TEORI EVOLUSI CHARLES DARWIN
Oleh: Drs. Bambang Agus Suripto, SU., M.Sc. (Dosen Fakultas Biologi UGM)
“In 1831 the Englishman set forth on his famous vayage in the Beagle. After 28 years he published Origin of Species, which revolutionized man’s view of nature and his place in it” (Loren C. Elseley, February 1956)
Pendahuluan
Sejak dahulu kala manusia selalu mempertanyakan asal-usul kehidupan dan dirinya. Jawaban sementara atas pertanyaan tersebut ada tiga altenatif, yaitu penciptaan, transformasi, atau evolusi biologi.
Definisi evolusi biologi bermacam-macam tergantung dari aspek biologi yang dikaji. Beberapa definisi yang umum dijumpai di buku-buku biologi, antara lain: evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang lama dan diturunkan, sehingga lama kelamaan dapat terbentuk species baru: evolusi adalah perubahan frekuensi gen pada populasi dari masa ke masa; dan evolusi adalah perubahan karakter adaptif pada populasi dari masa ke masa. Evolusi telah mempersatukan semua cabang ilmu biologi.
Idea tentang terjadinya evolusi biologis sudah lama menjadi pemikiran manusia. Namun, di antara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan, nampaknya teori evolusi oleh Darwin yang paling dapat teori . Darwin (1858) mengajukan 2 teori pokok yaitu spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup sebelumnya, dan evolusi terjadi melalui seleksi alam. Perkembangan tentang teori evolusi sangat menarik untuk diikuti. Darwin berpendapat bahwa berdasarkan pola evolusi bersifat gradual, berdasarkan arah adaptasinya bersifat divergen dan berdasarkan hasilnya sendiri selalu dimulai terbentuknya varian baru.
Dalam perkembangannya teori evolusi Darwin mendapat tantangan (terutama dari golongan agama, dan yang menganut paham teori penciptaan – Universal Creation), dukungan dan pengkayaan-pengkayaan. Jadi, teori sendiri juga berevolusi sehingga teori evolusi biologis yang sekarang kita kenal dengan label “Neo Darwinian” dan “Modern Sintesis”, bukanlah murni seperti yang diusulkan oleh Darwin. Berbagai istilah di bawah ini merupakan hasil pengkayaan yang mencerminkan pergulatan pemikiran dan argumentasi ilmiah seputar teori evolusi: berdasarkan kecepatan evolusi (evolusi quasi dan evolusi quantum); berdasarkan polanya (evolusi gradual, evolusi punctual, dan evolusi saltasi) dan berdasarkan skala produknya (evolusi makro dan evolusi mikro).
Topic yang akan dibahas dibawah ini meliputi perkembagan teori evolusi Darwin dan implikasi dari teori evolusi biologi Darwin terhadap cara pandang kita tentang keberadaan makhluk dan alam semesta.
Perkembangan Teori Evolusi Darwin
1. Sejarah Singkat Charles Darwin (1809 – 1882)
- 1831-1836: Perjalanan laut dengan kapal Beagle.
- 1844: Draft buku “Origin of Species by Means of Natural Selection” telah selesai.
- 1858: Afred Russel Wallace mengirim manuscript kepada J. Hooker anggota Royal Society, berisi tentang perluasan ide dari Malthus. Makalah bersama oleh Darwin dan Wallace di forum Society.
- 1859: Publikasi buku “ On The Origin of Species by Means of Natural Selection”
- 1860: Perdebatan antara Huxley dan Wilbeforce tanpa kehadiran Darwin
- Darwin menghabiskan sisa masa hidupnya untuk penelitian dan publikasi buku “Descen of Man” (1871) dan “The Expression of Emotion in Man and Animals” (1871).
Buku “Origin of Species by Means of Natural Selection” yang diterbitkan tahun 1959 ini, menurut indeks sitasi merupakan buku yang paling banyak diacu oleh penulis lain (selain kitab suci) selama ini.
2. Perkembangan Teori Evolusi
Banyak hal dan pemikiran ahli lain yang mempengaruhi perkembangan teori Darwin, antara lain:
- Ekspedisi ke lautan Galapagos ditemukan bahwa perbedaan bentuk paruh burung Finch disebabkan perbedaan jenis makanannya.
- Geolog Charles Lyell (1830) menyatakan bahwa batu-batuan di bumi selalu mengalami perubahan. Menurut Darwin, hal-hal tersebut kemungkinan mempengaruhi makhluk hidupnya. Pikiran ini juga didasarkan pada penyelidikannya pada fosil.
- Pendapat ekonom Malthus yang menyatakan adanya kecendrungan kenaikan jumlah penduduk lebih cepat dari kenaikan produksi pangan. Hal ini menimbulkan terjadinya suatu persaingan untuk kelangsungan hidup. Oleh Darwin hal ini dibandingkan dengan seleksi yang dilakukan oleh para peternak untuk memperoleh bibit unggul.
- Pendapat beberapa ahli seperti Geoffroy (1829), WC Wells (1813), Grant (1826), Freke (1851), dan Rafinisque (1836).
Tahun 1858 Darwin mempublikasikan The Origin yang memuat 2 teori utama yaitu:
1. Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau.
2. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.
Menurut Darwin, agen tunggal penyebab terjadinya evolusi adalah seleksi alam. Seleksi alam adalah “process of preserving in nature favorable variations and ultimately eliminating those that are ‘injurious’”.
Secara umum, tanggapan ahli lain terhadap teori Darwin adalah:
a. Mendapat tantangan terutama dari golongan agama, dan yang menganut paham teori penciptaan (Universal Creation).
b. Mendapat pembelaan dari penganut Darwin antara lain , Yoseph Hooker dan Thomas Henry Huxley (1825-1895).
c. Mendapat kritik dan pengkayaan dari banyak ahli antara lain Morgan (1915), Fisher (1930), Dobzhansky (1937), Goldschmidt (1940) dan Mayr (1942).
