Siapa Yang Mendzolimi Pak Amien???


 
Wacana yang coba digiring oleh simpatisan Pak Amien adalah ada pihak yang menjerat dan meruntuhkan reputasi Pak Amien sebagai “Bapak Reformasi” dan sebagai politisi baik. Hal ini diindikasikan karena ada yang tidak suka dengan sikap kritis Pak Amien kepada pemerintah Jokowi dengan statement beliau yang cukup keras beberapa waktu yang lalu bahwa “Rezim Jokowi lebih parah dibandingkan Rezim SBY”. Termasuk juga keterlibatan aktif Pak Amien dalam aksi-aksi bela Islam disebut-sebut sebagai faktor Pak Amien harus disasar dan dihancurkan kariernya. Dan selama ini memang korupsi menjadi jalan terbaik untuk menghancurkan karier politisi di republik ini.
 
Kalau kita lihat kasus Pak Amien secara jernih, sebenarnya jaksa KPK hanya ingin menguraikan indikasi aliran dana dari dugaan kasus korupsi Alkes yang menjerat ibu Siti Fadilah Supari. Dan penyebutan itu di forum terhormat dalam sistem hukum kita yakni pengadilan. Dan jaksa KPK belum masuk pada kesimpulan dan dakwaan bahwa Pak Amien terlibat dalam kasus korupsi tersebut.
 
Namun, para pembela Pak Amien melihat penyebutan nama itu sebagai ketidaksukaan rezim atas sikap kritis Pak Amien selama ini. Dan menjadikan KPK sebagai alat pemukul untuk menekan Pak Amien agar tak lagi lantang berkoar-koar.
 
Tetapi yang menjadi pertanyaan besar kita adalah bukankan PAN menjadi bagian dari Rezim Jokowi. Dan sebuah rezim terdiri dari berbagai aliansi politik dan kepentingan. Nah, siapakah oknum rezim yang punya “dendam” kepada Pak Amien sampai saat ini tidak pernah disebut secara jelas.
 
Kalaupun yang membuat kemarahan Pak Amien, Keluarga dan Simpatisan adalah KPK, sampai saat ini kita tidak melihat upaya yang serius dari Pak Amien untuk mendorong PAN melakukan revisi terhadap UU KPK. Tidak muncul gagasan bagaimana seharusnya KPK bisa lepas dari jeratan kepentingan politik rezim yang sedang berkuasa.
 
Jadi kita pun bertanya-tanya, apakah memang penyebutan nama Pak Amien murni politik balas dendam ataukah murni perkara hukum yang prosesnya masih berjalan sampai saat ini di pengadilan tipikor…
 
Wallahu a’lam bisshowab…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s