LOGIKA SEDERHANALAH KEISTIMEWAAN DR. ZAKIR NAIK


 
Allah memberikan keistimewaan tertentu kepada hamba-hambaNya… kita punya banyak professor yang ahli qur’an dan hadist, tetapi tidak bisa melampaui pencapaian dakwah Islam sebagaimana yang dilakukan oleh Dr. Zakir Naik…
 
Ini bukan soal kemampuan dan degree akademik… Ini bukan soal kecanggihan logika berpikir dan keruwetan eksplanasi…
 
Kalau teman-teman perhatikan gaya berdebat dan beretorika Dr. Zakir Naik, silogisme yang digunakan cukup sederhana… beliau berputar-putar dalam gaya deduktif dan induktif… tidak cukup banyak catatan kaki (rujukan buku ilmiah ataupun kitab) yang ia sampaikan ketika memberikan ceramah… ayat-ayat alqur’an yang beliau bacakan hanyalah pengulangan-pengulangan saja pada pembahasan yang sama tapi di tempat yang berbeda… selipan hadist juga minim dalam berbagai debat dan pidato-pidato Dr. Zakir Naik …
 
Tapi dengan logika-logika sederhana itulah kemudian dakwah Zakir Naik diterima luas oleh masyarakat dari berbagai kalangan… Tidak nyelimet seperti penjelasan filsafat yang membuat orang harus berpikir 3 sampai 10 kali untuk mencerna.. sebagaimana pengalaman saya kuliah S1 filsafat selama 7,5 tahun bersama seorang professor… beliau ahlinya filsafat jawa… bahkan menjadi penasehat Sultan Jogja… tetapi baru di tahun ke-3 kuliah saya bisa mengerti sedikit-sedikit dari apa yang beliau sampaikan di depan kelas…
 
Mungkin itulah makna pernyataan guru saya – Prof. Yunahar Ilyas – bahwa tiap-tiap orang itu Allah kasih kelebihannya masing-masing… dan kelebihan yang diberikan Allah kepada Zakir Naik adalah kecakapan beretorika dan pesona bicara.. SEDERHANA… TETAPI MENEMBUS RELUNG-RELUNG JIWA MANUSIA…
 
Makanya kalau kita mengharapkan Zakir Naik untuk bicara soal teori Evolusi, teori Syariah atau teori-teori filsafat, yang akan kita dengar hanyalah kutipan-kutipan general saja (kadang juga penjelasannya tidak memuaskan dan melenceng dari pemahaman yang disampaikan oleh sang pemilik teori)… karena beliau bukanlah seorang scientist yang secara khusus mempelajari ilmu-ilmu tertentu… tidak melakukan riset-riset berpuluh-puluh tahun sebagai kerja utama seorang ilmuwan kebanyakan…
 
beliau adalah da’i yang belajar banyak dari pergaulan dengan berbagai latar belakang manusia.. mempelajari teks-teks keagamaan terutama dari sisi akidah dan keimanan…
 
namun lagi-lagi ini bicara soal keistimewaan yang Allah karuniakan… Keistimewaan yang mengantarkan pencapaian Zakir Naik secara sosiologis dan praktis melampaui kerja-kerja dakwah Doktor Professor Bidang Akidah dari Universitas-Universitas Islam ternama di Timur Tengah,
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s