salah,,kalo emang bener manusia berevolusi,,knapa sampe sekarang manusia tetap seperti ini,,harus nyah kalo memeng manusia berevolusi,,sudah pasti manusia mengalami perubahan,,fisik,,tuhan menciptakan manusia dari awal memeng seperti ini,,bukan karna teori evolusi,,allah ciptakan manusia pertama adam denfgan sempurna,,kga pake berevolusi,,

    ibnusomowiyono said:
    8 Juli 2010 pukul 22:47

    Baca tulisan saya: Teori Evolusi Darwin vs Teori Revolusi Som Wyn.

      tsurayya zainah said:
      26 Agustus 2010 pukul 13:46

      udah di baca ko…. komplit banget tau…. dapet dari mana???? dan reffrensinya bagus banget

    mifzan said:
    20 Juli 2010 pukul 18:41

    ayolah, SIAPA YANG MAU NENEK MOYANGNYA DISAMAAIN SAMA KERA ??!?!?

      tsurayya zainah said:
      26 Agustus 2010 pukul 13:42

      ya jelas ga mau lah…. emangnya kita hewan apa??????
      dan yang jelas saya ga setuju kalau kita dan nenek moyang kita di bilang kera………………..

    intan said:
    15 Agustus 2010 pukul 08:40

    wachh……
    seru y qt bz mengtahui sjarah ny maunusia menurut teori darwin………

    luthfy N Darwins said:
    21 Agustus 2010 pukul 17:14

    makasih ngebantu bnget tugas agama ua tapi klo mnurut agama gimana

    tsurayya zainah said:
    26 Agustus 2010 pukul 13:38

    saya ga percaya…… iya sih kalau pembahasan ini membantu dalam pekrjaan ipa tapi kalau menurut agama ini semua salah….

    threea ciia said:
    30 September 2010 pukul 15:47

    wah,berguna neh bwt tugaz saiia,,mudah”n ajja bner n nilai’a bguz,,amien

    R-yan said:
    23 Oktober 2010 pukul 11:33

    Semuanya ga ada yg salah, baik Al Qur’an atopun Darwin, teori yang di kemukakan oleh keduanya bersifat valid dengan di sertai bukti2 yang krdible, Darwin mengemukakan teori evolusi dengan kenyataan yang real, buktinya apa di temukannya fosil2 manusia purba di negara kita seperti Meganthropus PaleoJavanicus, Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis, Homo Wajakensis dll. Tuh adalah bukti konkret mengenai silsilah manusia sejak zaman dahulu. Dan ini sangat relevan dengan teori2 Darwin, sementara Al qur’an mengemukakan bahwa manusia pertama adalah Adam, jawabannya adalah Benar. Adam adalah manusia sempurna pertama ciptaan Allah di dunia dan itu terjadi di fase antara evolusi dari manusia kera menjadi Homo Sapiens, sehingga di perkirakan Adam hidup antara 6000-10000 SM. karena pada masa itulah Manusia modern pertama yang berwujud sempurna seperti kita telah lahir. Hingga kemudian dalam Al qur’an dan Injil sosok Adam sebagai nenek moyang manusia sempurna itulah di catat dengan sakral dalam kedua kitab suci itu. Jadi antara Darwin dan Al qur’an tidak ada yang salah di antara keduanya. Yang salah adalah bagaimana mkita sebagai manusia tidak dapat memaknai misteri2 yang di berikan oleh Allah kepada kita lewat petunjuknya dalam kitab suci

    haggie said:
    25 Oktober 2010 pukul 14:01

    oyah q mau nanya ni boss,…,….

    klw memang mnusia asalnya dari kera,…..?

    kera itu asalnya dari mna bosss…..???

    ibnusomowiyono said:
    13 November 2010 pukul 21:03

    Menurut Teori Revolusi Som Wyn manusia adalah hasil revolusi alam semesta, jadi bukan turunan kera dan bukan turunan Adam dan Hawa. (Ini bukan sanggahan terhadap adanya Adam dan Hawa, melainkan informasi bahwa manusia adalah keturunan pasangan manusia lelaki dengan manusia perempuan yang tercipta secara berpasang-pasangan seghingga terjadilah berbagai ras.
    Bukti:
    1.Banyak living organisme baru yang sama sekali berbeda dengan yang lama atau yang telah punah. Ini bukan sanggahan terhadap teori Darwin, melainkan teori Darwin tak sepenuhnya benar, terutama tentang hubungan manusia dengan kera.
    2.Terdapat missing link untuk membuktikan bahwa manusia berasal atau hasil evolusi dari kera.
    3.Kera tak pernah tumbuh kecerdasannya sebagai yang dialami oleh manusia. Kera telah ada sejak berabad-abad sebelum “kehadiran manusia, tetapi tak pernah mengalami kecerdasan sebagai manusia yang berlangsung dengan sangat cepat.
    4.Atas dasar genetika, tak mungkin terjadi berbagi ras (jenis kulit, kulit hitam, kulit kuning dll) dari satu jenis genetik (turunan). Kalau semua manusia turunan Adam dan Hawa tak akan muncul berbagai ras.
    5.Menurut kenyataan hasil dari inset (perkawinan sedarah) akan menimbulkan masalah degradasi, diantaranya kecerdasannya mengalami hambatan. Kenyataannya manusia sangat cepat perkembangan kecerdasannya.
    Ingin lebih jelas? Akses http://www.ibnusomowiyono.multiply.com cari topik Teori Evolusi Darwin vs Teori Revolusi Som Wyn.

