MALAIKAT-MALAIKAT KPK


 
dalam beberapa kali kesempatan kultum shubuh di masjid dekat kos, mantan penasehat KPK, bapak Abdullah Hehamahua bilang seperti ini… “Mereka yang bekerja di KPK itu seperti malaikat-malaikat yang hanya tunduk kepada kebenaran dan keadilan…” Berbagai teror atau bahkan ancaman pembunuhan membuat mereka menjadi sosok-sosok yang lebih menyandarkan soal hidup dan mati di tangan Allah…
 
Makanya banyak pegawai KPK yang kemudian sangat sholeh dan tekun beribadah karena mereka sudah sampai pada titik kumulasi kesabaran dan kepasrahan kepada Allah… karena serangan kepada mereka tidak hanya melalui cara-cara fisik dan psikologis, tetapi juga memakai serangan supranatural… dan semua teror itu hanya bisa dilawan dengan kuasa Allah… Allah-lah yang akan membalas setiap makar.. Allah lah yang memberikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman untuk tak gentar membuka tabir kebenaran…
 
Dalang-dalang intelektual penteror kerja-kerja KPK mungkin dengan uang dan kuasanya bisa menyuruh para bandit bayaran dan menggunakan kekuasaan untuk menyelamatkan dirinya dari cekalan hukum KPK… tetapi ada rasa takut yang tidak bisa mereka hindari… yaitu kegelisahan dan kutukan yang Allah timpakan kepada mereka… dan tidak ada seorangpun yang mampu melawan hukuman dan balasan Allah kepada para perusak…
 
di tengah sistem politik kita telah dikuasai oleh uang sehingga yang menjadi pimpinan partai dan penguasa adalah yang memiliki modal besar, rasanya tawaran yang pernah disampaikan oleh Prof. Saldi Isra soal pembiayaan partai politik dari APBN perlu diakomodir dengan pembuatan sistem implementatifnya… karena banyak politisi hari ini yang menjadikan APBN sebagai harta rampasan perang.. sehingga mereka merasa punya hak untuk mendapatkan keuntungan dari penganggaran setelah mengeluarkan banyak amunisi ketika “perang” pileg/pilpres/pilkada…. sehingga dengan pembiayaan kegiatan-kegiatan suksesi politik dari APBN, ada kesempatan bagi orang-orang baik yang tak bermodal untuk berbondong masuk ke dunia politik tanpa harus bayar mahar ini dan itu dan keluar duit ini dan itu agar bisa jadi anggota dewan/walikota/bupati/gubernur/presiden…
 
kita beruntung masih punya orang-orang yang rela berjuang bertaruh nyawa untuk menegakkan keadilan, membongkar penyelewengan dan meneriakkan kebenaran di negeri ini… mereka memberikan harapan di tengah mayoritas politisi kita yang haus dengan limpahan uang lewat kursi kekuasaan… di tengah para aktivis yang juga telah tergiur untuk menjadi perampok uang negara… di tengah para kritikus yang terlalu mudah dibungkam suaranya karena dikasih jabatan dubes dan komisaris BUMN…
 
tidak terlalu banyak orang di negeri ini yang berpikir untuk menghasilkan uang dengan keringat dan kerja-kerja cerdas di luar menggarap duit negara… sebagaimana yang dilakukan oleh produsen mobil-mobil di Jepang, produsen handphone di China, dan pengusaha-pengusaha IT di Amerika… mereka menjadi kaya karena kecerdasan berinovasi dan membaca pasar kebutuhan masyarakat dunia… mereka menjadi kaya dengan menciptakan produk…
 
kalau politisi kita kebanyakan nyolong uang negara untuk bisa menjadi kaya… bisa beli barang-barang mewah dari Jepang, Amerika dan Eropa dari uang kong-kalingkong politik… aktivis yang tak tahan hidup miskin juga akhirnya menjadi hamba-hamba penguasa dengan harapan juga bisa mendapatkan pembagian jatah dari aksi perampasan uang negara ataupun hasil kemenangan mendapatkan proyek…
 
dan ketika kekuasaan negara sudah dikuasai oleh para pemodal, kita berharap dari orang-orang idealis yang masih bekerja bukan untuk petinggi dan kekayaan pribadi… tetapi untuk kemajuan negeri ini… dan salah satu harapan itu adalah kepada mereka yang saat ini memilih hidup dalam berbagai teror untuk menyelamatkan uang negara… MALAIKAT-MALAIKAT KPK…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s