MENUJU PUTARAN KEDUA PILKADA DKI JAKARTA


Oleh: Anggun Gunawan (Alumni Filsafat UGM)
Survey terakhir yang dirilis oleh banyak Lembaga akhirnya tak jauh berbeda dengan hasil Quick Count semua Lembaga yang ikut melakukan proses penghitungan suara Pilkada DKI.
Boleh dikatakan eksprimen SBY dan 3 partai Islam/berbasis massa Islam (PAN, PKB dan PPP) dengan mengusung sang Putra Mahkota gagal total.
Menghadapi putaran kedua elite PAN, PKB dan PPP rasanya akan dipanggil sama Megawati… Menanyakan komitmen mereka untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat yang menjadi pendukung setia Jokowi-JK…. Apalagi ketiga Partai Islam itu sudah diberikan jatah kursi empuk menteri di Kabinet Kerja Jokowi… Saya ngak tahu apakah kelihaian Amien Rais untuk bermain politik 2 kaki masih cukup AMPUH di hadapan Megawati yang selama ini dikenal punya preferensi politik yang jelas dan tidak suka dengan kawan yang plin-plan…
PKB pun juga dalam jeratan dilema… Mereka sangat mengandalkan massa NU dalam setiap perhelatan politik… Sementara keluarga besar NU merasa dipermalukan oleh Ahok dan Tim Kuasa Hukumnya dalam dugaan Fatwa Pesanan “Penodaan Agama” yang melibatkan Rais ‘Am NU yang juga Ketua Umum MUI KH, Ma’ruf Amin dengan SBY… Tetapi mereka harus juga menjaga hubungan baik dengan Megawati sebagai Bos Besar KIH…
PPP juga harus bisa menentukan sikap yang jelas dan tegas. Jatah menteri di kabinet kerja bukanlah makan siang gratis… Romi akhirnya terpaksa harus menentukan sikap; kehilangan simpati umat Islam Indonesia yang akhir2 ini telah menguat kepada sikap “Anti Ahok” ataukah lebih mengedepankan amannya kursi menteri mereka sebagai hadiah untuk “berkhianat” dari KMP…
ITULAH KARMA BUAT PAN, PPP DAN PKB YANG MEMILIH POLITIK JALAN AMAN ALIAS TIDAK KONSISTEN… BERBEDA DENGAN PKS YANG SELALU LOYAL DENGAN TEMAN YANG TELAH BERJUANG SEJAK AWAL…
SBY pun juga tidak kalah galau… Memilih sikap netral seperti Pilpres 2014 yang lalu hanya membuat Demokrat semakin kehilangan pemilih… Mau membuat Dinasti sendiripun, SBY akan berhadapan dengan situasi krisis kader potensial yang bisa maju untuk Pilpres 2019.. apabila SBY mau bmelakukan komunikasi politik yang baik dengan Prabowo, rasanya kekuatan Demokrat akan semakin kuat dan Agus bisa diorbitkan untuk menjadi calon Wakil Presiden…
Bergabung dengan Ahok pun rasanya tak mungkin… hati SBY sudah terlampau terlukai dengan tuduhan pesanan Fatwa “Penodaan Agama” kepada MUI… Berdamai dengan Megawati rasanya juga sangat berat.. 10 tahun jadi presiden, tak sekalipun Megawati mau menghadiri Upacara 17 Agustus di Istana Negara…
Daripada memilih untuk NETRAL LAGI, LEBIH BAIK SBY MENGALIHKAN 16-20% SUARA YANG DIDAPATKAN AGUS-SYLVI KEPADA ANIES-SANDI…
Hal kedua yang ingin saya sampaikan adalah, BUZZER STIGMATISASI AGAMA KEPADA AHOK SEBENARNYA TIDAK BEGITU EFEKTIF UNTUK MENGERUSI SUARA AHOK… tipelogi umum masyarakat Jakarta yang rasional, membuat mereka sangat tidak mudah untuk dipengaruhi oleh serangan-serangan yang berbau Rasis dan Agamis… Oleh karena itu, siapapun yang ingin Anies-Sandi menang, mulailah untuk meninggalkan dan tak lagi membuat KAMPANYE-KAMPANYE ANTI CHINA DAN KAFIR UNTUK MENGALAHKAN AHOK..
Lagian, di TIMSES Anies-Sandi juga banyak teman2 China yang bekerja siang malam untuk memenangkan Anies-Sandi.. sebagai pengusaha, Pak Sandi punya kolega-kolega bisnis yang beretnis China dan Non-Muslim…
Jadi pikiran bahwa UNTUK PUTARAN KEDUA HARUS DIMASSIFKAN SELEBARAN, ARTIKEL DAN KAMPANYE ANTI CHINA DAN NON MUSLIM ADALAH BLUNDER BODOH DAN AKAN MEMBUAT ANIES-SANDI SEMAKIN DIJAUHI OLEH TEMAN-TEMAN CHINESE DAN NON MUSLIM YANG TERKESAN DENGAN PROGRAM-PROGRAM YANG MEREKA SAMPAIKAN…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s