BENARKAH KITA SIAP UNTUK MELAKONI PERANG FISIK SEPERTI DI SURIAH, IRAK DAN PALESTINA ATAU HIDUP DIPIMPIN DIKTATOR KOMUNIS SEKALIBER KIM JONG UN???


 
Oleh: Anggun Gunawan (Alumni Filsafat UGM – ICMI DI. Yogyakarta)
 
rasanya sebagian rakyat Indonesia masih belum sanggup untuk hidup dalam KONFLIK BENERAN seperti yang terjadi di Suriah, Irak dan Palestina… Karena kecenderungan sebagian besar mereka adalah mencari kemakmuran dan hidup yang nyaman. Kalaupun ada yang mengatakan Indonesia gawat darurat karena lagi dikepung oleh 15 juta anggota PKI, 100 juta imigran China, puluhan juta pendukung liberalis dan pluralis, digerogoti oleh 5 juta orang syiah, itu hanya bagian dari skenario provokator yang mendulang keuntungan dari terbakarnya emosi masyarakat. Seperti para bandit yang bisa kaya dengan jadi penyuplai senjata di daerah-daerah konflik
 
15 juta orang PKI (jika itu benar) akan tetap jadi kaum proletar sengsara karena faktanya yang makmur di negara komunis itu hanya para pejabat negaranya yang jumlahnya paling ratusan/ribuan… sementara yang lainnya pada hidup ketakutan… apalagi punya pemimpin seperti kim jong un, yang paman dan keluarganya saja ditembak mati (Kompas pernah merilis, sejak berkuasa, Kim Jon Un sudah membunuh 100-an anggota keluarganya)…
 
100 juta migran China (jika itu terjadi) hanya akan jadi kaum buruh yang dieksloitasi oleh para kapitalis.. seperti yang terjadi di China daratan saat ini… berbagai perusahaan multinasional menyerbu China karena upah buruh yang rendah…
 
Puluhan juta pendukung liberalis dan pluralis ngak akan kebagian proyek apa2 kalau Indonesia dilanda perang… merekapun juga ngak akan sanggup memikul senjata dan palingan akan lari ke luar negeri untuk menyelamatkan diri.
 
Orang-orang Iran banyak yang memilih pergi dari Iran ketika Khomeini berkuasa. Meskipun Iran pasca Khomeini menjadi negara Islam Syiah (dengan tegas menegakkan hukum syariah ala syiah)…
 
Mari kita nikmati Indonesia Pancasila yang damai dan membangun menuju sejahtera.
 
Percuma kalau kita terjebak pada permainan politik para pembesar dengan para gembong-gembongnya. Mereka itu sudah hidup nyaman dan punya bekal paling tidak untuk 3 turunan.
 
SBY punya pundi-pundi tabungan yang melimpah selepas pensiun dari 10 tahun menjadi presiden Indonesia.
 
Prabowo meskipun selalu gagal dalam pilpres, tapi punya sekian banyak perusahaan dan bisa menikmati hidup bersama kuda-kudanya yang seharga ratusan juta bahkan miliaran rupiah.
 
Megawati akan tetap selalu diberi “sangu” sama pengusaha-pengusaha China Indonesia dan para kader setianya sehingga tak perlu takut PDIP akan kolaps.
 
Para ustadz, sudah senang karena sekarang banyak para pengusaha yang sudah sadar zakat-sadaqah dan orang-orang kaya lagi kecanduan hobby baru, UMRAH.
 
Anak-anak muda kita sekarang lagi gandrung gonta-ganti hape dan travelling ke sana-kemari.
 
Para akademisi kritis dan analis beken sudah duduk enak di kursi komisaris dan duta besar. Mau BUMN nya rugi atau untung, itu soal kesekian. Mau ada capaian diplomatik atau tidak, itu urusan belakangan.
 
Jadi saya ragu kalau sebagian besar orang Indonesia ingin negara ini PERANG (FISIK)… yang terjadi sekarang ini hanyalah kegenitan-kegenitan dan upaya-upaya untuk menyelamatkan gerbong masing-masing agar bisa mengenggam kekuasaan (otomatis pundi-pundi ekonomi akan mudah diraih) dan gerakan-gerakan untuk mendekati lingkaran penguasa agar juga kecipratan posisi dan jabatan.
 
Jadi lebih baik, singkirkan saja duri-duri yang menganggu di 2017 ini agar ke depan kita bisa sama-sama hidup tentram dan bisa sama-sama berusaha mencapai kesejahteraan….
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s