Terima Kasih Dek


Dek, aku merasakan perhatianmu ketika aku dibully karena tulisan-tulisanku lewat pesan pribadimu…. Dan aku bahagia engkau mengerti tentang sebuah konsekuensi penyampaian pemikiran-perasaanku dalam tulisan-tuilsanku (meskipun diledek itu kebenaran dari hongkong dan kebenaranku sendiri .. karena yang penting itu bukan kebenaran itu sendiri karena akal dan rasa kita terlalu pendek untuk mencapai kebenaran absolut, tetapi proses pencarian terus menerus untuk mendekati kebenaran itu yang lebih penting) … Sungguh aku tak takut sempitnya rizki karena tulisan-tulisanku Dek… Dulu, kerja enak dan peluang untuk diangkat jadi PNS pun aku tinggalkan karena nuraniku seringkali terusik… Aku sudah terbiasa hidup miskin dek… Hidup dari rumah kontrakan satu ke rumah kontrakan lain… Tapi satu keyakinanku bahwa miskin bukanlah tanda Allah benci dan kaya bukanlah tanda Allah sayang…
 
Cinta itu bukanlah yang meninggalkan ketika terpuruk, tetapi yang mengulurkan tangan ketika jatuh.. Dan dalam hidup tak selalu jalan itu mulus.. Dan yang hadir ketika kita diacuhkan dan diabaikan, dialah sebenarnya cinta sejati itu….
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s