Akar Korupsi


Suatu ketika, seorang sahabat senior berkata seperti ini… “Mas Anggun seharusnya tak mesti susah-susah bekerja bangun usaha kek gini… Ayah mas Anggun kan seorang pejabat (daerah)… 2 kali jadi anggota DPRD dari Golkar (zaman Orde Baru)…”
 
Saya kemudian menimpali seperti ini… “Dulu saat bapak saya jadi anggota DPRD, kami tinggal di rumah kontrakan kecil pak… baru setelah jadi sekretaris KPU kami bisa beli rumah semi permanen dan tanah yg cuma 300 meter… harganya tak sampai 100 juta rupiah saat itu….”
 
Teman senior saya itu seorang berpendidikan tinggi… dalam pikirannya, “seorang anggota dpr atau pejabat pemerintahan seharusnya KAYA…” makanya ia melihat ada anomali ketika menemukan kasus keluarga kami…
 
Dan saya yakin paradigma “pejabat itu harus kaya” bersarang di banyak pikiran orang Indonesia… aneh kalau melihat pejabat yg ngak punya mobil dan tinggal di rumah kontrakan…
 
Tapi kalau kita kembali pada sejarah hidup Bung Hatta yg pernah menunggak listrik PLN hingga arus listrik di rumahnya mau diputus, atau kisah buya Hamka yg sekian tahun hidup di rumah kontrakan, rasanya bukanlah aib apabila seorang pejabat hidup dalam ekonomi sederhana…
 
Saya malah berpikir begini… Jangan2 pejabat dan politisi kita korupsi karena desakan masyarakat sendiri… politisi dibiarkan dalam jeratan sistem politik berbiaya mahal… dan masyarakat melihat aneh kalau ada pejabat yg hidup pas-pasan….
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s