Mencari Kerja, Menjemput Cinta Ke Jakarta

Posted: 28 Juli 2010 by Gunawan in Diari Hati

“Ada getar tak biasa… Ada mimpi nan ingin menjadi nyata… Ada senyum ketika teringat dirinya… Semua berkelindan jadi satu… Dalam penantian berbalut besarnya harapan… Rasa suka nan telah bermula semenjak masih remaja, hari ini bersemi menjadi cinta… Kuungkapkan rasa ini dengan jujur, disaksikan langit dan hembusan sejuknya angin Jakarta… Sebagaimana cinta yang lembut lahir dari nurani, ku ingin ungkapan terdalam dari sanubari ini tak membuatnya bersusah hati…”

Sudah 7 hari aku tak menulis di blog ini. Tangan masih terasa kaku untuk memulai mengetik lagi. Tapi gejolak darah sebagai “Blogger” tak mampu kebendung. Kupaksakan untuk sekedar membuat tulisan yang entah kemana arahnya… he2..he2..

Baca entri selengkapnya »

Back to Masjid

Posted: 20 Juli 2010 by Gunawan in Diari Hati

Barusan pulang dari Masjid sebelah asrama. Tak seperti biasa, habis sholat langsung kabur, malam ini hatiku tergerak berlama-lama di masjid. Sekedar dzikir dan sholat sunnah ba’diyyah Isya. Ada lapang terasa di dada. Apalagi bisa bersalaman dengan bapak-bapak jama’ah masjid yang lain. Sambil bersenda gurau dengan Pak Yono, sang imam Masjid, Pak Irham, Ketua Takmir, dan Pak Darsono, Bendahara Masjid. Kehangatan yang tlah lama tak kurasakan.

Sudah lama gersang hati ini dari cahaya Ilahi. Ceramah rutin di sela-sela Magrib-Isya yang disampaikan oleh Ustadz Abu Abdurrahman ku simak dari kamar, telah membuat batinku tersentak.

Baca entri selengkapnya »

Selamat Ya In

Posted: 18 Juli 2010 by Gunawan in Diari Hati

Assalamu’alaikum. Walimatul ‘Ursyi. Insya Allah  akan menikah Indria Efrilina dengan Rahmat Hidayat ST. Tanggal 24 Juli 2010. Mohon kehadiran dan do’anya. Syukron Jaza…

Tiba-tiba saja handphone-ku berbunyi, saat ku pacu Grand kesayangangku menuju masjid kampus UGM. Sejenak ku menepi seraya membuka pesan baru itu. Rangkaian kalimat seperti yang kutulis di ataslah yang tertera. Sontak saja, bayanganku terbang jauh ke belakang. Melintasi waktu menuju masa-masa SMA.

Indria Efrilina, 2 tahun aku sekelas dengannya. Gadis riang yang dekat dengan banyak cowok di kelas. Terutama sekali di hari Senin selepas upacara bendera. Ia termasuk siswi yang ikut ribut-ribut bareng para cowok-cowok yang tadi malam baru saja nonton Seri A Italia. Maklumlah Indria atau Iin sebagaimana teman-teman satu kelas memanggilnya, adalah Juventini yang tergila-gila sama Del Piero dan Inzaghi. Tas-nya pun penuh dengan pin-pin Juventus yang sering dipegang-pegang sama AF dan Mul, dua mafia bola di kelasku. Ha2…Ha2..

Baca entri selengkapnya »

Ngak Bisa Bahasa Inggris=Kiamat???

Posted: 17 Juli 2010 by Gunawan in Serba-Serbi

Bisa apa kalau ngak bisa bahasa Inggris??? Ngak bisa apply beasiswa S2 baik di dalam negeri apalagi ngejar yang di luar negeri. Ngak bisa masuk lamar kerja di di perusahaan-perusahaan ternama atau instansi pemerintah yang bonafit. Jadi orang blo-on dengan pekerjaan seadanya atau jadi pengangguran kelas atas meskipun bisa kuliah di universitas ternama.

Itulah yang kurasakan sebagai sarjana yang ngak punya kemampuan bahasa Inggris mumpuni. Kesendat lamar kerja sana sini karena ada persyaratan toefl 500 sekian. Ngajuin beasiswa di UGM juga kesandung toefl yang juga 500-an.

Baca entri selengkapnya »

Siapa Bilang Orang Indonesia Pemalas???

Posted: 11 Juli 2010 by Gunawan in Serba-Serbi

Dingin masih menyerang tubuhku. Meskipun sudah dibalut 2 jaket tebal, tetap saja tak mengusirnya. Kucuba mengetikkan kembali sebuah tulisan, karena aku tak ingin kalah dengan sakit yang telah kudera hampir 4 hari ini. 2 Minggu yang lalu, aku bolak-balik Jogja-Jakarta. Memenuhi panggilan tes kerja Bank Mandiri Syariah dan salah satu harian terkenal ibukota.

2 kereta yang sudah familiar, Senja Utama dan Fajar Utama, setia mengantarku. Tanpa ada masalah, meskipun kadang telat beberapa jam di tempat tujuan. Ya, kereta sebenarnya adalah transportasi yang menyenangkan dan cukup terjangkau buat kaum ekonomi menengah ke bawah. Tetapi jangan harap bisa istirahat enak, karena setiap menit para pedagang dan pengemis lalu lalang melintas di sepanjang lorong gerbong kereta.

Baca entri selengkapnya »

Kosong

Posted: 10 Juli 2010 by Gunawan in Diari Hati

Hujan sudah mulai reda. Namun, awan hitam masih naungi langit Jogja. Kucuba lagi rangkai bait-bait kata di blog ini. Setelah beberapa hari kutinggalkan karena harus menjalani tes kerja di Jakarta. Berangkat Senin pagi dan baru kembali kemarin pagi. Selama itu juga aku tak bersentuhan dengan internet. Karena terfokus dengan psikotest Republika selama 2 hari.

Sakit setelah mengikuti tes wawancara dengan psikolog Rabu masih terasa sampai detik ini. Tubuhku masih lemah. Lebih banyak habiskan waktu untuk tidur sejak kedatangan di Jogja. Belum ada hal yang berarti kulakukan. Baju kotor masih bertumpuk di kamar. Kelanjutan kursus di JED juga masih terabaikan.

Baca entri selengkapnya »