Dengan berbagai perkembangan dalam perkembangan dalam ilmu biologi, khususnya genetika maka kemudian Teori Evolusi Darwin diperkaya. Seleksi alam tidak lagi menjadi satu-satunya agen penyebab terjadinya evolusi, melainkan ada tambahan faktor-faktor penyebab lain yaitu: mutasi, aliran gen, dan genetic drift. Oleh karenanya teori evolusi yang sekarang kita seirng disebut Neo-Darwinian atau Modern Systhesis.
Secara singkat, proses evolusi oleh seleksi alam (Neo Darwinian) terjadi karena adanya:
a. Perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnya.
b. Perubahan dan genotype yang terakumulasi seiring berjalannya waktu.
c. Produksi varian baru melalui pada materi genetic yang diturunkan (DNA/RNA).
d. Kompetisi antar individu karena keberadaan besaran individu melebihi sumber daya lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya.
e. Generasi berikut mewarisi “kombinasi gen yang sukses” dari individu fertile (dan beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi.
Implikasi Teori Evolusi Darwin
1. Asal Usul Spesies
Teori utama Darwin bahwa spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau dan bila diurut lebih lanjut semua spesies makhluk hidup diturunkan dari nenek moyang umum yang sama. Seperti yang juga diperkirakan oleh Darwin. Teorinya akan ditentang banyak pihak. Para penentang teori ini dikategorikan dalam tiga kelompok utama:
a. Kelompok yang berpendapat bahwa teori Darwin tersebut tidak cukup “ilmiah”.
b. Kelompok “Creationist” yang berpendapat bahwa masing-masing spesies diciptakan khusus oleh yang Maha Kuasa untuk tujuan tertentu.
c. Kelompok penganut filsafat “idealist” yang berpendapat bahwa spesies tidak berubah. Variasi yang ada merupakan tiruan tidak sempurna dari pola umum “archetypes”. Goethe mengabstaksikan satu archetype atau Urbild untuk semua tanaman (Urplanze) dan beberapa Bauplane untuk hewan.
Untuk para penentangnya dari dua kelompok pertama di atas Darwin cukup menandaskan bahwa keajaiban-keajaiban atau intervensi dari kekauatan supranatural dalam pembentukan spesies adalah tidak ilmiah. Dalam menanggapi kelompok Idealist (seperti Owen dan Lois Agassiz) Darwin mampu menangkis dengan baik. Pada Origin edisi pertama, Darwin (1959) di halaman 435, menyimpulkan bahwa penjelasan Owen pada masalah archetype adalah “interesting” dan “unity of type”nya merupakan “hukum” biologi yang penting. Kemudian setelah Owen lebih keras lagi menentang teorinya. Darwin pada edisi berikutnya menambahkan “…tetapi itu bukan penjelasan ilmiah”. Menurut Darwin penjelasan tentang “homologi” dan “unity of types” terkait dengan nenek moyang adalah ilmiah, sementara penjelasan terkait dengan archetype tidak ilmiah. Oleh karena Darwin memandang masalah ini sebagai proses, sementara konsep archetype adalam timeless. Secara umum Darwin adalam penganut paham Materialisme.
2. Seleksi Alam
Darwin mengemukakan bahwa seleksi alam merupakan agen utama penyebab terjadinya evolusi. Darwin (dan Wallace) menyimpulkan seleksi dari prinsip yang dikemukakan oleh Malthus bahwa setiap populasi cendrung bertambah jumlahnya seperti deret ukur, dan sebagai akibatnya cepat atau lambat akan terjadi perbenturan antar anggota dalam pemanfaatan sumber daya khususnya bila ketersediaannya terbatas. Hanya sebagian, seringkali merupakan bagian kecil, dari keturunannya bertahan hidup: sementara besar lainnya tereliminasi.
Dengan berkembangnya ilmu genetika, teori itu diperkaya sehingga muncul Neo Darwinian. Menurut Lemer (1958), definisi seleksi alam adalah segala proses yang menyebabkan pembedaan non random dalam reproduksi terhadap genotype; atau allele gen dan kompleks gen dari generasi ke generasi berikutnya.
Anggota populasi yang membawa genotype yang lebih adaptif (superior) berpeluang lebih besar untuk bertahan daripada keturunan yang inferior. Jumlah individu keturunan yang superior akan bertambah sementara jumlah individu inferior akan berkurang dari satu generasi ke generasi lainnya. Seleksi alampun juga masih bekerja, sekalipun jika semua keturunan dapat bertahan hidup dalam beberapa generasi. Contohnya adalah pada jenis fauna yang memiliki beberapa generasi dalam satu tahun. Jika makanan dan sumberdaya yang lain tidak terbatas selama suatu musim, populasi akan bertambah seperti deret ukur dengan tidak ada kematian di antara keturunannya. Hal itu tidak berarti seleksi tidak terjadi, karena anggota populasi dengan genotype yang berbeda memproduksi keturunan dalam jumlah yang berbeda atau berkembang mencapai matang seksual pada kecepatan yang berbeda. Musim yang lain kemungkinan mengurangi jumlah individu secara drastic tanpa pilih-pilih. Jadi pertumbuhan eksponensial dan seleksi kemungkinan akan dilanjutkan lagi pada tahun berikutnya. Pebedaan fekunditas, sesungguhnya juga merupakan agent penyeleksi yang kuat karena menentukan perbedaan jumlah individu yang dapat bertahan hidup atau dan jumlah individu yang akan mati, yang ditunjukkan dalam angka kematian (Dobzhansky, 1970).
