Penulis Sunyi

•10 November 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aku surut berjalan mundur, ketika melihat sebuah cincin melekat di jari manis seorang wanita. Bukan karena apa-apa, pengalamanku mengatakan gadis itu biasanya dah punya seseorang spesial. Lebih baik mundur teratur daripada harus “berkonflik” memperebutkan wanita.

Ketika berpapasan dengan wanita cantik, maka berburuk sangkalah bahwa anda hanyalah salah satu dari sekian banyak pria yang sudah tertarik padanya. Sangat kecil kemungkinan dia masih single atau berstatus lajang sedang mencari pria pujaan. Lanjutkan membaca ‘Penulis Sunyi’

Pudarnya Pesona Akhwat

•9 November 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya siang ini hujan kembali basahi bumi. Perlahan suasana gerah berubah menjadi sejuk. Sejak dulu aku suka hujan. Suka dengan bunyi rintik-rintiknya yang khas.

Kunyalakan jet audio dengan sebuah tembang berkesan, Aku Cinta Padamu dari Siti Nurhaliza. Sebuah lagu yang membawaku masyuk dengan kenangan masa lalu. Ya, persis kelas 2 SMP. Saat pesantren kilat di SMP Greaty, SMPN 1 Kota Solok. Tembang yang diputar oleh bioskop dekat kediaman walikota Solok persis setelah sholat Isya ditunaikan.

Lanjutkan membaca ‘Pudarnya Pesona Akhwat’

Memberhalakan Cinta

•9 November 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

i_love_you_001Masih melalui malam-malam resah. Menjelang tidur di bawah suasana gerah. Aku mencoba untuk memikirkan apa artinya cinta? Sebuah kata yang telah membius hampir seluruh orang di dunia. Sebuah kata yang membuat orang rela berkorban apa saja. Bahkan menjadi gila-terluka karena tak mampu meraihnya.

Ya, siapapun tak dapat menolak betapa hebatnya cinta membawa dunia dalam kejadian-kejadian heroik. Epik-epik romantis lagi tragis karena memperjuangkan cinta, mengisi lembaran-lembaran sejarah manusia. Baik dalam bentuk sastra maupun dalam narasi cerita.

Lanjutkan membaca ‘Memberhalakan Cinta’

Putus Asa karena Cinta???

•8 November 2009 • 1 Komentar

Menjelang usia 25 tahun tanggal 23 november ini aku dilanda kebimbangan. Resah yang ku pikir pantas bukan seorang pria dengan track record kelam dalam percintaan. Seperempat abad aku hidup di atas dunia ini, belum pernah kurasakan cinta sebenarnya. Ya ada cuma aku merindukan seseorang yang tak pernah punya rasa kepadaku.

Beberapa hari ini aku menjadi gila. Ku buat status paling aneh selama aku menjadi facebookers. “Ada yang mau jadi pacarku???”. Sontak saja teman-temanku bertanya. Kesambat dimana si Anggun yang dulu sangat anti dengan yang namanya pacaran? Lanjutkan membaca ‘Putus Asa karena Cinta???’

Balas Dendam “Buaya nan Terluka”

•7 November 2009 • 1 Komentar

Salah satu point penting yang perlu dicatat oleh Bibit, Chandra serta KPK dan seluruh elemen yang mendukung eksistensi pemberantasan korupsi di Indonesia adalah penyataan Kapolri dalam sidang klarifikasi dengan Komisi III DPR RI yang berlangsung Jum’at dinihari 6 November 2009. Saat ditanya apakah Polri yakin dengan bukti-bukti terkait kasus penyelewengan kekuasaan/pemerasan yang menjerat wakil ketua KPK non aktif Bibit Samad dan Chandra Hamzah oleh wakil ketua Komisi III dari PKB, dengan sungguh percaya diri dan mengutip kata-kata mendekati pasti (memulai dengan kata insya Allah) Jendral Bambang Hendarso Danuri yakin bahwa BAP dan bukti-bukti yang dimiliki oleh Polri bisa menang dalam sidang pengadilan.

Dibukanya rekaman yang menyeret Kabareskrim Susno Duaji dan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga telah membuat dua institusi hukum yang telah lama berkiprah dalam perjalanan bangsa ini sangat tersudutkan. Apalagi lewat giringan media, gelombang ketidakpercayaan masyarakat semakin kuat. Seolah-olah Polri dan Jaksa adalah institusi bobrok penuh dengan dosa. Lanjutkan membaca ‘Balas Dendam “Buaya nan Terluka”’

Sidang Dagelan DPR-POLRI

•6 November 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sampai jam 3 dinihari, Jum’at 6 November 2009, DPR masih melakukan rapat dengan jajaran Polri terkait dengan permasalahan “kriminalisasi KPK”. Rapat terbentur oleh pemilihan redaksi kata sebagai kesimpulan dari pertemuan. Rasa-rasanya sidang dewan terhormat tak lebih dari kelas bahasa untuk mencocok-cocokan kata yang tepat untuk direkomendasikan kepada Polri.

Entah karena pimpinan dan mayoritas anggota Komisi III DPR masih baru menjalani sidang-sidang kenegaraan, agaknya terlalu lucu memperhatikan tingkah polah mereka. Pimpinan sidang membaca kesimpulan yang belum disepakati oleh seluruh anggota. Lanjutkan membaca ‘Sidang Dagelan DPR-POLRI’