Aksi 212 bisa menjadi simulasi bagi umat Islam Indonesia untuk suksesi 2019. Perlu dipikirkan secara serius untuk mengambil 2 orang dari Pemimpin Aksi 212 sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia… Jika bisa menggerakkan umat sekian juta, ada harapan mereka bisa menggerakan bangsa Indonesia untuk jadi lebih baik…
KIRA2 COCOKKAH AA GYM, HABIB RIZIEQ, Ustadz BACHTIAR NASIR, Ustadz ZAITUN RUSMIN, ATAU Ustadz YUSUF MANSUR SEBAGAI KANDIDAT RI 1 DAN RI 2 UNTUK PILRES 2019???
membaca peta politik 2019, awal tahun ini Golkar di bawah kepemimpinan Setya Novanto telah mendeklarasikan akan mengusung jokowi untuk 2019… sementara sebagian besar partai yang punya kursi di parlemen sudah merapat ke pemerintah.. tinggal PKS dan Gerindra yang komit untuk berada di luar jalur pemerintah… sementara demokrat masih dengan sikap “netral” sambil mengambil nafas karena sudah 10 tahun menikmati kursi kekuasaan… artinya, kegagalan pemerintahan jokowi adalah kegagalan PDIP, Golkar, Hanura, PPP, PKB, Nasdem dan PAN (karena kader2 terbaik mereka sudah diplot sebagai menteri di kabinet jokowi)…
ketidakmampuan kita menghadirkan pemimpin alternatif ke tengah2 umat hanya berujung kepada carut-marut seperti sekarang… dan bukanlah sesuatu yang tabu untuk membicarakan masalah kepemimpinan dan rasulullah pun berperang juga untuk meraih kekuasaan politik untuk membangun negeri islam yang sejahtera dan damai… dan di akhir hayatnya rasulullah telah mempersiapkan para sahabat untuk memimpin umat islam melakukan ekspansi dakwah lebih luas…
jika kita berharap kepada partai politik saat ini, keknya akan terjadi bentuk kekecewaan… seperti kekecewaan banyak orang kepada pimpinan KPK sekarang yang approval nya juga berasal dari DPR… jika hendak melahirkan pemimpin alternatif dari orang-orang terbaik dari umat Islam, mungkin perlu disusun lagi langkah-langkah untuk mengajukan kembali JR soal bolehnya Calon Presiden Independen yang beberapa waktu yang lalu pernah diperjuangkan oleh Pak Yusril Ihza Mahendra…
jika ingin membumikan alqur’an di Indonesia ini, rasanya kita perlu pemimpin-pemimpin yang mengerti alqur’an… polanya bisa seperti yang terjadi di zaman rasulullah dan khalifah yang 4… yg dipilih sebagai deputi-deputi dan gubernur adalah para alim, ahli fiqh dan sahabat2 terbaik… mereka adalah para ulama yang paham qur’an dan hadist rasulullah… skenario kedua adalah yang memegang pimpinan eksekutif berasal dari professional dan birokrat tetapi ada staf ahli (wantimpres) yang diisi oleh para ulama yang hanif… ketika kita tak mampu menghadirkan tawaran nama kepada masyarakat luas, yang tetap saja yang memimpin negeri ini adalah yang hari ini membuat umat islam kecewa…