Darwin telah menerim, namun dengan sedikit keraguan, slogan Herbert Spencer “survival of the fittest in the struggle for life” sebagai altenatif untuk menerangkan proses seleksi alam, namun saat ini slogan itu nampaknya dipandang tidak sepenuhnya tepat. Tidak hanya individu atau jenis yang terkuat tetapi mereka yang lumayan pas dengan lingkungan dapat bertahan hidup dan bereproduksi. Dalam kondisi seleksi yang lunak atau halus semua individu atau jenis pembawa genotype yang bermacam-macam dapat bertahan hidup ketika populasi berkurang. Individu yang fit (individu yang sesuai dengan lingkungan dapat bertoleransi dengan lingkungan) tidak harus mereka yang paling kuat, paling agresif atau paling bertenaga, melainkan mereka yang mampu bereproduksi menghasilkan keturunan dengan jumlah terbanyak yang viable dan fertile.
Seleksi alam tidak menyebabkan timbulnya material baru (bahan genetic yang baru yang di masa mendatang akan datang diseleksi lagi),melainkan justru menyebabkan hilangnya suatu varian genetic atau berkurang frekuensi gen tertentu. Seleksi alam bekerja efektif hanya bila populasi berisi dua atau lebih genotype, yang mana dari varian itu ada yang akan tetap bertahan atau ada yang tereliminasi pada kecepatan yang berbeda-beda. Pada seleksi buatan, breeder akan memilih varian genetic (individu dengan genotype) tertentu untuk dijadikan induk untuk generasi yang akan datang. permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetic penyebab keanekaragaman genetic pada varian-varian yang akan obyek seleksi oleh alam. Permasalahan itu terpecahkan setelah T.H Morgan dan kawan-kawan meneliti mutasi pada lalat buah Drosophilia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mutasi menyuplai bahan mentah genetic yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman genetic dimana nantinya seleksi alam bekerja (Dobzhansky, 1970).
Implikasi dari teori evolusi melalui ala mini sangat luas, tidak hanya mencakup bidang filsafat namun juga social-ekonomi dan budaya:
- Penggantian cara pandang bahwa dunia tidak statis melainkan berevolusi.
- Paham creationisme berkurang pengaruhn ya.
- Penolakan terhadap teleology kosmis.
- Penjelasan “desain” di dunia oleh proses materialistic seleksi alam, proses yang mencakup interaksi antara variasi yang tidak beraturan dan reproduksi yang sukses bersifat oportunistik yang sepenuhnya jauh dari dogma agama.
- Penggatian pola pikir Essensialisme oleh pola pikir populasi.
- Memberikan inspirasi yang disalahgunakan untuk tujuan yang tidak baik seperti gerakan Nazi di Jerman, Musolini di Italia, kebijakan “eugenic” di Singapura di masa Lee Kuan Yu dan berkembangnya ekonomi liberal yang dikemas dengan label Social-Darwinian.
Islam Dan Teori Darwin
Secara ilmiah teori evolusi Darwin utama belum dapat dikatakan runtuh, karena sebelum ditemukan bukti-bukti empiris yang bertentangan dengan kesimpulan teori tersebut, maka pernyataan dalam teori itu masih dianggap benar. Akan tetapi sampai saat ini banyak kalangan masih meragukan kebenaran teori itu terutama dari kalangan agama.
Saat ini Indonesia kebanjiran buku-buku Islam yang diproduksi Dr. Harun Yahya yang “menyerang” teori Darwin. Dari segi teologis ada kekuatiran bahwa teori Darwin akan mengusir Tuhan dari kehidupan, namun Haidar Bagir, pakar filsafat Islam, tidak sepenuhnya sependapat dengan Harun Yahya. Bagir (2003) menanggapinya dengan mengatakan “Sikap kita terhadap keyakinan Darwinian mengenai sifat kebetulan dan materialistic asal-usul kehidupan yang terkandung dalam teori itu sudah jelas. Kita menolaknya. Tidak demikian halnya dengan kesimpulan utama teori ini mengenai sifat-sifat evolusioner kehidupan. Karena betapapun demikian, tetap saja Tuhan bisa dipercayai sebagai Dzat di balik semua gerakan evolusi itu…”. Tentang prinsip survival of the littest, Bagir justru membenarkannya dan kita harus mengambil hikmahnya, karena hal itu sesuai dengan kenyataan sehari-hari dan didukung oleh tidak bertentangan dengan kandungan Alqur’an. Dingin dari dari dua sisi yaitu aspek teologis dan sisi etis.
Daftar Pustaka
- Bagir, Haidar. 2003. Islam dan Teori Evolusi (Butir-butir tanggapan terhadap Harun Yahya). Harian Republika 14 Maret 2003. Jakarta.
- Bowler, P. J. 1989. Evolution: The History of an Idea. University of California Press. Los Angeles.
- Darwin, Charles. 1859. The Origin of Species by Means of Natural Selection or The Preversation of Favoured Race in The Struggle for Life. Penguin Books. London.
- Dawkins, R. 1976. The Selfish Gene. Oxford University Press. Oxford.
- Dobzhansky, T. 1970. Genetics of The Evolutionary Process. Columbia University Press. New York.
- Dodson, E. O. and G. F. Howe. 1990. Creation or Evolution: Correspondence on The Current Controversy. University of Ottawa Press. Otttawa.
- Eiseley, L. C. 1956. Charles Darwin: Reading from Scientific American; Scientific Genius and Creativity.
- Ereshefsky, M. 1992. The Unit of Evolution: Essays on The Nature og Species. A Bradford Book The MIT Press. Cambridge.
- Greene, J. C. 1977. Science, Ideology, and World View. University of California Press. Los Angeles.
- Hull, D. L. 1988. Science as A Process: An Evolutionary Account of The Social and Conceptual Development of Science. The University of Chicago Press. Chicago.
