Teman-teman, gegap-gempita Aksi Super Damai 212 telah menggetarkan hati banyak orang. Dan seperti yang saya sampaikan kemarin, di antara Wajah Indonesia untuk 212 adalah kelompok yang ingin menjadi bagian dari 212 tetapi di sisi lain mereka tak berani bersuara di tempat mereka berkiprah.
 
Saya yakin teman-teman sudah baca “Menemani Keresahan Rakyat” yang ditulis oleh Titiek Soeharto dengan linangan airmata. Tetapi sebagai orang yang duduk sebagai Pengurus DPP Golkar, beliau diam seribu bahasa dengan begitu banyaknya bendera Golkar di aksi tandingan 412 dan tak mampu menegur Setnov yang menjadi bintang lapangan di aksi yang juga melanggar peraturan Car Free Day itu.
 
Ada Yuddy Chrisnandy yang di twitternya menyampaikan dukungannya untuk 212.
 
“Buzzer2 bayaran,para Pengekor “Gazel”,para pencela 411-212, tukang nyinyir..shock!Tercengang-Kecele! Presiden-Wapres ikut jumatan di Monas 😂
 
Selamat pagi.. Jumatan di Monas Yuuuk, Ini peristiwa berSejarah belum tentu berulang semasa kita hidup..Berdzikir bersama utk NKRI yg Damai😇”
 
Tetapi sebagai orang penting di Hanura, kenapa Yuddy tak lantang menyuarakan agar partainya tidak usah menjadi salah satu Partai pengusung Ahok di Pilkada DKI… Padahal tuntutan Aksi 212 sangat jelas. PENJARAKAN AHOK…
 
Ada juga yang lagi heboh sekarang. Gagasan bikin Bank Syariah 212 dan Jaringan Ritel Mini Market 212 oleh Eka Gumilar yang disebut2 sebagai loyalis Prabowo dan salah seorang pengurus DPP Gerindra, tetapi di Pilkada DKI malah menyatakan dukungan kepada Agus-Sylvi. Eka juga dikenal berteman dekat dengan Rachmawati dan Ratna Sarumpaet yang punya agenda lain.
 
Teman-teman sekalian, tetaplah pada barisan dan bimbingan ulama GNPF. Karena saat ini banyak yang menjadikan 212 untuk kepentingan yang berbeda dengan niat dan semangat GNPF. Apapun itu gerakan-gerakan dan ide-ide massif untuk umat, sebaiknya itu digulirkan sendiri oleh para ulama di GNPF dan digerakkan dengan komando ulama-ulama di GNPF.
 
Karena orang politik selalu berpikir buat kepentingan sesaat saja. Karena mereka butuh simpati rakyat dan haus dengan kekuasaan. Apapun yang berpotensi untuk meraih simpati rakyat, akan mereka lakukan.
 
Soal Ide Bank Syariah dan Jaringan Ritel Mini Market, kita serahkan saja kepada ustadz Yusuf Mansur dan kawan-kawan. Karena beliau punya pengalaman bisnis dan jaringan pengusaha muslim yang sangat mampu untuk mewujudkan itu semua.
 
Kalau ada gagasan untuk bikin TV Islam Nasional dan Koran Islam Nasional, sebaiknya kita serahkan kepada ustadz Erick Yusuf dan kawan-kawannya yang punya pengalaman banyak di berbagai media besar nasional.
 
Jangan mau Bank Syariah Islam, Mini Market Islam, TV Islam, Koran Islam dibiayai lagi oleh pengusaha-pengusaha oportunis yang selalu berusaha dekat dengan siapapun penguasa di republik ini. Kita bangun semua itu murni dengan uang umat dan pengusaha-pengusaha muslim yang lurus aqidah dan pembelaannya terhadap Islam.
 
DAN INSYA ALLAH KITA MAMPU….
Iklan