“Ada getar tak biasa… Ada mimpi nan ingin menjadi nyata… Ada senyum ketika teringat dirinya… Semua berkelindan jadi satu… Dalam penantian berbalut besarnya harapan… Rasa suka nan telah bermula semenjak masih remaja, hari ini bersemi menjadi cinta… Kuungkapkan rasa ini dengan jujur, disaksikan langit dan hembusan sejuknya angin Jakarta… Sebagaimana cinta yang lembut lahir dari nurani, ku ingin ungkapan terdalam dari sanubari ini tak membuatnya bersusah hati…”
Sudah 7 hari aku tak menulis di blog ini. Tangan masih terasa kaku untuk memulai mengetik lagi. Tapi gejolak darah sebagai “Blogger” tak mampu kebendung. Kupaksakan untuk sekedar membuat tulisan yang entah kemana arahnya… he2..he2..






“Ada getar tak biasa… Ada mimpi nan ingin menjadi nyata… Ada senyum ketika teringat dirinya… Semua berkelindan jadi satu… Dalam penantian berbalut besarnya harapan… Rasa suka nan telah bermula semenjak masih remaja, hari ini bersemi menjadi cinta… Kuungkapkan rasa ini dengan jujur, disaksikan langit dan hembusan sejuknya angin Jakarta… Sebagaimana cinta yang lembut lahir dari nurani, ku ingin ungkapan terdalam dari sanubari ini tak membuatnya bersusah hati…”
Barusan pulang dari Masjid sebelah asrama. Tak seperti biasa, habis sholat langsung kabur, malam ini hatiku tergerak berlama-lama di masjid. Sekedar dzikir dan sholat sunnah ba’diyyah Isya. Ada lapang terasa di dada. Apalagi bisa bersalaman dengan bapak-bapak jama’ah masjid yang lain. Sambil bersenda gurau dengan Pak Yono, sang imam Masjid, Pak Irham, Ketua Takmir, dan Pak Darsono, Bendahara Masjid. Kehangatan yang tlah lama tak kurasakan.
Tiba-tiba saja handphone-ku berbunyi, saat ku pacu Grand kesayangangku menuju masjid kampus UGM. Sejenak ku menepi seraya membuka pesan baru itu. Rangkaian kalimat seperti yang kutulis di ataslah yang tertera. Sontak saja, bayanganku terbang jauh ke belakang. Melintasi waktu menuju masa-masa SMA.
Bisa apa kalau ngak bisa bahasa Inggris??? Ngak bisa apply beasiswa S2 baik di dalam negeri apalagi ngejar yang di luar negeri. Ngak bisa masuk lamar kerja di di perusahaan-perusahaan ternama atau instansi pemerintah yang bonafit. Jadi orang blo-on dengan pekerjaan seadanya atau jadi pengangguran kelas atas meskipun bisa kuliah di universitas ternama.
Dingin masih menyerang tubuhku. Meskipun sudah dibalut 2 jaket tebal, tetap saja tak mengusirnya. Kucuba mengetikkan kembali sebuah tulisan, karena aku tak ingin kalah dengan sakit yang telah kudera hampir 4 hari ini. 2 Minggu yang lalu, aku bolak-balik Jogja-Jakarta. Memenuhi panggilan tes kerja Bank Mandiri Syariah dan salah satu harian terkenal ibukota.
Hujan sudah mulai reda. Namun, awan hitam masih naungi langit Jogja. Kucuba lagi rangkai bait-bait kata di blog ini. Setelah beberapa hari kutinggalkan karena harus menjalani tes kerja di Jakarta. Berangkat Senin pagi dan baru kembali kemarin pagi. Selama itu juga aku tak bersentuhan dengan internet. Karena terfokus dengan psikotest Republika selama 2 hari.