LUCU KALAU HAKIM DITEKAN “MASSA”


 
Oleh: Anggun Gunawan
 
Bagi yg ngak suka pasal 156a pnps, bisa melakukan judicial review lagi.. karena pasal ini dulu pernah diajukan ke MK tapi ditolak…
 
Kadang saya ketawa sendiri sama orang2 yg bilang “hakim tidak adil”.. “hakim ditekan massa”… yg demonstrasi itu kebanyakan cuma anak2 muda yg rajin ke masjid.. santri2 lugu yg sehari2nya ada di pesantren… ustadz2 biasa yg kalau kemana2 cuma naik motor… apa yg harus ditakutkan hakim atas tekanan massa gnpf???…
 
Sementara yg membela pak ahok itu alumni HARVARD… pemilik media… partai-partai penguasa… pengusaha yg menguasai ekonomi indonesia…
 
Jadi lucu aja hakim malah dikatakan tertekan massa…:)
 
terus sekarang orang-orang hebat yang dulu sering berkata “mari kita hormati keputusan hakim” malah berbondong2 pasang badan agar Ahok tidak ditahan… terus penghormatan terhadap keputusan hakimnya dimana???
 
lucunya lagi, massa GNPF cuma dikasih waktu sampai magrib… lewat sedikit, langsung diteror oleh pihak keamanan… disemprot sama gas air mata.. dipukul mundur.. eh malah massa Ahok dibiarkan mengadakan aksi sampai tengah malam… dan dipersilahkan mengadakan aksi lewat magrib…
 
lagian sebenarnya lucu juga sieh kenapa pak ahok cerita soal pemberdayaan ekonomi kok nyasar ke Al Maidah 51.. kan ngak ada hubungannya.. baik2 aja cerita soal program pemberian modal, program pemasaran udang dan hasil laut… kalau masih pengen bicara soal hasil laut dan pemberdayaan ekonomi bisa kutip ayat-ayat alqur’an yang lain… bukan almaidah 51…:)
 
dalam hukum kita, menyinggung seseorang saja dengan bentuk apapun bisa terancam pidana.. paling tidak kena jeratan 1,5 tahun… nah sekarang yang tersinggung itu jutaan orang.. ya wajar aja hakim memutus Ahok bersalah…
 
apalagi mau digeser ke masalah kebhinekaan, lagi-lagi tambah lucu.. semakin menguatkan paranoid tentang ber-pancasila dan ber-nkri..
 
Dan gara2 ahok dipenjara seorang ahokers kecam rezim jokowi lebih parah dari rezim sby…
 
“Ia berorasi di hadapan massa pendukung Ahok di depan Rutan Cipinang Jakarta Timur semalam. Ia mengatakan dengan lantang bahwa tidak ada yang namanya penistaan agama, yang ada adalah pengadilan yang nista, dengan hakim yang nista. Dan yang tidak kalah mengagetkan, ia berteriak bahwa rezim Jokowi lebih parah dari rezim SBY…. Padahal Presiden Jokowi, sahabat Ahok sendiri!!”
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s