HIDUP ITU…????


 
ku pikir-pikir… hidup itu adalah rentetan perjalanan yang tak pernah usai…
 
ketika telah mendapatkan skor bahasa Inggris yang memenuhi standar kampus di luar negeri, perjuangan malah baru dimulai… karena deretan tantangan baru hadir.. mencari kampus dan mendapatkan beasiswa… kalaupun sudah dapat, beratnya perkuliahan sampai harus begadang untuk baca buku dan bikin tugas menunggu di depan mata…
 
dapat degree Master luar negeri tak serta merta menjamin kemudahan mendapatkan tempat kerja yang bagus… masih harus bersaing dengan sesama pemilik degree akademik tinggi… untuk mencari kerja atau menciptakan lapangan kerja baru…
 
seorang sahabat senior saya, awal-awal selepas dapat gelar master dari kampus di luar negeri kemudian bela-belain menggotong kardus berisi buku untuk didrop di berbagai toko buku… berkeringat… capek… berhutang… berpikir keras agar usaha bisa tetap survive…. sementara teman2 satu kampusnya bekerja di gedung-gedung pencakar langit… ruang sejuk ber-ac…. tampilan stylish.. berdasi, berjas dan pakai sepatu pantofel mengkilat…
 
saya banyak menemukan teman2 saya yang punya degree kampus terkenal di luar negeri harus tersingkir pas pendaftaran dosen di kampus-kampus terbaik di Indonesia… mereka dikalahkan oleh pemilik degree dari kampus dalam negeri yang biasa-biasa saja…masalahnya cuma karena tidak punya koneksi yang kuat kepada petinggi-petinggi kampus tersebut…
 
ketika sudah melangsungkan pernikahan, kegalauan kesendirian memang hilang sirna… tetapi setelah itu tanggung jawab akan semakin besar.. tidak bisa lagi menjadi pribadi egois yang memikirkan diri sendiri… harus berjuang untuk membangun rumah tangga yang sakinah… yang mudah untuk diucapkan, tapi butuh kesabaran, ilmu dan kerja keras untuk diwujudkan… kemudian peran bertambah tidak hanya sekedar jadi suami, tetapi juga menjadi ayah… mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik dari raihan yang bisa kita capai…
 
teman-teman saya yang sudah berkeluarga, malah ketawa-ketawa sendiri kenapa dulu mereka termehek-mehek nonton FTV dan drama korea… kenapa dulu sangat masyuk dengan cerita-cerita fiktif dan khayalan semata… cinta dan kasih sayang kemudian berubah makna ketika kehidupan berkeluarga telah dilakoni… cinta itu bukan lagi soal puisi-puisi romantis… tetapi berubah menjadi energi yang tak pernah habis agar kebutuhan anak dan istri bisa terpenuhi…
 
semua itu adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri dan kualitas hidup… dengan berbagai ujian itulah kita kemudian bisa naik kelas dan belajar mengemban amanah yang lebih besar.. sebagaimana kata pepatah yunani.. pantha rei.. hidup itu terus mengalir… dengan terus bergerak dan tak berhenti di satu titik, kita bisa memaknai kehadiran kita sebagai manusia di dunia yg fana ini…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s