DILEMA PENDIDIKAN TINGGI INDONESIA


 
Di Indonesia, ajang seminar tugas akhir dari s1 sampai s3 dijadikan sebagai momen bagi dosen2 untuk “membantai” mahasiswa… saat2 untuk mereka memperlihatkan kehebatan… padahal banyak di antara mereka yg belum pernah menerbitkan buku, tak ada catatan penelitian ilmiah mereka di jurnal internasional…
 
sementara para professor di luar negeri yg karya-karyanya mendunia berusaha membangun iklim “kemitraan” antara mereka dengan mahasiswa bimbingan… jadi semangat yg dibangun, “jeleknya karya mahasiswa adalah malu buat saya”… sehingga pertanyaan kritis dan bimbingan intensif terjadi di awal pembuatan proposal dan proses pengerjaan… sehingga seminar tugas akhir hanyalah memperkuat apa yang selama beberapa bulan atau beberapa tahun telah didiskusikan dan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dan semaksimal-maksimalnya… dan seminar tugas akhir tidak lagi menjadi acara horor ajang “pembully-an” untuk mengorek-ngorek kelemahan2 tugas akhir seorang mahasiswa…
 
Keteladanan ilmiah seharusnya juga diperlihatkan oleh seorang dosen… Dengan cara menyajikan karya ilmiah yang bernas milik pribadinya… Sehingga mahasiswanya bisa belajar langsung tidak hanya dari kata-kata dan nasehat sang dosen saja, tetapi juga bisa langsung merujuk kepada TUGAS AKHIR yang pernah dibuat oleh dosen pembimbingnya tersebut…
 
Tetapi dari sekian banyak mahasiswa, berapa sieh yang bisa menemukan dan membaca karya TUGAS AKHIR DOSENNYA yang juga pernah jadi mahasiswa juga???
 
alkisah seorang kenalan saya… dia terpaksa menghabiskan waktu lebih dari 10 tahun untuk menyelesaikan program S3-nya.. padahal pengalaman internasionalnya luar biasa… tulisannya sudah tembus jurnal internasional… expertise-nya dipakai di luar negeri… saya kemudian bertanya-tanya ada apa dengan beliau…. jejak rekam S1 dan S2 nya mentereng… termasuk mahasiswa yang cepat lulus dan karya skripsi dan tesisnya dipuji oleh banyak dosen… cerita punya cerita, masalah ketika beliau di S3 adalah faktor dosen pembimbingnya… saya tidak tahu detailnya seperti apa, tetapi beliau sampai berikrar begini, “Kalau Professor itu meninggal dunia, tak ada niat saya untuk datang melayat dan berziarah ke kuburnya…” Saya merasakan betapa ia begitu tersiksa dengan kuliah S3 yang molor dan telah mengorbankan banyak hal gara-gara dosen pembimbing yang tak menjadikan mahasiswanya sebagai “MITRA”…
 
di sisi lain, masih banyak mahasiswa yang tukang copy paste… tidak tertib dalam melakukan pengutipan karena tidak mencantumkan sumber darimana sebuah kalimat atau paragraf didapatkan… malas mencari sumber pustaka yang berbahasa indonesia, apalagi yang berbahasa inggris dan bahasa asing lainnya… bahkan ada juga yang main “short cut” kerjasama dengan jasa konsultasi penelitian untuk dibikinin skripsi…
 
syarat TOEFL untuk wisuda diakali… ketika skor tes asli tidak sampai-sampai, dicari sertifikat orang kemudian diedit dengan corel atau photoshop dengan menganti NAMA PEMILIKI ASLI atau SKOR sehingga sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh kampus… atau dicari lembaga kursus bahasa inggris yang bisa mengeluarkan sertifikat TOEFL “abal-abal” yang skornya bisa dipesan sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan tarif bayaran..
 
kemudian diwisudalah sang mahasiswa itu dengan gegap gempita di gedung paling keren di kampusnya… kemudian tugas akhirnya itu hanya tertata rapi di perpustakaan jurusan atau fakultasnya… yang kemudian hanya dibaca oleh yunior-yunior yang punya korelasi atau kesamaan tema dengan penelitian yang mereka buat…
 
skripsi yang dibikin berdarah-darah atau yang dibuatkan lewat upah hanya tinggal kenangan ketika pekerjaan yang didapatkan tak lagi sesuai dengan bidang keilmuan… semakin tragis ketika pola pikir ilmiah yang dibangun selama bertahun-tahun hanya berujung kebuntuan dan tak mampu menjadi senjata ampuh membangun karier sehingga cuma jadi “pengangguran”…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s