Masa SMA


 
Dulu di SMA ku sejak masuk di kelas 1, ada kelas khusus untuk anak-anak yg punya nem tertinggi… 30 orang dipilih masuk kelas berbakat yg menjadi grade pertama dan 40 orang dipilih untuk masuk ke kelas grade kedua bernama kelas unggul… pembagian itu didasarkan pada tes khusus setelah ada perangkingan nem seluruh calon siswa yg mendaftar… saya pun kemudian hanya masuk ke kelas unggul dan selama 2 tahun di kelas unggul itu hanya masuk ranking 10 ke bawah… karena nilai bahasa inggris dan nilai pelajaran IPA yg jelek…
 
Di kelas 3 aku menemukan jalanku.. karena masuk jurusan IPS… semua pelajaran jurusan ips kusukai kecuali bahasa inggris.. baru beberapa menit guru bahasa masuk kelas, aku minta izin dan tidur2an di masjid sekolah selama setengah jam… ditambah lagi pada saat itu aku mendapat infiltrasi sesat, bahasa inggris itu bahasa kafir… jadi g apa2 ngak dipelajari… karena nilai bahasa inggris yg jeblok selama 3 caturwulan, aku hanya nangkring di rangking 2.. tak bisa mengalahkan satu teman dari kelas berbakat yg cuma 2 orang saja yg ambil jurusan ips di kelas 3….
 
Tetapi akhirnya aku mengalahkan teman pemilik tahta juara 1 kelas ips itu pada akumulasi nilai ujian akhir kelulusan… dan kemudian dilanjutkan lolos umptn setelah dalam usaha pertama masuk ugm lewat jalur pmdk gagal… tapi keberhasilan masuk ugm itu hanya disambut biasa oleh guru2… karena jurusan filsafat yg tak terlalu terkenal dan masih asing di telinga guru-guruku… ketika tahun pertama kuliah pas liburan pulang kampung, respon guru juga biasa2 saja… permintaanku untuk masuk ke kelas untuk menyampaikan perkuliahan di ugm hanya disambut dingin oleh kepala sekolah… untung saja ada guru sejarahku yg berkenan ngasih jam pelajaran beliau selama 30 menit untukku sekedar presentasi singkat tentang kuliah di ugm…
 
Di sumatera barat, sma ku hanya sma mediocare… bukan termasuk sekolah unggulan di sumatera barat… tetapi setiap tahun selalu mengirimkan siswa ke ugm, itb dan ui… dan aku baru tahu kemarin malam bahwa salah satu produk kelas unggul sman 1 kota solok itu adalah aktivis icw, donal fariz yg selalu menghiasi layar kaca nasional ketika ada kasus-kasus korupsi dibongkar oleh kpk…
 
Aku yakin perjuangan donal ke icw adalah lewat effort pribadinya selama kuliah… termasuk jejak rekamnya sebagai presiden mahasiswa fakultas hukum universitas andalas…
 
Pertarungan selepas sma dan dunia kerja adalah sesuatu yg baru… dan terkadang para mediocare yg bukan anak kesayangan guru pas SMA lah yg kemudian tampil membanggakan sekolah karena jejak rekamnya sebagai alumni SMA tertentu….
Iklan
Posted in SMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s