tadi malam saya mencoba untuk mendengarkan lagi video lengkap ahok di kepulauan seribu yang berdurasi 47 menit 15 detik dan sudah ditonton lebih dari 6,4 juta orang.
jadi konteksnya ahok sedang cerita tentang program yang hendak ia tawarkan kepada masyarakat di sana untuk membangkitkan ekonomi di kepulauan yang masuk wilayah DKI tersebut…
program ahok sangat bagus.. ia ingin menyediakan kapal bertarif murah sehingga hasil pertanian dan laut masyarakat kepulauan seribu bisa mudah dibawa ke jakarta… ahok juga mengajak kepada masyarakat di sana untuk bekerja keras dan ia hanya mau bantu menyediakan dana pemerintah apabila masyarakat di sana serius serta sungguh-sungguh bekerja… salah satu program unggulan yang disampaikan ahok adalah program tambak… nanti akan dikasih dana bantuan dari APBD dan pembagian keuntungannya adalah 90% untuk masyarakat dan 10% untuk pemerintah DKI…
nah, poin penting ketika ahok masuk ke surat al maidah 51 adalah waktu ahok ingin meyakinan masyarakat kepulauan seribu bahwa program yang ia tawarkan ini bisa segera dieksekusi dan tak ada sangkut pautnya dengan apakah masyarakat kepulauan seribu mau pilih ahok di pilkada DKI februari 2017…. apabila masyarakat kepulauan seribu setuju, maka program ia bisa segera direalisasikan dan tidak ada yang menghambat karena masa jabatan ahok masih sampai pertengahan 2017 alias sampai ada serah terima jabatan dengan gubernur terpilih yang baru (jika ahok kalah)…
sebagai orang yang beretnis china dan non muslim, ahok sangat paham dengan posisinya sebagai minoritas… sebagai politisi yang sudah berpengalaman – pernah jadi anggota dpr dan bupati – ahok tentu sangat menguasai medan perpolitikan Indonesia, apalagi yang terkait dengan bagaimana caranya untuk menarik simpati pemilih muslim… termasuk juga, ahok tentu sudah hafal betul sisi-sisi teologis keislaman yang akan bisa menghambat langkahnya untuk meraih kemenangan… sehingga ahok sampai hafal dengan surat dan ayat dalam alqur’an yang biasa dijadikan senjata untuk lawan-lawan politiknya untuk menghadang… yang mungkin bagi sebagian umat islam tidak pernah tahu tentang keberadaan surat al maidah 51 yang berisi larangan untuk memilih pemimpin non muslim ini….
memang secara eksplisit ahok tidak menyebutkan siapa-siapa saja yang menggunakan al maidah 51 ini untuk mempengaruhi rakyat dalam setiap momen-momen perhelatan politik… sehingga akhirnya memang ketersinggungan yang muncul akan bersifat subjektif dan tergantung bagaimana penerimaan masing-masing orang… tentu saja juga berkaitan erat dengan bagaimana pernyataan ahok tersebut diolah dan digelindingkan oleh media baik itu media mainstream ataupun media sosial…. tidak heran kemudian respon dari ulama, masyarakat awam dan intelektual muslim pun berbeda-beda… ada yang merasa tersinggung dan ada yang merasa tidak ada masalah apa-apa…
dalam gelar perkara yang akan dilakukan oleh POLRI saat ini saya melihat ada sisi kekuatan ahok untuk berargumen di depan penyidik… yg menjadi penguat ahok adalah ia menyampaikannya dalam bentuk suasana bercanda dan nada marahnya memang tidak kelihatan…
saya melihat masalah utamanya akan lebih banyak kepada MOTIF… apabila ahok berkata bahwa ia tidak punya niat jahat untuk merendahkan alquran, rasanya memang agak susah untuk membawa kasus ini naik ke pengadilan…
secara ilmiah untuk mengungkap maksud dan pola perilaku serta pilihan kata-kata seseorang dibutuhkan keahlian psikolog… karena saya melihat analisa linguistik TIDAK begitu membantu… apalagi ahok orang memang bertipe ceplas-ceplos dan mengungkapkan isi hatinya apa adanya…