    budi lestari said:
    14 Desember 2010 pukul 04:39

    terima kasih untuk postingnya. sangat membantu

    Michael Valentine said:
    2 Maret 2011 pukul 14:36

    Thanks, Tulisan(post)nya. Membantu sekali dalam pembelajaran saya di Sekolah.
    Karena ini sudah di Ringkas & lebih Jelas. Thank You Very Much :D

    rahman syah said:
    23 Maret 2011 pukul 10:04

    darwin kurang mengerti saya tentang penemuanmu itu

    rahman syah said:
    23 Maret 2011 pukul 10:08

    darwin saya kurang mengerti tentang penemuanmu

    FB (Nanda Selalu Mencary Chinta) said:
    6 April 2011 pukul 19:23

    Makasih Yaa……………….
    ^_^

    FB : EndaBoy Zhuv-Zhuv Yuph said:
    6 April 2011 pukul 19:24

    ….

    ibnusomowiyono said:
    19 Mei 2011 pukul 06:51

    Menurut Teori Paralgika:
    1. Tuahan YME menyediakan segalanya. Dia sanggup melakukan apa saja, termasuk “mengendalikan” atau memaksakan kehendak Nya kepada setiap ciptaan Nya, tetapi kenyataan Nya dia tak melakukannya sehingga ciptaan Nya boleh memanfaatkan semua yang telah tersedia di alam semesta sepanjang ciptaan Nya sanggup memanfaatkannya dan bertanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan.
    2. Tuhan YME membekalkan kepada setiap ciptaan Nya kesadaran (consciousnes) untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungannya. Ini dapat dibuktikan dengan keadaan alam semesta yang masing-masing “menjaga” ketertiban sesuai dengan hukum Ekologi Universe.
    3. Tuhan YME memberi kesempatan untuk memilih : mematuhi petunjuk Nya atau menuruti kehendak sendiri, namun semua akibat dari pilihan itu harus dipertanggung jawabkan terhadap satu dengan yang lain sebagai satu keutuhan.
    Itulah sebabnya setiap perbuatan yang merugikan lingkungan akan mendapat reaksi dari lingkungan yang bersangkutan.
    4. Semua yang terjadi adalah ulah dari ciptaan Nya, namun hanya mungkin terjadi atas izinnya.
    5. Izin itu diberikan agar ciptaan Nya dapat menjaga diri, jenis dan lingkungannya sebab semua akibatnya akan dirasakan/ditanggung oleh yang ada dalam lingkungan itu. Itulah sebabnya masing-masing (termasuk manusia) membuat “hukum” untuk mengatur masyarakat masing-masing demi kebaikan seluruh lingkungannya. Kegagalan jenis dalam menjaga lingkungannya akan berakibat buruk bagi jenis itu dan mempengaruhi semua bagiaan dari lingkungannya.
    Jadi jika terjadi kebobrokan dalam suatu lingkungan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab penghuninya, bukan yang “menyediakannya”.

    teknolines said:
    23 Mei 2011 pukul 14:57

    terimakasih mas, sangat lengkap materinya… salam kenal dari saya..

    Sri Maharaja Satria Alexander said:
    22 Juli 2011 pukul 01:43

    teori yang mudah dimengerti dan masuk akal

    hermanet said:
    28 Juli 2011 pukul 12:46

    siapa percaya teori darwin otomatis dia menolak teori penciptaan Tuhan yang dipercaya agama2..kalau manusia itu dari kera,maka saat ini kera sudah tidak ada, karena berubah semua jadi manusia…bodohnya manusia,berusaha keluar dari garis yg sudah ditetapkan, bukannya kemuliaan yg didapat melainkan kehinaan..coba bayangkan, kita manusia adalah makhluk mulia yg diciptakan sempurna oleh Tuhan,tetapi memilih menempatkan diri sebagai keturunan binatang…ooo bodohnya si Darwin!!…. kita keturunan kera??…kita???… lo aja kali Win??… :)

    BambangHM said:
    15 Agustus 2011 pukul 23:14

    Hebat sekali Ulasanya Pak Ibnu S.. ini..??? tks

      Graha Flora said:
      9 September 2011 pukul 20:42

      Kini berubah Justru manusialah ber evolosi menjadi kera

    WinnaWillda said:
    22 September 2011 pukul 21:24

    ooh jd gitu, saya paham sekarang
    thanks yah

    adi said:
    28 September 2011 pukul 22:27

    terima kasih atas ulasannya. saya mohon ijin untuk mengcopy nya, mohon maaf bila ada salah apapun.

    Dian valen said:
    7 Oktober 2011 pukul 19:10

    katanya manusia berasal dari kera yang udah punah jutaan tahun yang lalu, tetapi mengapa sampai sekarang kera masih bnyk ditemukan di seluruh negara???

    Rico said:
    19 Oktober 2011 pukul 08:37

    Kalo Darwin yg keturunan kera/monyet sih aku percaya.

    Anggi Dwipa Sari said:
    20 Oktober 2011 pukul 14:43

    good ;)

    A.G. Hidayat said:
    15 Desember 2011 pukul 17:53

    kita boleh berbeda pendapat, dan juga berbeda agama., tapi di jaman kemajuan sicience dan teknologi, kita harus lebih menonjolkaN KECERDASAN DAN KEJERNIHAN BERPIKIR, DARI PADA KECEPATAN EMOSIONAL dan ngotot.
    Dalam Islam kita dianjurkan untuk ber fastabiqul khairat, untuk menciptakan kemaslahatan umat manusia. Islam harus bisa bersaing dalam berfikir ilmiah untuk jkehormatan dan kemuliaan manusia berilmu dan beriman.

