KRITIKUS MUSIMAN


 
Oleh: Anggun Gunawan
 
10 tahun lamanya saya mengikuti masa pemerintahan SBY… dan menyimak satu per satu tulisan para pakar ekonomi kerakyatan soal penolakan mereka terhadap penghapusan subsidi terutama dalam hal TDL dan BBM… kritik mereka kepada cara SBY membujuk hati rakyat lewat program BLT… sampai saya hafal dengan dalil-dalil ilmiah mereka… tetapi ketika 5 tahun menjabat dengan kebijakan yang kata para pakar ekonomi kerakyatan itu adalah bentuk sistem kapitalis, rakyat Indonesia masih ingin dipimpin oleh SBY untuk periode ke-2… kerinduan pada SBY itu masih cukup terasa ketika AHY maju dalam pilkada DKI…
 
Hari-hari ini, mereka para pendekar ekonomi kerakyatan yang sering saya baca tulisan-tulisannya di kolom Opini Koran dan saya dengarkan uraian-uraiannya di televisi, kemudian diangkat menjadi komisaris di berbagai BUMN… kemudian saya mengalami masa-masa sunyi dengan Opini soal ekonomi kerakyatan… Yang kemudian ribut-ribut soal kenaikan TDL dan BBM serta sebut-sebut ekonomi rakyat saat ini adalah yang selama 13 tahun ini tidak pernah mendapatkan kursi kekuasaan…
 
yang lebih mengenaskan adalah kehadiran politisi selalu berteriak soal ekonomi kerakyatan dan pembelaan terhadap kaum dhuafa, tetapi selama 13 tahun ini mereka bergabung dengan rezim penguasa… terus mereka itu lagi teriak-teriak apa??? padahal mereka sendiri bagian dari penguasa yang menaikkan tarif-tarif itu sendiri???
 
satu hal yang gagal kita pahami dari rezim jokowi adalah rezim ini punya ambisi membangun berbagai proyek mercusuar… proyek-proyek infrastruktur yang memang membutuhkan dana besar… orang-orang Indonesia masih ogah-ogahan bayar pajak… baru kalang-kabut ketika ada program Tax Amnesty.. bahkan banyak orang kaya yang tak punya NPWP…. kinerja BUMN-BUMN masih banyak yang negatif… banyak yang merugi… tetapi kita tidak pernah mendengar ada penurunan gaji pegawai BUMN… padahal pajak dan laba BUMN itulah yang sebenarnya sangat diharapkan negara untuk membayar semua biaya operasionalnya…
 
Mau tidak mau rezim jokowi harus nyari uang kemana-mana… baik dari Barat, Arab dan China…. untuk membiayai proyek infrastruktur yang masyarakat Indonesia juga bereuforia menyambutnya… kebutuhan masyarakat Indonesia akan lebaran yang tak macet, smart city dengan fasilitas internet yang joss, listrik yang tak pernah padam, jalan-jalan untuk membuka wilayah-wilayah pelosok, pelabuhan-pelabuhan baru agar harga barang semakin murah, bandar udara baru dengan taraf internasional untuk memperbanyak kunjungan wisata, lahan pertanian baru agar suppy makanan tetap terjaga… SEMUANYA PERLU DANA YANG TIDAK SEDIKIT….
 
terus darimana negara ini dapat uang ketika raihan pajak dan laba BUMN tidak bisa menutupi???
 
sementara yang mengeluhkan kenaikan harga listrik, tak pernah berhemat memakai listrik… tak mempermasalahkan menghabiskan 100 sampai 200 ribu per bulan untuk beli pulsa internet… selalu pamer baju baru untuk kebutuhan selfie dan update foto di sosial media setiap hari… punya cukup banyak uang untuk bayar tagihan kartu kredit…
 
menjadi negara kesejahteraan pun kita masih malu-malu kucing… negara kesejahteraan tidak mengenal orang miskin atau orang kaya dalam pemberian subsidi… kebutuhan dasar masyarakat digratiskan… tetapi ada pajak progresif, dimana yang kaya harus membayar pajak yang lebih banyak… begitulah cara negara-negara welfare memberikan keadilan…. subsidi diberikan kepada semuanya.. tetapi pajak kepada orang-orang kaya dibayarkan sesuai jumlah kekayaannya… para penunggak pajak adalah para kriminal yang harus dimeja-hijaukan…
 
inilah yang tidak terjadi di negara kita, orang-orang penunggak pajak dielu-elukan sebagai orang baik karena sekedar mengadakan program buka bersama dengan 1000 anak yatim… para penungak pajak bisa dengan bebas terus melakukan ekspansi bisnisnya di berbagai lini di Indonesia… para penungak pajak masih bebas bergerilya di partai politik dan mengatur berbagai kebijakan di negeri ini…
 
kritik-kritik musiman kita hanya sia-sia saja kalau kita tidak pernah memikirkan SUMBER UANG YANG DIDAPATKAN DENGAN CARA BERSIH, CERDAS DAN MANDIRI UNTUK MEMBANGUN DAN MEMBIAYAI OPERASIONAL NEGARA INI….
 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s