Mencari Hoki atau Bunuh Diri Politik SBY?


Koaliasi Cikeas yang terdiri dari Demokrat, PPP, PKB dan PAN secara resmi mengusung Agus Harimurti Yudhoyono berpasangan dengan Sylviana Murni sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk PILKADA DKI 2017. Sungguh sangat mengagetkan dikarenakan nama Putra Sulung SBY ini tidak pernah masuk radar lembaga survey dan pembicaraan di media massa.

Kehadiran pasangan yang sama-sama baru ini secara kasat mata memang memberikan penyegaran sekaligus kejutan kepada publik. Selain juga, semakin meneguhkan kepercayaan diri SBY bahwa ia punya kandidat internal dari keluarga sendiri. Sekaligus menegaskan bahwa SBY sangat sulit untuk bisa melupakan masa lalu pahitnya bersama Megawati dan gengsi jejak kemiliterannya dengan Prabowo. Sehingga alih-alih bergabung dengan poros yang telah dibentuk oleh 2 tokoh itu, SBY lebih memilih untuk “mencipatkan dinasti politik baru nya sendiri”. Situasi ini juga memperlihatkan ketidaknyamanan PKB, PPP dan PAN yang meskipun juga berbasis massa “umat Islam” dengan PKS yang notabene adalah Partai berideologi Islam serta semakin meneguhkan “balik badan” mereka dari pengaruh Prabowo beserta koalisi KMP-nya.

Agus sebagai sosok yang ditunjuk tiba-tiba, dapat dikatakan tidak mempersiapkan diri secara serius jauh-jauh hari untuk menghadapi PILKADA DKI. Meskipun ia bisa saja mempelajari persoalan-persoalan DKI secara cepat, tetapi publik selama ini praktis tidak pernah mendengar komentar-komentar Agus tentang masalah-masalah yang terjadi di Jakarta. Sesuatu yang sebenarnya dapat dimaklumi dengan statusnya sebagai tentara yang terikat dengan klausul, “militer aktif tidak boleh berpolitik”. Sehingga dari segi perang gagasan dan solusi, saya menduga keras, apa yang nantinya akan disampaikan oleh Agus pada saat kampanye akan lebih banyak didominasi dari ide-ide yang telah dikonsep oleh tim pemenangannya. Artinya, secara figur Agus sangat miskin dengan tawaran-tawaran kreatif yang berasal dari pemikiran dan perenungan pribadinya sendiri.

Persoalan berikutnya yang akan muncul adalah terkait dengan strategi partai pengusung khususnya dari Partai-Partai yang berbasis massa Islam untuk menyakinkan masyarakat DKI agar memilih pasangan yang benar-benar “segar” ini. Apabila beberapa saat yang lalu Amien Rais dengan sangat bersemangat sekaligus emosional memakai ayat-ayat agama dan mimbar masjid untuk mempersuasi masyarakat Jakarta agar tidak memilih Ahok, dari sisi pengujian terbalik, masyarakat muslim dari Jakarta tentu akan mempertanyakan, sejauhmana religiusitas yang dimiliki oleh Agus dan Sylviana sehingga dapat dikatakan sebagai pemimpin yang amanah dan sholeh/sholehah?

Dari zaman Orde Baru bahkan sampai era Reformasi, gubernur dan wakil gubernur DKI didominasi oleh Para Jenderal. Dari sisi ini, kehadiran Agus yang masih berpangkat Mayor menjadi anomali dari rangkaian historis kepemimpinan DKI selama ini. Walaupun diback-up dan dimentori oleh SBY yang juga seorang Jenderal, ada kesangsian soal bagaimana Agus akan beradaptasi dengan border-border psikologis senioritas dan yunioritas yang sangat kental melekat dalam diri orang yang pernah dididik dalam tradisi kemiliteran. Halangannya bukan pada saat kampanye, tetapi pada saat memimpin Jakarta. Karena sudah lazim diketahui bahwa Jakarta itu dikuasai oleh para Naga dan para mantan komandan dengan sederet bintang di pundaknya.

Dari sekian banyak keputusan-keputusan politik yang pernah diambil SBY, pengusungan Agus Harimurti adalah salah satu langkah paling berani dan paling beresiko yang dilakukan oleh SBY. Namun, apabila dilihat dari sisi kepentingan publik, keberanian ini jauh dari hitung-hitungan metodologis berbasis survey politik dan miskin dari pengondisian Pilkada yang berbasis kepada gagasan-gagasan yang selama ini diharapkan publik lebih mengemuka.

Apapun itu, keputusan telah dibuat. Dan kita sedang menunggu apakah SBY sedang melakukan politik strategis atau jangan-jangan lagi menyiapkan lubang jebakan untuk dirinya sendiri? Awal tahun 2017 akan jadi pembuktiannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s