    hermanet said:
    16 Desember 2011 pukul 07:19

    yang meng-claim dirinya keturunan kera…silahkan aja..maka terjadilah seperti yg anda inginkan..kelakuan anda akan makin seperti kera..tapi bagi yg percaya bahwa Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk mulia..maka terjadilah juga..akan makin tinggi nilai kemanusiaannya.. manusia berusaha keluar dari keterbatasan pemikirannya dengan teori2..tapi tetap saja dia terbatas karena manusia tak akan pernah sanggup menyelami pikiran Tuhan ..hanya orang2 yg dekat kepada Tuhan lah yang dapat mengerti akan kebesaranNya— Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia,dan perjanjianNya diberitahukanNya kepada mereka- Mazmur25:14 boleh percaya boleh tidak…Gbu

    Mahdan said:
    11 Januari 2012 pukul 20:59

    Tnks,ni sngat brguna bget buat gue….sa’at persntase biologi…..

    ibnusomowiyono said:
    13 Januari 2012 pukul 19:09

    Menurut Teori Som Wyn paling tidak ada tiga yang “dianggap” sebagai tuhan.
    1. “tuhan” menurut perspektif/anggapan manusia sebagai yang memberikan kenikmatan duniawi, sehingga manusia pernah atau masih mempertuhan: kekuatan atau fenomena alam, misalnya matahari, berhala…… sampai dengan uang dan rakyat. Tanpa kehadiran manusia “tuhan” tak akan ada.
    2, “Tuhan” menurut perspektip religi/agama sebagai yang memberikan bimbingan untuk kehidupan yang baik, sehingga manusia menjadi berbeda dengan makluk hidup lainnya, “Tuhan” menjanjikan kebahagian abadi bagi yang patuh pada segala perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Tanpa agama manusia tiada ubahnya dengan tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Jadi agama adalah “norma” untuk mengatur manusia agar berbeda dengan ciptaan Tuhan YME lainnya. Sigmon Freud menyatakan mansuia tak ada bedanya dengan binatang jika tak “diatur” norma agama. Marx Freud dalam Fiksi Black hole menyatakan agama sebagai Moralitas Agung.
    Darwin tak pernah mengatakan manusia tiada ubahnya dengan binatang, tetapi “dikutuk habis-habisan” lantaran membuat teori evolusi yang dianggap “menghina martabat manusia. Ini tak mengherankan sebab: Darwin pakar biologi yang tak peduli pada “perasaan” manusia, sedangkan S.Freud seorang psycholog yang sangat memahami perasaan manusia.
    3. “Tuhan YME” menurut perspektif Teori Som Wyn:
    a. Menyediakan segala yang ada di alam semesta untuk disempurnakan dan dimanfaatkan oleh setiap ciptaan Nya.
    b. Memberikan kesadaran (consciousness) kepada setiap ciptaan Nya untuk mengurusi diri, jenis dan lingkungan masing-masing. Inilah yang dapat menjadikan alam semesta (termasuk bumi dan penghuninya) dapat teratur (cosmos) atau kacau (chaos). Jika segalanya diatur oleh Nya, pastilah dunia yang menjadi bagian dari alam semesta akan selalu cosmos.
    c. Tuhan YME memberikan kesempatan untuk memilih: Patuh pada “panutannya” (misalnya Tuhan) atau menuruti kehendak sendiri.
    d, Semua yang terjadi diseluruh Alam Semesta adalah ulah dari ciptaan Nya, namun hanya mungkin terjadi jika diizinkan Nya. (Axioma Som Wyn).
    e. Izin itu hanya akan diberikan kepada yang berani menanggung risiko atas perbuatannya. Risiko itu diantaranya adalah mendapat reaksi/tantangan dari lingkungannya yang terimbas oleh “perbuatan” individual maupun kelompok yang melakukan perbuatan. Hukum aksi reaksi atau hukum karna (bedakan dengan hukum karma).

    angraeni wura said:
    15 Januari 2012 pukul 17:11

    qw ska sama teori darwin
    mksh atas informasinya

    m. nazif said:
    15 Januari 2012 pukul 20:54

    trim’s informasi ilmiahnya

    maria said:
    25 Januari 2012 pukul 20:11

    thank’s bwt infonya ea..
    berguna banget.!

