PANSUS ANGKET KPK: ANTARA MENYELAMATKAN WAJAH POLITISI DAN PERJUANGAN SUCI MELAWAN KORUPSI


 
Oleh: Anggun Gunawan
 
Salut buat PKS yg tetap konsisten menolak pembentukan Pansus Hak Angket KPK… padahal PKS adalah salah satu partai yg sering “didzolimi” KPK.. beda sama PAN yg dulu cenderung menolak, tetapi setelah kasus Amien Rais paling bersemangat untuk bergabung dengan panitia angket… gerindra yg dulu walkout pas ketuk palu fahri hamzah, sekarang ikutan bersetuju dengan panitia angket… sebagai rakyat indonesia mari kita saksikan drama ini layaknya telenovela saja… kalau dimasukin ke hati bisa merusak silaturrahmi…
 
Kepada Profesor-Professor dan Doktor-Doktor serta cendekiawan di ICMI saya katakan seperti ini:
 
Saya melihat sekarang muncul pertarungan opini di masyarakat, KPK versus politisi. Dan kasus pak amien semakin mempertegas hal itu. Tapi sampai hari ini Pak Amien tidak pernah menyebut siapa oknum di KPK yg dendam dan ingin mengkriminalkan dirinya.
 
Saya pikir pak amien dekat pak Busyro. Setahu saya tidak ada pergantian yg signifikan di struktur kepegawaian KPK. Dan saya yakin pak Busyro tahu kapasitas pegawainya dulu yg hari ini juga masih mengabdi di KPK. Kenapa pak Amien tidak menggunakan jalur pak Busyro untuk membongkar indikasi kriminalisasi untuk dirinya.
 
Untuk menjawab kasus pak amien sebenarnya sederhana saja.. kl bukan aliran dari Alkes, diprint aja alokasi 600 juta itu digunakan buat apa.. Sebar ke wartawan selesai… kalau untuk nyumbang ke masjid, pesantren, kegiatan mahasiswa dan beasiswa buat anak yatim dan miskin sebenarnya publik g akan meributkan…
 
Sekarang saya g tahu nanti Pansus angket KPK akan menghabiskan duit berapa ratus juta??? Semakin banyak dan lama sidang maka akan makan uang negara yang akan dialokasikan. Dan hasilnya apakah akan jadi ajang untuk membersihkan nama politisi atau memang untuk memperbagus kinerja kpk???
 
Tapi yang pasti kebakaran jenggotnya sekarang dibawa ke ranah politik.. Dan kita akan melihat drama telenovela lagi di pansus angket KPK.
 
Padahal dulu banyak ahli hukum bilang, yg bisa diangket itu cuma eksekutif. Kalau misalnya KPK diangket, kan ini sama juga lembaga negara menyidang lembaga negara.
 
Kalau saya berpendapat, perbaikan kinerja KPK diarahkan kepada revisiUU KPK.. Agar kerja KPK efektif. Seperti misalnya angka kerugian negara yg ditangani kpk dibuat batas minimalnya. Misalnya 10.miliar. Kl di bawah itu KPK kasihin aja perkara ke kejaksaan dan kepolisian.
 
Jadi ngak kayak sekarang kpk sepeti film Ultraman. Setiap minggu harus ada monster yg dilibas. KPK bekerja seperti sinetron jadinya. Minimal seminggu ada 1 perkara yg bisa masuk tv. Meskipun itu perkara ecek2 100 juta kek kasus Irman Gusman
 
Tapi kan repotnya Forum Rektor Indonesia bebrapa waktu lalu bikin statement bahwa revisi UU KPK belum penting. Jadi serba sulit sekarang
 
Dan untuk kasus pak Amien, menariknya tidak ada hastag SaveKPK dari kawan2 aktivis anti korupsi.
 
Yg saya sayangkan dari pak amien adalah momen kemarin tidak dijadikan sebagai Perang Badar melawan kedzoliman dan ketidakadilan yang bertebaran di negeri ini. Kalau Pak Amien jadikan Senin kemarin sebagai Perang Badar saya yakin akan ada efek positifnya bagi kemajuan Indonesia. Seperti kata salah satu keluarga Pak Amien bahwa kedatangan hari Senin kemarin diniatkan sebagai upaya untuk menuntaskan reformasi dalam bidang hukum
 
Tetapi pak amien urung datang..Dan strategi yg dipakai sekarang malah strategi politik. Dan kemudian kita hanya dipertontonkan ribut2 yg memang keras.. tetapi hasilnya bisa jadi nol besar seperti Pansus Century. Ribut2 mau menjerat Pak Boediono dan bu Sri Mulyani, tapi hasilnya kosong melompong…
 
Ketika Forum Rektor Indonesia juga menunjukkan keenganan untuk melakukan revisi UU KPK. Sebenarnya dalam situasi inilah dibutuhkan forum cendikiawan yg jernih melihat persoalan. Bukan cendikiawan yg masuk dalam salah satu arus keberpihakan. Ajak ICW dan kawan2 aktivis korupsi, para ahli di pusat-pusat kajian Anti Korupsi, mantan pimpinan KPK dan pakar hukum korupsi untuk duduk bersama bahas UU KPK lagi. Dudukkan persoalan secara jernih.. Perbaiki mana yg harus diperbaiki. Dan sebenarnya ICMI bisa menfasilitasi pertemuan itu kalau mau…:)
 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s