Malam ini… Benar2 saya kecewa dengan prof. dr. ahmad syafi’i ma’arif…. kenapa bikin kisruh terus.. padahal aa gym sudah menutup dengan adem dan menyejukkan…. benar2 kecewa…. sudah hilang rasa hormat saya… kok tidak bisa menerima dengan hati.. saya saja nangis dengar uraian aa gym… tapi kenapa seorang buya kehilangan dimensi kelembutan hatinya…. belajar tasawuf lagi buya… seperti buya hamka yg menutup hayatnya dengan tasawuf modern… akhirnya saya sadar, yg tidak mau berdamai dengan sejarah itu ternyata adalah sang professor sejarah itu sendiri…
tontonlah uraian AA Gym ini… betapa tulusnya… lahir dari hati… dan hati memang hanya bisa disentuh dengan hati… tapi lihatnya respon prof. syafi’i ma’arif… AA Gym bilang kita harus menguatkan rasa persaudaraan sesama anak bangsa… tetapi kenapa responnya buya begitu emosional… benar2 bertolak belakang dengan tausiyah menyejukkan dari AA Gym…
kawan-kawan…
AA Gym menyampaikan… ada tukang ojek… nyumbang rp. 10.000.. kemudian bilang, semoga dicatat sama Allah saya termasuk yang peduli dengan urusan ini.. dan banyak lagi sumbangan dari berbagai lapisan umat… dalam sekejap uang terkumpul.. 20 bis terbayarkan… makan beres.. malah sekarang uangnya sisa.. berlebih….
Prof. Syafi’i Ma’arif, ulama-ulama kami disokong oleh umat.. mereka ikut aksi ini dibantu umat…. sadaqah dari hati yang tersentuh… mereka bangun masjid, bangun pesantren, bantu fakir miskin, pakai sumbangan dari umat…
kalau Prof. Syafi’i menghidupi Ma’arif Institut pakai duit dari mana?? ngak usah dijawab… karena kami sudah tahu uangnya dari mana… tapi apakah donasi dari lembaga2 itu TULUS DAN TIDAK PUNYA PRETENSI?? SILAHKAN PROF JAWAB DENGAN HATI NURANI SENDIRI….
tapi sayang.. sebagai yayasan yang katanya transparan, saya tidak menemukan laporan keuangan Ma’arif Institut di websitenya sendiri…. beda sama “teman Ahok”.. beda sama ICW yang dengan terbuka menyebut siapa saja donatur-donatur yang berkontribusi pada laporan keuangan di websitenya……
AA Gym bilang, ini adalah masalah rasa.. dan memang rasa itu hanya bisa ditangkap oleh hati…
tetapi kenapa Prof. Syafi’i masih ngotot dengan uraian-uraian legal formalistik… masih sibuk dengan soal relativitas kebenaran… kenapa masih sibuk dengan sesuatu yang sebenarnya sebagian besar umat islam sudah mengerti soal proses hukum dan sudah mengerti tentang berbagai perbedaan soal tafsir sejak zaman nabi….
AA Gym bilang, apa sieh yang mau kita kejar… buat apa cari NAMA… toh besok juga mati…
tetapi kenapa Prof. Syafi’i begitu bersemangat untuk mengejar titel sebagai BAPAK PLURALITAS… padahal pak din syamsuddin yang berstatus sebagai Presiden World Peace Forum, sebuah organisasi tempat berkumpulnya tokoh2 berbagai agama dari seluruh dunia biasa-biasa saja…. tidak begitu ambisius seperti Prof. Syafi’i… bahkan untuk mengangkat diri sampai bikin Film, buat AWARD pakai nama sendiri…
Link Video Tausiyah AA Gym dan Respon Prof. Ahmad Syaf’i Ma’arif: