TIDAK MUNGKIN CALON TUNGGAL DI PILPRES 2019 MESKI PT 20%


 
Lagi-lagi warga media sosial begitu mudah untuk diperdaya oleh sebuah tulisan provokatif. Kali ini tertipu oleh tulisan seseorang yang sering melabeli dirinya “Wartawan Senior” dengan judul tulisan “⁠⁠⁠⁠⁠CALON PRESIDEN TUNGGAL ATASI ELEKTABILITAS YANG JEBLOK”… Tulisan tersebut hendak memancing kemarahan masyarakat terhadap kengototan pemerintah dan beberapa partai besar dengan syarat 20% sebagai presidential threshold pada pemilu 2019.
 
Argumen-argumen yang disampaikan luput dari data perolehan suara partai pada pemilu 2014. KPU memutuskan perolehan suara final pemilu 2014 adalah sebagai berikut:
 
1. Partai Nasdem 8.402.812 (6,72 persen)
2. Partai Kebangkitan Bangsa 11.298.957 (9,04 persen)
3. Partai Keadilan Sejahtera 8.480.204 (6,79 persen)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 23.681.471 (18,95 persen)
5. Partai Golkar 18.432.312 (14,75 persen)
6. Partai Gerindra 14.760.371 (11,81 persen)
7. Partai Demokrat 12.728.913 (10,19 persen)
8. Partai Amanat Nasional 9.481.621 (7,59 persen)
9. Partai Persatuan Pembangunan 8.157.488 (6,53 persen)
10. Partai Hanura 6.579.498 (5,26 persen)
14. Partai Bulan Bintang 1.825.750 (1,46 persen)*
15. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 1.143.094 (0,91 persen)*
 
 
Yang ditakutkan oleh sang “Wartawan Senior” itu adalah situasi dimana KMP sudah banyak ditinggalkan partai-partai besar dengan perolehan suara signifikan di pemilu 2014. Sehingga dengan kecilnya suara Partai Setia KMP, maka hanya ada 1 calon tunggal yang akan muncul. Sehingga dengan otomatis Jokowi yang saat ini disebut2 sebagai kandidat terkuat dari partai Golkar, Nasdem dan mungkin juga PDIP, melenggang nyaman untuk hanya sekedar ditetapkan oleh KPU sebagai presiden untuk periode kedua.
 
Hatta itu Jokowi menjadi calon tunggal, ada skenario yang harus dijalani Jokowi yakni meraih suara 50% plus satu. Hal ini seperti yang terjadi pada pilkada-pilkada yang hanya meloloskan 1 calon saja. Calon tunggal itu harus berhadapan dengan lawan “TIDAK SETUJU”….
 
Tapi lagi-lagi calon tunggal tidak akan mungkin terjadi di Pilpres 2019 meskipun RUU Pemilu yang disahkan memuat PT 20%. Akumulasi suara Gerindra, PKS dan PBB saja sudah melewati 20% (11,81 % + 6,79% + 1,46 = 20,06%)… Apalagi kalau nanti PAN kembali melakukan aksi balik badan dan kembali merapat ke KMP, maka sudah lebih dari cukup untuk mengusung satu paket calon Presiden dan Wakil Presiden, 27,65%..
 
Saya pribadi punya kecenderungan pada keyakinan bahwa akan muncul 3 pasang calon untuk Pilpres 2019. Satu kubu lagi kemungkinan besar akan dibuat oleh Demokrat yang memang selama ini agak susah untuk bergabung dengan koalisasi yang dibangun Megawati atau Prabowo…
 
Koalisi yang akan dibangun oleh Gerindra masih akan tetap mengusung Prabowo Subianto. Apalagi ketika kemenangan Anies – Sandi di pilkada DKI, teriak-teriak “Prabowo Presiden” turut menggema dalam perayaan kemenangan. Melihat statement-statemen Amien Rais yang cukup pedas kepada rezim Jokowi, rasanya PAN berat untuk merapat ke koalisi yang dibangun oleh partai2 pengusung Jokowi.
 
Sebenarnya yang harus diperhatikan oleh partai-partai pendukung Jokowi adalah soal ketetapan hati Golkar untuk konsisten “mendukung Jokowi”… Golkar adalah partai liat yang dengan sangat mudah berpindah hati. Apalagi kemudian koalisi Jokowi tidak menguntungkan Golkar dan Setya Novanto akhirnya ditetapkan tersangka oleh KPK maka aksi balik badan Golkar hanya menunggu waktu saja.
 
Tidak ada yang harus ditakutkan dengan PT 20%. Yang harusnya kita takutkan adalah memori pendek masyarakat Indonesia dan aksi munafik dari partai-partai Islam (atau yang berbasis massa Islam) yang begitu mudah memecah belah umat dengan pilihan-pilihan politik yang semata-mata berdasarkan ghonimah yang akan didapatkan… Sehingga umat tidak memperoleh panduan yang jelas tentang siapa yang mesti dipilih karena para ulamanya saling perang ayat untuk menguatkan kandidat tertentu.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s