    ibnusomowiyono said:
    1 Februari 2012 pukul 05:49

    Teori Revolusi Some Wyn berdasar Teori Minimalis, jadi sekedar informasi, bukan science maupun religi. Pemberi informasi tak berkewajiban untuk membuktikan kebenarannya, melainkan akan menjadikan dirinya dipercaya atau tak dipercaya oleh publik, sebaliknya yang menerima informasi berhak dan berwajiban memilih informasi yang diterimanya, bukan atas dasar benar atau salah, melainkan atas pertimbangan manfaatnya.
    Teori Revolusi Som Wyn bermanfaat untuk mengkritisi Teori Evolusi Darwin.
    Menurut analisa saya: Yang menjadikan Teori Evolusi Darwin ditentang oleh kaum religius adalah “kelalaian” Darwin pada kenyataan bahwa manusia memiliki perasaan yang akan terusik saat dianggap keturunan kera. Dia tak secara tegas menyatakan manusia turunan kera. namun teorinya dapat “disalah gunakan” oleh mereka yang memanfaatkan agama untuk menentangnya, karena teori evolusi Darwin tak melibatkan asas penciptaan yang merupakan dogma setiap agama.
    Untung masih terdapat missing link, sehingga tak dapat dibuktikan adanya hubungan antara manusia dan kera.
    Adalah sangat sayang teori ilmiah yang sangat berjasa dalam mempelajari lingkung biologi dilemparkan begitu saja ke keranjang sampah atau dimusnahkan.
    Untuk menyelesaikan sengketa antara yang menentang dan yang mendukung teori evolusi Darwin, saya menggagas Teori Revolusi Som Wyn. Teori ini tak perlu dibuktikan kebenarannya, melainkan diambil manfaatnya, baik bagi yang bernafsu melenyapkan atau yang mendukung mati-matian teori biologi ini,
    Semua pasti setuju, manusia termasuk fenomena biologis sebab banyak sekali persamaannya, misalnya merupakan living organisme, bukan termasuk spirit (setan,jim dan sejenisnya).
    Namun dilihat dari perkembangannya, terutama segi intelektual dan emosinya jelas manusia sangat berbeda dengan kera..
    Teori Paralogika menggunakan komputer sebagai model organisme dan user sebagqai model soul atau spirit. Antara komoputer dengan user harus mix (cocok). Dalam Teori Paralogika, antara organisme dengan spirit atau soul juga harus mix.
    Menurut organisme mungkin saja terjadi persamaan antara kera dan manusia, namun jelas berbeda spirit dan soulnya. Alam semesta ini terbentuk atau tercipta biliunan tahun yang lalu, dibandingkan bumi yang baru terbentuk dan memiliki lingkungan biosfera sangat muda, maka planet di galaksi lainnya mungkin sekali telah memiliki lingkungan biosfera yang memungkinkan telah ada living organisme yang lebih hebat dari manusia.
    Organisme memiliki massa, sehingga membutuhkan energ fisika dan bio energi dan waktu sangat lama untuk berpindah pada jarak jutaan tahun cahaya. Jadi mustahil ada living organisme yang sanggup berpindah dari sebuah galaksi ke galaksi lainnya. Teori Paralogika menginformasikan spirit sanggup bergerak sangat cepat dan tak membutuhkan “makanan”/energi fisika, sehingga dapat melakukan perjalanan sangat jauh tanpa kesulitan.
    Spirit dari kehidupan di galaksi lain yang peradabannya tinggi mungkin sekali datang ke bumi atau ke planet -planet lain yang memiliki biosfera.
    Darwin tak salah jika living organisme mengalami evolusi, menyesuaikan diri dengan lingkungan. Evolusi living organisme berberda dengan evolusi materi, sebab sudah terbukti bahwa living organisme dengan organisme saja berbeda. contohnya fosil berbeda dengan makluk hidup. Ini kenyataan, jadi sesuai dengan logika nyata yang digunakan oleh Darwin. Ada sebuah komponen yang dilupakan oleh Darwin dalam menegakkan teori evolusi , yaitu yang bukan menergi, ini dijelaskan oleh Formula Some Wyn z # – x + y.
    Z dapat berinteraksi vitalistik dengan astral body dalam membentuk spirit. Spirit dapat melakukan interaksi semi vitalistik dengan organisme dalam membentuk living organisme,
    Living organisme melakukan proses evolusi yang termasuk sangat lambat dibumi ini, padahal spirit yang berasal dari peradaban sangat tinggi yang berasal dari galaksi lain membutuhkan organisme yang sesuai dengan kebutuhannya, ibaratnya seorang user profesional membutuhkan komputer canggih. Agaknya Tuhan YME telah merencanakan untuk memberikan wadah/organisme pada spirit tingkat tinggi yang membutuhkan organisme tingkat tinggi. Teori Evolusi Darwin tak akan dapat menjawab pertanyaan ini, keseimbangan alami antar organisme dengan spirit yang memanfaatkan dan mengendalikan.
    Teori Revolusi Som Wyn menyatakan bahwa manusia bukan turunan kera melainkan hasil revolusi alam semesta, ini berbeda dengan living organisme lainnya yang melewati proses evolusi. Manusia seakan bukan menyesuaikan diri dengan lingkungan melainkan mengatur lingkungan. Cobalah renungkan.

    nawawi ikeno said:
    5 Februari 2012 pukul 20:33

    Terimakasih y…ni dh ngbantu slsaiin tgs sjrah..n bs tmbh dh pngtahuan_q…tapi jg bikin TAMBAH BINGUNG…Yg bner yg maa sh…kalau meurut Agama mansia prtama itu dciptain Tuhan yaitu Nabi Adam..lalu dbri istri yg dciptkan dg apa yg tlah dtrangkan pd kita…Tuhan sdh mnciptkan manusia pertama sdh lengkap organ2_nya…tapi mnrut teori ini manusia it mngalami evolusi..dari bntuk yg pling primitif hingga yg modern kayagh kita..hmmtt…pusing?????????????????/

