Dua hari ini aku wira-wiri ke penerbit Kanisius. Tak lain dan tak bukan demi mengurus buku pertamaku, yang sudah terlantar beberapa minggu. Selama dalam masa penantian, hari-hari dijalani tak menentu. Seringkali aku tercenung sendiri di kamar, dengan sebuah pertanyaan “akan kemana aku setelah ini?”
Diary Hari Ini
•9 Februari 2010 • Tinggalkan sebuah KomentarBuku Baru: Messianik Yahudi
•9 Februari 2010 • & KomentarEkpektasi akan hadirnya juru selamat pada Hari Akhir Zaman (The End of Days) tidak hanya menjadi ranah khusus dalam teologi Islam. Agama Yahudi-pun menantikan kehadiran “Imam Mahdi” yang mereka sebut dengan “Moshiach” atau “Messiah”. Sosok yang akan membawa bangsa Israel dalam kedamaian dengan The Promise Land Jerussalem sebagai pusat kekuasaannya.
Lowongan Kerja di TV One
•7 Februari 2010 • Tinggalkan sebuah KomentarI Flying Without Wings
•7 Februari 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar
I flying without wings… Aku teringat kembali dengan lagu jadul masa SMA ini saat menyaksikan sekuel inspiratif American Got Talents di Indosiar. Lagu yang dibawakan oleh West Life, group vokal dari Inggris yang sekarang sudah ngak eksis lagi.
I flying without wings… Mungkin itulah keadaan yang tepat untuk menggambarkan diriku saat ini. Terbang tanpa sayap. Karena memang itu adanya. Tiada sayap yang mampu membawaku terbang tinggi di angkasa sambil meneriakkan suara kebebasan dan kegembiraan. Kakiku masih berpijak di atas bumi.
Lembaran Cinta Pudar
•5 Februari 2010 • Tinggalkan sebuah KomentarBiarkanlah hujan turun deras basahi bumi. Biarkan gemericiknya keras terhempas hingga suara tangisan ini tak terdengar kentara. Biarkan halilintas menyambar berkilat menakutkan. Karena hati sudah tak takut lagi menemui kematian.
Jika memang sudah takdir, apalagi hendak dikata. Tiada dapat aku merubah semua. Aku hanyalah hamba yang larut dalam alunanNya. Aku ikhlas menerima. Tiada harus menyesal, meskipun ada kecewa yang tersisa.
Kuterobos derasnya hujan setelah menerima hasil test ODP Bank Mandiri di Grha Sabha Pramana UGM. Team resoursing menyatakan aku tidak lulus. Terhenti saat test wawancara Bahasa Inggris. Ya, bahasa satu ini memang momok yang menakutkan bagiku sejak SMA. Terus menterorku sampai menjelang wisuda. Tiada cara untuk memupus kebencian dan trauma-ku kepada Bahasa Inggris selain harus segera mengambil program kursus intensif.
Cara Menerbitkan Buku Sendiri
•3 Februari 2010 • & Komentar
Kecendrungan sebagian besar penerbit pada penulis-penulis tenar dan karya-karya populer, telah membuat beberapa orang memilih untuk menerbitkan buku sendiri. Aku termasuk orang yang memilih jalur kedua ini. Bukan karena merasa sombong dengan kemampuan diri sendiri, tapi sejak awal mengerjakan skripsi aku memang sudah berniat akan mengkonversi skripsiku menjadi buku. Tujuan utamaku hanya ingin belajar. Belajar menulis, dan belajar menerbitkan buku sendiri.








Comment