- Kaye, H. L. 1983. The Social Meaning of Modern Biology. Yale University Press. London.
- Mayr, E. 1982. The Growth of Biological Thought: Diversity, Evolution, and Inheritance. The Belknap Press of Harvard University Press. Cambridge.
- Pettman, R. 1981. Biopolitics and International Values: Investigating Liberal Norms. Pergamon Press. Oxford.
- Sober, E. 1993. Phylosophy of Biology. Westview Press. San Fransisco.
- Yahya, H. 1987. Keruntuhan Teori Evolusi. Penerbit Dzikra. Bandung.




Saya senang tulisan seperti ini Anda posting di internet. Terlalu banyak tulisan yang “gak jelas” beredar yang hanya mengandalkan pendapat umum, bukan nalar dan bukti ilmiah yang kuat.
Sekali lagi, teruskan.
thx! berguna bgt bwt presentasi biologi kelompok gw! ^-^
makasi bgt yaaaa , pas bgt buat tugas sejarah gw (haduh ! padahal kan kalo kaya gini harusnya bio ya bukan sejarah ? emang dasar tu guru aneh)
makaseeeeeeeeeeh banget !!!!!!!!!!
bermanpaat pisan buat tugas sejarah kita ,,,,,,,,,
moga-moga nilai sejarah kita jadi bagus ,,,,,,, hohohoho ,,,,,,
doain masuk IPA & IPS yaaaaaaaaaaaa !!!!!!!!!!!!
makasih udah nulis dengan detail! Amat sangat berguna buat ngerjain PR Sejarah
BAGUUS
TANKS DAH BANTU KAMI BWAT BIKIN TUGAS BIOLOGY
ThankS daH ngeBanTu tugAs SejaraH kita yang Gak Jelas maW kemana.. IpA ataw IPS… HueHueHue..
ThX :D
duh!!! thank’z berat chuuiiieee!!!so sejarah qta “KELAR ABBIIIEEEZZZ”………
:) sepakat
ini dye yg gw cari ttg orang yg nentang darwin. ini jg bermanfaat bwt tugas biologi gw. oia, doain gw lulus UN & spmb thn ini yeh………….
Tq…tq…tq… wah akhirnya kelar deh tugas sejarah
makasih!!!
membantu tugas bahasa Indonesia gw..
disini kayaknya paling lengkap soalnya..
I google lovers!!!
akhirnya tugas bhs.inggris yang menyusahkan terselesaikan juga,hahahaha
Sebuah teori akan runtuh dengan sendirinya jika tak dibutuhkan lagi, jadi apa gunanya kita berusaha “meruntuhkan” sebuah teori, lain halnya mengkritisi……………… justru sangat bermanfaat agar teori itu tidak “hilang” tersia-siakan”. Tulisan anda saya anggap dapat “menyeimbangkan” pandangan yang saat ini berkembang untuk mendiskriditkan teori Darwin akibat “disalah gunakan” oleh kelompok manusia yang merasa dirinya superior yang menganggap sebagian manusia turunan kera yang dapat diperlakukan sebagai binatang, misalnya Nazi cs, dan menganggap dirinya entah dari mana asalnya. Sekedar catatan: Teori evolusi Darwin bukan dikhususkan untuk sekedar asal usul manusia, melainkan untuk makluk hidup yang berquanta (berwadah) dan bertifact (berisi). Baca teori minimalis yang memperluas teori evolusi, bukan sekedar makluk hidup melainkan evolusi Alam Semesta). Akses http://www.google.co.id, cari teori minimalis.
bgus bgt isinya.
thankz to the writer.
trims buangetttttttttt!!!!!
aku bisa ngerjain tugas agama. do`ain dapet nilai buagus yooooooooo
hwakakakakakak ^_^
[...] TEORI EVOLUSI CHARLES DARWIN Diarsipkan di bawah: Filsafat — greata @ 10:07 am [...]
Teori Evolusi Charles Darwin « Aviciena Center for Religions and Sciences Studies dibahas juga di dalam 1 November 2008 pada 15:46 |
makasih ya pak..
makalah bapak membantu kelompok saya dalam menyelesaikan tugas kami…
kapan-kapan perkembangan ipa dibahasa ya pak!!!!
ditunggu lho.
Tuhan tidak akan keliru dalam melimpahkan pahala lho pak…
,makasih
Menurut TM ada dua fenomena:
1. Fenomena Jagad Gede dimana Tuhan YME menciptakan something from nothing tanpa melalui jalur Sub Alam Semu hingga tak terdeksi oleh kemampuan manusia, sebab segalanya terjadi atas kehendak Nya. Dalam Fenomena Jagad Gede tak dapat ditelusiri sebab akibat, sehingga teori evolusi Darwin tak ada manfaatnya.
