BIRRUL WALIDAIN


bagan di bawah saya bikin sendiri setahun yang lalu… waktu itu saya teringat dengan kisah seorang teman dekat saya… dia jauh lebih muda daripada saya… tetapi cara berpikirnya untuk birrul walidain sangat mengagumkan…
pengabdian-kepada-orang-tua
ketika melanjutkan s2, dia mendapatkan beasiswa unggulan.. sejak memulai status sebagai mahasiswa S2, dia sudah bertekad untuk meng”umrah”kan kedua orang tuanya… untuk mewujudkan impian itu, ia bahkan rela ngekos di kamar sempit dengan biaya Rp. 200.000/bulan (kos yang lumayan di jogja rata-rata di angka 500 ribu – 1 juta per bulan) dan diisi 2 orang… 40 juta biaya umrah yang harus terkumpul selama 2 tahun, ia bayar dengan gaya hidup “sangat hemat” dari uang beasiswa dan dengan bekerja sebagai pengajar paruh waktu… paling tidak, ia harus menyisihkan uang 1,7 juta per bulan untuk cicilan umrah bapak dan ibunya…
dan akhirnya, ketika ia wisuda S2, ia mampu menghadiahkan Tiket Umrah untuk kedua orang tuanya…
spirit merantau bagi pemuda minang adalah spirit kemandirian untuk bisa meraih kesuksesan sendiri tanpa perlu ikut terlibat dengan pembagian harta warisan orang tua (untuk pusaka tinggi/kaum, laki-laki minang tidak mendapat bagian karena itu diwariskan kepada anak perempuan/matrilineal).. karena pendidikan di universitas ternama sudah lebih dari sekedar tanah yang 300 – 500 meter yang sering menjadi sumber konflik keluarga di ranah minang… karena sebenarnya pendidikan itulah yang menjadi warisan berharga yang ditinggalkan oleh orang tua kita…
banyak kisah-kisah pengusaha sukses dan akademisi terkenal yang punya latar belakang keluarga sederhana bahkan tak punya apa-apa… seperti pak chairul tanjung yang hanya dibekali kain halus – harta berharga satu-satunya yang dimiliki oleh ibunya – ketika memulai kuliah di kedokteran gigi universitas indonesia… tapi kisah kain halus itulah yang melecut semangat pak chairul tanjung untuk tak lagi menyusahkan ibunya selama kuliah… ia cari uang sendiri dengan cara apapun yang halal.. dengan kerja keras dan ridha ibunya itulah pak chairul tanjung bisa menjadi pengusaha sukses…
pendidikan dan do’a dari orang tua sudah cukup bagi kita untuk bertahan hidup…. sungguh sangat tidak elok apabila sudah sekolah tinggi-tinggi dan mendapatkan degree master ataupun sarjana, tetapi kita masih berpikir, mana harta warisan yang bisa kita peroleh dari orang tua… meskipun itu adalah hak kita secara syariat, akan tetapi melepas hak kepada saudara yang lebih membutuhkan rasanya lebih elegan… ketika kita selalu berpikir, bakti apa yang bisa lakukan kepada orang tua di hari tuanya, itulah sebenarnya yang dinamakan kolaborasi spirit birrul walidain dan spirit merantau…
kalaupun tak dapat mengirimkan uang kepada orang tua ataupun meng”umrah”kan mereka, paling tidak kita tak lagi membebani mereka karena kelemahan kita yang mampu mencukupi kebutuhan sendiri…
mudah2an Allah mudahkan kita menjadi anak-anak yang sholeh yang mengabdi kepada dengan cara apapun kepada orang tua kita.. amiin..
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s