MASUKAN BUAT PROYEK AMBISIUS BUPATI PARIAMAN ALI MUKHNI: TAROK CITY SELUAR 697 HEKTAR


Oleh: Anggun Gunawan (Asal Kepala Hilalang Pariaman)
 
Ali Mukhni Bupati Pariaman setelah terpilih pada 2016 lalu langsung tancap gas dengan merencanakan pembangunan ambisius Tarok City seluas 697 hektar yang terletak di kaki Gunung Tandikat Nagari Kapalo Hilalang, Kec. 2×11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman. Di kawasan tersebut direncanakan akan dibangun Unand, UNP, ISI Padang, UIN Imam Bonjol, Diklat LAN, Diklat Kejagung, Diklat BPN, Rumah Sakit dan kawasan perkantoran.
 
Menurut saya, perlu kajian lagi untuk proyek ambisius Tarok City ini.. Pertama, soal dampak lingkungan… Selama ini daerah-daerah tetangga seperti Kepala Hilalang, Sicincin, Sungai Limau dan nagari sekitarnya sangat mengandalkan sumber air dari daerah kaki gunung tandikat yang melewati kawasan tarok city tersebut…
 
Ada sekian ribu tambak ikan masyarakat, ada sekian banyak sawah yang mengandalkan air dari kawasan kaki gunung tandikat tersebut… Apakah demi proyek ambisius yang katanya ingin membawa kesejahteraan bagi masyarakat, akan “dibunuh” mata pencarian sekian ribu masyarakat???
 
Hal kedua yang perlu dikritisi adalah soal pembiayaan.. Apakah dari APBD/APBN atau dari investor?? Saya sangat menyangsikan ketersediaan dari dari APBD atau APBN… APBD Padang Pariaman cuma 1,4 triliyun.. untuk membangun bandara internasional jogja yang luasnya 587 hektar dibutuhkan dana 9,3 triliyun… Jika yang ingin dibuat di Tarok City itu adalah berbagai kampus, kantor pemerintahan dan rumah sakit terpadu, mungkin dana 10 triliyun tidaklah mencukupi.
 
Apabila mengharapkan dana dari APBN, saya kok meragukan bisa diacc oleh Menteri Keuangan dan DPR. Karenakebijakan yang sedang dilakukan pemerintah saat ini adalah program pengetatan anggaran. Investasi dari swasta-pun agaknya cukup sulit dikarenakan fasilitas-fasilitas yang dibangun adalah kampus negeri, perkantoran pemerintahan dan rumah sakit pemerintah. Kolaborasi dengan swasta biasanya harus ada skema bisnis buat investor.
 
Hal ketiga yang perlu dipikirkan adalah soal masa jabatan Bupati Ali Mukhni yang hanya sampai 2021. Apakah bisa dipastikan bahwa proyek ambisius Tarok City bisa rampung paling tidak 75% pada akhir masa jabatan Ali Mukhni. Apalagi sampai saat ini masih terjadi sengketa dengan masyarakat setempat terkait status tanah yang akan menjadi tempat untuk pembangunan tersebut. Repot apabila proyek kemudian terbengkalai, sementara Ali Mukhni sudah turun tahta dari jabatan Bupati Pariaman.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s