    ibnusomowiyono said:
    13 Februari 2012 pukul 19:11

    Menurut Teori Som Wyn living organsime merupakan:
    a. interaksi vitalistik antara organisme dengan soul dalam membentuk white blank body yang sepenuhnya patuh pada Tuhan, sehingga tak melakukan reincarnasi.
    b. interaksi semi vitalistik antara organisme dengan spirit dalam membentuk reincarnated body yang tak patuh pada Tuhan, sehingga melakukan reincarnasi.
    Sekarang telah terbukti bahwa Alam Semesta sangatlah luas dan usinya sangat tua dibandingkan dengan usia bumi. Living organsime memerlukan biosfera, sehingga hanya mungkin terdapat dibagian alam semesta yang memiliki biosfera. Biosfera sangat langka di alam semesta.
    Bagi yang meyakini manusia turunan Adam dan Hawa tak akan mempermasalahkan dimana mereka diciptakan oleh Tuhan, di galaksi Bimasakti, atau digalaksi lainnya. Bagaimana manusia “datang” ke bumi juga tak menjadi masalah. Walaupun kini mereka tahu bahwa organisme memiliki keterbatasan umur, tak mungkin melakukan perjalanan dari satu galaksi ke galaksi lainnya yang teramat jauh, juga tak menjadi masalah.Kalau sudah yakin, ya sudah, tak usah difikir.
    Bagi para “ilmuwan” yang meyakini living organisme hanyalah sekedar proses bio kimia, tak membedakan antara living organisme yang sanggup melakukan self growing dengan organisme yang telah “mati” tak dapat melakukan self-grwing. Kalau sudah yakin, ya sudah tak usah difikir.
    Teori Som Wyn berusaha menginformasikan bahwa living organisme terbentuk dari dua “komponen”. Komponen organisme yang ada disuatu bagian alam semesta yang memiliki biosfera dan terikat oleh hukum fisika sehingga mustahil dapat berpindah dari suatu bagian alam semesta yang jaraknya teramat jauh. Komponen spiritual yang tak terikat oleh hukum fisika sehingga mungkin berpindah dari bagian alam semesta ke bagian lainnya yang jaraknya sangat jauh.
    Teori Evolusi Darwin hanya sanggup menjelaskan perkembangan living organsime, yang dipandang selalu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sebenarnya Darwin dapat membedakan antara makluk hidup dengan fosil, sehingga seharusnya dia tahu bahwa ada komponen lain disamping komponen organisme. Tetapi karena Darwin bukannya seorang spiritualis/religius , melainkan ahli biologi yang memandang kehidupan hanyalah sekedar hasil proses biokimia, maka tak peduli adanya spirit yang berasal dari bagian alam semesta yang telah memiliki budaya/kecerdasan tinggi dengan yang spirit yang berperadaban rendah.
    Teori Som Wyn menjadikan komputer sebagai model organisme dan user sebagai model spirit. User akan memilih atau mengembangkan komputer sesuai dengan kebutuhannya, demikian halnya spirit akan memilih dan mengembangkan organisme sesuai dengan kebutuhannya. Organisme manusia mungkin saja ada kemiripannya dengan organisme kera, karena hidup dalam wilayah/lingkungan yang sama, tetapi spirit yang mengemudikan jelas berbeda. Spirit kera akan memilih organisme kera sehingga dapat melakukan aktivitas sebagai kera. Spirit manusia akan memilih organisme manusia agar dapat menunjang aktivitasnya.

    ikhwan said:
    15 Februari 2012 pukul 16:22

    trims, bangetz ni bsa jadi bhan rujukn buat laporan biologi sya.,-

    starintheday said:
    21 Februari 2012 pukul 12:23

    makasih ^^

    jefanko said:
    6 Maret 2012 pukul 20:35

    setuju deh buat yang satu ini saya nyari kesana kemari ketemu yang aneh2 ternyata ada disini. Thx Bro artikelnya
    ane gk setuju ama teori DARWIN

    rafael said:
    9 Maret 2012 pukul 13:33

    membaca sebuah teori tanpa kita menimbal balik sama saja bohong krn bnyk teorii yang menceritakaan yang berbedah..

    Efray B. Wanimbo said:
    20 Maret 2012 pukul 11:03

    semua teori yang anda publikasikan sangat luar biasa. sangat tersanjung karna tidak ngaur dan ngarang. refrensian terlampir mantappppp maju trusss

    ...... said:
    31 Maret 2012 pukul 10:15

    apakah benar teori C. DARWIN tersebut? saya tidak yakin memang ada kera yang berevolusi menjadi manusia, terus kenapa maih ada kera? dan perlu kita ketahui bahwa C. DARWIN adalah seorang ATHEIS ! dan ada teori yang dapat memutuskan teori DARWIN yakni teori BIG BANG!

    ABAD 20 TEORI DARWIN SUDAH MULAI RUNTUH !!!!!!

    Dany Subianto said:
    11 Juli 2012 pukul 02:03

    Evolusi adalah sesuatu hal yang sangat bisa di buktikan dan oleh karenanya ia tidak dapat di sangkal. Tuhan memang melakukannya dengan tujuan yang tidak seorangpun bisa mengetahuinya. Masalahnya adalah, apakah menurut anda sains atau ilmu pengetahuan manusia saat ini sudah semakin maju hingga sanggup dan bisa mengambil satu kesimpulan yang benar adanya. I don’t think so….Ilmu pengetahuan manusia saat ini masih sangat terlalu muda untuk bisa mengambil kesimpulan yang memang benar adanya. Masih sangat jauh, masih sangat kecil, dan masih sangat tidak mungkin untuk bisa mengambil kesimpulan. Dan saya rasa sampai kapanpun akan tetap seperti itu, akan tetap simpang siur.

    Contohnya, kesimpulan tentang asal usul manusia yang menurut teori darwin katanya manusia berasal dari kera, yang padahal Darwin sendiri tidak pernah dan tidak berani mengatakan ataupun pernah menuliskan satu kalimatpun di bukunya yang mengatakan bahwa manusia memang benar berasal dari kera dan hal tersebut adalah sebuah kenyataan yang bisa di buktikan hingga tidak dapat di sangkal lagi. Dia sebenarnya hanya memberikan pendapat dan mengarahkan para pemikir dunia agar tidak mengesampingkan pendapatnya tersebut. Tapi entah bagaimana caranya para keturunan iblis bisa memasukkan hal tersebut menjadi sebuah teori kenyataan yang bahkan harus di masukkan pada beberapa mata pelajaran di seluruh sekolah di seluruh dunia.

    Kesimpulan tersebut sangat simpang siur kebenarannya. Karena memang sampai kapanpun hal tersebut akan tetap di bentuk seperti itu adanya oleh “mereka” (Tuhan dan iblis). Ilmu pengetahuan tidak akan pernah bisa mengungkap kebenaran dari hal tersebut. Tuhan dan iblis saling berkompetisi dengan cara memberikan “wadah” kepada umat manusia untuk dapat memilih ke mana dan sebesar apa sebenarnya status kemuliaan seorang manusia di antara status semua makhluk ciptaaNYA.

