DINAMIKA GRUP SOSIAL MEDIA


 
di grup WA jarang sebuah diskusi berjalan sampai titik kumulasi.. baru 2-3 kali balas, langsung diinterupt dengan isu yang lain.. ketika sedikit mulai panas (yang sebenarnya bagus dalam proses dialektika), macam-macam gambar dikirim oleh anggota grup yang lain… mulai dari gambar anak bayi sampai gambar wanita yang berpakaian minim.. katanya untuk “mendinginkan suasana”…
 
fenomena ini membuat saya mendorong pihak-pihak yang saling berbalas chat di grup WA untuk membuat artikel sistematis sehingga ada nilai lebih dari sebuah diskusi di grup WA… apalagi grup WA itu diisi oleh para aktivis, akademisi dengan degree akademik tinggi dan praktisi dengan pengalaman segudang… sehingga ada konstruksi bangunan pemikiran yang jelas tentang sebuah persoalan dan ada kontinuitas perdebatan… ketika saling membalas argumentasi-pun ada titik-titik tekan yang dielaborasi dengan baik, sehingga respon yang diberikan juga dapat dipahami dengan baik…
 
penghindaran itu biasanya memakai kalimat, “masalah itu tidak perlu ditulis panjang…”.. “saya banyak urusan lain yang lebih penting… “saya tidak bisa menulis”… “saya tidak tertarik membahas isu itu berpanjang-panjang”….
 
yang menarik juga adalah seringkali sebuah tulisan panjang orisinal lebih banyak mendapatkan olok-olokan sarkastik dan satire daripada komen balasan yang sama2 memadai secara akademis dan empiris… dan itu sering saya temui di grup alumni sebuah sosial media kampus ternama yang saya bergabung di dalamnya…
 
secepat sebuah thread di sosial media muncul, secepat itu juga ia menguap… kemudian dihimpit oleh isu lain yang kemudian juga tidak mendapatkan kajian dan tanggapan yang memadai…
 
menariknya memang itu hampir terjadi di setiap grup WA dan sosial media yang saya ikuti… sehingga fenomena ini menggiring saya kepada hipotesis, sosial media hanya sarana bagus untuk melontarkan masalah, tetapi agak kurang memadai dalam rangka memecahkan masalah… atau sosial media hanya efektif untuk “menghebohkan” (viral) sebuah masalah, ngak berfungsi maksimal untuk “mencari solusi” atas sebuah masalah…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s