SASTRA ADILUHUNG VS SASTRA RENDAHAN – SCIENCE FICTION VS MYSTICAL FICTION???


 
suatu hari seorang sastrawan “hebat” Indonesia mengkritik Tere Liye sebagai “sastrawan karbitan” dan karya-karyanya sebagai “sastra selera rendahan”… tetapi ketika buku-buku penulis2 itu sama2 dilempar ke pasar, orang lebih banyak membeli buku-buku Tere Liye dibandingkan “sastrawan “adiluhung” itu…
 
Tere Liye bisa menjual jutaan kopi… Sementara bukunya, untuk bisa dijual 10ribu kopi saja penerbit sampai kehabisan akal untuk promosinya… Tere Liye bisa menghasilkan 2-3 buku per tahun, dia 2-3 tahun belum tentu bisa menerbitkan buku…. kalaupun dikatakan karya Tere Liye sebagai sastra rendahan, toh yang membeli kebanyakan orang2 berpendidikan.. saya banyak menemukan akademisi lulusan luar negeri yang membelikan novel2 Tere Liye untuk anak remajanya…
 
dalam skala global ada JK. Rowling dengan serial Harry Porter-nya… cerita-cerita sihir yang dikemas secara apik oleh JK. Rowling sebenarnya jauh dari tradisi ilmiah yang dibangun ratusan tahun oleh Peradaban Barat… bahkan orang Barat meletakan masa-masa ketika sihir lekat dalam kehidupan mereka di masa silam sebagai “Darkness Age”, abad-abad kegelapan…
 
tetapi setelah membangun peradaban ilmiah yang unggul sehingga Barat menjadi kiblat orang seluruh dunia untuk science dan teknologi, kenapa tiba cerita-cerita tak rasional dan imaginatif mistis ala Harry Porter bisa menjadi buku Super Mega Best Seller di Barat dan di seluruh dunia??? apakah kemudian orang Barat bisa dikatakan sudah bertukar seleranya menjadi selera rendahan???
 
Apapun karya pemikiran manusia baik dalam bentuk cerita, narasi, fiksi dan non fiksi, pemikiran dan teknologi ketika disebarkan akan menghadapi HUKUM PASAR… dan menebak selera pasar itu yang susah… dan mengatakan satu produk pemikiran sebagai karya rendahan tetapi malah laku di pasar dan yang mengklaim karyanya adiluhung, tapi tidak dibaca orang juga termasuk dalam permainan marketing yang digunakan oleh orang untuk menaikkan namanya dan merendahkan saingannya… dan kecemburuan di antara sesama penggiat sastra dalam hal penjualan buku itu adalah hal yang biasa…..:)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s