LAGI-LAGI PANGGUNG INKONSISTENSI AMIEN RAIS


 
Oleh: Anggun Gunawan
 
Orang seindonesia dah ribut-ribut… tapi malah ngak jadi datang ke kpk…. garetak-garetak sajo nyeh…..:)
 
Logika yg seharusnya dibangun kek gini… komisioner kpk itu hanya siklus 5 tahunan… dan mereka dipilih dari proses politik… seharusnya ketika pimpinan kpk menolak menemui pak amien, saya pikir pak amien tetap saja datang ke gedung KPK… karena yg dibutuhkan itu bukan klarifikasi pimpinan KPK.. apalagi pertemuannya tertutup… banyak asumsi publik akan muncul.. amien menekan kpk atau amien menawar kasus.
 
Kpk itu institusi. Jadi yg menerima pengaduan cukup kepada pegawai kpk saja.. karena mereka yg menjadi pegawai tetap negara. Dan mereka akan tetap jadi pegawai kpk meski komisioner kpk berganti… Sebenarnya publik tidak juga menunggu hasil pertemuan (kalau jadi) antara pak amien dan pimpinan KPK. Karena bisa jadi hanya cuap-cuap formalitas dan banyak hal yang akan ditutupi.
 
Yg dinantikan publik adalah 2 hal.
 
Pertama, Di kantor kpk pak amien secara gentle mengatakan bahwa uang 600 itu bukan uang suap alkes. Sampaikan ke media dan sampaikan saja berkas2 bukti yg katanya sudah disiapkan kepada humas kpk.
 
Kedua adalah keberanian pak amien untuk mengungkap 2 bangsat besar koruptor besar. Karena pak amien kan sudah pegang bukti.
 
Sampaikan kebenaran itu dengan gagah di depan rakyat indonesia. Sehingga jihad politik itu bisa dengan terang2an diikuti oleh rakyat. Bukan malah, ketika rakyat sudah siap jihad..tapi komandan jihad seperti kerupuk kena air…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s