PELAJARAN DARI ZAKIR NAIK


 
Entah berapa buku yang ditulis oleh banyak pemikir untuk menunjukkan kelemahan-kelemahan Marxisme. Tetapi tetap saja buku Das Capital Karl Marx dibaca dan dipraktekkan orang sampai hari ini.
 
Sebenarnya Karl Marx sendiri adalah pengkritik sistem kapitalis… Tetapi ia melakukan kritik dengan radikal dan sepenuh hati. Separoh hidupnya ia dedikasikan untuk mencerna dan membuat tandingan untuk sistem Kapitalis yang kemudian melahirkan sistem sosialis unik yang bernama Marxisme…
 
Hal yang sama juga berlaku untuk kasus Zakir Naik… Sangat mudah untuk mencari kelemahan Zakir Naik… tetapi kebanyakan pembela Zakir Naik hanya berhenti pada pemujaan berlebihan sehingga mereka lupa bahwa Peradaban Islam sedang mengalami kekalahan hari ini. Dan lupa bahwa spesialisasi Zakir Naik itu adalah bidang aqidah dan komparasi agama.. Sehingga kehebatan Zakir Naik untuk mengislamkan orang, tidak kemudian berpengaruh besar kepada implementasi syariat Islam secara keseluruhan ketika sendi-sendi syariah, muamalah, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak ditekuni secara serius oleh orang Islam itu sendiri…
 
Sementara yang benci kepada Zakir Naik secara berlebihan hanya terpaku menjadi komentator “biasa-biasa saja”…. tidak pernah menjadi komentator ulung… apa yang saya maksud dengan komentator ulung??? komentator ulung adalah orang yang mengkaji secara serius pemikiran Zakir Naik dan gaya retorika serta materi ceramahnya untuk kemudian membuat sebuah metode ceramah tandingan yang jauh berbeda dengan gaya silogisme Zakir Naik…
 
Setiap tawaran pemikiran mengalami hukum dagang.. Ia membutuhkan sentuhan marketing dan kesabaran untuk meraih audiens… Itulah menurut saya kehebatan Zakir Naik.. secara umum pemikirannya sederhana.. tetapi ia membuat TV dan tampil di panggung dengan sangat berkharisma… 4 jam berbicara di atas podium, para audiensnya bahkan tak beranjak dari tempat duduk dan selalu menunggu kalimat-kalimat berikutnya yang akan dikatakan oleh Zakir Naik…
 
Sementara banyak di antara kita yang tidak punya kemampuan berpidato seperti ini… Banyak di antara kita kalau menghadiri seminar di kampus-kampus meskipun pembicaranya didatangkan dari luar negeri, 10 menit sang pemateri bicara, kita sudah bosan dan ngantuk-an… Banyak pengkhotbah jum’at yang berubah fungsi menjadi pembawa kidung yang membuat jama’ah tidur terlelap… banyak yang mencoba untuk jadi artis di youtube, tetapi 5 menit menonton videonyo, orang sudah langsung meng-close…
 
Jadi, sekeras apapun seseorang membenci dan mengkritik Zakir Naik, akan tetap ada (banyak) orang yang mengikuti ceramah-ceramahnya… dan jangan salahkan itu.. karena dari sisi branding, Zakir Naik sudah melakukan proses “marketing” selama 21 tahun dan sangat pintar memanfaatkan teknologi modern (ia punya chanel TV sendiri.. Peace TV)… apalagi kemudian yang mengkritik cuma mengumbar letupan di sosial media dan artikel yang panjangnya tak sampai 10 halaman A4 MS. Word…
 
Sekuat apapun seseorang memuji Zakir Naik, peradaban Islam tidak akan maju-maju kalau tidak ada usaha-usaha serius di banyak lini kehidupan manusia.. orang Islam akan tetap kalah secara ekonomi kalau tak bisa menjadi produsen ulung.. orang Islam akan tetap dijerat riba kalau tak mampu membuat bank-bank Islam yang unggul… orang-orang Islam akan tetap berbondong-bondong kuliah ke Barat kalau universitas-universitas di negara Islam (berpenduduk mayoritas Islam) belum jadi top 100 world class university…
 
dan kita sebagai bangsa Indonesia masih berputar-putar di 2 arus itu… Pemuja Fanatik dan Pembenci Tanggung… sehingga yang terjadi hanyalah letupan-letupan sesaat (trend)… tetapi kita lupa sedang membangun image dan jalan khusus apa untuk diri kita sendiri…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s