JUARA OLIMPIADE FISIKA YANG MEMILIH KULIAH DESAIN GRAFIS DI SEBUAH UNIVERSITAS DI ITALY DARIPADA MASUK TEKNIK ATAU KEDOKTERAN


 
Oleh: Anggun Gunawan (Alumni Filsafat UGM)
 
Ini sebuah kisah nyata kegigihan mengejar mimpi… Usianya baru 18 tahun… Di kelas 2 SMA dia sudah berangkat mewakili Indonesia untuk lomba Olimpiade Internasional di Korea … 1 bulan di Jerman setelah mendapat beasiswa dari Goethe Institut untuk belajar Fisika di Jerman… Menjelang kelulusan dari SMA, orang tuanya berharap ia bisa kuliah di UGM atau ITB dengan mengambil jurusan kedokteran atau teknik… SMA-nya adalah SMA favorit. Para alumninya banyak yang jadi menteri dan petinggi di negara ini. Masuk UGM bagi lulusan SMA itu seperti naik kelas. Nilai 7 di rapor, dihitung 9,3 oleh UGM ketika seleksi mahasiswa undangan.
 
Ketika jalan masuk UGM atau ITB tampak mudah dengan statusnya sebagai Juara Olimpiade Nasional, ia malah tidak mengambil satupun blangko PMDK. Orang tuanya berpikir, mungkin anaknya ingin merasakan sengitnya persaingan Seleksi Tulis. Akhirnya mendaftarlah ia ikut ujian tulis. Pertama di UM Khusus UGM dan kedua, di SBMPTN mengambil pilihan ITB.
 
Anehnya, di kedua ujian tulis itu Ia GAGAL. Sesuatu hal yang aneh buat seorang juara olimpiade nasional, bahasa inggrisnya canggih dan sejak kelas 2 SMA sudah belajar Bahasa Jerman.
 
Usut demi usut, ternyata ia tak berminat kuliah di Indonesia. Targetnya pengen kuliah di Amerika Serikat. Dan sudah melakukan kontak-kontak dengan kampus incaran. LoA hampir di tangan. Tetapi beasiswa belum dapat. Setelah menghitung tuition fee dan living cost, mamanya yang dosen dan papanya yang bekerja sebagai wiraswasta mengatakan tak sanggup untuk menyiapkan dana kuliah di Amerika. Ia sedih dan galau…
 
Entah dapat info dari mana, ia kemudian dapat berkenalan dengan “Au Pair” (sebuah program untuk menjadi baby sitter di sebuah keluarga di berbagai negara di Eropa). Akhirnya, setelah memasukan aplikasi, ada satu keluarga di kota kecil di Jerman yang mau memakai jasanya untuk merawat anak mereka. Dengan bekal finansial seadanya, berangkatlah ia ke Jerman. Rencananya, akan bekerja 1 tahun sebagai baby sitter, sambil belajar bahasa Jerman sampai B2 atau C1 agar bisa kuliah di jurusan Teknik Sipil di salah satu Univ di Jerman. Sebagai tenaga program Au Pair ia mendapatkan gaji 5,3 juta rupiah per bulan (makan dan tempat tinggal sudah ditanggung oleh keluarga tempat ia bekerja mengasuh anak).
 
Setelah berpisah 6 bulan dengan orang tua, anak yang baru mendapatkan KTP dan SIM inipun tetap semangat mencari kampus. Tiba-tiba saja ia mengabarkan kepada orang tuanya, mau kuliah di Italy. Padahal di bulan Maret tahun ini ia sudah bisa mendaftar di Univ Jerman… Dengan naik bis dari Jerman, berangkatlah ia menuju Italy dengan tabungan dari hasil bekerja Au Pair.
 
Ada satu jurusan di Italy yang memang selama ini ingin ia masuki. DESAIN GRAFIS. Sendirian ia berangkat ke Italy dan mengurus pendaftaran di sebuah kampus di Florence. Ia diterima.
 
Meskipun juara olimpiade bidang fisika, ternyata ia punya bakat terpendam… ketika kecil ia sudah hobi melukis… Saat tugas pertama dari dosen untuk membuat sebuah design dari koran/majalah bekas, karyanya dipuji di depan kelas dan dianggap sebagai karya terbaik di antara mahasiswa-mahasiswa yang ada.
 
Beberapa waktu yang lalu, dia menelpon mamanya. “Ma, ini yang aku cari selama ini. Ini jurusan yang benar-benar special di hatiku..”
 
Ayahnya yang adalah juga seniorku, saat ngobrol kemarin bilang begini… “Deddy Corbuzier pernah menyampaikan. Kalau anak anda suka bernyanyi daripada mengerjakan soal-soal matematika, maka jangan paksa ia masuk kursus matematika. Tapi masukkanlah ia ke Sekolah Musik…. Karena itulah bakatnya yang harus anda dukung…”
 
Kemudian aku ingat sama Ivan Gunawan yang sekarang sering nonggol di acara dangdut Indosiar. Ivan rela berpisah dari orang tuanya untuk belajar desain di Moskow… Dan sekarang, Ivan menjadi sosok terkenal sebagai perancang busana kenamaan Indonesia… Yang harga 1 gaun di butiknya rata-rata dibanderol 15 juta/pcs…..
 
Tidak ada jurusan dan pekerjaan terbaik buat seseorang kecuali jurusan dan pekerjaan yang ia cintai dengan sepenuh hati…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s