2. Fenomena Jagad Cilik, Tuhan YME merencanakan penciptaan Universe secara cermat, sehingga hanya dengan sentuhan awal/triger Dia sanggup merubah nothing menjadi energi semu, kemudian energi semu diberi kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai dengan hukum Ekologi yang telah diciptakan sebelumnya.Ada dua jenis energi semu briht body dan dark body yang secara evolusi bergabung menjadi trans body. Saat mendekati keseimbangan prima dimana E mendekati 0, terjadilan symetrical transi wave dan pra clear energy. Tuhan YME menciptakan bayangan super simitri sehingga saat pra clear energy mencapai keseimbangan prima yang terjadi bukan partikel 0qq yang bermasa melainkan unsur premordial 000 yang belum bermassa. Karena energi semu melakukan evolusi maka berlangsunmg dalam waktu panjang. Sedikit demi sedidik 000 tertimbun di Su Alam Semu, hingga setelah dirasa cukup maka Tuhan YME memberikan sentuhan awal dengan menghilangkan bayangan super simitri dari satu titik singular 000
hingga berubah menjadi 0qq. Terjadilah reaksi berantai yang mengubah seluruh 000 menjadi 0qq yang telah bermasa hingga membutuhkan ruangan semu, maka berlakulah hukum Fisika. Gesekan dan benturan 0qq menjadikan Fenomena Bigbang yang merupakan kelahiran Sub Alam Fisika. Dalam Universe terdapat Unsur Semu diantaranya trans energy #0#0#0 valid dan 0qq membentuk bio body (0qq#0#0#0). Tuhan memberikan kesempatan bio body berkembang sesuai dengan hukum Ekologi melalui proses evolusi, sehingga terjadilah sel. Sel ini berevolusi menjadi bio body yang lebih kompleks dan lebih sempurna. Terjadilah botanical body, zoological body dan human body. Atas izin Nya bio body bergabung dengan soul (#0#0#0 invalid) membentuk live bio body, terjadilah 0qq#0#0#0val#0#0#0inv yang hanya sanggup hidup di biosfera. Teori Darwin merintis explorasi Sub Alam Biologi. Ingin lebih jelas baca http://www.ibnusomowiyono.multiply.com cari tjtm 5.
Teori-teori buatan manusia (Misalnya Deori Darwin, Teori Bigbang, Teori Dawai, Teori Telor, Filosofi, Teori Minimalis dll tak mungkin mengungkapkan rahasia Cipttaan Tuhan YME lewat fenomena Jagad Gede, namun “masih” mungkin dimanfaatkan mengungkap rahasia Universe lewat Fenomena Jagad Cilik. Teori janganlah bersikap dogmatis hingga tak boleh berubah dan koreksi, teori mengalami evolusi bahkan mungkin mengalami revolusi,teori yang tak disesuaikan atau tak mau menyesuaikan diri dengan kebutuhan akan ditinggalkan dan mati digilas dengan teori lain yang cocok dengan kebutuhan.
hanya tuhan yang tahu,,
thankz bgt brow,
materi ini dpt membantu gw nylesein tgs biologi
huh . . .
ploooooong bgt deh rasany,
ow za buat pembaca do’ain gw supaya lulus UN & UMPTN za,
OK brow ??
tha . .
sampe jumpa !!!
thankz bgt brow,
materi ini dpt membantu gw nylesein tgs biologi
huh . . .
ploooooong bgt deh rasany,
ow za buat pembaca do’ain gw supaya lulus UN & UMPTN za,
OK brow ??
tha . .
sampe jumpa !!!
Kalimat kedua dari terakhir seharusnya “survival of the fittest”, salah cetak.
ano.. sankyuu yupz! =]
life is mystery that only god knows..
makasih, ya meski sedikit kurang lengkap tapi sudah membantu kok.
kalau bisa ditambah tenteng sejarah perjalanan darwin ke pulau galapagos!!
makasih ya!!
Yey… Finally I could increase “SCIENTIFIC” knowledge with the existence of the “THEORY” of the “EVOLUTION” that in for by Charles Darwin…. I wanted to read all the Creation books of Charles Darwin Charles Darwin’s creation book was still continuing to be or not??? NB:You know the existence of Charles Darwin’s creation books? Let know I yes?!?!?!?!?!
Darwin telah tiada, namun teorinya sampai saat ini masih terus berevolusi dan akan disesuaikan dengan kebutuhan agar tetap bermanfaat. Setelah diketahui adanya mutasi teori evolusi justru semakin diperluas. Teori Minimalis bahkan menjelaskan bahwa evolusi tak hanya dialami oleh biobody, melainkan dialami ol eh setiap ciptaan Tuhan YME. Teori evolusi modern tak menyangkal keberadaan dan kebesaran Nya, justru membuktikan bahwa Dia bukan sekedar pencipta melainkan juga perencana agung.
maksh ya
dh ngbantuin bwat presentsi bsk
okay
okay
aty2 dijaln ya darwin
awas terkna seleksi alam
WAJIB DI WOCO.SEBUAH BACAAN YANG MEMILIKI INTELEKTUALITAS YANG TINGGI
Bukan hanya sekedar dibaca melainkan juga dikritisi. Teori Darwin akan diikuti oleh Revokluasi Rekayasa Genetika sebagaimana Teori Fisika diikuti oleh Revolusi Thenologi.
Dalam TM terdapat informasi tentang kemampuan paralogika manusia yang sanggup menjelaskan fenomena Sub Alam Transien yang merupakan titik temu antara Sub Alam Gaib yang irrational, Sub Alam Metafisika/Sub Alam Fikir yang sepenuhnya rational, Sub Alam Fisika yang nyata dengan dimensi waktu, massa dan ruang nyata. Diantara fenomena transien adalah: cahaya/gelombang electro magnetik/ symetrical transiwave, informatika, medan magnit,medan listrik, asymetrical transwave yang kecepatannya melebihi cahaya dan segala sesuatu yang tidak/belum bermassa.
Ingin tahu paraloguika: akses http://www.ibnusomowiyono.multiply.com. buka blog tjtm11 perihal paralogika.
kemampuan paralogika justru dapat menerima yang tak logis dan membedakan dengan yang logis.
Mereka yang rendah kemanpuan paralogikanya dapat mengalami gangguan kejiwaan sebaliknya yang memiliki kemampuan paralogika tinggi dapat membedakan antara yang logis dan tak logis dan memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.
Paralogika dapat disalah gunakan sebagai halnya kemampuan apa saja, ibaratnya pisau yang sangat tajam dapat untuk membantu sebuah operasi untuk menyelamatkan pasien atau membunuh serta memutilasi.
Dalam hukum bahkan paralogika dapat dimanfaatkan untuk memutar balikkan logika, tetapi bagi mereka yang memiliki kemampuan paralogika tinggi akan tetap dapat membedakan yang logis dan tak logis walau dijungkir balikkan. Paralogika adalah kemampuan kerjasama antara bathin dan fikir.
