NIAT YANG BELUM SEMPURNA


 
sarapan pagi dengan koran yang di halaman muka, “Gracia Indri Gugat Cerai David ‘Noah’…” kemudian menambah deretan panjang artis-artis yang hanya mampu mempertahankan pernikahan seumur jagung… padahal mereka adalah sosok-sosok “yang sempurna” dan memilih “yang sempurna”… parasnya okey, penghasilan okey, popularitas okey… tetapi kenapa pernikahan yang dirayakan wah itu kemudian tak bertahan lama?? padahal janji suci itu diikat di tempat suci, Masjid ataupun Gereja…
 
saya kemudian menemukan jawaban pernikahan ekspres itu dikarenakan NIAT YANG BELUM SEMPURNA… paras okey hanya menjadi bahan untuk memamerkan pasangan dalam acara-acara ramai… “istri saya cantik kan??”.. “suami saya ganteng kan???”…. sehingga ketika ia bertemu dengan yang lebih cantik dan lebih ganteng, sangat mudah hatinya untuk berpaling…
 
jika motivasi penghasilan okey dengan harapan bisa hidup senang-senang dan bisa liburan kapan saja-kemana saja, maka ada waktu dimana seseorang jatuh dan seret dalam hal finansial… dan di saat harapan untuk bersenang-senang itu pupus dan kemudian terpaksa harus bekerja lebih keras untuk bangkit, kata ceraipun dengan sangat mudah diucapkan…
 
motivasi untuk ikut dikenal banyak orang, di sana-sini dielu-elukan orang, selalu dibuntuti dan jadi bahan berita wartawan dengan menikahi publik figur hanyalah kesenangan sesaat… pada akhirnya timbul kejenuhan dan tak lagi mau direpotkan oleh berbagai tetek bengek yang berbau fans dan media… kadang cadar-pun dikenakan untuk mengelabui dan bersembunyi… ketika urusan rumah tangga sudah menjadi konsumsi media, di saat itulah tidak ada lagi ruang privacy dan hidup seperti tinggal dietalase kaca kebun binatang, yang tak bisa lepas dari tatapan mata orang….
 
Niat yang belum sempurna itu bisa karena Pernikahan hanya karena desakan lingkungan…. Ketika teman SMA dan teman kampus sudah melepas masa lajang, timbul perasaan “kok saya belum laku juga??”… apalagi mudah baperan ketika diberondong oleh pertanyaan “kamu kapan nikahnya say??”… sementara ego diri masih kuat…. masih belum mau berubah orientasi dari kesenangan pribadi menuju pengabdian tiada henti… masih tidak ingin direpotkan oleh kehamilan, masih elergi dengan suara tangisan bayi di malam dinihari, masih belum kuasa memenuhi permintaan2 suami… sementara yg laki-laki masih lebih suka ke luar rumah daripada duduk di rumah sendiri, tak punya ketangguhan mencari rizki untuk anak dan istri…
 
Jika niat itu sudah sempurna dan motivasi yg dibangun adalah keredhaan-Nya, maka semua riak dan duri akan bisa dihadapi… kesabaran dan saling intropeksi diri menjadi solusi ketika pertengkaran semakin menggila… tahajud dan menyendiri di masjid jadi solusi ketika rumah terasa panas… bukan keluar kelayapan untuk mencari “teman cerita”….
 
Ketika ijab kabul diucapkan seiring itulah kerja marathon tiada henti dimulai… rute panjang yg tak habis sampai semuanya dihisab di padang masyar… dan yg kemudian menaungi lebih banyak amanah dan tanggung jawab… kesempurnan niat adalah modal utama untuk membangun keluarga yang kuat….
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s