    Wadah yang diberikan Tuhan – Pemikiran dengan memakai perasaan (feel) contoh:

    - Tentang masalah manusia berasal dari kera:

    Manusia dan hewan memiliki tingkat perbedaan yang super jauh mencolok dalam segala hal. Apabila burung dan anjing diberikan tingkatan kehidupan di kelas 2 dan 3, katakanlah burung berada di tingkat 2 dan anjing berada di tingkat 3, dan spesies lain juga di berikan tingkatan yang tidak jauh berbeda, seperti misalnya gajah, beruang, singa, buaya juga berada di tingkat 2, dan lalat, nyamuk, kecoa di tingkat 1. Tapi kalau manusia di ikut sertakan, maka akan berada di tingkat satu juta, karena cukup besarnya perbedaan yang ada dalam segala hal.

    Nah, coba renungkan dan rasakan, di antara ratusan atau mungkin ribuan spesies yang ada di bumi, kenapa cuma kera sialan tadi yang berevolusi menjadi memiliki kemampuan yang super jauh melampaui spesies spesies lainnya. Kenapa tidak ada satu spesiespun, seperti misalnya lumba lumba yang terbukti lebih pintar dari kera, atau spesies lainnya, yang berevolusi jangankan memiliki setengah kemampuan manusia, seperseratusnya pun tidak ada. Anda tidak pernah mendengar ada satu spesies yang mampu merakit barang elektronik seperti radio atau televisi di dalam laut sana, apalagi merubah plutonium menjadi energi nuklir. Anda tidak pernah mendengar ada satu spesies di dalam hutan sana yang mampu menciptakan sehelai kain untuk di pakai misalnya. Sungguh sangat jauh perbedaanya. Kenapa tidak ada satu spesiespun yang mampu berevolusi mengikuti jejak kera sialan tadi, walaupun seper seratusnya saja. Sekali lagi, perbedaan tingkat yang sungguh super jauuuuh sekali, dan itu terjadi dalam waktu yang super singkat, dalam nuansa waktu evolusi.

    Dan coba renungkan satu kali lagi, bentuk evolusi sialan seperti apa yang telah di alami oleh kera sialan tersebut, dengan cara seperti merontokkan bulu bulunya hingga botak bin licin, tapi masih bisa masuk angin dan mati kedinginan bila tidak memakai bulu hewan lain yang di burunya. Atau dengan kata lain, kera sialan tersebut merontokkan bulunya tapi masih memerlukan bulu dan kulit spesies lain untuk di pakai agar tidak mampus mati kedinginan atau masuk angin. Sungguh sebuah bentuk evolusi yang sudah sinting barangkali.

    Dan sungguh masih sangat banyak lagi hal hal lainnya yang bisa di rasakan oleh rasa anda bila anda berpikir menggunakan “wadah” yang di berikan tuhan tersebut.

    Dan wadah yang di sediakan iblis – Sebuah gen yang ada dalam otak anda, dan anda berpikir dengan menggunakannya.

    - Contohnya juga tentang manusia berasal dari kera :

    Sangat banyak hal yang bisa di jadikan bahan untuk mendukung pernyataan ini. Seperti ya..teori Darwin tadi. Dan juga sekumpulan penemuan penemuan yang di temukan oleh para ahli yang salah satunya adalah tentang sistem atau cara kerja mesin mesin yang ada di tubuh manusia seperti limpa atau hati anda yang selalu akan menyalurkan energi atau gula ke seluruh tubuh bila di rangsang oleh adrenalin, dimana adrenalin akan selalu timbul walaupun bila anda hanya dalam keadaan stress ringan, was was atau khawatir ringan dan lain sebagainya. Di mana sebenarnya cara kerja hormon adrenalin tadi sebenarnya hanya cocok dan di perlukan ketika kita berada di zaman manusia purba dahulu yaitu zaman berburu. Cara kerja adrenalin tersebut sangat di perlukan ketika tubuh manusia di zaman itu sedang berada dalam keadaan mengintai buruannya, mengejar, dan menaklukkan buruannya yang ganas yang memang pada keadaan tersebut tubuh sangat memerlukan cadangan gula yang cukup besar pada seluruh tubuh sebagai energi. Sistem tubuh tersebut adalah peninggalan zaman manusia purba, dimana nenek moyang anda masih berbentuk setengah kera dan setengah manusia. Dan mereka masih berburu. Sudah sangat tidak cocok untuk di zaman sekarang ini. Hati atau limpa anda akan selalu menyalurkan gula ke seluruh tubuh anda bahkan walau bila anda hanya sekedar was was dalam keadaan menghadapi ujian bulanan di sekolah, menyerahkan hasil kerja anda kepada bos di kantor, dan bahkan hanya ketika bila anda sedang menonton pertandingan sepak bola. Dan anda bisa mati terkena diabetes bila anda tidak sering sering membuangnya dengan cara membakarnya melalui olah raga. Benar benar hanya cocok ketika manusia berada di zaman purba.

    Dan sebagainya dan sebagainya. Masih banyak bentuk bentuk dari wadah yang di sediakan iblis ini untuk anda. Saya tidak mungkin menuliskan semuanya.