Saat ini banyak yang menganggap paralogika sebagai logika yang salah/keliru atau sesat. Ini menyebabkan Saint dan religi seakan saling bertentangan, padahal seharusnya saling mengimbangi dan mengisi. Yang tak logis belum tentu salah tergantung dari sudut mana memandangnya dan kebutuhannya. Keyakinan tak perlu difikir, dipertimbangkan logis atau tidak, melainkan cukup diamalkan untuk suatu kebaikan. Banyak orang memanfaat fikiran untuk perbuatan yang merugikan lingkungan, melakukan penipuan,…….. ini jelas salah, bukan logikanya yang salah melainkan yang menggunakannya.
Teori Paralogika atau Teori Som Wyn dengan gamblang menjelaskan apa itu live biobody. TP juga menegakan bahwa logika adalah hubungan antara sebab dan akibat, antara argumen dan kesimpulan, merupakan sebuah spektrum, dari yang sangat logis hingga yang sama sekali tak logis. Inipun masih dalam katagori fenomena valid.
TP, juga membedakan wilayah logika menjadi:a. logika semu yang terdiri dari logika keyakinan yang irrational, karena tak dapat dikaitkan dengan akal, hingga sangat subjektif, berangsur ke logika fikiran yang sangat rational hingga dapat diterima oleh akal walau sering tak mudah/bahkan sangat sulit untuk diekperimenkan bahkan sering bertentangan dengan kenyataan. b. logika nyata merupakan keseimbangan timpang sehingga keseimbangan prima antara logika keyakinan dan logika fikiran, mulai dari logika semu yang sering sulit diekperimentan/dibuktikan secara nyata, berangsur kearah logika nyata yang harus sesuai dengan kenyataan.
Logika nyata memiliki komponen: a. komponen persamaan dan perbedaan. b. Komponen qualitas persamaan dan qualitas perbedaan, c. komponen quantitas persamaan dan quantitas perbedaan. d. Probabilitas dan aneka kemungkinan e.. kondisi/situasi lingkungan dll., sehingga sangat kompleks.
Teori Evolusi Darwin berdasar logika nyata sehingga sangat kompleks, tak semudah logika semu (keyakinan maupun logika fikiran).
Contoh: Logika keyakinan: saya dilahirkan oleh ibu saya yang merupakan manusia perempuan, ibu dilahirkan oleh nenek yang juga manusia perempuan, nenek dilahirkan oleh nenek buyut yang juga manusia perempuan………kesimpulan setiap manusia dilahirkan oleh manusia perempuan, bukan dilahirkan oleh kera.Jadi manusia bukanlah keturunan kera. Logika Fikiran: Siapakah yang melahirkan perempuan pertama? Logika keyakinan: manusia diciptakan oleh Tuhan YME. Logika fikiran: Siapa yang menciptakan Tuhan YME? Logika Keyakinan: Kamu atheis!
Logika Fikiran: A=B, B=C jadi A=C, Logika kenyataan: A belum tentu sama dengan C, bukti A= bulat (misalnya Bola), B=bulat (misalnya kelereng)t, tetapi kelereng tak sama (berbeda ukuran dan materi pembentuknya) dengan kelereng, jadi bola berbeda dengan kelereng walau sama-sama bulat.
TP berusaha ikut memberikan informasi betapa sulitnya “mendeteksi” spektrum logika nyata, sebab untuk “mendeteksi” spektrum logika semu yang jauh lebih sederhana dari logika nyata saja sudah teramat sulit. TP menginformasikan bahwa manusia memiliki kemampuan paralogika yang sangat bermanfaat untuk menganalisa spektrum logika semu atas dasar kondisi conscious (sadar) dan unconscious(bawah/tidak sadar). Mereka yang memiliki kemampuan paralogika positif sanggup membedakan antara logika nyata (misalnya dalam keadaan sadar dan menggunakan otaknya untuk berfikir) dan logika semu (ketika orang sedang tidur dan bermimpi), sedangkan yang memiliki kemampuan paralogika kurang (negatip) cenderung mencampur adukkan logika nyata dan logika semu. Yang memilikli logika super baru sanggup membedakan gardiensi logika semu. Untuk menganalisa spektrum logika nyata dibutuhkan ilmu pengetahuan sangat luas bukan sekedar membedakan antara mimpi (yang sermu) dan saat berfikir (nyata). Saat ini manusia dalam keadaan sadar lebih banyak mengolah masukan dari pancaindra dari pada fenomena semu lewat akal dan bathin.
Kesimpulan: Untuk memahami dan memanfaatkan Teori Evolusi Modern dibutuhkan kerjasama antara berbagai disiplin ilmu pengetahuan nyata, sehingga sangat naif untuk hanya menggunakan logika semu, baik sekedar logika fikir maupun sekedar logika keyakinan.. Kenyataan jauh lebih komplek dari keyakinan maupun fikiran.
Agar tak “tersinggung” kita harus menggunakan logika nyata, bukan logika semu dalam mensikapi Teori Darwin.
Pengikut Hittler sangat menyakini dirinya uber alles sehingga menganggap ras lainnya tak lebih dari turunan kera, hingga dapat diperlakukan semau-maunya, tetapi mereka tak dapat membuktikan karena biobodynya sama dengan manusia lainnya, jadi mereka menggunakan logika keyakinan.
Apakah kita yang bukan rasnya Hittler tersingung hingga mengeroyok manusia super ini? Kami lebih beruntung menggunakan logika fikir, sehingga “bersatu” memerangi nazi karena sudah jelas faham ini membawa petaka dengan felosofinya kill, kill and kill, tak mau memilih sithik eding. Kami bukan marah karena dianggap sebagai turunan kera, melainkan terpaksa menggunakan pilihan kill or to be killed sebagai konsekwensi anugrah Nya: consciousnes, siapapun akan membela diri untuk mempertahankan hidup yang sangat berharga.
