INDONESIA MENUJU NEGARA ZOMBIE???


setelah baca artikelnya Prof. Rhenald Kasali saya berpikir, jangan-jangan Indonesia juga sedang bergerak menuju negara zombie… APBN kita meskipun defisit banyak, tetap saja dikorup oleh pejabat dan politisi… pengusaha nyambi menjadi politisi agar mendapatkan limpahan proyek-proyek dari dana APBN… BUMN tetap saja menjadi sapi perahan dan bagian dari kue kemenangan politik… Meskipun terus merugi, tidak ada pernah terdengar PHK terjadi di BUMN…
 
di banyak kota/kabupaten/provinsi, lebih dari 50% APBD habis untuk membayar gaji PNS… APBD pun masih digerogoti dengan kehadiran pegawai-pegawai honorer yang selama ini menjadi bagian dari balas jasa dari walikota/bupati/gubernur terpilih kepada para pendukungnya… kalau lowongan honorer di dinas-dinas tidak memungkinkan lagi, dibuat lembaga-lembaga baru dengan nama “kumpulan tim ahli”…
 
kemudian kita mencari hutang dan menggadaikan apa yang ada dengan program yang bernama investasi… politisi dan pejabat terbang ke luar negeri untuk merayu pengusaha luar negeri agar mau “menanamkan modal” di Indonesia.. agar mereka mau, digodalah dengan skema bagi hasil yang menggiurkan… peraturan dibuat mudah untuk investor.. mereka dikasih privillege… kemudian masyarakat setempat tinggal dikasih gula-gula manis dan janji-janji “ekonomi akan meningkat” kalau masyarakat lokal dengan senyum terbuka menerima kehadiran investor…
 
harapan negara untuk mendapatkan uang dari pajak masih jauh dari harapan, karena pengusaha-pengusaha kaya sengaja memarkir uangnya di luar negeri… banyak pengusaha-pengusaha kaya malah tidak punya NPWP, tetapi masih bisa menjalankan usahanya di Indonesia… kalaupun punya NPWP, mereka menyewa konsultan pajak dan bekerjasama dengan orang pajak agar kewajiban pajak bisa didiskon banyak…
 
anak-anak muda negeri ini yang tersenyum sumbringah dan dikobarkan dengan janji-janji masa depan untuk merubah indonesia ketika masuk perguruan tinggi, kemudian menjadi anak-anak muda yang kemudian masih harus menyusahkan orang tuanya ketika setelah wisuda sarjana… agar tak cepat-cepat menyandang status sarjana, mereka melanjutkan ke jenjang S2 dengan beasiswa BI (beasiswa Bapak dan Ibu)… yang juga tanpa kepastian mau bekerja apa setelah mendapat gelar mentereng, MASTER… Tetapi bagi perguruan tinggi, ini menjadi pasar menarik.. maka berbondong-bondonglah kampus negeri dan swasta membuka program S2… yang penting bisa mendapatkan sumber penghasilan baru.. soal lulusan S2 mau bekerja dimana, itu persoalan mahasiswa itu sendiri.. bukan urusan kampus…
 
mulai SMP, anak-anak muda Indonesia sudah dicekoki ganja dan narkoba… dari artis sampai anak-anak orang miskin menjadi konsumen narkoba… pengedar yang ditangkap banyak… tetapi setelah ditangkap, bos-bos narkoba masih bisa menjalankan usahanya dari dalam penjara…
 
sinetron-sinetron hedonis yang memamerkan motor-motor besar berharga mahal menghiasi tv-tv kita setiap hari… motor racing menjadi alat dan syarat pergaulan agar diterima di lingkungan kaum muda.. orang tua yang hidup ngos-ngosan kemudian dipaksa untuk membeli motor seharga 30-50 juta rupiah… kemudian terpaksalah orang tua meminjam uang pada rentenir, koperasi, dan bank… karena penghasilan rendah, terlilitlah mereka dengan beban hutang bertahun-tahun tanpa henti…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s