DANA KAMPANYE: Saat Stigmatisasi “Kafir” dan “Munafik” Tak Cukup Ampuh dalam Sistem Politik Berbiaya Mahal


(Anggun Gunawan – Alumni Filsafat UGM)
 
Ada yg menarik buat saya soal dana kampanye pilgub dki… timses Ahok mengatakan dari 60 m dana kampanye mereka sebagian besar berasal dari donatur… disebutkan ada 10ribu donatur… sementara dana kampanye Anies-Sandi kebanyakan berasal dari tabungan pribadi pak Sandi sendiri… saya melihat bagaimana seriusnya para pendukung Ahok dan banyak orang yg berkepentingan dengan terpilihnya Ahok kembali….
 
inilah yang menjadi renungan bagi umat Islam Indonesia… bahwa terkadang dalam realitas politik kita tidak bisa hanya mengandalkan stigmatisasi “kafir” dan “munafik”… karena pilihan demokrasi yang kita sepakati saat ini adalah sebuah perhelatan berbiaya besar…
 
kecenderungan kebanyakan kita, termasuk para aktivis mahasiswa dan alumninya, adalah menjadikan para tokoh-tokoh politik sebagai SAPI PERAHAN… kita todong mereka dengan berbagai proposal. kita bekerja buat mereka untuk bisa menumpang hidup…
 
dari sekian juta orang yang mendukung 212 dan 112, berapa yang kemudian yang menyumbang untuk pasangan kandidat Nomor 1 dan 3??? kadang dukungan kita tidak dibarengi pengorbanan dari sisi dana…
 
tapi untunglah ada orang kaya seperti Mas Sandi yang rela memakai uang pribadinya untuk maju pada pertarungan politik dengan niat tulus ingin MENGABDI.. orang seperti Mas Sandi yang punya tabungan triliyunan rasanya bisa terbebas dari perasaan “HUTANG BUDI” kepada para donatur yang seringkali menjadi PENJERAT ketika mengambil berbagai kebijakan saat berhasil menduduki kursi kekuasaan…
 
Dulu Ahok bilang mau maju lewat jalur independen karena MALAS BAYAR MAHAR KEPADA PARTAI POLITIK.. tetapi sebenarnya PDIP tidak sedang menunggu mahar langsung dari Ahok… PDIP mengharapkan mahar yang lebih besar dari para pemilik kapital yang bersimpati dan punya kepentingan dengan terpilihnya Ahok kembali.
 
Sampai saat ini saya belum mendapatkan rumusan bagaimana caranya untuk memangkas ongkos politik dalam sistem demokrasi seperti saat ini. Lagian para kritikus dan analis politik juga malas untuk memikirkan bagaimana membuat pola sistem demokrasi yang murah meriah. Karena mereka pun menikmati dan bisa meraih rezeki dari sistem politik yang sedang berjalan sekarang…
 
Iklan

One thought on “DANA KAMPANYE: Saat Stigmatisasi “Kafir” dan “Munafik” Tak Cukup Ampuh dalam Sistem Politik Berbiaya Mahal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s