Untuk Bapak Ibu Professor Doktor ICMI yang terhormat…
Dari seorang Anggota Biasa ICMI DI Yogyakarta yang baru bisa berjuang untuk mencari sesuap nasi
Ketika hati umat terlukai dan banyak di antara mereka yang tak tahu politik berjalan kaki dari kampung-kampung untuk datang ke Jakarta, apakah kita cuma sibuk dengan berbagai konferensi-konferensi di ruang nyaman ber-AC??? Yang katanya konferensi dan rapat yang kita hadiri itu adalah rapat hebat dan bla.. bla…
Saudara-saudara kita itu cuma punya modal ghirah membela Islam dan meninggikan kalimat Allah di negeri ini… Mereka tak ingin Al Qur’an yang mereka baca setiap hari diinjak-injak dan dilecehkan… Hanya itu yang mengobarkan semangat mereka…
Bapak Ibu punya kekuasaan.. Memimpin lembaga besar.. Punya akses ke orang-orang besar di negeri ini… Apakah kemudian Bapak dan Ibu hanya sibuk dengan urusan-urusan rapat dan seminar di hotel dan gedung2 mewah???
Jika mereka hanya mampu datang ke monas untuk berdo’a bersama, kenapa kita yang berposisi sebagai Rektor dan pimpinan organisasi islam tidak pula bergerak…
Kenapa Bapak dan Ibu Rektor tidak mengambil kebijakan untuk memindahkan rekening dari BCA ke bank2 BUMN milik pemerintah… Yang rektor kampus Islam, kenapa tidak berani untuk memindahkan dana ke Bank Syariah??? kalau Bapak dan Ibu masih ragu kesyariahan Bank Syariah yang ada, Bapak Ibu punya sekian ahli dan akademisi di bidang ekonomi… Kenapa tak bisa merancang dan membangun bank syariah sendiri?? sementara uang dari umat yang Bapak Ibu kelola sekian ratus miliar atau bahkan triliyunan banyaknya….
Bapak dan Ibu ICMI Professor Doktor tahu bahwa negara kita ini sulit mencari uang… Banyak anak-anak yang meregang nyawa melewati sungai untuk pergi ke sekolah… Banyak anak-anak negeri ini yang belajar di gedung-gedung sekolah yang tak layak pakai… Banyak orang miskin yang untuk makan sehari saja susah…. APBN kita minus dan harus ditutupi dengan hutang… Tetapi kenapa dengan suka cita Bapak Ibu menerima limpahan dana akhir tahun, agar anggaran di berbagai lembaga dan kementerian habis blas… Dengan acara seminar atau entahlah namanya itu… Kenapa Bapak dan Ibu tidak berani mengatakan, kepada pejabat kementerian dan lembaga negara itu, KEMBALIKAN SAJA DANA ITU KE NEGARA… DAN BUAT PROGRAM YANG BERMANFAAT BUAT RAKYAT DI TAHUN DEPAN….
Berkali-kali Bapak dan Ibu bertemu dengan menteri.. Breakfast, Luch, Dinner bersama presiden dan para petinggi di negeri ini… Di android Bapak dan Ibu, ada nomor handphone presiden, menteri, pejabat lembaga negara dan bla-bla… Tapi kenapa untuk menggerakkan jemari mengetikkan sms singkat saja kok rasanya berat… SMS yang berisi, “Pak Presiden dan Pak Menteri, Datanglah Sholat Jum’at bersama umat besok di Monas… Berdoa bersama para ulama untuk kebaikan negeri ini…..”
Saudara-saudara kita mungkin hanya bisa mengungkapkan perasaan mereka dengan datang ke Monas… Tetapi apakah kita yang punya kuasa dan jabatan, tidak terketuk untuk melakukan aksi-aksi mendukung perjuangan mereka untuk Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia…
Dan satu statement dari Bapak Ibu Professor Doktor ICMI, sungguh sangat berarti dan menyemangati umat yang bergerak dengan kesederhanaan dan berbekal hati nurani….
Iklan