Saya mencoba untuk online walking… Membaca beberapa tulisan dan status di berbagai media online….

Saya merasakan suka cita sebagian besar umat Islam yang dengan tulus ingin membela Al Qur’an….. Mereka mendengarkan ceramah ulama dengan baik, menangis dengan ikhlas dan masyuk dengan do’a serta tausiyah dari para ulama yang isinya begitu menyejukkan dan menggembirakan hati…

Ada  yang hatinya bersih… Mereka memberikan sokongan dan dukungan serta mengulas dengan baik dan ilmiah tentang kebanggaan, marwah dan jasa umat Islam dari masa ke masa di negeri Indonesia tercinta ini…

Ada juga yang selama ini ngak peduli dengan Islam… jarang ngomongin Al Qur’an dan menyebut nama para ulama… tetapi dengan seketika hati mereka tersentuh dan merasa sangat perlu untuk mengatakan, “saya termasuk dari umat yang mendukung Aksi 212…”

Ada juga yang selama ini sangat peduli dengan Islam… tetapi semangat ashobiyah mereka masih terlalu kuat…. Karena yang tampil memimpin umat bukan ulama yang mereka puja selama ini, masih terasa keengganan mereka memberikan apresiasi untuk Aksi Super Damai 212… Apalagi ustadz, kiyai dan habaib yang tampil di atas pentas kemarin selama ini mereka sebut-sebut sebagai para ustadz ahli bid’ah…

Ada juga yang selama ini menyampaikan keberpihakan kepada Ahok… tetapi kemudian tangan dan lisan mereka seolah terkunci untuk merangkai kata… karena mereka terpana menyaksikan jutaan umat manusia berdzikir dan berdo’a serta berkumpul untuk membela Al Qur’an…. tak ada satupun status atau statemen yang mampu mereka buat….

Ada juga yang masih menyimpan kebencian… Mereka masih menganggap bahwa Aksi 212 hanya kegilaan dan euforia ikut-ikutan saja… Mereka masih mencoba untuk menggiring orang untuk memadamkan kobaran api dan cahaya Islam-Al Qur’an… Berkali-kali mereka membuat aksi tandingan dengan mengundang public figure dan artis ternama… Tetapi tetap saja aksi tandingan mereka sepi dan hambar….

Ada juga yang acuh tak acuh. Lebih sibuk dengan kesenangan diri sendiri. Masyuk dengan mainan sendiri tanpa peduli apa yang sedang terjadi. Negara ini mau hancur, mau makmur, yang penting saya bisa hidup nyaman dan tak mau terusik oleh apapun.

Ada juga yang memanfaatkan momen untuk menggiring umat Islam merubah niat… Mereka serukan umat untuk menduduki Gedung Senayan… Mereka ingin mengambil alih komando Ulama ke tangan mereka… Tetapi kemudian umat tak mempedulikan mereka. Karena komitmen sejak awal untuk membuka Pintu Langit bukan membuka Pintu Parlemen yang diisi oleh manusia-manusia penuh kepentingan… JANJI MEREKA KEPADA ULAMA DAN KAPOLRI DIPEGANG TEGUH DARI AWAL HINGGA AKHIR…

Dan sungguh, belum pernah terjadi sekian juta orang di negeri ini berkumpul di satu titik untuk berdzikir, berdo’a dan membuka pintu langit. Jika bukan Allah yang menggerakkan hati, niscaya hal itu tidak akan terjadi. Jikalau bukan ulama, ustadz, habaib, dan kiyai yang bersih hatinya YANG MENYERU, niscaya tidak mungkin tersentuh jutaan orang dari seluruh penjuru negeri ini dan ratusan juta yang turut mendukung – mengaminkan do’a dari kejauhan… Mereka adalah para Wali Allah yang TAK MELONJAK DAN SUMBRINGAH KARENA PUJIAN DAN TAK SURUT DAN MUNDUR karena CEMOOHAN DAN HINAAN…

Karena niat mereka ikhlas… UNTUK MEMBELA ALQUR’AN DAN AGAMA ALLAH… BUKAN JABATAN, BUKAN SORAK-SORAI PUJIAN DARI KIRI-KANAN DAN BUKAN PULA PENGHARGAAN DARI MANUSIA… KARENA MEREKA SADAR BETUL, APABILA MEREKA TERLENA DENGAN PUJA-PUJI DUNIA, MAKA ALLAH PUN MENJAUH DAN BERPALING DARI PERJUANGAN MEREKA…

KEPASRAHAN DI DEPAN PINTU LANGIT, KEIKHLASAN DAN KETUNDUKKAN KEPADA SYARIATNYA LAH YANG MAMPU MENURUNKAN BERKAH DAN RAHMAT ALLAH…

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. ” (QS 7. Al A’raaf:96)

Iklan