Dalam logika nyata seorang akan berbangga dilahirkan sebagai keturuan rakyat yang bodoh kemudian berhasil menjadi seorang cendekiawan, dari pada turunan professor menjadi berotak keledai.. Mungkin saya sangat berlebihan mengibaratkan orang bodoh sebagai keledai, tetapi jika kita membatasi pada kemampuan berfikirnya dan mengeleminir perbedaan fisiknya dan lain-lain…….. persamaan itu tak berlebihan menurut logika fikir. , Manusia dianugerahi fikiran cerdas melebihi makluk lainnya, sehingga tanpa kemampuan berfikir justru fisik manusia sangat lermah, lebih lemah dari keledai. Ini bukan menisbikan kenyataan bahwa masing-masing ciptaan Nya dianugerahi kelebihan dan kekurangan.
Teori Darwin menggunakan logika nyata karena objeknya adalah biobody bukan spirit jadi sangat berbeda dengan logika keyakinan atau sekedar logika fikir. Karena menggunakan logika nyata maka dibutuhkan bukti nyata, itulah sebabnya Darwin menggunakan fosil sebagai salah satu bukti, namun itu tak cukup oleh karena itu teori ini mengklasifikasikan evolusi dalam: kecepatan evolusi, besarnya evolusi, spektrumnya/ gradasi evolusi . Teori ini berkembang terus dengan disesuaikan menurut kebutuhannya, misalnya kesempatan/probabilitas evolusi, motivasi evolusi hingga ke penyimpangan evolusi diantaranya mutasi.
Adalah terlalu naif untuk menganggap mutasi selalu merugikan, tergantung dari bagaimana memanfaatkannya. Orang menganggap penyakit selalu merugikan, padahal tanpa adanya penyakit akan terjadi ketidak seimbangan ekologi. Tuhan YME tak pernah “menciptakan” yang tak ada manfaatnya, untuk memenuhi hukum Nya, yaitu hukum Ekologi Universe.
Teori Darwin sangat sesuai dengan hukum Ekologi Biologi, hukum keseimbangan/keserasian antara Universe sebagai “rumah” dan biobody sebagai salah satu “penghuni”/isinya.
Teori Darwin “membatasi” diri dalam biosfera, TM membatasi diri sebagi “jendela” untuk “mengamati” universe. Teory Som Wyn menginformasikan live biobody sebagai interaksi antara biobody dan spirit hingga harus dibedakan antara proses biologi yang mekanistik dan proses spiritual yang vitalistik, tidak mencampur adukkan dan tak menisbikan adanya interaksi vitalistik.
Agama merupakan satu-satunya yang sanggup membimbing pencapaian kebahagiaan abadi . Metafisika,Fisika dan tehnologi mengekplorasi dan mengekploitasi materi untuk kenikmatan hidup sementara.
Dalam mensikapi suatu fenomena kita harus menggunakan teori dan logika yang sesuai dengan kebutuhannya. Mensikapi biobody dan biosfera menggunakan teori evolusi berdasar logika nyata, mensikapi live biobody menggunakan teori paralogika dengan kemampuan paralogika positif. Mencapai kebahagiaan abadi menuruti petunjuk agama dengan logika keyakinan. Menciptakan kenikmatan hidup sementara memanfaatkan teori fisika dengan tehnologinya menggunakan logika fikir. Ini bukan berarti satu dengan yang lain tak ada kaitannya, sebab universe ini merupakan sebuah system tertutup hingga satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi.
bagus banget…..
aku boleh tanya ngak??
klo teori revolusi Darwin… tapi lebih spesipik nya.. tentang tanaman… apa yach???
ARIGATOU GOZAIMASU. IT REALLY HELPS
Teory Som Wyn adalah bagian dari Teori Minimalis, sehingga sekedar informasi hingga tak memerlukan bukti sedangkan Teori Darwin adalah teori ilmiah hingga dibutuhkan bukti.
Walaupuin teori Darwin mempelajari makluk hidup berwadag atau living organism atau live bio body namun bersifat monolistik hingga tak mempersoalkan adanya nyawa. Oleh karena itu teori Darwin lebih sesuai dikatakan sebagai teori biologi karena lebih menekankan pada segi fisik/bio body dari sesuatu yang menyebabkan kehidupan. Teori ini meliputi micro biologi, botani, dan zoologi. Teori Darwin sebenarnya tak menyebutkan bahwa manusia itu turunan kera, melainkan evolusi dari makluk yang “mirip kera”. Itupun masih terdapat rantai putus (missing link).
Teori Som Wyn lebih “memfokuskan” diri manusia,walau dapat juga menjelaskan tumbuh-tumbuhan atau binatang.
Manusia adalah manusia tak mempersoalan turunan kera maupun nabi Adam dan Hawa. Bio body manusia jelas berbeda dengan tumbuh-tumbuhan atau binatang karena lebih rumit, terutama pada kemampuan otak dan berfikirnya sehingga spirit yang “memanfaatkan” juga berbeda dari spirit binatang. Teori Som Wyn menggunakan komputer sebagai model manusia hingga lebih mudah dimengerti. Bukti menunjukkan bahwa kecerdasan manusia berkembang dengan pesat yang tak mungkin dilakukan oleh binatang maupun tumbuh-tumbuhan, sebab manusia diberikan kesempatan oleh Tuhan YME untuk melakukan hidup berkesinambungan. Secara jenis manusia menguasai “ilmu informasi” yang sanggup menghubungan waktu dan ruang. Umur manusia yang pendek tak menyebabkan missing link (terputusnya) peradaban sebab generasi yang terdahulu mewariskan budaya,ilmu pengetahuan, keyakinan dll lewat berbagai media informasi. Itu telah terbukti: informasi sanggup menjadi penghubung antar generasi dan berbagai tempat dibumi.
