kekuatan orang2 yang tersingkir…
 
dalam demam yg melandaku sejak tadi malam, aku coba merenung tentang berbagai cerita yang belakangan kudengar langsung dari sosok-sosok yang sekarang sangat dihormati dan dikenal luas oleh masyarakat…
 
ada seorang peneliti hebat di sebuah lembaga penelitian paling masyhur di indonesia… tulisannya sering muncul di koran2 nasional… hasil penelitiannya sering mampir di berbagai jurnal nasional dan internasional… dalam setahun entah berapa kali ia pergi keluar negeri untuk seminar internasional dan mendapatkan grand research… ia melakukan semua itu karena di institusi tempat ia bekerja, ia tidak dihargai… zona tidak nyaman itulah yang kemudian membuat ia kirim proposal riset kemana2 dan menulis sebanyak dan sebisa yang ia mampu… dan akhirnya jadilah ia sangat produktif dibandingkan kawan2nya yang terbelenggu dengan status nyaman sebagai pegawai negeri sebuah lembaga penelitian milik pemerintah…
 
guru intelektualku yang sudah 18 tahun mengajar di benua biru, juga mengawali perjalanan hidupnya dari ketersingkiran…. tak kunjung diangkat menjadi PNS di sebuah universitas negeri di sumatera membuatnya memilih untuk pindah ke jakarta… berjuang dengan gaji yang hanya cukup untuk membayar sewa kamar kos dan harus bekerja tambahan agar bisa makan… tapi lewat kesabarannya itulah kemudian Allah menakdirkan ia untuk menjadi pengajar di sebuah universitas yang dikenal sejak zaman kolonial hingga sekarang…. dan para scholars indonesia yang mengajar di universitas yang jauh rangkingnya dari universitas yang pernah “mengabaikan” nya dulu sangat hormat dengan karya-karya yang dihasilkannya….
 
salah seorang ustadzku pernah patah hati karena cintanya ditolak… hampir sebulanan ia menangis dan menyesali kenapa ia tidak diterima… tetapi lewat penolakan sang pujaan hati itulah, ia kemudian mulai menghafalkan alqur’an… dan sekarang sudah puluhan juz yang ia hafal, meraih gelar doktor dan menjadi dosen di universitas nomor 1 di negeri ini… dan ia pun berjodoh dengan wanita yang jauh lebih baik dari gadis yang dulu sangat ia puja-puja…
 
Alllah menjadikan “ketersingkiran” menjadi eskalator untuk membuat mereka mengeluarkan seluruh potensi yang dimilikinya untuk menjadi lebih baik…. penolakan tidak membuat mereka patah hati dan kemudian mengubur mimpi.. mereka terus berusaha dan berusaha untuk memperbaiki diri serta melakukan apa yang mereka bisa lakukan…mereka seperti berlari kencang tanpa merasa capek… dan pada satu titik, mereka telah jauh meninggalkan teman2 mereka yang terlanjur menikmati zona nyaman…
 
KETERSINGKIRAN MEMANG MENYAKITKAN… TAPI DENGAN ITU ALLAH INGIN MENAIKKAN DERAJAT KITA…. SAAT EKSISTENSI KITA DIABAIKAN, DI SAAT ITULAH KEKUATAN TERBESAR DALAM DIRI KITA KELUAR DENGAN SENDIRINYA…..