Oleh: Anggun Gunawan (Alumni D2 English Extention Course Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)
 
tadi pagi, saya main2 ke pasar kranggan, salah satu pasar tradisional terkenal di jogja untuk beli protection casing android… di sana saya melihat toko2 plastik dan assesoris HP milik teman2 keturunan tiongha tetap ramai dikunjungi pembeli… termasuk juga ibuk-ibuk pakai jilbab… pegawai toko2 itupun sebagian ada juga yang berjilbab…
 
selepas aksi 411, kita juga tidak mendengar adanya penyerangan gereja… bahkan AA Gym yang kebagian nyapu di depan Gereja Katedral Jakarta saat aksi 411 malah menyapa ramah pasangan pengantin yang akan mengucapkan janji setia di jum’at agung…
 
sekian banyak umat islam indonesia masih terus menyimak dengan serius thread2 yang disampaikan Zheng Wei Jian di berbagai sosial media, bahkan tanggal 16 november ini beliau akan panel dengan guru intelektualku – Dr. Brigjen Saafroedin Bahar di jakarta untuk membahas tema “Komunitas Tiongha Indonesia dan Integrasi Nasional”…
 
selepas aksi 411, rumah sakit milik teman nasrani masih ramai dikunjungi oleh teman2 muslim… tidak ada terdengar, ada orang tua muslim yang memutuskan untuk menarik anaknya yang bersekolah di sekolah2 milik yayasan teman2 nasrani… SMA Dos Bosco yang ada di Padang tetap aman dan beroperasi seperti biasa…
 
tak ada yang perlu kita khawatirkan dengan pasca aksi 411.. karena masyarakat muslim indonesia sudah komit dengan NKRI…bangsa indonesia telah belajar selama ribuan tahun untuk saling menghargai dan berlapang dada dengan berbagai perbedaan agama dan etnis…
 
semuanya akan tetap berjalan damai ketika kita TIDAK menginjak rumput tetangga dan tak membicarakan hal-hal sensitif rumah tangga orang lain… biarkanlah urusan domestik masing2 agama tetap berada di pekarangan masing-masing….
 
Indonesia akan tetap terawat ketika kita terus memperjuangkan keadilan ekonomi dan sama2 berjuang untuk menyejahterakan seluruh rakyat indonesia…
 
Indonesia akan kuat apabila para pengusaha keturunan tiongha indonesia tidak lagi membawa sebagian besar uang yang mereka peroleh dari menjalankan bisnis di indonesia ke luar negeri.. disimpan di berbagai lembaga2 keuangan yang ada di luar negeri… bawalah kembali uang-uang itu ke indonesia… investasikan untuk membangun indonesia…
 
dengan sikap-sikap itulah kemudian INDONESIA BISA JAYA…