9-3-17: HARI HOROR BUAT BANGSA INDONESIA


 
Oleh: Anggun Gunawan (Alumni Filsafat UGM)
 
tanggal 9-3-17 akan menjadi hari horor dan menguras energi bangsa Indonesia.. karena pada hari itu KPK akan membuka nama-nama besar di negeri ini yang terlibat dan terkait indikasi korupsi E-KTP 2 triliyun rupiah…
 
tangan-tangan kotor yang bersembunyi di balik tabir kesucian akan dibongkar oleh KPK… mengerikan.. prahara… yang akan disebut rasanya adalah anggota DPR, menteri/mantan menteri dan tentunya pengusaha…
 
pikiran sayapun langsung terbang pada seorang pengusaha yang tinggal di dekat kos saya… hartanya melimpah… ia tidak perlu ngrasak-ngusuk cari posisi untuk jadi Menteri agar bisa naik Camry.. karena Camry, Harrier, Jaguar bisa ia beli dari hasil kerja kerasnya sendiri… beberapa kali ia diminta untuk jadi pengurus partai, tetapi ia menolak dengan halus, “lebih baik saya berteman dengan orang-orang dari semua partai..” usaha-usaha yang ia bikin jauh dari proyek pemerintah.. berbagai perumahan yang ia bangun adalah transaksi person to person… ia tinggal berurusan dengan Bank sebagai pihak ketiga dalam masalah pembayaran…
 
bagi dia lebih baik jual rumah kepada individu senilai 1 miliar, daripada ikut tender pemerintah 100 miliar… karena jualan rumah kepada individu, tergantung kesepakatan dan rasionalitas harga pasar… kalau ada komplain, maka bisa diurus dan diperbaiki… beda kalau pegang proyek pemerintah… harus pemeriksaan ini dan itu… harus meminilisir harga tawaran agar bisa menjadi pemenang tender… harus dekat dengan pejabat ini dan pejabat itu untuk memuluskan jalan… ada pemeriksaan dari inspektorat, bpk, kpk dan berbagai badan pengawas…
 
kalau transaksi dengan individu, pembayaran beres, kualitas barang okey, maka semua bisa mulus-mulus.. tapi kalau proyek pemerintah, ada dugaan mencurigakan sedikit saja, maka hari-hari akan habis dengan acara pemanggilan pengawas ini dan itu… kalau dikatakan korupsi, bukannya untung, tapi malah buntung karena proyek akan dihentikan, pembayaran belum diterima sementara tukang sudah bekerja, bahan bangunan sudah diambil dari toko…
 
selain karena kerakusan (greedy), sebenarnya korupsi uang negara sangat berkaitan erat dengan sistem politik berbiaya mahal yang saat ini sedang dipestakan dan dibiarkan oleh seluruh elemen di negeri ini… maju jadi anggota DPR harus siapin duit sekian miliar.. jadi walikota, bupati, gubernur sekian miliar… sebelum menjabat, sewa lembaga survey/konsultan politik untuk melihat tingkat elektabilitas dan pematangan konsep kampanye… kalau sudah menjabat, berbagai proposal juga akan masuk… ada tagihan balas jasa dari tim kampanye… ada permintaan proyek dari para donatur… ada proposal yang dikirimkan oleh para aktivis mahasiswa…
 
seorang pejabat diberondong dengan berbagai permintaan-permintaan yang kadang tidak ada alokasi dananya di APBN atau APBD… tetapi agar namanya tetap baik, tetap dicintai kolega, donatur dan aktivis mahasiswa, maka dicarikan juga jalan oleh dia agar semua senang dan karier politiknya bisa berketerusan…
 
entahlah… saya juga tidak tahu bagaimana caranya memutus rantai setan korupsi di indonesia dari sisi sistem politik ini… mungkin usulan beberapa experts tentang alokasi khusus dana APBN untuk pendanaan Parpol bisa menjadi solusi demi meminimalisir “aksi balik modal” yang dilakukan oleh para pejabat baik di eksekutif maupun di legislatif.
 
pilihan yang selamat memang seperti bapak pengusaha properti yang saya sebutkan di atas… tak usah ikutan tender proyek-proyek pemerintah… lebih baik cari konsumen individual…. tak usah bergabung dengan partai politik… hidup kaya, aman dan bisa beramal…
 
tetapi pilihan inipun sebenarnya, hanya menyelematkan secara individual/keluarga… dan kalau orang-orang baik tidak masuk ke dunia politik, kapan negara ini mau baik… terasa klise memang…
 
tetapi ketika politik carut marut seperti ini, aksi menjauhi politik praktis dan parpol serta tidak gila kekuasaan menjadi pilihan aman untuk lepas dari belitan korupsi yang tak berhenti menjebak para pejabat yang selalu memperlihatkan kesuciaannya di depan publik…
 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s