MENUJU 2019


 
Oleh: Anggun Gunawan
 
Kelemahan GNPF menurut saya adalah tidak mampu “memanfaatkan” kedekatan Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin dengan Jokowi-JK… padahal KH Ma’ruf adalah ulama yang paling sering dipanggil ke istana dan memberikan masukan kepada Jokowi… Tidak mampu menjalin komunikasi yang baik dengan ulama-ulama senior yang telah punya akar kuat di tengah-tengah masyarakat. Oleh ustadz-ustadz GNPF, Prof. Quraish Shihab dilabeli syiah, Ulama-ulama NU dicap liberal, Ulama-ulama Muhammadiyah dianggap tak berani menyuarakan kebenaran… Sehingga kekuatan GNPF kemudian lebih terporsir untuk “memenjarakan Ahok” dan masih tertatih-tatih untuk sekedar membuat BANK SYARIAH NIR RIBA… apalagi untuk agenda implementasi syariat Islam….
 
secara elektabilitas-pun, tokoh-tokoh GNPF masih belum cukup menjual apabila diajukan dalam Pilpres 2019… bahkan untuk duduk sebagai anggota DPR pun saya masih meragukan apakah mereka punya cukup suara???
 
Jokowi memang sudah berancang2 maju di Pilpres 2019.. apalagi Golkar dan Nasdem sudah menyatakan secara eksplisit soal dukungan untuk Jokowi di 2019….
 
lagi2 persoalannya adalah terkait memunculkan tokoh Islam yang punya kapabilitas dan didukung oleh tim perumus visi dan misi yang kuat….. karena besar kemungkinan partai-partai Islam akan terbelah lagi seperti 2014… jadi butuh kekuatan alternatif yang bisa mencerahkan masyarakat sekaligus hadir dengan pimpinan yang capable and berintegritas….
 
diskusi apapun tentang masa depan Islam di Indonesia mau tidak mau akan mengerucut kepada paket-paket tokoh islam yang punya jiwa seperti khalafur ar rasyidin dan punya pemahaman keindonesiaan yang komprehensif yang bisa ditawarkan kepada masyarakat….
pertanyaan besarnya adalah apakah Jokowi – JK itu orang tidak baik??? ataukah yang tidak baik itu adalah LINGKARAN JOKOWI – JK??? atau sebenarnya rezim Jokowi – JK adalah rezim yang baik, tetapi yang membuat kita sering kebakaran jenggot hanya karena terlalu suka dikompori oleh lawan politik yang juga BERAMBISI UNTUK BERKUASA???
 
kalau tesis pertama yang benar, maka yang dibutuhkan memang mengantikan Jokowi dengan Tokoh YANG LEBIH BAIK…
 
kalau misalnya yang bermasalah adalah Lingkarannya, maka “kepemilikan saham” yang mesti dirubah..
dalam sepakbola itu hal biasa….apalagi di liga Inggris.. tetapi persoalannya, untuk menganti kepemilikan saham di dunia politik adalah dengan Partai.. dulu seingat saya Prof. Dien Syamsudin pernah menginisiasi Partai Matahari Bangsa… tetapi tidak terlalu laku… hingga akhirnya teman2 muda Muhammadiyah pendiri PMB kemudian pindah haluan..
bahkan ada yang ke Perindo… PMB dikala itu juga dianggap sebagai pengerogot suara PAN dalam merebut soal suara warga Muhammadiyah…
 
PROSES AKUISISI SAHAM POLITIK inilah yang harus dipikirkan caranya… dan saya melihat caranya adalah MEMBESARKAN SATU PARTAI ISLAM YANG SUDAH ADA….kemudian melakukan perjuangan lagi untuk penerimaan Calon Independen untuk Pilpres di MK…
 
Tetapi apabila yang salah adalah paradigma dan kaca mata kita dalam melihat rezim Jokowi – JK, maka langkah terbaik adalah buka mata dan hati untuk melihat realitas dari sudut pandang yang lebih beragam… Atau mungkin kita perlu menganti kacamata baru agar lebih jernih melihat keadaan…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s