JALAN MENUJU KEJAYAAN ISLAM???


 
Kompas Gramedia yang dimiliki oleh komunitas katolik menguasai dunia media dan perbukuan Indonesia…
 
Bill Gates, Mark Zuckenberg, Jeff Bazos adalah sederetan nama orang kaya dunia di bidang teknologi informasi yang bukan beragama Islam…
 
Samsung, Nokia, Lenovo, Oppo, Sony adalah merk handphone yang kita genggam, bukan pula buatan muslim..
 
KIA, Honda, BMW, VW, Suzuki, Daihatsu adalah pabrikan mobil juga bukan kepunyaan muslim..
 
Dari 1,5 miliar lebih umat Islam seluruh dunia hanya 12 muslim yang pernah meraih Nobel… dan hanya 3 orang yang meraihnya dalam kategori sains, Abdus Salam dalam bidang Fisika, Ahmed Zewail dan Aziz Sancar di bidang kimia… sementara orang Yahudi yang cuma 15-an juta orang di seluruh dunia telah berhasil mencatatkan 197 nama dalam deretan peraih nobel…
 
kita tentu jadi bertanya-tanya tentu ada yang salah dengan orang Islam… yang salah bukan alqur’an dan hadist, tetapi ada yang salah dengan sistem pendidikan, perilaku dan budaya yang sedang kita bangun…
 
tentu tidak cukup mengembalikan kejayaan Islam di abad pertengahan dengan hanya dengan slogan Islam itu tinggi dan tidak ada yang menandinginya.. ada sederatan pekerjaan rumah sistematis yang perlu dilakukan…
 
soal mengembalikan kejayaan Islam inilah yang kemudian membuat banyak perdebatan di antara organisasi Islam… ada yang berpikir bahwa yang perlu dibenahi adalah masalah aqidah (salafi)… ada yang mengatakan kita harus mendirikan khilafah (hizbut tahrir), ada yang berseru, umat Islam harus menguasai politik (ikhwanul muslimin), ada juga yang mengatakan semuanya harus dikembalikan pada ibadah dan akhlak (jama’ah tabligh)…
 
di sisi lain ada banyak tokoh yang menawarkan solusi untuk kebangkitan Islam.. seperti Hossein Nasr yang menyerukan perlu direvisi ulang soal konsep ontologi dan metafisika Islam… ada yang mengatakan persoalan kita adalah masalah worldview dan bangunan keilmuan yang salah (Naquib Al Attas dan Ismail Al Faruqi)… ada yang berujar bahwa kita harus mengikuti modernitas Barat untuk mengejar ketertinggalan (Faraq Fouda)….
 
kemudian orang muslim berpecah-pecah menjadi pengikut kelompok tertentu dan menjadikan slogan dan premis-premis kelompoknya yang paling benar… sehingga kebanyakan muslim terjebak pada konflik internal yang menghabiskan energi dan perlahan kehilangan orientasi masa depan… apalagi perdebatan meruncing ke ranah stigmatisasi, munafik, ahli bid’ah, fasiq dan lain sebagainya… sembari orang Islam berkelahir satu sama lain, mereka semakin tertinggal dengan capaian-capaian non muslim…
 
mungkin muslim di seantero dunia butuh merenung ulang, bagaimana seharusnya kejayaan itu bisa diraih dalam gerak persatuan ummah….
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s