Kesinambungan secara individu dinyatakan dengan sifat spirit yang laten hingga sanggup melakukan reincarnasi sehingga manusia semakin lama semakin cerdas dan dapat memanfaatkan warisan informasi dari generasi sebelumnya secara efektip karena telah memiliki pengalaman hidup sebelumnya. Ini dimisalkan sebagai user yang sanggup merganti komputer generasi baru yang memiliki kemampuan yang lebih canggih dari sebelumnya. Tanpa pengalaman akan membutuhkan waktu lebih lama dalam memanfaatkan informasi warisan generasi sebelumnya.
Mungkin saat ini teori Som Wyn dianggap omong kosong,bahkan dianggap sesat, namun jika tehnologi informasi telah sanggup mendeteksi adanya spirit, maka kesinambungan berdasar spirit akan segera diikuti oleh revolusi spiritual ilmiah hingga manusia terhindar dari atheisme.
Jika kita ingin menembak sesuatu kita harus mengetahui targetnya hingga dapat memilih senjata yang tepat agar: bidikan kita efisien, probabilitas mengenai sasarannya tinggi dan sasarannya dapat kita manfaatkan sesuai dengan kebutuhan kita (tak hancur berkeping-keping hingga tak bermanfaat)
Jika kita akan menuju kesuatu tempat, kita harus tahu arah dan jalan menuju tempat itu, kita pelajari kendaraan apa yang paling cocok untuk mencapai tempat itu. Jika tersedia banyak pilihan maka kita pilih yang paling kita yakini sanggup membawa kita ketujuan itu. Jika tak tersedia kenadraan bukan berarti kita tak dapat mencapai tempat itu, dengan berjalan atau berenangpun kita dapat mencapai tujuan itu karena kita dianugerahi “kompas”, yaitu keyakinan dan fikiran. Betapapun kecilnya kemungkinan,selama kita masih diberi kesempatan untuk maju setapak mendekati tujuan seharusnya kita coba dari pada duduk-duduk menunggu kematian.
Kita seharusnya bersukur hidup pada zaman yang telah semakin banyak memberikan pilihan untuk menggapai tujuan/cita-cita/idealisme:
Agama akan membimbing kita menuju kebahagiaan abadi. Ilmu pengetahuan memberikan kenikmatan hidup walau hanya sementara. Teori Som Wyn menginformasikan adanya kesempatan yang diberikan oleh Tuhan YME untuk hidup berkesinambungan.
Jangan bingung menentukan pilihan: jika kita mau jujur: semua akan memilih mendapatkan kebahagiaan abadi, namun juga dapat menikmati kenikmatan hidup sementara. Hidup berkesinambngan memungkinkan menikmati kenikmatan hidup sementara namun tetap berusaha mencapai kebahagiaan abadi.
Teori Darwin mempelajari evolusi biologi, sehingga tak mempermasalahkan spiritual, namun seharusnya dapat membedakan antara benda (clear body) dan fosil (yang menurut Teori Som Wyn merupakan interaksi mekanistik antara clear body dan trans body.) Fosil itu berbeda dari batu! Ini tak mengherankan karena teori Darwin termasuk saint yang monolistik.
Lain halnya teori Som Wyn yang termasuk dalam teori Minimalis yang dualistik, membedakan antara yang semu dan yang nyata. Teori Som Wyn lebih menekankan pada evolusi spiritual, walaupun juga menjelaskan apa itu bio body.
Teori Darwin harus didekati dengan logika nyata, karena mempelajari sesuatu yang nyata sedangkan Teori Som Wyn harus didekati dengan logika bawah wadar atau para logika, karena disamping yang nyata ada yang semu, disamping yang rational ada yang irrational.
Darwin menyatakan bahwa semua bio body berasal dari “asal yang sama” hingga ada yang menafsirkan nenek moyang manusia adalah kera. Inilah yang ditentang oleh agama.
Som Wyn menyatakan bahwa spirit merupakan interaksi vitalistik antara trans body dengan soul (nyawa) sehingga sanggup melakukan reincarnasi. Ini pasti akan ditentang oleh agama, terutama yang tak mengakui adanya reincarnasi.
Jika missing link ditemukan, maka kebenaran teori evolusiDarwin tak akan dapat disangkal lagi. Jika spirit dapat terdeteksi oleh tehnologi informatuika, maka teori evolusi spiritual juga tak akan terbantah lagi.
Teori Minimalis menyatakan : perbedaan harus disukuri dan dinikmati sepanjang tak menimbulkan sengketa. Agar tak terjadi sengketa seharusnya kita memilih sithik eding, tak mencari benar atau menangnya sendiri. Jika ada yang ingin memaksakan kehendaknya, maka pastilah terjadi genti genten, suatu saat berkuasa suatu saat terpinggirkan atau suatu saat sebagai pemberi suatu saat jadu penerima. Jika keduanya ingin benar sendiri, maka yang berlaku adalah tiji ti beh, kill or to be killed. Sangat mengerikan!
bagus
Barangsiapa yang meyakini teori evolusi maka dia akan menghadapi seribu pertanyaan dan dia akan gelisah karena harus menjawab setiap pertanyaan yang akan terus bermunculan. Dan barangsiapa yang meyakini teori penciptaan maka hatinya akan lapang dan tenang karena tidak akan ada pertanyaan yang akan muncul. Tolong dikoreksi jika pernyataan saya salah.
Dan barang siapa percaya buta dengan teori penciptaan maka logikanya tidak akan pernah berkembang seumur hidup (kecuali dia mau belajar dan menggunakan logikanya).