AMALAN PENYELAMAT DI PADANG MASYAR


 
Oleh: Anggun Gunawan (terinspirasi dari Tausiyah Tarawih oleh Ustadz Aris Munandar, S.S, M.Pdi, Dr (Kandidat) malam ini Selasa 6 Juni 2017 di Masjid Istiqomah Karangwaru YK)
 
Di akhirat nanti Allah akan mendekatkan matahari di Padang Masyar hingga berjarak hanya 1 mil saja. Ketika itu Allah kuatkan tubuh manusia sehingga tidak meleleh karena dasyatnya panas matahari. Yang terjadi kemudian membanjirnya keringat manusia sesuai dengan amal perbuatannya selama di dunia. Ada keringat yang membanjir hingga mata kaki, lutut, pinggang, dan ada keringat yang hampir-hampir menenggelamkan kepala manusia.
 
Dan tidak ada pakaian yang bisa kita kenakan di hari-hari yang melelahkan itu… kita hadir dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh kita.. sebagaimana hadist rasulullah:
 
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً
 
“Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 5102 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha).
 
Ketika menunggu nama kita dipanggil untuk menghadapi pengadilan akhirat yang waktunya sangat lama karena yang akan DISIDANG adalah sekian miliar manusia dari zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir yang hidup dan mengalami dasyatnya hari kiamat, Allah memberikan NAUNGAN ISTIMEWA kepada hamba-hambaNya yang berbuat baik selama hidup di dunia.
 
Yang lazim disampaikan adalah naungan Allah kepada 7 golongan manusia. Sebagaimana yang dapat kita jumpai dalam sebuah hadits yang shahih, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دعته امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
 
Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan ‘Arsy Allah Ta’ala dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan Allah Ta’ala. Yaitu:
1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala
3. Seorang yang hatinya senantiasa bergantung di masjid
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala. Mereka berkumpul karena Allah dan mereka pun berpisah juga karena Allah Ta’ala.
5. Seorang yang diajak wanita untuk berbuat yang tidak baik, dimana wanita tersebut memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia mampu mengucapkan, “Sungguh aku takut kepada Allah”.
6. Seorang yang bersedekah dan dia sembunyikan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
7. Seorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian sehingga kedua matanya meneteskan air mata.
 
Sebenarnya selain dari 7 golongan tersebut masih ada amalan-amalan yang bisa mengantarkan kita mendapatkan naungan Allah di padang masyar nanti. Di antaranya adalah:
 
1. Orang yang suka bersedekah.
 
Hal ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad dimana Nabi Muhammad menyatakan:
 
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ظِلُّ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَدَقَتُهُ
 
Bersabda Rasulullah saw: “Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad)
 
semakin banyak kita bersedekah maka semakin tebal naungan yang akan melindungi kita dari terik matahari di padang masyar nanti.
 
2. Orang yang gemar membaca 2 surat terpanjang dalam Al Qur’an (Surat Al Baqarah dan Surat Ali Imran)
 
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:
 
«اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ، اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ، وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ، فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ، تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا، اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ». [صحيح مسلم]
 
“Bacalah Al-Qur’an karena ia datang di hari kiamat sebagai pembela bagi yang membacanya. Bacalah Az-Zahrawain (dua cahaya) yaitu surah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran, karena keduanya datang di hari kiamat seperti dua awan putih atau dua naungan atau dua kerumunan burung sebagai pembela bagi yang membacanya. Bacalah surah Al-Baqarah, karena membacanya adalah berkah, meninggalkannya adalah kerugian, dan tidak mampu dilawan oleh penyihir“. [Sahih Muslim, no. 1337]
 
kegemaran membaca surat Al Baqarah dan Ali Imran ini akan semakin afdal apabila kita bisa juga menghafalnya sehingga bisa sering membawakannya dalam sholat-sholat wajib dan sunnah kita.
 
3. Orang yang memberi tambahan waktu kepada orang berhutang karena memang belum mampu membayar hutangnya pada waktu yang disepakati.. Dan semakin dicintai Allah ketika memutihkan hutang orang-orang yang tak sanggup membayarnya.
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ عَنْهُ أَظَلَّهُ اللهُ فِي ظِلِّهِ
 
“Barangsiapa yang memberi kelonggaran kepada orang yang sedang kesulitan membayar hutang atau memutihkan hutang orang tersebut, niscaya Allah akan menaunginya dalam naungan Arsy-Nya (pada hari Kiamat).” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 3006)
 
Sungguh indah apabila lembaga-lembaga perbankan syariah kita juga bisa menerapkan hadist ini dengan baik. Bukan kepada pemutihan hutang (karena mereka berstatus lembaga bisnis yang juga harus menggaji karyawan dan biaya kantor/operasional), tetapi paling tidak bisa membuat regulasi margin pertambahan pengembalian kredit yang jauh lebih rendah dibandingkan dari perbankan konvensional. Jangan kemudian yang diislamikan hanya AQAD-nya saja, tetapi margin pengembalikan pinjamannya DZOLIM terhadap umat.
 
Dalam kehidupan sehari-hari, ketika ada teman-teman yang minjam uang puluhan ataupun ratusan ribu, tetapi mungkin ia masih belum sanggup untuk membayarnya, maka ikhlaskan saja sebagai sedekah sejak awal meminjam.. karena itu lebih membahagiakan bagi kita sebagai pemberi hutang dan lebih mengurangi beban dia sebagai orang yang berhutang…
 
tetapi apabila kita berada pada posisi orang yang berhutang, maka tetaplah menjaga kehormatan diri kita untuk MEMBAYAR HUTANG.. sehingga dengan semangat mengembalikan hutang itu kita punya motibasi yang berlipat-lipat untuk bekerja keras dan melepaskan diri dari sifat malas untuk mencari rezeki…
 
sebaik-baik muslim adalah yang bisa menjaga kehormatan dirinya… salah satu yang membuat harga diri kita bisa terjaga adalah bisa membebaskan diri dari hutang….
 
SEMOGA KITA BISA MENJADI HAMBA-HAMBA ALLAH YANG MENDAPATKAN PERLINDUNGAN DI PADANG MASYAR NANTI… AMIIN…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s