Karena Tak Ada Alasan untuk Mengeluh dan Menyerah


 
setiap jam 3.30 pagi ibuk sudah bangun… berangkat ke pasar pagi untuk berjualan sayur… mau hujan ataupun terang, ibu akan tetap berangkat ke pasar…
 
sebelum pensiun, jam 7 pagi ibu pulang… dengan mandi secepat kilat, pakaian beliau sudah berganti dengan seragam guru dan mengajar sampai jam 1 siang di SD dekat rumah… tidur sebentar sampai ashar… kemudian ibu berangkat lagi ke pasar untuk menghabiskan sisa dagangan pagi sampai adzan magrib berkumandang… malam hari kadang ibu masih menunggu langganan yang menyupply barang untuk dijual keesokkan harinya…
 
setelah pensiun, jadwal pagi ibu semakin panjang… dari jam 3.30 sampai jam 10 pagi… setelah itu masak di rumah untuk makan hari ini dan besok… sementara jam jualan sore tetap sama setelah ashar jam 4 sore sampai magrib (6.30 sore)…
 
dan rutinitas itu sudah ibuk jalani lebih dari 5 tahun… tiada rasa bosan.. karena yang dipikirkan ibu adalah bagaimana anak2nya bisa makan dan sekolah.. serta bisa membantu keluarganya yang secara ekonomi juga tidak bernasib mujur…
 
jika ibu tidak menghiraukan dingin dan hujan pagi hingga tubuh tuanya basah, tentu tak seharusnya aku bermalas-malasan di sini… karena ada banyak harapan yang disandarkan ke pundakku.. dan yang paling penting, aku ingin beberapa tahun lagi ibu beristirahat dan menikmati hari-hari tuanya…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s