Oleh: Anggun Gunawan (Penulis Buku “Messianik Yahudi: Juru Selamat Bangsa Yahudi dalam Telaah Psikoanalisa Erich Fromm)
 
Seorang teman mengatakan bahwa
 
“Nurcholis madjid dalam buku islam: doktrin dan peradaban menerangkan bahwa Yahudi berasal dari kata yehuda, yehuda adalah sebuah bangsa atau kaum. Dan nasrani dari kata nazaret, nazaret merupakan tempat kelahiran nabi, nasrani berarti orng2 yg bermukim di nazaret. Sehingga disimpulkan bahwa surat al maidah tdk pernah menyinggung persoalan agama, tetapi menyinggung suatu kaum atau bangsa bernama yahudi dan orang2 yg bermukim di nazaret. Pertanyaannya mengapa islam tdk ingin menjadikan pemimpin dri golongan yahudi dan nasrani? Sesuai dengan kutipan ayatnya menyatakan bahwa mereka adalah orang tdk bisa dipercaya, orang munafik dan pendusta pada saat itu…”
 
saya melihat ada beberapa kelemahan dari argumentasi Prof. Dr. Nurcholis Madjid di atas apabila hanya menyandarkan kata yahudi kepada bangsa yehuda atau judah dan nazareth kepada nasrani…
 
kelemahan pertama adalah dari segi kajian sejarah… “the tribe of judah” hidup jauh sebelum nabi muhammad lahir.. mereka diperkirakan sudah eksis pada 1000 tahun Sebelum Masehi (SM/BCE).. dan mereka terpencar-pencar karena berbagai serangan dari kerajaan2 lain di sekitar seperti kerajaan Asyiria dan berpindah dari jerussalem menuju Babylonia…
 
jika kita mengamini pemahaman nurcholis majid, tentu timbul pertanyaan, apakah bangsa yehuda ini masih eksis di makkah dan madinah??… karena kalau kita kembalikan kepada misi pragmatikal al maidah 51, rasanya buat apa Allah capek2 menurunkan ayat ini kalau misalnya bangsa yehuda tidak hidup di madinah dan makkah yang menjadi pusat Islam di masa nabi muhammad hidup… apa urgensinya buat Allah menurunkan ayat itu untuk konteks madinah yang saat itu sudah dikuasai oleh kaum muslimin???
 
Kemudian yang kedua… kota (wilayah) nazareth adalah salah satu kota kuno bersejarah yang masih eksis sampai sekarang… salah satu referensi yang saya rujuk mengatakan kebanyakan penduduknya adalah bangsa arab dengan rincian 69% Muslim, 30,9% Christians dan di dekat (di samping) old Nazareth (kota nazareth kuno) orang2 yahudi membuat pemukiman baru dan pada tahun 2014 jumlah populasi mereka adalah 40.312 orang
 
E. Meyers & J. Strange, Archaeology, the Rabbis, & Early Christianity Nashville: Abingdon, 1981 disebutkan bahwa populasi wilayah nazareth pada masa Jesus hanya sekitar 1600 sampai 2000 orang.. sementara Korb, Scott. Life in Year One. New York: Riverhead books, 2010 menyebut pada masa Jesus hidup penduduk kota ini hanyalah 400 orang dengan 1 fasilitas kamar mandi umum… dan dari segi kepercayaan di masa Jesus banyak literatur yang menyebutkan kehadiran rabbi-rabbi yahudi… dan arkeolog sering memakai kata “the Jewish village” ketika melakukan melakukan penelitian ke kota (wilayah) ini… karena tradisi yang kuat di sana adalah tradisi dan peran rabbi2 yahudi, bisa kita katakan mereka yang hidup di sana masih berdarah yahudi…
 
Argumen kedua yang ingin saya sampaikan adalah dalam alqur’an kita menemukan beratus-ratus kata yahudi dan nasrani di berbagai surat… pertanyaan besarnya, apakah kemudian apakah semua surat yang menyebut Yahudi dan Nasrani harus diartikan kepada bangsa yehuda dan orang nazareth… apalagi kemudian kita menemukan dalam konteks nasrani, orang2 nazareth yang menjadi pengikut nabi Isa adalah orang2 yang masih hanif keimanannya… dan apabila Allah menyebut konsep trinitas dalam alqur’an, itu terjadi beberapa abad setelah kematian Jesus (Isa) ketika nasrani berpindah ke romawi… ketika konteks bangsa yehuda dan orang nazareth tidak cocok untuk ayat alquran yang bercerita tentang trinitas, berarti ada arti atau pemaknaan lain terhadap penggunaan sekian banyak kata yahudi dan nasrani…
 
Tafsiran nurcholis dengan hanya menyempitkan makna yahudi kepada bangsa yehuda dan nasrani kepada orang nazareth, maka akan MENGGUGURKAN pandangan teologis bahwa alqur’an sebagai kitab yang berlaku di sepanjang zaman dan setiap tempat. dan kalau kita kembalikan kepada konteks zaman nabi muhammad, apakah ada bukti sejarah yang menyebutkan bahwa orang yahudi dan nasrani yang hidup di zaman nabi adalah bangsa yehuda (karena yahudi itu terdiri dari 12 bangsa dan yehuda adalah salah satunya) dan orang nasrani yang hidup di masa nabi, apakah mereka adalah keturunan dari bangsa yahudi yang hidup di nazareth yang diperkirakan oleh arkeolog paling banyak hanya 2000 orang???
 
apabila yang dimaksudkan adalah kepada tabiat dari bangsa yehuda dan orang nazareth yang menentang rasul dan bersikap munafik serta pembohong, kita tidak bisa melakukan generalisasi.. karena pada masa itu ada pengikut2 setia pada nabi (ex: nabi joshua) di antara bangsa yehuda… dan ada juga pengikut2 setia Jesus/Isa pada sebagian orang2 Nazareth.. apabila itu lebih kepada sifat bukan merujuk kepada kaum maka Allah tidak perlu spesifik menggunakan kata yahudi dan nasrani… lebih cocok apabila Allah menggunakan kata “munafik” atau “para pendusta” karena sifat itu hadir dan ada pada semua bangsa termasuk juga pada umat islam…
 
Mari kemudian sama2 membaca dengan cerdas dan kritis… dan independensi dan kebebasan berpikir itu adalah ketika kita tidak mengamini perkataan seorang tokoh tanpa melakukan analisis lebih jauh tentang apa yang ia ungkapkan… dan dengan cara itu kita bisa melepaskan diri dari jebakan taklid…