AKHIR PERJALANAN SANG GURU DAN SEORANG SAHABAT (6 Januari 2017)


ada 2 suasana yang berbeda kurasakan malam ini… tak salaman dengan Dr. Masyhudi Muqorrobin di masjid dekat kos dan tak lagi mendapat sambutan hangat dari seorang sahabat tempat nongkrong makan malam di burjo dekat kos, si Aa’ Wahyudi yang seumuran denganku…

Pak Muqorrobin yang dulu adalah aktivis HMI MPO Ekonomi UGM, tempat aku pertama kali mengenal dunia pergerakan mahasiswa (masuk HMI atas rekomendasi dari Bapak) dan di tahun 90-an menjadi Ketua PB merupakan sosok berdiskusi menarik bagiku, terutama dalam soal Ekonomi Islam… kalau tak sibuk, aku akan duduk manis mendengarkan ceramah rutin beliau selepas magrib sampai isya setiap hari kamis di masjid dekat kos… pas sesi pertanyaan, sering aku sampaikan kepada beliau tentang uneg2ku akan ketidak-istiqomahan perjuangan seorang aktivis mahasiswa Islam dan berbagai kelemahan dalam penerapan ekonomi Islam saat ini.. kalau masih penasaran, biasanya selepas isya kami kembali saling mendekat untuk berdiskusi lebih lanjut… dalam beberapa waktu, aku juga pernah membawa beberapa peneliti dari amerika untuk wawancara dengan beliau dalam bahasa inggris… bahasa inggris beliau lancar karena s2 dan s3 nya di International Islamic University Malaysia…

Jika dengan Pak Muqorrobin aku lebih sering ngobrol serius, dengan Aa’ Wahyudi aku seringkali ngobrol santai… dalam beberapa kesempatan ia sering curhat capek dengan kerjaannya dan curhat soal calon istrinya kepadaku.. dia bilang mau nikahin calonnya kalau cicilan motor sudah lunas.. dan bulan April depan adalah cicilan terakhir… setiap hari ia kerja non stop hampir 20 jam sehari… shubuh jam 4 sudah bangun… tidur baru jam 12 atau jam 1 dini hari.. itu ia lakukan tiap hari… pagi hari dan malam hari sangat jelas letih dan capek di wajahnya… dengan kerja 20 jam sehari itu, gajinya tak sampai 2 juta sebulan… dari pagi sampai tengah malam melayani pembeli burjo yang tak kunjung berhenti datang… sambil bercanda saya sering godain si Aa’ Wahyudi… “Aa’, jangan kerja terus… udah adzan lho.. ayo sholat dulu… ntar kalau mati muda, nyesel loh ngak bawa bekal apa2 menghadap Allah…”… dengan senyum ia menjawab, “Ntar Mas Gun.. ntar lagi saya sholat..”.. saat sangat galau, pernah aku lihat ia datang ke masjid… sholat sendirian….

dan begitulah, ajal itu tidak pernah mengabarkan kedatangannya… malam ini aku baru tahu, bahwa sejak 3 minggu yang lalu, Aa’ Wahyudi meninggal dunia dipanggil Allah… kata teman2 yang juga sering nongkrong di Warung Burjo-nya, sebelum meninggal mas wahyudi sakit lambung… mungkin karena jam istirahat yang kurang dan pola makan yang tak teratur jadi wasilah sakitnya…

sementara pak muqorrobin meninggal karena kanker usus yang baru diketahuinya setelah kanker itu mencapai level kritis… setelah operasi (beberapa bulan yang lalu), beliau mencoba untuk beraktivitas seperti biasa (dengan jadwal mengajar dan seminar yang padat dan harus keluar kota)… sehari sepulang dari rumah sakit selepas operasi usus, beliau tak mengelak ketika diminta jadi khatib penganti karena khatib yang dijadwalkan tak datang… dengan suara yang masih parau dan bagian perut bekas operasi (usus beliau dipotong beberapa meter) yang tentu saja masih sakit hingga tak mampu berdiri lama…

ketika hidup tak selamanya dan mautpun datang tak terduga, sungguh rugi rasanya jika hidup sia-sia… menebarkan kebencian dan menyulut permusuhan… jika detik demi detik akan dihisab oleh Allah, biarkanlah kebaikan saja yang bisa dihadirkan… jika setiap hirupan nafas akan diminta pertanggung-jawaban, biarlah cinta yang menghiasi perjalanan di dunia ini… MUDAHKAN URUSAN MANUSIA… BANTU SESAMA DENGAN SEIKHLASNYA… dengan harapan, Allah mudahkan perjalanan kita di akhirat nanti….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s