Professor, Jangan Ikutan Apatis


PLEASE BAPAK-IBU PROFESSOR DOKTOR YANG TERHORMAT, JANGAN IKUTAN GALAU… KALAU BAPAK-IBU JUGA IKUTAN INDIVIDUALIS MIKIRIN DIRI SENDIRI DAN TAK MAMPU MERUMUSKAN VISI DAN MISI UNTUK UMAT DAN INDONESIA, MAU KEMANA KAMI YANG MUDA-MUDA INI????
 
saya sendiri merasa heran, kok bapak2 dan ibu2 yang sudah mencapai degree akademik tertinggi dan pengalaman sekian puluh tahun dengan sekian puluh ribu buku yang dibaca masih kebinggungan menyusun visi dan misi umat dan indonesia???
 
bukankah ada sekian ratus buku perjalanan nabi muhammad yang bisa menjadi tauladan… ada sekian ratus buku karya2 para founding fathers indonesia yang bisa menjadi rujukan???
segera fokus pada kerja melahirkan generasi dan mencari pemimpin nasional yang sesuai dengan visi dan misi umat sebenarnya bukan soal SELERA SESAAT DAN JEBAKAN NAFSU POLITIK PRAKTIS….
 
konsep untuk melahirkan generasi baru itu contohnya sudah ada.. bisa dari orang-orang seperti umar bin khattab yang awalnya adalah pembenci dakwah rasulullah yang paling depan… bisa dari orang-orang tua seperti abu bakar.. bisa dari sosok ali bin abi thalib anak muda cerdas yang di waktu remajanya sudah berani menjadi tameng hidup bagi rasulullah dengan tidur di kamar rasulullah ketika pasukan quraisy datang menyerbu saat berita rasulullah hijrah ke madinah sampai ke telinga mereka..
 
kita pun sudah disuguhkan buku-buku bagaimana generasi pemberani seperti shalahuddin al ayyubi dan nuruddin zanki bisa dilahirkan..
 
kalau kita baca bagaimana rasulullah membangun generasi makkah dan membangun generasi madinah, pada saat itu alqur’an belum turun semuanya…
 
artinya wahyu belum sepenuhnya diterima dalam bentuk panduan utuh… tapi rasulullah bisa membangun sebuah masyarakat baru.. artinya tidak perlu membuat VISI DAN MISI YANG SEMPURNA…
 
berjalan saja dulu dengan apa yang maksimal bisa dirumuskan dalam waktu dekat ini.. dengan seiring berjalannya waktu diperbaiki.. apalagi yang ada sekarang sudah mewakili kegelisahan dan harapan2 jauh di masa mendatang..
 
kalau kita masih sibuk mencari kesempurnaan VISI dan MISI untuk UMAT ISLAM… dan merasa belum bisa dilakukan proses pencarian aktor-aktor yang dipercaya bisa mewujudkannya sampai kapan terus meratapi diri sebagai “umat yang terdzolimi”… kapan mau bergeraknya…
 
padahal sebenarnya TIDAK HARUS MEMBEBANKAN 1 KALI PERIODE KEPEMIMPINAN POLITIK DENGAN PENCAPAIAN 100%….. 20-30,50% dulu, tidak masalah)
 
karena ketika dalam waktu 25 tahun yang akan datang kalau misalnya satu periode kepemimpinan bisa mewujudkan 20% saja, dalam waktu 25 tahun sudah bisa mewujudkan 100% VISI dan MISI itu…
 
yang penting sekarang bukan pada PERUMUSAN VISI DAN MISI YANG SEMPURNA, MENCARI SOSOK PEMIMPIN YANG SEMPURNA… tetapi cukup pada KEHADIRAN PEMIMPIN YANG PRO UMAT, SADAR DENGAN KEADAAN DAN PUNYA KAPABILITAS – INTEGRITAS UNTUK MEMIMPIN…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s