Jenggot dan Cingkrang


saya berkenalan dengan beberapa alumni Universitas Islam Madinah KSA yang masuk di awal-awal universitas itu berdiri… beliau-beliau itu masih bertemu dengan syaikh-syaikh yang kitab-kitabnya dipakai sebagai rujukan oleh komunitas Salafi Indonesia yang cukup menggeliat kiprahnya saat ini…
 
Penuturan mereka adalah kami berpakaian biasa ala orang Indonesia.. Jenggot kami biasa… Celana kamipun biasa… Baju kamipun cuma baju koko seperti bajunya Pak Natsir… Tetapi tidak pernah kami dimarahi ketika kami potong jenggot dan ketika celana kami melewati mata kaki…
 
Saya kemudian mikir, apakah gerakan “permusuhan” kepada yang tidak memelihara jenggot dan yang “ngak cingkrangan” itu hanya fenomena baru akhir2 ini saja sebagai identitas baru bagi alumni-alumni madinah yang baru pulang di awal tahun 1990-an yang kemudian berafiliasi dengan gerakan salafi indonesia???
 
Kemudian yang menarik bagi saya adalah kehadiran Ustadz Bachtiar Nasir dengan style yang biasa-biasa saja dengan statusnya sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Islam Madinah Indonesia….
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s