kadang kita binggung, kemana jalan takdir akan membawa kita… namun ketika dalam kesendirian meninjau kembali detik demi detik yang telah kita lalui, ada sebuah garis merah dari berbagai peristiwa yang telah Allah takdirkan untuk kita…
 
entah kenapa dulu tiba-tiba kepikiran kuliah di Filsafat UGM… hampir tidak ada seorang guru SMA saya yang menyokong pilihan itu… tapi dorongan saya untuk mencari kebenaran dan mencari Tuhan, telah membuat saya punya tekad yang kuat saat itu untuk mencentang pilihan “Filsafat UGM” ketika SBMPTN tahun 2002 yang lalu…
 
saat kuliah, saya ingin jadi penulis dan mencoba melamar ke Forum Lingkar Pena… tetapi saya gagal lolos seleksi dengan alasan yang saya tidak ketahui… untung saja kala itu lagi booming internet dan blogger… hingga hampir tiap malam saya ke warnet untuk belajar bagaimana caranya membuat blog dengan otodidak… akhirnya lewat blog lah saya belajar menulis dengan cara otodidak juga…
 
dengan memakai CV sebagai blogger, saya pun akhirnya diterima sebagai mahasiswa yang bekerja untuk program pembuatan web profil dosen-dosen UGM selama 6 bulan…
 
menjelang wisuda, saya kepikiran untuk bikin buku dari skripsi… hingga sayapun cari tahu bagaimana caranya buat buku dan ngurus ISBN ke perpusnas… lagi2 lewat jalan otodidak dan tanya sana-sini… akhirnya lahirlah “Messianik Yahudi” dengan kata pengantar dari dosen pembimbing skripsi saya dan wakil dekan fakultas filsafat ugm…
 
selepas kuliah, langsung ada tawaran bekerja sebagai staf Humas Aisyiyah, salah satu organisasi perempuan islam terbesar di indonesia… tetapi saya kemudian memilih untuk fokus belajar bahasa inggris saja…
 
bolak-balik ke jakarta untuk sederetan tes di republika, kompas dan komisi yudisial… semua gagal di tahap terakhir…
 
tapi akhirnya saya bisa bekerja sebagai web editor untuk website salah satu program internasional di sekolah pascasarjana UGM… lagi2 saya bertemu dengan dunia tulis menulis…
 
entah kenapa kemudian, saya hanya bertahan 1 tahun bekerja di UGM… setelah melihat senior saya yang telah mengabdi selama belasan tahun sebagai honorer tidak kunjung diangkat menjadi PNS…
 
saya kemudian teringat dengan apa dulu pernah saya rintis… MEMBUAT BUKU…
 
tak perlu waktu yang lama, akhirnya saya memulai hidup baru menjadi orang tanpa seragam dinas dengan status sebagai direktur Gre Publishing… direktur yang kemana2 pakai sandal… saya menikmati status bebas sebagai wirausaha…
 
namanya orang berdagang, sayapun mengalami masa paceklik di awal tahun 2014… orderan buku sepi… saya pun kemudian kembali mengirimkan lamaran kerja ke sana-sini…
 
di bulan ramadhan 2014, tiba2 saja ada telpon dari jakarta… saya dipanggil untuk mengikuti workshop penerbitan yang diadakan oleh Goethe Institut dan IKAPI Pusat yang diselenggarakan dalam rangka persiapan indonesia menjadi guest of honor Frankfurt Book Fair…. setelah 2 kali pelatihan di jakarta, di bulan oktober 2014 berangkatlah saya bersama 11 teman para direktur dan petinggi penerbitan besar di indonesia ke Frankfurt…
 
di jermanlah kemudian mata saya terbuka lebar, INILAH DUNIA PENERBITAN ITU…
 
hati saya semakin mantap, setelah roomate saya di kamar hotel frankfurt, seorang bapak2 – direktur sebuah penerbitan yang sedang naik daun di indonesia, memaparkan kepada saya bahwa omzetnya sudah 1 miliar per bulan…
 
sebelumnya, saya ngak pernah berpikir bahwa orang penerbitan bisa mencatat angka penjualan buku bermiliar-miliar…
 
sepulang dari frankfurt book fair, orderan semakin banyak… hingga saya kemudian mendapatkan sebuah project yang terbesar dalam sejarah gre publishing, 167 juta rupiah… belum pernah rekening saya bisa mencapai nominal 9 digit itu… dengan uang itulah saya kemudian bisa membayar biaya rumah sakit bapak sebelum beliau dipanggil sama Allah…baru itulah persembahan saya kepada bapak… tapi saya bahagia di hari2 terakhirnya beliau telah melihat saya bisa hidup mandiri di rantau orang…
dari bukulah saya kemudian melakukan koresponden dengan beberapa menteri dan ilmuwan-ilmuwan yang namanya sudah tidak asing bagi masyarakat indonesia… hingga kemudian wakil presiden berkenan untuk memberikan kata sambutan tertulisnya untuk buku yang diterbitkan oleh penerbit saya…
 
satu bulan menjelang ulang tahun saya di bulan november nanti.. saya hanya mencoba menikmati setiap skenario yang Allah inginkan atas diri saya… karena lewat kepasrahan totallah saya bisa merenungi perjalanan hidup ini dengan hati lapang dan keikhlasan…
 
meskipun aku tak pernah tahu apa yang terjadi di hari-hari ke depan, tetapi aku selalu percaya bahwa Allah telah menyiapkan takdir yang terbaik buat hamba-hambaNya yang selalu yakin dan memasrahkan diri dengan seutuhnya….
Jogja, Jum’at 21 Oct 2016 malam