JANGAN PICU KARBALA KEDUA


 
Oleh: Anggun Gunawan
 
Luka sejarah yang sangat sulit termaafkan adalah pembantaian terhadap Hussein bin Ali bin Abu Thalib di tanah karbala… terlepas dari kontroversi Yazid bin Muawiyah terlibat atau tidak terlibat dalam pembunuhan itu, tapi yang jelas Yazid tidak meng-qishas pembunuh Hussein.. soal penuntutan hukuman kepada pembunuh inilah yang membuat Aisyah kemudian terlibat “konflik” dengan Ali, karena Ali tidak kunjung menangkap pembunuh Ustman bin Affan…
 
Di zaman Abbasiyah-pun para ilmuwan yang kemudian dipuja-puji sebagai pioner penemuan-penemuan besar dunia di bidang sains (sebelum akhirnya dikembangkan oleh orang Barat) kebanyakan menganut paham mu’tazilah… Al Makmun yang disebut khalifah yang sukses mengembangkan kejayaan sains Islam adalah sosok yang memenjarakan ulama besar Islam Imam Ahmad Bin Hanbal karena fitnah “Al Qur’an itu makhluk”….
 
Sekarang orang Islam Indonesia terlalu mudah dihasut untuk membenci muslim yang lain dengan cap-cap sesat.. sesat karena pemikiran syiah.. sesat karena pemikiran liberal islam yang disebut berakar dari Mu’tazilah… tetapi ketika mereka mengagung-agungkan Islam, mereka kemudian mengagungkan masa-masa khulafur rasyidin yang penuh dengan darah dan masa-masa abbasiyah yang didominasi pemikiran mu’tazilah…
 
belakangan yang diserang adalah Prof. Quraish Shihab… cap “syiah” dilekatkan kepada beliau… label yang secara nyata sangat kontras dengan sikap yang dipilih oleh Prof. Quraish soal hijab… Beliau mengatakan hijab tidak wajib.. sehingga Najwa Shibab beliau bolehkan tidak berhijab.. karena hijab bagi beliau adalah pakaian yang sopan.. pendapat ini sangat berbeda dengan pandangan ulama syiah di Iran… bahkan pakaian wanita syiah di Iran mirip dengan pakaian akhwat Salafi yang serba gelap dan juga bercadar…. terus sekte syiah apa yang dipegang oleh Prof. Quraish… SYIAH LIBERAL kah??? sangat lucu apabila Prof. Quraish dikatakan penganut syiah liberal.. karena pemikiran liberal sendiri sangat erat kaitannya dengan sekularisme… padahal dalam salah satu keimanan utama syiah adalah konsep Imamah… syiah tidak akan ada tanpa imamah…
 
kemudian ada juga tokoh politik besar Indonesia yang hendak menggelorakan perang badar untuk menumbangkan jokowi.. karena jokowi dianggap telah memusuhi Islam dan memusuhi para ulama… itu hanya karena dirinya merasa didzalimi dan beberapa tokoh ustadz merasa “dikriminalisasi”… sementara ia membiarkan partainya sendiri menjadi SEKUTU JOKOWI… mereka yang mengaku ulama didzalimi, sementara ulama-ulama NU dan Muhammadiyah disambut dan dijamu dengan baik oleh Jokowi.. tak pernah Jokowi mau membubar MUI.. bahkan dalam acara-acara NU dan Muhammadiyah, Jokowi hadir dan berakrab-akrab penuh senyum dengan petinggi NU dan Muhammadiyah… sangat aneh kemudian yang digembar-gemborkan adalah revolusi dan perang badar…. mengapa mereka terlalu tega membakar kemarahan umat… bukan malah melokalisir konflik pribadi mereka dengan penguasa pada wilayah yang elegan dan cara politik yang cantik???
 
aksi melabeli orang dengan kata sesat dan tak jelas mencari rujukan kejayaan islam itulah menjadi bibit-bibit pertumpahan darah sesama muslim… yang akan mengantarkan kita kepada masa-masa berduka ketika sesama keluarga nabi saling bertikai… ketika sahabat-sahabat nabi terlibat dalam perang memilukan… ketika cucu nabi dibantai dengan kejam…:(
 
apakah masa-masa menyedihkan itu yang hendak kita hidupkan lagi di zaman ini dengan sangat gampangnya kita memberikan label “sesat” kepada sesama muslim???
 
terus terang sekarang, saya merasa begitu berat untuk mengatakan “mari kita wujudkan kembali kegemilangan masa lalu islam”… karena terlalu banyak darah yang tertumpah di masa lalu itu… saya lebih cenderung, marilah kita ambil hikmah dari tragedi-tragedi berdarah dalam sejarah Islam… dan kita hidupkan nilai-nilai kebaikan universal yang ada dalam alqur’an sekaligus mempraktekkan keteladanan yang baik dari diri rasulullah dan para sahabatnya dalam kehidupan sehari-hari mereka…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s