    Saran saya, jangan pernah menghubungkan tentang masalah sains dengan keberadaan tuhan. Atau jangan pernah membuktikan kebenaran sains dengan menggunakan religi, dan begitu pula sebaliknya, jangan pernah berusaha membuktikan keberadaan tuhan dengan menggunakan sains. Bila anda tidak ingin gila. Hal tersebut akan tetap berbentuk seperti itu sampai kapanpun. Tidak akan pernah terselasaikan. Itu adalah bentuk keadaan dari hasil perselisihan antara Tuhan dan iblis. Dan bila salah satunya menang, coba renungkan…apakah anda masih akan tetap berada di dunia ?? Tidak!! Dunia pasti sudah kiamat.

    bobbysajja said:
    15 September 2012 pukul 08:26

    Reblogged this on bobbysajja and commented:
    i` am like my blog

    Doting Suryadi said:
    30 September 2012 pukul 12:48

    Teori Darwin benar lantaran sesuai dengan teori evolusi Al Qur’an. Al Baqarah ayat 30-33 menjelaskan dengan gamblang tentang evolusi manusia di muka bumi. Bahwa Adam AS ‘diangkat’ sebagai khalifah di muka bumi, bukan ‘dicipta’.

    dani said:
    5 Oktober 2012 pukul 05:39

    makasih krna teori ini tugas IPS gw slesai ……

    anggit said:
    5 Oktober 2012 pukul 19:37

    trus bagaimana dg teori2 yg lain apkah itjuga benr?

    destiny said:
    26 November 2012 pukul 12:59

    DOTING PRIBADI , saya setuju dengan pernyataan anda , kenapa tdak ada teori yg mngatakan bahwa tidak semua manusia adalah keturunan adam . jadi teori darwin bisa dikatakan benar , dan sebagian pernyataan darwin dia mngatakan bahwa Genus yang dianggap sebagai nenek moyang manusia yang mirip kera tersebut oleh evolusionis digolongkan sebagai Australopithecus, yang berarti “kera dari selatan”. Australophitecus, yang tidak lain adalah jenis kera purba yang telah punah, ditemukan dalam berbagai bentuk. Beberapa dari mereka lebih besar dan kuat dan tegap, sementara yang lain lebih kecil dan rapuh dan lemah. Dengan menjabarkan hubungan dalam rantai tersebut sebagai “Australopithecus > Homo Habilis > Homo erectus > Homo sapiens,” evolusionis secara tidak langsung menyatakan bahwa setiap jenis ini adalah nenek moyang jenis selanjutnya. saya berusaha mngembangkan sdikit tentang teori darwin

    destiny said:
    26 November 2012 pukul 13:03

    mungkin pernyataan saya tadi bisa sdikit mnjawab pertanyaan dari teman2 yg mngatakan kenapa smpai saat ini kera masih ada. sya juga merasa bahwa saya bukan keturunan kera . tapi sebagian mungkin ada yg keturunan kera sesuai teori darwin yg memiliki bukti forensik. jadi kenapa tidak kita jalankan keduanya tidak ada pertentangan. dan coba kalian hayati pernyataan dari teman kita DOTING SURYADI

    Raimondo Rai said:
    15 Desember 2012 pukul 17:47

    manusia itu secara biologis dan fisiologis nggak jauh beda dengan kera!!!mungkin perbedaannya hanya terletak pada ekornya!kalau kera ekornya di belakang,kalau manusia ekornya didepan!!!

    Ibnusomowiyono Notoatmojo said:
    20 Mei 2013 pukul 20:46

    Untuk lebih memahami Teori Minimalis dan derevativenya silakan baca: Alam Semesta dalam satu teori/Menakjubkan, atau Hasrat, diri dan moralitas, lewat kata kunci: ibnusomowiyono notoatmojo.
    Dalam blog itu: dikatakan bahwa Alam Semesta bukan hanya terisi oleh materi, melainkan juga terisi berbagai energi yang berbaur menjadi satu, namun memiliki kesadaran yang berbeda-beda, dan berubah sesuai dengan jalannya waktu yang linier.
    Manusia sanggup mengerti/memahami energi karena sebagai microcosmos memiliki unsur energi sehingga dapat mengaksesnya lewat berbagai kemampuannya: kemampuan : bathin yang lembut untuk mengakses energi gaib, x fikiran yang tajam untuk mengakses energi metafisika y, , kemampuan bawah sadar (paralogika) yang sanggup mengakses energi transien yang tak terakses oleh otak dalam kondisi sadar, dan pancaindra yang kemampuannya sangat terbatas namun berkat hasil fikiran dan upayanya, manusia sanggup mengakses fenomena yang tak terakses pancaindra secara “telanjang”.
    Otak manusia terbentuk dari unsur bio energi (energi organisme) sebagai yang dimiliki living organisme lain namun teramat rumit sehingga manusia dapat melakukan proses revolusi di bumi, bukan seperti makluk primitive lainnya yang harus selalu menyesuaikan atau diseleksi oleh alam,
    Mengapa otak manusia luar biasa (berbeda dengan otak binatang),
    Teori Paralogika menggunakan komputer sebagai model organisme, sedangkan user sepagai model spirit.
    Antara komputer dengan user harus sepadan, demikian juga organsieme yang dibutuhkan oleh spirit manusia juga harus seimbang.
    Organisme manusia harus dimanfaatkan oleh spirit manusia agar menjadi manusia “seutuhnya”. Organisme memiliki massa sehingga tercengkeram oleh berbagai gaya fisika, diantaranya gaya grafitasi., lain dengan spirit yang hanya bertubuh astral (eter), sehingga sanggup melanglang kesegenap penjuru alam semesta dalam waktu sangat lama.
    Bumi, bagaikan debu di Alam Semesta namun memiliki biosfera yang sangat dibutuhkan oleh living organisme,termasuk manusia, walau mungkin saja digalaksi Bimasakti, di sistem tata surya kita terdapat biosfera. Spirit dapat datang dari galaksi lain yang peradabannya telah sangat maju. Ternyata bumi sanggup menyediakan bahan untuk terbentuknya organisme unggul, sehingga dapat dikembangkan oleh spirit untuk melakukan revolusi micocosmos di bumi.
    Argumen inilah yang digunakan oleh Teori Revolusi Som Wyn yang menginformasikan bahwa manusia merupakan hasil revolusi microciosmos di bumi, jadi jelas bukan turunan kera. Organisme manusia di bumi mungkin saja mirip dengan living organisme lain di bumi, namun merupakan organisme pilihan yang dikembangkan oleh spirit pilihan.
    Perkembangan terakhir TM menginformasikan adanya non energi yang tak mungkin dimengerti oleh manusia karena merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Tuhan YME. Non energi jauh lebih banyak dibanding energi. Soul (z) adalah bagian dari non energi.
    Microcosmos Minimalis adalah interaksi vitalistik antara soul dengan body yang tersusun dari energi..