guna kehadiran psikolog ini adalah untuk menganalisa gestur dan mimik ahok ketika menyebut al maidah 51… secara sekilas memang ketika melihat video lengkapnya terlihat tidak terjadi apa2…. apalagi audiensnya juga ketawa-ketawa dan tidak mempermasalahkan ucapan ahok…. Oleh karena itu diperlukan analisa psikologis untuk kasus ini untuk mengungkap MOTIF AHOK kenapa harus mengeluarkan statemen “pakai surat al maidah”…
sekarang kita masuk kepada pertanyaan kenapa sekian ratus ribu atau juta (terserah percaya pada versi yang mana) bisa turun ke jalan pada 4 november kemarin… saya pribadi melihatnya, aksi massa yang sangat massif kemarin dan bisa dikatakan yang terbesar dalam sejarah indonesia di era reformasi adalah bentuk akumulasi kemarahan dari sekian banyak statemen, sikap dan kebijakan ahok selama ia menjadi penguasa di DKI…. persoalannya bukan karena agama atau etnisitas ahok.. karena orang indonesia sebenarnya tidak mempermasalahkan itu dan sudah terbiasa hidup dalam kemajemukan…
ada yang tersinggung dengan ahok dengan statemen-statemennya yang sarkastis… ada yang tidak suka sama ahok karena sikapnya yang kelihatan egois.. ada yang benci sama ahok karena kebijakannya yang dilihat sangat pro pemilik modal… ada yang sentimen sama ahok karena kasus reklamasi, dugaan korupsi sumber waras dan korupsi transjakarta…
dan yang sebenarnya menjadi ketakutan TERBESAR sebagian masyarakat muslim adalah ketika ahok terus berkuasa, maka ada banyak kepentingan umat muslim yang ia kesampingkan dan acuhkan… ini menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan karena banyak kegiatan dan program yang dilakukan oleh berbagai ormas islam dan masyarakat islam erat kaitannya dengan persoalan birokrasi dan bantuan-bantuan dari pemerintah….
SATU HAL YANG TIDAK BISA DIABAIKAN ADALAH KEKHAWATIRAN AKAN “GERAKAN-GERAKAN BACKSTREET” YANG DILAKUKAN AHOK…
jadi sebenarnya yang menjadi kajian lebih luas adalah soal keberpihakan ahok kepada misi dan gerakan keislaman yang memang saat ini sedang marak dan menguat pada masyarakat indonesia… apakah ahok punya agenda untuk menyingkir kekuatan politik umat islam itulah yang kemudian sangat mengkhawatirkan sebagian tokoh-tokoh ulama dan politisi muslim… apalagi indikasi-indikasi ketidakberpihakan itu sudah dirasakan oleh beberapa kalangan…
waktu saja yang bisa membuktikan tentang niat dan isi hati ahok sebenarnya… tetapi satu hal pasti, gerakan penolakan ahok sudah begitu meluas dan telah merambah berbagai lapisan masyarakat…. dan sebagai politisi, tentu saja karier ahok saat ini ditentukan oleh pilkada februari 2017 yang akan datang… dan sekarang semua kembali kepada masyarakat PEMILIK KTP DKI, apakah suka dengan ahok atau tidak…
DAN APAPUN YANG TERJADI, KITA HARUS MENGHORMATI PROSES DEMOKRASI YANG TELAH KITA PILIH SEBAGAI MEDIA UNTUK BERNEGARA DI INDONESIA INI…
kalimat yang berulang-ulang kali disampaikan oleh ahok, “kalau bapak2 dan ibuk2 melihat ada yang lebih baik dari saya, maka jangan pilih saya”… kalimat ini menjadi sangat ampuh dan menunjukkan kepedean seorang basuki tjahja purnama, sekaligus menjadi tantangan buat umat islam yang “kontra” ahok untuk menghadirkan kandidat pemimpin muslim yang lebih hebat dan lebih keren program serta kinerjanya daripada ahok…
dan itu adalah tantangan terbesar bagi siapapun yang tidak suka dengan ahok…. apakah anies atau agus memiliki kapasitas yang melebihi ahok??? saya serahkan jawabannya kepada bapak dan ibu sekalian…. biar saya tidak dianggap sedang berkampanye untuk kandidat tertentu…:)