Menggelorakan semangat 212 tidak hanya berhenti selepas sholat Jum’at 2 Desember 2016 saja… Dan kemudian kita kembali tercerai-berai dengan kesibukan masing-masing, rasa bangga dengan kelompok masing-masing serta kembali menjauhi ulama… Masih banyak pekerjaan rumah yang mesti kita kerjakan…
 
212 hanya menjadi sia-sia ketika tidak ada upaya membangun ekonomi umat.. Membiarkan umat dijerat hutang di lembaga-lembaga ribawi… Membiarkan Bank-Bank Syariah dan BMT terus menerapkan rate margin kredit jauh di atas suku bunga Bank Konvensional…
 
212 hanya menjadi sia-sia ketika para akademisi Islam di kampus-kampus kita masih sibuk mengirimkan berbagai proposal-proposal untuk mendapatkan funding dari lembaga-lembaga yang tak ingin Islam berjaya… para kiyai-kiyai kita terlena dengan gelontoran uang dari lembaga-lembaga asing yang ingin melemahkan syiar Islam.. dan para rektor dan petinggi serta dosen-dosen muslim di kampus kita masih dengan SUKA CITA MENJADI PENAMPUNG ANGGARAN AKHIR TAHUN KEMENTERIAN DAN LEMBAGA NEGARA UNTUK DIKREASIKAN BISA HABIS SEHABIS-HABISNYA…
 
212 hanya menjadi euforia apabila para petinggi organisasi Islam tidak berupaya mendorong perbankan syariah yang ada untuk mematuhi kaedah-kaedah syariah sebenarnya dan tidak mampu membuatkan Bank Syariah yang BAIK untuk umat…
 
212 hanya jadi gegap gempita sesaat ketika kita lupa dengan nasib saudara kita di Syiria, Rohingnya dan Palestina.. Membiarkan mereka terus digempur dan dibinasakan…
 
212 hanya jadi pawai dzikir dan do’a apabila semangat ashobiyah dan saling ledek serta membid’ahkan masih menjangkiti hati-hati para ustadz kita… Ledekan dengan memakai qur’an dan hadist serta kesombongan apa yang ia yakin lebih baik daripada yang diajarkan oleh ustadz atau halakah yang lain..
 
212 hanya jadi ajang selfie dan pamer diri, ketika tak berani melakukan kritik kepada organisasi dan partai politiknya sendiri… jikalau dengan tangisan bisa membuat tulisan keikutsertaan pada 212, kenapa tak berani juga berkata LANTANG kepada kawan2 separtai, BUAT APA KITA SIBUK MENGHELAT 412 DAN GELONTORKAN DANA SEKITAR MILIAR AGAR BISA MENGUMPULKAN BANYAK MASSA….
 
212 hanya jadi buih yang beterbangan apabila kemudian tidak merubah haluan hidup kita kepada Al Qur’an… Tidak menjadikan ulama sebagai rujukan dan pemimpin dalam menjalani kehidupan…
Iklan