    Ibnusomowiyono Notoatmojo said:
    22 Mei 2013 pukul 03:29

    Silakan mengkritisi Teori Revolusi Som Wyn yang merupakan bagian dari Teori Minimalis, dari berbagai sudut pandang: Sudut pandang ilmiah dan sudut pandang religius. Yang jelas Teori ini tak bertentangan dengan Spiritual Ilmiah, yang tak mempermasalahkan ( bukannya tak mengakui adanya Alam Abadi) dan memandang isi alam semesta bukan sekedar energi, melainkan terisi oleh enirgi dan non energi, yang jelas berbeda dengan ilmu pengetahuan materialistik.

    Spiritual ilmiah menyakini adanya Tuhan YME *(bedakan dengan Tuhan Yang Maha Pengatur) dan kebesaran Nya bukan atas dasar dogma atau iman, melainkan dari hasil pengamatan (research) dan pemikiran manusia..

    Spiritual ilmiah menempatkan manusia sesuati dengan proposinya, sebagai microcosmos di Bumi yang melakukan revolusi di bumi, bukan melakukan evolusi sebagai makluk hidup dibumi lainnya..

    Alam semesta baik macrocosmos maupun microcosmos dapat berubah se cara evolusi maupun revolusi. Satu contoh revolusi macrocosmos adalah Bigbang. Menurut TM Bigbang adalah kelahiran Sub Alam Fisika, sehingga sebelum Bigbang Tuhan YME telah menciptakan Alam Semu atau Supernatural.

    Spiritual Ilmiah tak menyangkal bahwa Adam dan Hawa merupakan manusia pertama di bumi, namun menginformasikan bahwa sebagian dari manusia merupakan turunan pasangan-pasangan manusia yang bertubuh organisme dengam bahan yang terdapat dibumi,dari berbagai genetika (diantaranya warna kulit) , sehingga terbentuklah blasteran/hybrit yang tak menyebabkan degradasi fisik dan mental akibat perkawinan “sedarah” antara sesama turunan Adam dan Hawa.

    Spirit sanggup mengembangkan organisme baru maupun membajak organisme yang masih dikendalikan oleh spirit lain, bahkan sanggup mengendalikan bekas organisme bahkan benda yang disakralkan oleh manusia.yang tak mungkin dikendalikan oleh spoul. Organisme hanya terdapat dibagian Alam Semesta yang memiliki biosfera. Bumi bagaikan debu di Alam Semesta namun langka terdapat diberbagai Galaksi di Alam Semesta. Organisme dapat terbentuk secara alami, bahkan saat ini manusia telah sanggup menirunya.

    Spiritual Ilmiah dapat menginformasikan , bahwa secara spiritual manusia dapat migrasi ke bagian-bagian Alam Semesta yang sangat jauh, sepanjang disana terdapat biosfera. Spiritual Ilmiah juga memungkinkan manusia membuat telor tiruan yang sanggup menetas menjadi microcosmos/living organsime baru, sebagai upaya untuk
    mengembalikan” living organisme yang telah punah. Dengan spiritual Ilmiah manusia tak akan menjadi takabur merasa sanggup melakukan sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan YME. Mengapa ?: Sp[iritual Ilmiah menginformasikan yang dapat ditiru hanyalah organisme, sedangkan yang “menyebabkan” adanya makluk baru adalah spirit, bukannya soul merupakan rahasia Tuhan YME.

    Teori Paralogika menginformasikan adanya dua jenis living organisme, yaitu White blank body yang sepenuhnya patuh pada Tuhan Yang Maha Pengatur dan Reincarnated body yang menuruti keinginan sendiri.

    Teori Som Wyn .menginformasikan adanya tujuh lapis kehidupan/microcosmos:
    1. Living organsime yang bertubuh organisme yang memiliki massa sehingga terbelenggu oleh gaya gravitasi.
    2. Living Astral body atau spirit yang bertubuh astral sehingga tak memiliki massa. Spirit sanggup berkelana ke segala penjuru alam semesta namun berusaha untuk mendapatkan organisme agar dapat melakukan reincarnasi.
    3. Living dark body yang bertubuh metafisika
    4. Living bright body yang bertubuh gaib.
    5. Talent body sejenis dark body namun immortal (tak mengalami siklis kehidupan)
    6. Holly body sejenis bright body namun immortal.
    7. Nonbody yang tak bertubuh energi sehingga dapat keluar dari Alam Semesta.

    Catatan Spirit tak mau melepaskan keterikatannya dengan energi sehingga hanya berkutat di Alam Semesta dan berusaha untuk melakukan reincarnasi.
    Non body telah sanggup melepaskan matakail dengan energi sehingga tak bertubuh energi sehingga dapat mencapai Alam Abadi yang tak berdimensi.

    […] Bambang Agus Suripto, SU., M.Sc. (Dosen Fakultas Biologi UGM). http://grelovejogja.wordpress.com/2007/12/03/teori-evolusi-charles-darwin diakses pada tanggal 6 Oktober […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s